
Mengetahui Asher sedang memata-matainya, kini Dany berfokus untuk menghindar dari keponakannya itu. Dia berhenti merencanakan pembunuhan atas Casey. Begitu juga semenjak mendapat ancaman dari orang suruhannya akhirnya Dany memberikan uang kepada pria itu.
Sementara Asher, dia tidak berhenti untuk mencari informasi keterlibatan Dany atas kematian kedua orang tuanya. Anak buah tetap mengawasi pria yang keluar dari kantor Dany. Sementara yang lainnya tetap tidak lepas dengan paman Asher itu.
Di tempat lain, tuan Moralez juga istrinya terkejut ternyata diam-diam Zelo alias Asher menemui sang kakek, suami istri itu mengira kalau putra mereka hanya ingin mengganggu hubungan Casey dan Isaiah.
Tak diduga ternyata Zelo sudah lama mencari informasi tentang tuan Smith, Zelo terkejut disaat pria tua itu berkunjung ke Venezuela dimana saat itu Casey diculik. Disitulah Zelo tahu kalau mantan kekasihnya bekerja kepada tuan Smith yang ternyata orang tua dari Nathan ayahnya.
Tapi Zelo tidak mengatakan kepada tuan Moralez dan istrinya kalau dia sudah mengetahui siapa keluarganya, pria itu berencana kalau sudah di Amerika kedua orang tua angkat pasti akan tahu tujuannya pergi ke Negeri Paman Sam.
Memang tujuannya yaitu mengganggu hubungan Casey dan Isaiah sekaligus menyatakan diri kalau dia adalah cucu dari tuan Smith dengan membawa bukti sebuah kalung yang diberikan oleh pria tua itu.
Semua rencana Zelo alias Asher gagal, dia tidak bisa memisahkan Casey dan Isaiah. Pada Akhirnya pria itu menyerah lalu fokus mencari biang kerok kematian kedua orang tuanya.
Sedangkan pernikahan Casey dan Isaiah semakin dekat tinggal menunggu beberapa hari, semua persiapan sudah selasai. Undangan sudah beredar, kedua orang tua Casey juga adiknya sudah berada di Amerika.
Casey sudah memberitahu kepada ibunya kalau yang akan mendampingi dia bukan sang ayah, awalnya ibu Casey tidak setuju tapi karena beberapa alasan yang di berikan oleh Casey akhirnya wanita itu mengikuti kemauan putrinya, kini Casey berada di kantor tuan Smith ada yang ingin dia bicarakan dengan pria tua itu.
“Ah … senang sekali, kau berkunjung di kantor ini,” ucap tuan Smith seraya mempersilahkan Casey untuk duduk.
Sementara Asher tidak ada di kantor, dia berada di perusahan ayahnya. Semenjak Casey mengundurkan diri Asher yang mengurus semuanya.
“Terima kasih, Tuan.” Casey duduk di sofa seraya tersenyum kepada tuan Smith.
“Bagaimana kabar kalian?” Maksud tuan Smith Casey dan Isaiah, begitu kira-kira.
“Oh, aku dan Isaiah baik-baik saja. Terima kasih,” ucap Casey. “Tujuan aku datang kesini, ingin meminta tolong kepada Anda.” Tuan Smith mengangkat kedua alisnya menatap Casey, dia senang wanita itu masih membutuhkannya.
“Katakan saja, mudah-mudahan aku bisa,” ujar tuan Smith dengan mata berbinar.
“Aku ingin Anda menjadi pendampingku.” Mata tuan Smith membulat dengan sempurna, ada perasaan tak percaya sekaligus bahagia.
Selama ini tuan Smith tidak pernah mendampingi siapa’pun dalam pernikahan, karena dia tidak memiliki anak perempuan. Tentu saja perasaan pria itu saat ini sangat terharu.
__ADS_1
“Kau serius, Casey? Mendampingimu di pernikahan kau dan Isaiah?” Casey menganggukkan kepala menjawab pertanyaan tuan Smith.
“Tuan tidak keberatan’kan?” Tentu saja tidak, tuan Smith malah terlihat sangat senang.
“Aku akan mendampingimu, Casey. Oh ya, mengapa tidak tuan Frank?” tanya tuan Smith dengan memicingkan matanya.
“Um, tuan Frank keluarga Isaiah. Jadi aku lebih memilih Anda karena tuan sudah seperti keluargaku di sini.” Tuan Smith tersenyum kemudian berdiri dan duduk di dekat Casey.
“Aku sangat senang kau menganggapku sebagai keluargamu bahkan mendampingimu di pernikahan kau dan Isaiah.” Pria tua itu memegang tangan Casey dan menatap mata wanita itu.
“Aku merasa sangat dihargai, dan begitu bahagia. Impian untuk mendampingi cucuku akhirnya terwujud lewat dirimu, terima kasih.” Casey tersenyum dan merenggangkan tangan ingin memeluk tuan Smith.
“Boleh aku menganggapmu sebagai grandpa ku?” Mendengar permintaan Casey tuan Smith melepaskan pelukannya dan menatap wanita itu.
“Dengan senang hati.” Tuan Smith dan Casey kembali berpelukan, tergambar raut bahagia di wajah mereka berdua.
“Aku sangat bahagia, Casey. Serasa memeluk cucuku sendiri.” Sambil berucap tuan Smith membelai dengan lembut rambut Casey.
“Tentu saja.” Tuan Smith kembali melepaskan pelukan dia dan Casey lalu berbicang-bincang.
Di tempat lain, nampak Dany sedang memanas-manasi Asher. Begitu tahu sang ponakan pernah menjalin hubungan dengan Casey pria itu mengambil kesempatan untuk menghancurkan Casey lewat Asher.
Bahkan Dany juga berencana untuk membunuh Casey dan seolah-olah Asherlah yang melakukannya, benar-benar suatu rencana yang licik. Begitulah kalau menjadi manusia serakah, apa saja akan dilakukan yang terpenting tujuan hidupnya tercapai.
“Aku dengar kau pernah menjalin hubungan dengan Casey, apakah itu benar?” tanya Dany seraya berdiri di depan jendela lalu memandang keluar.
“Iya, beberapa tahun yang lalu,” jawab Asher sambil mata tetap di komputer. Dia tidak terlalu begitu suka Dany berada di kantornya.
“Berapa lama kau menjalin hubungan dengannya?” Lagi-lagi Dany bertanya, padahal dia sudah mendapat informasi kalau hubungan Asher dan Casey hampir empat tahun.
“Cukup lama,” jawab Asher singkat karena tidak suka ada yang bertanya tentang hal-hal pribadinya.
“Oh, kamu pasti sangat mencintainya,” tutur Dany seraya menarik kursi dan duduk di depan Asher.
__ADS_1
“Kalau aku menjadi kau, tidak akan pernah ku lepaskan orang yang aku cintai sekalipun wanita itu sudah tidak memiliki perasaan apa’pun padaku.” Dany mulai menghasut Asher agar tidak menyerah.
“Kau menginginkan Casey dan berhasil menculiknya, kenapa dilepaskan?” Kembali Dany mengajukan pertanyaan.
“Dia mogok makan, aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya,” jawab Asher seraya menyandarkan badannya di sandaran kursi.
“Oh begitu, kalau kau masih menginginkan Casey jalan satu-satunya lenyapkan kekasihnya,” saran Dany dengan tersenyum smirk dan bangkit berdiri lalu meninggalkan Asher sendiri.
Dany masuk ke mobil lalu meninggalkan parkiran, dia sangat yakin Asher akan menjalankan saran yang di berikan tadi. Dany ingin mengambil keuntungan dari kematian Isaiah.
Kalau rencananya berhasil tentu saja Asher akan masuk penjara dan Casey akan terpuruk dengan kematian Isaiah. Disitulah kesempatan Dany untuk memasukan kembali orang kepercayaannya ke perusahan milik Nathan.
Asher hanya menatap kepergian Dany lalu melanjutkan pekerjaannya. Pria itu tidak menanggapi secara langsung apa yang dikatakan sang paman kepadanya tapi dia memikirkan cara agar pernikahan Casey dan Isaiah tidak terjadi.
Pintu terbuka, terlihat tuan Smith berjalan menghampiri Asher dan berdiri di depan kaca sambil mata memandang keluar. Pria itu sempat melihat Dany meninggalkan parkiran, Ia tidak suka sang cucu berhubungan dengan Dany.
“Apa yang di lakukan Dany di sini?” tanya tuan Smith dengan memasukkan kedua tangannya di saku celana.
“Tidak ada, dia hanya ingin menemuiku dan berbicang-bincang soal bisnis, itu saja.” Asher tidak ingin mengatakan kepada tuan Smith soal saran Dany untuk membunuh Isaiah.
“Jangan terlalu dekat dengannya, dia bisa menusukmu dari belakang,” ujar tuan Smith dengan menolehkan kepalanya kepada Asher.
“Grandpa, tenang saja. Aku pasti akan berhati-hati.” Asher tahu tuan Smith sangat membenci Dany.
“Bagus, apakah kau akan datang ke pernikahan Casey dan Isaiah?” tanya tuan Smith mengalihkan pembicaraan seraya berjalan dan duduk di sofa.
“Kalau tidak sibuk.” Tuan Smith mengernyitkan dahi mendengar jawaba Asher.
“Ada pekerjaan?” Kembali tuan Smith bertanya dengan menatap wajah sang cucu.
“Iya, ada yang harus aku kerjakan.” Tuan Smith menganggukkan kepala, dia tidak ingin memaksa cucunya untuk hadir di pernikahan Casey.
Tuan Smith tahu Asher sangat mencintai wanita itu, pikirnya sang cucu tidak mau hadir karena tidak ingin tersakiti. Pria tua itu berdiri lalu berpamitan kepada Asher.
__ADS_1