
Semenjak di ingatkan Jaime tentang kakaknya, Zelo lebih berhati-hati. Apalagi terhadapa kekasihnya, kemanapun gadis itu pergi kalau tanpa dirinya dia meminta beberapa pengawal untuk mengikutinya.
Kecintaan dia kepada kekasihnya membuat pria itu menjadi overprotektif, pergerakan gadis itu menjadi terbatas. Zelo mengawasinya terus bahkan dia membatasi pergaulan Casey.
Karena ingin menumbuhkan rasa cintanya kepada Zelo, apapun yang diinginkan dan diperintahkan sang kekasih selalu diturutinya. Tidak ingin kehilangan pria itu, Casey memilih menghindar berteman dengan lelaki.
Jumat sampai senin tidak ada mata kuliah, orang tua pria itu meminta dia untuk pergi ke Brazil menemui rekan bisnis mereka. Zelo dan Casey berbincang-bincang di teras, nampak wajah gadis itu muram karena Zelo akan pergi.
“Aku hanya empat hari saja di Brazil,” ujar pria itu seraya menarik tangan Casey untuk duduk di pangkuannya.
“Aku takut kamu tergoda dengan wanita lain di sana.” Pria itu tertawa kemudian dia membelai rambut Casey.
“Untuk apa ku tergoda, aku sudah memilikimu.” Gadis itu berusaha tersenyum dia berharap Zelo bisa mengajaknya ikut ke Brazil, hanya saja dia malu untuk mengutarakannya. Zelo juga tidak peka dengan perasaan Casey.
“Bisa saja,” ujar Casey seraya berdiri dari pangkuan pria itu dan duduk di kursi.
“Percayalah padaku, kamu tahu aku sangat mencintaimu mana mungkin aku tergoda.” Casey hanya diam dan melayangkan mata ke pantai.
Dia menarik napas begitu dalam dan menghembuskannya kemudian berdiri dan pergi ke kamar. Zelo tidak mengerti dengan sikap Casey yang berharap mengajak dia untuk ikut ke Brazil.
Zelo mengikuti Casey kemudian memeluknya dari belakang, dia tahu gadis itu tidak mengijinkan dia untuk pergi. Zelo merayu Casey dan memberi pengertian kepadanya.
“Sayang, aku ke Brazil bukan untuk bersantai. Ini demi perusahaan orang tuaku,” ujar Zelo dengan memutar tubuh Casey menghadapnya.
“Hanya aku yang mengerti dengan bisnis ini. Ku mohon padamu untuk mengerti,” pinta Zelo seraya mencium leher Casey serta tangan mulai menggarayangi tubuh gadis itu.
“Kapan kamu akan berangkat,” tanya gadis itu sambil menahan tangan Zelo yang sedang meremas kedua bukit yang menggantung.
“Nanti siang.” Casey mengkerutkan dahi kemudian menatap Zelo.
“Hari ini juga?” tanya Casey dengan membulatkan matanya.
Zelo menganggukan kepala dan tersenyum kemudian membelai pipi Casey. Kembali dia melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu.
“Iya, aku sudah beli tiketnya.” Casey hanya diam lalu melepaskan tangan Zelo dari pinggangnya.
Casey duduk di sisi tempat tidur di ikuti Zelo. Pria itu tertawa melihat wajah kekasihnya yang begitu lucu.
“Jangan cemberut seperti itu,” canda Zelo lalu kembali mencium leher Casey dan membaringkannya.
__ADS_1
“Tapi sebelum ke airport aku inging membawamu ke suatu tempat,” bisik Zelo di telinga Casey seraya tangannya meremas dada gadis itu.
Casey mengernyitkan dahi menatap Zelo, dia penasaran tempat apa yang ingin di tunjukan Zelo kepadanya.
“Kemana?” tanya Casey seraya menatap mata Zelo, dia ingin tahu kemana pria itu akan membawanya.
“Kejutan, ikut saja aku.” Zelo berdiri dan menarik tangan gadis itu lalu mereka meninggalkan apartemen.
Sepanjang jalan Casey hanya diam dan berpikir kejutan apa yang akan di berikan Zelo kepadanya. Lalu mereka tiba di sebuah rumah besar dan mewah.
Zelo memegang tangan Casey dan mengajaknya masuk. Gadis itu terheran-heran, dalam benaknya bertanya rumah siapa yang ditunjukan sang kekasih kepadanya.
“Sayang, rumah ini baru saja ku beli. Ini untuk aku dan kamu tinggal.” Casey tidak percaya dengan apa yang dia dengar, kembali dia menatap Zelo dan bertanya.
“Maksudnya?” Zelo tertawa dan melingkarkan kedua tangan di pinggang Casey. Dia merasa lucu melihat mimik gadis itu.
“Begini, aku beli rumah ini tanpa sepengetahuan kedua orang tuaku. Semua untuk kita berdua,” ungkap Zelo seraya mengatur rambut Casey ke samping.
“Mulai hari ini kamu akan tinggal di sini,” ujar Zelo dengan menecup bibir Casey lalu gadis itu melengkungkan bibirnya dan memperhatikan rumah itu.
Pria itu mengajak Casey berkeliling di dalam rumah dan menunjukan kamar mereka berdua, Casey termangu saat melihat ruangan yang begitu besar kemudian dia menatap Zelo.
“Kamu suka?” tanya Zelo sambil meletakakkan dagunya di bagu Casey, gadis itu hanya menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Zelo.
“Mulai hari ini kamu harus tinggal di rumah ini, aku merasa tenang jika kamu di sini dari pada tinggal di apartemen.” Kembali Casey hanya menganggukan kepala, dia masih merasa berat pria itu pergi sendiri ke Brasil. Walau’pun dia belum mencintainya tapi Casey tidak ingin Zelo mempermainkan dirinya.
Casey dan Zelo kembali ke apartemen dan mengambil pakaian mereka berdua lalu kembali ke rumah itu, Casey mengatur semua barang dia dan Zelo di dalam lemari.
Zelo melihat Casey lalu dia menghampirinya, Zelo ingin melakukan hubungan itu sebelum pergi ke Brazil.
Dia ingin memuaskan sang kekasih, empat hari tidak akan bertemu pasti akan membuat dia rindu padanya.
Zelo melepaskan semua pakaian Casey kemudian mencium sekujur tubuh gadis itu sambil tangannya meremas lembut kedua bukit yang menggantung itu.
Casey memejamkan mata dan menikmati setiap kecupan-kecupan yang di lakukan Zelo, dia merintih kenikmatan tatkala lidah itu menyentuh area intinya, desiran dara mengalir ke seluruh organ tubuh saat mengalami pelepasan.
Melihat Casey mengalami pelepasan, Zelo berhenti dan menindih tubuh gadis itu. Dia mencium bibir mungil itu serta menuntun miliknya untuk masuk ke inti Casey.
Rintihan demi rintihan keluar dari bibir gadis itu saat merasakan permainan kekasihnya, dia mengkerutkan dahi menahan kenikmatan itu.
__ADS_1
Kaki melingkar di pinggang Zelo dan ikut menggerakan badannya membantu pria itu untuk mencapai puncak kepuasan.
Goresan kuku mulai menyayat punggung pria itu disaat dia akan mengalami pelepasan, napas semakin tidak teratur bahkan peluh keringat menempel di tubuh mereka berdua.
Zelo dan Casey saling berpelukan dengan erat lalu terdengar erangan dari bibir pasangan kekasih itu.
Mereka mengalami pelepasan bersama, berulang kali Zelo menyentakan pinggang kemudian terbaring di atas tubuh tubuh Casey, napasnya masih tidak teratur.
Zelo menghembuskan napas di telinga Casey lalu berbaring di sampingnya dan menarik gadis itu untuk tidur di dadanya.
Denyut jantung masih belum teratur, masih terbayang kenikmatan yang baru saja mereka rasakan.
“Baiklah, aku harus bersiap-siap ke airport,” ujar pria itu seraya melepaskan pelukannya dan mengecup kening Casey.
Keduanya pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuh mereka. Casey memperhatikan Zelo yang sedang berdiri di depan cermin.
Casey sangat menganggumi ketampanan Zelo, dia berdiri dan memeluk sang kekasih dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung pria itu.
“Ingat, jangan menggoda wanita di sana,” ujar Casey dengan wajah cemberut.
Zelo tersenyum lewat cermin kemudian memutar tubuh menghadap Casey, dia menatap dengan dalam mata gadis itu.
“Hanya ada kamu di hatiku,” ucap pria itu lalu dia mengecup bibir Casey. “Ah … kalau tidak terburu-buru ke airport aku ingin melakukannya lagi.” Casey tertawa dan mendorong dengan pelan tubuh Zelo.
Casey mengatur beberapa pakaian di koper kemudian kembali duduk dan memperhatikan Zelo sedang memakai sepatu. Casey tersenyum saat melihat pria itu mengedipkan sebelah mata kepadanya.
Kembali Zelo memeluk Casey dengan erat, dia merasa berat meninggalkan kekasihnya sendiri. Zelo mencium bibir gadis itu lalu membelai rambutnya.
“Aku akan merindukanmu,” ucap pria itu sambil mengecup dahi Casey.
“Aku juga,” balas Casey seraya membenamkan wajahnya di dada Zelo dan memeluknya dengan erat.
“Ingat pesanku.” Kembali Zelo tersenyum kemudian dia menarik koper dan meninggalkan rumah langsung menuju ke airport.
Casey menatap kepergian sang kekasih lewat teras kamar, dia menunduk dan masuk kembali kemudian duduk di sisi tempat tidur.
Dia merasa sepi tinggal di rumah besar itu, ingin mengajak teman tapi teringat pesan Zelo.
Akhirnya Casey meninggalkan kamar dan pergi ke kolam renang, dia melepaskan kaos kemudian terjun ke air. Sementara di depan beberapa pengawal sedang mondar-mandir di depan rumah, mereka di bayar oleh Zelo untuk menjaga Casey.
__ADS_1