Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Kecurigaan


__ADS_3

Di kantor polisi tuan Frank dan Wesley langsung menemui Sherif yang menangani kecelakaan Isaiah, kini mereka berdua sedang berada di dalam ruangan melihat CCTV yang di tunjukan oleh salah satu petugas.


Mata tuan Frank dan Wesley tak berkedip menatap layar monitor yang menunjukkan bagaimana kronologi kecelakaan Isaiah. Di sana menunjukkan Isaiah berjalan di pinggir menuju ke supermarket yang terletak sekitar 200m.


Sementara dari kejauhan sebuah mobil sedan berwarna hitam dengan kecepatan tinggi menabrak Isaiah sehingga pria itu terpental dan tak sadarkan diri. Lalu sherif menunjukkan rekaman CCTV lain dimana kendaraan itu sudah terpakir lama di basement.


“Berarti ini murni bukan kecelakaan, adikku dijadikan target,” ujar Wesley seraya menghentikan rekaman CCTV dan memperbesar mobil itu.


Sayang sekali kaca jendela mobil tersebut gelap jadi Wesley tidak bisa melihat siapa yang mengendarai kendaraan tersebut. Sherif juga sudah memeriksa plat nomor mobil tersebut tapi tenyata palsu.


“Kira-kira siapa pelaku yang menabrak Isaiah?” tanya tuan Frank dengan mengerukan dahi.


“Aku juga tidak tahu, Grandpa. Mungkinkah orang yang tidak suka Ia menikah dengan Casey?” Pikiran Wesley kini tertuju kepada Zelo alias Asher.


“Apakah kau berpikir ini ulah dari Zelo?” tanya tuan Frank kepada Wesley dengan memicingkan matanya.


“Ya, hanya dia yang tidak suka Casey menikah dengan Isaiah.” Wesley langsung meminta sherif untuk menyelidiki Zelo karena hanya pria itu yang dia curigai.


Setelah selesai melihat rekaman CCTV, tuan Frank dan Wesley meninggalkan kantor polisi. Wesley kembali ke rumah sakit sedangkan pria tua itu pergi ke kediamannya.


Wesley tiba di rumah sakit, dia langsung menemui Casey dan keluarganya yang masih menunggu di luar. Wesely memberikan isyarat kepada Casey untuk ikut bersamanya.


Casey melepaskan pelukan Ellie lalu menyusul Wesley yang berjalan pergi ke depan rumah sakit. Ia menghampiri Wesley dan berdiri di samping pria itu.


“Ada apa, Wesley? Apakah kamu mendapatkan informasi mengenai kecelakaan Isaiah?” tanya Casey dengan wajah yang senduh, masih terlihat matanya sembab.


“Aku melihat rekaman CCTV dan mobil itu memang sengaja menabrak Isaiah,” jawab Wesley dengan menatap Casey. “Apakah kamu berpikir ini adalah ulah Zelo?”


“Ya hanya dia yang selalu berusaha memisahkan aku dan Isaiah,” jawab Casey dengan penuh keyakinan.


“Sayang saja plat nomor mobil itu palsu kalau tidak polisi pasti bisa melacaknya,” gumam Wesley dengan wajah yang kesal.


Dia tidak bisa membuktikan kalau Zelo dalang di balik kecelakaan adiknya, kini Wesley harus bekerja keras untuk mencari siapa pria yang berada di mobil tersebut.

__ADS_1


“Aku akan menemui Zelo, aku butuh jawaban dari dia.”  Wajah Casey penuh kebencian terhadap pria itu, dia sangat yakin sang mantanlah orang di balik kecelakaan suaminya.


“Nanti saja, saat ini Isaiah membutuhkanmu walau’pun dia belum sadar kamu harus selalu berada di sisinya.” Casey menganggukkan kepala lalu kembali ke dalam.


Dokter belum mengisinkan salah satu keluarga untuk masuk melihat Isaiah, saat ini pria itu masih dalam keadaan kritis dan butuh perawatan intensif.


“Dok, apakah aku belum bisa melihat suamiku?” tanya Casey dengan wajah memelas. Sudah sehari ini bahkan bertemu malam Casey belum di ijinkan melihat keadaan suaminya.


Nyonya Hynes bersema suaminya juga Ellie tetap menemani Casey, mereka tidak ingin membiarkan dia sendiri menunggu suaminya. Tak henti-hentinya ibu Isaiah menenangkan sang menantu yang terus menangis walau’pun hatinya juga sangat sedih dengan apa yang menimpa putranya.


Keesokan harinya, setelah melewati masa kritis kini Casey sudah bisa masuk menemui sang suami. Petugas memberikan pakaian medis serta masker dan penutup kepala untuk masuk ke ruangan tempat Isaiah di rawat.


Hati Casey begitu hancur melihat suaminya yang dalam keadaan koma kepala di balut, leher di pasang penyanggah serta tangan kanannya yang masih terbalut akibat patah.


Casey duduk di samping brankar dan menatap suaminya, airmata seketika menetes di pipi melihat pria yang dia cintai terbaring tak berdaya dengan mata terpejam. Casey mengelus tangan Isaiah sambil memperhatikan wajah pucat suaminya.


“Aku tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah berbuat jahat kepadamu,” gumam Casey dengan mengusap airmatanya.


Sementara di luar keluarga Isaiah hanya melihat Casey dan suaminya lewat kaca, karena kondisi pasien masih rentan dokter hanya mengisinkan maksimal satu orang berada di dalam.


Tuan Hynes duduk di samping brankar dan memperhatikan tubuh sang putra, wajahnya terlihat sangat sedih. Ia membelai pipi Isaiah lalu berbisik di kuping sang putra.


“Aku akan mencari orang yang sudah menabrakmu dengan sengaja, aku tidak akan memberi ampun kepada mereka.” Wajah tuan Hynes terlihat gelap.


Dia berdiri dan mengecup kening Isaiah lalu memberikan kesempatan kepada Istrinya yang sedari tadi tidak sabar ingin melihat putra mereka. Tuan Hynes duduk di samping Casey dan memperhatikan wajah menantunya.


“Kira-kira siapa yang sengaja menabrak Isaiah?” Casey menggelengkan kepala menjawab pertanyaan ayah mertuanya.


“Apakah kau sama sekali tidak memiliki musuh di sini?” Kali ini Ellie yang bertanya kepada Casey karena pikirnya Isaiah belum lama pindah ke Houston.


“Tidak, aku juga disini baru setahun lebih dan tidak banyak memiliki teman kecuali orang-orang di kantor,” jawab Casey dengan menatap Ellie.


Casey belum ingin mengatakan kecurigaannya terhadap Zelo, dia ingin berhadapan langsung dengan mantannya itu. Kalau benar Zelo yang melakukannya, tidak segan-segan Casey akan membalasnya.

__ADS_1


Tidak berselang lama nyonya Hynes keluar dengan mata yang sembab, selama di dalam dia terus menangis melihat keadaan putranya. Nyonya Hynes duduk di samping sang suami lalu meletakkan kepalanya di lengan pria itu.


Sementara di kantor, Asher mendapatkan kabar kalau Isaiah mengalami kecelakaan. Dia ingin menemui Casey tapi akhirnya Asher mengurungkan niatnya.


Asher tidak tahu kalau kecelakaan Isaiah di sengaja oleh seseorang sampai akhirnya dia mendapatkan kabar dari sang asisten tentang kekasih Casey. Asher langsung curiga kepada Dany, karena terakhir kali bertemu pria itu menyarankan Asher untuk membunuh Isaiah.


“Jangan-jangan Casey mencurigaiku atas kecelakaan Isaiah, aku harus menemuinya.” Asher berdiri lalu pergi ke kantor tuan Smith.


Sepanjang jalan Asher terus memikirkan Casey, dia tidak ingin wanita itu membencinya. Walaupun Asher tidak hadir di pernikahan  tapi Ia sudah mengiklaskan pernikahan Casey dengan Isaiah, dia tahu sang mantan tidak mencintainya lagi.


Tiba di kantor Asher langsung menuju ke ruangan tuan Smith, tanpa mengetuk pintu pria itu langsung masuk dan menyapa sang kakek lalu duduk di sofa.


“Apakah granpa sudah tahu kalau Isaiah mengalami kecelakaan?” tanya Asher dengan menyilangkan kaki dan menatap sang kakek.


“Iya, aku mendapat kabar dari tuan Frank. Polisi masih menyelidiki kecelakaan Isaiah, aku harap kamu tidak terlibat.” Asher tersenyum smirk, dia memaklumi tuan Smith berkata begitu.


“Tenang saja, aku tidak mungkin melakukan perbuatan serendah itu. Aku akan mencari tahu siapa yang telah menabrak Isaia.” Dugaan kuat Asher adalah Dany.


“Aku percaya padamu,” ujar tuan Smith seraya berdiri dan duduk di depan Asher. “Kira-kira siapa yang menabrak Isaia?”


“Dugaanku Dany, karena terakhir bertemu dengannya dia memprovokasiku untuk membunuh Isaiah tapi aku tidak menanggapinya.” Tuan Smith menggeleng-gelengkan kepala mendengar nama Dany.


“Ck, lelaki itu lagi. Kalau seandainya dugaanmu Dany tapi apa tujuan dia.” Asher tertawa lalu bangkit dari duduk dan pergi berdiri di depan jendela sambil mata menatap keluar.


“Granpa tidak tahu kalau Dany begitu benci kepada Casey, sewaktu aku menculik Casey dia juga sedang mengincarnya tapi anak buahku lebih dulu mendapatkan Casey sehingga terjadi baku tembak.” Tuan Smith terkejut, dia bangkit berdiri dan menghampiri Asher.


“Benarkah?” tanya tuan Smith dengan wajah yang tidak percaya.


“Ya, Dany sangat marah karena Casey memecat semua orang-orang kiriman Dany dan menutup kerjama sama dengan perusahaannya.” Tuan Smith tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


“Kamu tahu dari mana?” tanya tuan Smith dengan menggaruk-garuk dagunya seolah-olah sedang gatal.


“Saat di Venezuela aku memerintahkan asistenku untuk menyelidiki Dany dan mereka memberikan informasin seperti itu, Granpa bisa bertanya kepada Casey benar atau tidak yang aku katakan.” Tuan Smith kembali duduk di kursi kerja, wajahnya berubah merah menahan marah.

__ADS_1


“Apakah granpa tidak akan kerumah sakit?” Asher bertanya seraya berjalan dan duduk kembali.


“Sore nanti aku akan kerumah sakit bersama tuan Frank, aku akan menyelidiki apakah benar ini perbuatan Dany atau bukan.” Asher hanya menganggukkan kepala lalu dia berpamitan kepada tuan Smith dan kembali ke kantornya.


__ADS_2