Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Penyelamatan


__ADS_3

Begitu mendapatkan alamat rumah dokter tersebut, Asher langsung mengajak Lucas serta anak buahnya pergi menyelamatkan keluarga dokter Bernard.


Asher juga menghubungi Jhon agar bisa menyusul mereka ke rumah dokter tersebut. Rombongan Asher tiba, mobil di parkir sedikit jauh dari kediaman dokter Bernard.


Sementara salah satu anak buah Asher merupakan sniper mencari posisi untuk melihat keadaan di dalam rumah, pria itu masuk ke salah satu rumah kosong lalu naik ke lantai dua dan mengatur senjata snipernya.


Dia menempelkan matanya di teropong lalu mengarahkan ke kediaman dokter Bernard. Pria itu melihat anak dan istri Bernard sedang duduk di sofa dengan tangan terikat serta beberapa penjahat di sekitar mereka.


“Di dalam rumah ada empat orang pria bersenjata, jangan masuk sebelum aku beri isyarat.” Pria itu kembali berpindah posisi untuk melihat apakah di belakang rumah ada penjaga.


“Di belakang ruman ada dua orang pria bersenjata juga, aku akan melumpuhkan mereka berdua.” Anak buah Asher mengarahkan senjata snipernya yang sudah terpasang peredam lalu menembak penjahat itu.


Kembali dia melepaskan tembakan untuk menembak penjahat satunya lagi, pria itu kembali ke posisi semula dan mengamati keempat pria yang ada di dalam rumah.


“Clear, dua orang yang berada di belakang rumah sudah aku singkirkan. Masuk saja dari belakang.” Pria itu memberikan informasi lewat talki walkie yang di sambung dengan headset di telinganya.


Mendapat informasi dari sniper, beberapa anak buah Asher langsung berlari ke belakang rumah sementara Asher dan Lucas berjalan mengendap-endap di depan kediaman dokter Bernard.


Tidak berselang lama Jhon dan anak buahnya tiba, mereka segera turun dari mobil dan bergabung dengan Asher. Lucas memberikan isyarat kepada Jhon untuk merunduk.


Sementara di rumah sakit, sebagian anak buah Asher sedang mengawasi dokter Bernard yang sedang di tawan oleh penjahat di ruangan Bernard. Mereka masih menunggu perintah dari Asher membebaskan Bernard.


“Apakah kau menyuntikkan racun itu ke dalam infus Isaiah?” tanya salah satu penjahat dengan menodongkan pistol ke kepala dokter Bernard.


“Tentu saja,” jawab dokter Bernard dengan berani untuk meyakinkan kedua penjahat itu.


“Anak dan istrimu akan bebas kalau Isaiah benar-benar mati. Kita tunggu sampai tiga hari racun itu bekerja.” Dokter Bernard menarik napas begitu dalam dan berharap Asher berhasil melepaskan anak dan istrinya.


Sedangkan di dalam ruang perawatan salah satu anak buah Asher menemani Casey juga nyonya Hynes yang terlihat sangat khawatir lalu tuan Hynes juga Wesley masuk dengan wajah penuh kecemasan.

__ADS_1


“Apa yang terjadi?” tanya tuan Hynes kepada istrinya yang terlihat pucat.


“Mereka meminta Bernard untuk membunuh Isaiah,” jawab nyonya Hynes dengan memeluk suaminya, terasa badan wanita itu gemetar ketakutan.


“Kenapa bisa seperti itu?” Kini Wesley yang bertanya dengan wajah heran.


“Mereka menyandera anak dan istri dokter Bernard, untung saja dia memberitahukan kepada kita dan sekarang Asher sedang menyelamatkan mereka.” Wesley membelalakan mata mendengar apa yang di tuturkan oleh Casey.


“Benarkah? Tapi kira-kira siapa yang menginginkan kematian Isaiah?” Wesley menarik napas dan mengusap rambutnya dengan kasar.


“Aku juga tidak tahu, semoga saja Asher bisa menyelamatkan istri dan anak dokter Bernard,” ujar Casey  dengan berusaha menenangkan dirinya.


Dia tidak membayangkan bagaimana kalau dokter Bernard menjalankan perintah para penjahat itu kepada suaminya, Casey menatap Isaiah lalu membelai pipi pria itu.


‘Aku tidak sanggup kalau kamu meninggalkanku.’ batin Casey lalu airmata jatuh di pipinya.


Kembali ke kediaman dokter Bernard, nampak anak buah Asher berhasil masuk lewat pintu belakang, mereka sangat berhati-hati tidak ingin terjadi sesuatu kepada anak istri Bernard.


Di dalam rumah, terlihat wajah istri dan Bernard ketakutan melihat keempat pria berbadan besar dengan wajah sangar. Anak dokter bernard yang berumur 14 tahun bersandar kepada ibunya dan menangis.


“Jangan takut, daddy pasti akan datang membebaskan kita,” hibur istri dokter Bernard kepada putrinya dengan berbisik.


“Aku takut, Mom.” Anak itu melihat pria bertatto menatapnya dengan lapar seolah-olah ingin menyantapnya.


“Jangan menatap putri seperti itu, kau membuatnya takut.” Pria bertatto itu tertawa lalu berdiri dan menghampiri putri Bernard.


“Aku ingin mencicipi tubuhmu,” bisik pria itu di telinga putri Bernard. Seketika anak itu berteriak menangis ketakutan.


“Jangan menangis, kamu akan menikmatinya.” Pria itu menarik tangan anak Bernard untuk di bawah ke kamar.

__ADS_1


“Tolong jangan sentuh putriku.” Istri Bernard berteriak dan memohon kepada pria itu.


“Mommy tolong aku.” Putri Bernard berusaha meronta ingin melepaskan diri dari pria bertatto itu sedangkan ketiga penjahat lainnya hanya tertawa melihat rekan mereka.


Di luar snipe mengarahkan senjatanya kepada pria bertatto itu, jangan sampai putri Bernard mengalami kekerasan atau di perkosa oleh penjahat itu. Dia melepaskan tembakan dan tepat mengenai  dahi pria itu.


Seketika pria bertatto itu tersungkur di lantai, sedangkan putri Bernard berteriak histeris melihat penjahat itu terbaring tidak bernyawa.


Anak buah Asher yang masuk dari pintu belakang berhasil ke ruang tengah dan menodongkan senjata kepada ketiga penjahat itu seiring masuknya Asher dan Lucas berserta Jhon dan anak buahnya.


Mereka semua langsung menodongkan senjata kepada penjahat itu, Asher langsung melepaskan ikatan di tangan istri Bernard lalu dia berlari ke kamar menemui putri dari Bernard dan membawa gadis itu ke ruang tengah.


Istri Bernard langsung memeluk putrinya dan menangis, terlambat sedikit saja gadis itu sudah pasti di perkosa oleh penjahat itu.


Berhasil membebaskan istri dan anak Bernard, Asher mengirim pesan kepada anak buahnya yang berada di rumah sakit. Tepatnya di depan ruangan dokter Bernard.


Mendapat pesan dari Asher mereka memasang peredam di pistol lalu mendobrak pintu ruangan dokter Bernard. Mereka langsung menodongkan senjata kepada kedua penjahat itu.


“Letakkan senjata kalian,” perintah anak buah Asher seraya mengokang pistolnya.


“Jika kalian menembak kami maka keluarga dokter ini tidak bisa di selamatkan.” Anak buah Asher tertawa lalu melepaskan tembakan kepada salah satu penjahat itu.


“Ayo kesini, Dok. Jangan takut, anak dan istrimu sudah diselamatkan oleh tuan Asher.” Wajah dokter Bernard yang tadinya khawatir kini berubah senang.


Ia langsung berlari ke belakang salah satu anak buah Asher yang masih mengarahkan pistolnya kepada penjahat.


“Sebaiknya letakkan senjatamu, teman-teman kalian sudah di lumpuhkan oleh boss kami.” Merasa takut akhirnya kedua penjahat itu meletakkan pistol di lantai dan menendangnya ke arah anak buah Asher.


Mereka di seret dan di masukkan ke dalam mobil van lalu di bawah ke markas Lucas atas arahan Asher. Pria itu ingin tahu siapa yang telah menyuruh mereka untuk membunuh Isaiah.

__ADS_1


__ADS_2