Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Pikiranku sama denagnmu


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Casey mencari informasi tentang Zelo, dia bertanya kepada pengawal pria itu tapi mereka juga tidak tahu keberadaan Zelo di mana.


Sementara Orland, dia ingin mengatakan kepada Casey tapi pria itu masih ragu-ragu. Melihat keadaan Zelo seperti itu Orland lebih memilih untuk merahasiakannya.


Sampai saat ini Zelo belum sadarkan diri, Orland selalu mengunjungi pria itu di saat jam kuliah selesai. Bahkan terkadang dia tidur di rumah sakit menemani Zelo.


Tapi pada akhirnya dia tidak tahan lagi, Orland ingin memberitahukan kepada Casey karena merasa kasihan melihat keadaan Zelo. Juga melihat Casey yang terus mencari informasi tentang pria itu.


Di kampus Orland mencari Casey, dia pergi ke cafe dan melihat gadis itu sedang duduk di depan laptop. Orland menghampiri Casey dan menyapanya.


“Boleh aku duduk di sini?” tanya Orland seraya berdiri di depan Casey dan memperhatikan wajah gadis itu terlihat tidak bersemangat seperti biasanya waktu bersama Zelo.


Casey mengangkat kepalanya lalu menatap Orland dan berusaha tersenyum kepada pria itu.  Ingin bertanya kepada Orland tapi itu tidak mungkin, Zelo dan Orland tidak terlalu dekat.


“Silahkan,” ujar Casey lalu kembali menatap layar laptop. Pikirnya Orland hanya menumpang duduk saja.


“Terima kasih,” ucap Orland seraya duduk di depan Casey sambil mata  melirik sana-sini, dia tidak ingin ada orang yang mendengar perbincangan mereka.


“Casey, ada yang ingin aku sampaikan padamu,” tutur Orland dengan suara setengah berbisik.


Casey mengalihkan pandangan dari laptop kemudian dia menatap Orland, dia memperhatikan raut wajah pria itu sangat serius dan ada hal yang seperti di sembunyikan.


“Katakan saja,” ujar Casey lalu Orland berdiri dan duduk di samping gadis itu.


“Ini mengenai Zelo, tapi kamu jangan terkejut.” Mendengar nama Zelo Casey langsung menatap Orland dengan heran, jantungnya mulai berdebar.


“Ada apa dengan Zelo?” tanya Casey dengan penasaran, raut wajahnya terlihat cemas lalu Orland menjelaskan kepada gadis itu.


“Begini, Casey. Zelo sedang berada di rumah sakit dan sampai saat ini dia belum sadar. Zelo dalam keadaan koma,” ungkap Orland seraya memberi isyarat agar Casey jangan berteriak.


Casey terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangan, dia tidak percaya dengan apa yang di informasikan Orland  kepadanya. Casey takut ini hanya sebuah kebohongan untuk menjebaknya. Mengingat apa yang pernah di lakukan Jaime dan Orland kepadanya membuat Casey lebih berhati-hati.


“Tidak mungkin, Orland. Kamu tahu darimana?” tanya Casey dengan memicingkan mata menatap curiga kepada Orland.


Orland mengerti kalau Casey tidak percaya atau curiga padanya, itu karena perbuatan dia dan Jaime yang membuat Casey sepeti itu. .


“Casey, percaya padaku. Zelo sekarang sedang koma. Aku sendiri yang mengantar dia ke rumah sakit,” tutur Orland berusaha meyakinkan gadis itu


“Dia di rumah sakit mana?” tanya Casey dengan suara pelan, kali ini gadis itu mulai percaya kepada Orland.


“Ikut saja denganku,” ajak Orland seraya berdiri diikuti oleh gadis itu.


Casey langsung memasukan laptop ke dalam tas kemudian mengikuti Orland, wajahnya terlihat sangat khawatir apalagi mendengar kalau Zelo dalam keadaan koma.


Mereka berdua meninggalkan kampus dan pergi ke rumah sakit, sepanjang jalan Casey terlihat gelisah. Walaupun hubungannya sudah berakhir tapi dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada pria itu.

__ADS_1


Casey tidak sabar lagi ingin segera tiba di rumah sakit, dia meminta Orland untuk lebih melajukan mobilnya. ‘Apa yang terjadi padanya, kenapa dia bisa koma?’ Tanya Casey dalam hati.


Akhirnya Casey dan Orland tiba di rumah sakit Orland langsung mengantar Casey menemui Zelo, mereka masuk lalu gadis itu melihat keadaan Zelo yang sangat menyedihkan.


Tak terasa airmata menetes di pipi tatkala melihat keadaan orang yang pernah menjadi bagian hidupnya. Kepala di perband, memar di wajah, selang yang di masukan lewat hidung serta oksigen.


“Apa yang terjadi padanya?” tanya Casey dengan suara pelan seraya memperhatikan wajah Zelo.


“Dia di keroyok oleh kakak Jaime dan teman-temannya,” sahut Orland dengan berjalan  di samping Casey.


“Aku ingin menolongnya tapi hanya sendiri sedangkan mereka berenam,” lanjut Orland menjelaskan kepada Casey seraya berdiri di sisi tempat tidur dan memperhatikan wajah  Zelo.


“Apakah Jaime juga terlibat?” Kembali gadis itu bertanya tapi Orland hanya diam. “Orland?” Pria itu tersadar dan menatap Casey.


“Aku tidak tahu, tapi kamu jangan pernah bertanya kepada Jaime,” ujar Orland mengingatkan Casey. Dia tidak ingin teman-teman di kampus tahu keadaan Zelo.


“Kenapa?” tanya Casey penasaran seraya tangan membelai pipi Zelo. Wajahnya terlihat sangat sedih.


 “Karena tidak ada satu orang’pun yang tahu Zelo di rumah sakit, Jangan sekali-kali bertanya kepada Jaime.” Kembali Orland berpesan kepada Casey, pikirnya mungkin saja Jaime ikut terlibat dalam penganiayaan terhadap Zelo.


“Dimana kamu menemukan Zelo.” Kembali Casey bertanya, dia ingin tahu kenapa Zelo bisa bertemu dengan Felix.


“Di belakang club, malam itu Zelo terlihat mabuk lalu mereka menganiayanya,” sahut Orland sembari mengambil kursi dan meletakan di samping tempat tidur


“Duduklah,” ujar Orland menyuruh Casey untuk duduk.


“Terima kasih, Orland. Kamu sudah menolongnya,” ucap Casey seraya memegang kembali tangan Zelo.


“Sama-sama, Zelo membuatku sadar,” sahut Orland dengan menarik napas panjang kemudian duduk.


“Aku tahu, ini pasti hasutan Zaneta kepada kakak Jaime,” ungkap Casey dengan tersenyum sinis. Wajah gadis itu terlihat sangat marah.


“Pikiranku sama denganmu, kalau Jaime dia sama sekali tidak dendam kepada Zelo,” celetuk Orland dengan suara setengah berbisik.


“Jangan sampai Zelo sembuh dan mencarinya, kalian sudah tahu seperti apa dia kalau marah,” sela Casey dengan geram seraya membelai kembali pipi pria itu.


Orland hanya diam, mendengar perkataan Casey, dia juga sudah tahu seperti apa Zelo. Karena berpikir sudah ada Casey, Orland tidak berlama-lama di rumah sakit. Dia berpamitan kepada gadis itu dan kembali ke rumah. Sedangkan Casey, dia menemani Zelo dan memberi perhatian kepada pria itu. Walaupun hubungan mereka sudah berakhir tapi dia tidak tega melihat keadaan Zelo.


Sehabis kuliah dia selalu ke rumah sakit bahkan menginap di tempat itu. Sambil mengerjakan tugas matanya selalu mengawasi Zelo.


Hari semakin larut malam, Casey memeriksa oksigen juga infus kemudian dia mematikan laptop dan berbaring di sofa. Gadis itu berusaha untuk tidur tapi pikirannya mengkhawatirkan pria itu.


****


Sudah beberapa hari gadis itu bolak-balik kerumah sakit, wajahnya terlihat kusut karena lelah. Dia begitu sabar menunggu pria itu yang sampai saat ini belum sadar.

__ADS_1


Casey tidak ingin memberitahukan keadaan Zelo kepada kedua sahabatnya termasuk Hernand teman dekat Zelo. Dia tidak mau apa yang menimpa Zelo menyebar di kampus.


Karena kelelahan gadis itu tertidur di sofa, belum lama tidur dia terkejut dengan teriakan Zelo. Casey bangun dan melihat tubuh pria itu tergunjang, dia terkejut dan berlari keluar memanggil petugas.


 Perawat dan dokter langsung belari masuk ke ruangan. Mereka langsung menyuntik obat penenang kepada Zelo lalu pria itu tertidur kembali.


Airmata Casey menetes di pipi melihat Zelo, dia duduk dekat tempat tidur lalu memegang tangan pria itu dan mengecupnya berulang kali.


Casey meletakan kepala di tempat tidur, dia tidak ingin lagi tidur di sofa. Gadis itu takut kejadian tadi terulang, dia memejamkan mata dan tertidur kembali.


Pagi hari pria itu membuka mata, samar-samar dia melihat ruangan tempat dia terbaring. Zelo tidak menyadari kalau kepala Casey ada di dekat tangannya. ‘Aku dimana?’ tanya pria itu seraya meringis kesakitan.


Dia menggerakan kepala dan melihat kesamping, air bening keluar dari sudut matanya saat melihat Casey masih tidur. Ada perasaan bahagia menatap wajah gadis itu.


Zelo memejamkan mata, dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.  Zelo mulai mengingat kejadian yang menimpahnya di club.  ‘Felix, tunggu saja kalau aku sudah sembuh,’ gumamnya seraya merintih kesakitan.


Zelo berusaha membelai rambut Casey tapi dia merasakan sakit di tangannya, Zelo teringat bagaimana Felix menginjak dan menendang tubuhnya. Dia menarik napas panjang dan kembali memejamkan mata.


gerakan tangannya membuat Casey terbangun, dia melihat pria itu sudah sadar. Casey merasa senang lalu dia keluar memanggil dokter dan perawat.


 Dokter masuk diikuti oleh perawat, mereka memeriksa keadaan Zelo lalu pria itu memberi isyarat untuk melepaskan selang yang di masukan lewat hidung. Sementara Casey berdiri di sisi tempat tidur memperhatikan mereka.


Pria itu ingin meraih tangan Casey tapi saat mengangkatnya dia merintih kesakitan. Gadis itu langsung memegang tangan Zelo dan duduk di sisi tempat tidur.


“Aku ingin pulang,” pinta Zelo dengan suara menahan sakit.


Casey berusaha tersenyum lalu dia berdiri dan berbincang dengan dokter, dia ingin tahu apakah Zelo bisa dirawat di rumah.


“Dok, apakah dia boleh dirawat di rumah saja?” Dokter tersenyum dan menganggukan kepala.


“Iya bisa, tapi sebaiknya besok saja” jawab dokter kemudian meninggalkan mereka berdua.


Nampak Zelo sangat senang, pria itu tidak suka dengan namanya rumah sakit. Walau’pun dalam sekujur tubuh sakit dan wajah masih memar, Zelo berusaha tersenyum kepada Casey. Pria itu sangat bahagia karena disaat sadar dia melihat Casey ada di sampingnya.


Itu pertanda selama dia tidak sadarkan diri gadis itu selalu mendampinginya, bukan dia bersyukur dengan apa yang menimpanya. Tapi dengan kejadian ini dia bisa melihat Casey lagi.


“Terima kasih sudah menunggu juga menamaniku di sini,” ucap Zelo dengan tatapan sayu kepada Casey dan sedikit meringis kesakitan.


Tapi Casey hanya diam dan duduk di kursi, sambil tatapannya ke tempat lain. Dia ada di rumah sakit karena kasihan.


“Aku  minta maaf,” mohon Zelo dengan menatap kembali mata gadis itu.


“Istirahat saja supaya besok kamu bisa pulang. Oh ya, kamu tidak ingin memberi tahu keluargamu?” tanya Casey mengalihkan pembicaraan.


“Aku tidak ingin mereka tahu,” ujar Zelo lalu Casey berdiri kemudian duduk di sofa dan membuka laptop.

__ADS_1


Zelo hanya melihat Casey duduk, dalam pikirannya gadis itu belum memaafkan dirinya. Dia menemani hanya karena kasihan saja, Zelo memejamkan mata dan menyesali semua yang sudah dia perbuat.


__ADS_2