Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Dia begitu cantik dan mempesona


__ADS_3

Casey sedang bersiap-siap, malam ini dia akan menghadiri acara ulang tahun dari tuan Frank. Sebagai pimpinan perusahan Global Group gadis itu tidak ingin pergi ke pesta dengan biasa aja tapi  dia ingin tampil cantik.


Casey sudah berpikir pasti yang akan hadir di pesta ulang tahun tuan Frank adalah orang-orang penting. Gadis itu berdiri di depan kaca dan memperhatikan gaun yang dia kenakan serta riasan di wajahnya.


Gadis itu tersenyum kemudian dia mengambil handbag dan meninggalkan apartemen. Casey menuju lobby, di sana sudah menunggu sopir pribadi tuan Frank.


"Apakah Anda sudah lama menunggu?" tanya Casey dengan tersenyum sambil berjalan menghampiri pria itu.


"Tidak, Nona. Kebetulan aku baru saja tiba," jawab sopir seraya membukakan pintu mobil untuk Casey.


"Terima kasih, El," ucap Casey sebelum dia masuk ke dalam mobil. Gadis itu duduk dan memakai sabuk pengaman.


El langsung menjalankan mobil menuju ke kediaman tuan Frank, sesekali dia melihat Casey lewat kaca spion. El mengagumi kecantikan pimpinan Global group, apalagi dengan gaun seksi yang dikenakan gadis itu.


"Anda sangat cantik," puji El  dengan tersenyum sambil melirik Casey dari kaca spion.


"Terima kasih, El." Casey tersenyum dan memandang keluar jendela.


Tidak berselang lama mereka tiba di kediaman tuan Frank, nampak di halaman ruma sudah terpakir mobil-mobil para undangan.


El segera turun dan membukakan pintu untuk Casey. Dengan perlahan gadis itu turun lalu berjalan masuk menuju ke halaman belakang tempat pesta diadakan.


Pelayan menyambut Casey dan mengantar gadis itu, saat tiba di halaman belakang semua mata tertuju kepada Casey. Terlebih tuan Smith dan tuan Frank, mereka sangat mengagumi kecantikan pimpinan Global group.


Melihat Casey, tuan Frank langsung berjalan menghampiri gadis itu. Dia terlihat sangat senang dengan kehadiran Casey di acara ulang tahunnya, tanpa sepengetahuan Casey acara ini juga di adakan untuk dirinya.


Tuan Frank dan tuan Smith sudah merencanakan acara ulang tahun tuan Frank ini di gabung dengan syukuran atas kepemimpinan yang baru di perusahan Global Group.


"Sekali lagi, selamat ulang tahun." Casey mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan tuan Frank.


"Terima kasih, Casey. Malam ini kamu sangat cantik," puji tuan Frank sambil bersalaman dengan Casey dan mengajak gadis itu untuk di perkenalkan kepada rekan-rekan bisnisnya.


Tuan Frank mengambil gelas juga sendok dan membunyikan berulang kali sebagai tanda kalau dia akan mengumumkan sesuatu.  Para tamu langsung mengalihkan pandangan mereka kepada tuan Frank.


"Perhatian semua, ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian," tutur tuan Frank dengan meletakan gelas juga sendok di atas meja kemudian mengajak Casey untuk berdiri di sampingnya.


"Gadis muda yang berdiri di depan kalian namanya Casey, dia adalah pimpinan baru di perusahan Global Group," ungkap tuan Frank sehingga membuat para tamu undangan saling bertatap mata.


"Acara ulang tahun ini sekaligus merayakan atas penunjukan Casey sebagai pimpinan baru." Mendengar itu, Casey terkejut. Dia berpikir pesta ini hanya merayakan ulang tahun dari tuan Frank.


Melihat wajah Casey seperti itu, tuan Frank tertawa lalu dia memberikan ucapan selamat kepada gadis itu diikuti oleh tuan Smith. Para tamu undangan juga memberikan selamat kepada Casey.


Sementara tidak jauh dari Casey berdiri, seorang pria tampan sedang memperhatikan wanita itu. Memuji kecantikan Casey, ingin mendekatinya tapi dia mengurungkan niat karena melihat Casey masih berbincang-bincang dengan tuan Smith.


‘Dia begitu cantik dan mempesona, selama ini aku tidak pernah mengagumi wanita tapi sungguh dia sosok yang sempurna di mataku.’ Tatapan matanya tidak lepas dari Casey sampai suara tuan Frank menyadarkan pria itu.


"Isaiah, ayo kesini. Jangan hanya berdiri disitu saja." Panggilan tuan Frank membuat pria itu terkejut.


Isaiah tersenyum dan menghampiri tuan Frank sambil mata melirik kepada Casey. Isaiah memeluk tuan Frank dengan erat.


"Selamat ulang tahun, Granpa," ucap Isaiah seraya melepaskan pelukannya.


"Terima kasih. Oh ya, Casey. Kenalkan ini Isaiah adik Wesley." Casey tersenyum kepada Isaiah dan mengulurkan tangan untuk bersalaman.


"Senang bertemu denganmu," ucap Casey sambil memalingkan wajahnya, Casey tidak ingin menatap lama Isaiah karena wajah pria itu mirip sekali dengan Zelo.


Apakah ini efek karena dia rindu kepada Zelo sehingga berhalusinasi, Casey tidak tahu lagi apa yang terjadi dengan dirinya. Memang sampai saat ini wajah sang mantan masih membayanginya.


"Sama-sama, terima kasih," balas Isaiah sambil bersalaman dengan Casey.

__ADS_1


"Oh ya, Isaiah. Tolong temani Casey, aku dan tuan Smith ingin berbincang dengan rekan-rekan bisnisku," ujar tuan Frank seraya menepuk pelan punggung Isaiah.


Tuan Frank sengaja meminta Isaiah menemani Casey karena selama ini cucu dari sepupunya sangat dingin kepada wanita bukan karena dia pernah dikhinati tapi memang sifat dari Isaiah berbeda dengan Wesley yang ramah kepada siapa saja.


Melihat Isaiah tak berhenti menatap Casey tuan Frank sudah berpikir kalau Isaiah menyukai Casey makanya dia sengaja meminta cucu sepupunya  untuk menemani gadis itu.


"Baik, Granpa." Isaiah mengajak Casey duduk di sebuah pondok yang tidak jauh dari tempat pesta.


"Sudah berapa lama di Houston?" tanya Isaiah seraya duduk. Sebenarnya Isaiah adalah pria pendiam tapi entah kenapa bersama Casey dia bersemangat untuk bicara.


"Baru beberapa bulan saja," jawab Casey sambil ikut duduk dan menatap langit yang dihiasi bintang dan rembulan.


"Oh, sebelumnya tinggal dimana?" Kembali Isaiah bertanya dan memperhatikan wajah Casey yang cantik.


"Um, Valencia." Casey tidak ingin mengatakan negara asalnya kepada Isaiah. Dia juga menyembunyikannya kepada tuan Frank dan tuan Smith.


"Valencia Spanyol?" Casey tersenyum dan menganggukan kepala.


Casey mengalihkan pandangannya ke tempat pesta, dia tidak ingin menatap Isaiah karena mengingatkannya kepada Zelo. Casey menarik napas panjang dan menundukan kepala.


"Kamu sudah pernah ke Valencia?" tanya Casey tanpa menatap Isaiah.


"Iya, beberapakali aku kesana." Isaiah memperhatikan Casey, ada sesuatu dalam diri gadis itu yang membuat Isaiah tertarik.


"Oh ya, selamat ya atas penunjukanmu sebagai pimpinan di perusahan Global Group," ucap Isaiah dengan mengembangkan senyumnya.


"Terima kasih," balas Casey sembari melirik Isaiah dan memperhatikan tubuh kekar itu.


"Besok kalau tidak sibuk aku ingin mengajakmu makan malam bersamaku." Isaiah kembali menatap wajah Casey berharap tidak ada penolakan dari gadis itu.


"Kita lihat nanti," sahut Casey seraya melihat jam di pergelangannya.


"Aku akan mengantarmu." Casey terdiam sejenak mendengar penawaran dari Isaiah.


"Tapi ...."


"Jangan menolaknya," sela Isaiah memotong perkataan Casey.


"Baiklah." Sebenarnya Casey ingin menolak karena pikirnya Isaiah baru saja dia kenal walaupun pria itu adik dari Wesley.


Casey pergi menemui tuan Smith dan tuan Frank lalu berpamitan kepada kedua pria itu. Casey langsung diantar pulang oleh Isaiah, di dalam mobil mata pria itu selalu mencuri pandang kepada Casey.


Isaiah pikir Casey tidak tahu, hanya saja wanita itu tidak perduli dan memilih menatap keluar jendela. Casey memang tidak pandai berbasa-basi karena dia adalah gadis pendiam. Jadi dia tidak tahu harus mulai dari mana untuk berbincang dengan Isaiah.


Akhirnya mereka tiba, bagaikan sopir pribadi dengan cepat Isaiah turun dari mobil dan berjalan ke sisi lain lalu membukakan pintu kepada Casey.


"Terima kasih," ucap Casey seraya melepaskan sabuk pengaman dan turun dari mobil, dia tersenyum kepada Isaiah.


"Sama-sama," balas Isaiah sambil menutup kembali pintu mobil.


"Kalau begitu aku masuk sekarang." Isaia menganggukan kepala kemudian masuk ke mobil, dia melambaikan tangan kepada Casey dan meninggalkan parkiran.


Casey membalas melambaikan tangan kepada Isaiah kemudian masuk ke apartemennya.


Valencia


Anak buah tuan Alvin menemukan tempat tinggal Zelo dan memberikan kabar juga alamat kepada pria itu. Tanpa berlama-lama lagi, tuan Alvin langsung menuju ke kediaman putranya.


Tuan Alvin tiba, dia langsung masuk dan mencari Zelo dengan memanggil nama putranya itu. Tuan Alvin terlihat sangat marah, dia berjalan kesana kemari di ruang tamu menunggu pria itu keluar.

__ADS_1


Mendengat suara tuan Alvin, Zelo terkejut. Dia segera bangun dan pergi membasuh wajahnya, tidak berselang lama Zelo keluar menemui ayahnya. Ada ketakutan di wajah pria itu apalagi melihat badannya semakin kurus, Zelo takut tuan Alvin akan curiga padanya.


Benar saja, saat dia tiba di ruang tamu tuan Alvin terkejut melihat keadaan putranya. Dia membelalakan mata melihat wajah Zelo yang terlihat kusut kantung mata mulai menghitam dan cekung badan sangat kurus.


Tuan Alvin tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, apakah itu benar-benar putranya atau bukan. Dengan wajah mengkerut perlahan dia berjalam menghampiri Zelo lalu memegang kedua pipi pria itu.


"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu seperti ini? Ada apa denganmu?" Beruntun pertanyaan tuan Alvin di lontarkan kepada Zelo sambil kedua tangan berpindah kekedua lengan putranya.


Zelo tidak menjawab pertanyaan tuan Alvin dia hanya menundukan kepala. Zelo tidak berani menatap ayahnya, dia terlihat begitu takut. ‘Darimana daddy mendapatkan alamat rumahku? tanya Zelo dalam hati.’


"Kenapa tidak menjawab pertanyaanku? Apakah kamu sakit?" Kembali tuan Alvin memegang kedua pipi Zelo dan mengarahkan wajah pria itu agar menatapnya.


"Aku baik-baik saja," jawab Zelo dengan melepaskan kedua tangan tuan Alvin dari pipinya.


Zelo memalingkan wajahnya menatap keluar jendela, dia tidak ingin menunjukan wajahnya kepada tuan Alvin. Zelo tidak ingin sang ayah tahu kalau dia sudah terjerumus dengan obat-obat terlarang.


"Oh ya? Tapi kenapa badanmu seperti ini?" Kembali tuan Alvin bertanya penuh selidik sambil memperhatikan tubuh Zelo.


"Aku hanya kurang selera makan saja," bohong Zelo tanpa menatap wajah sang ayah yang sedang memperhatikann dirinya.


"Benarkah?" tanya tuan Alvin dengan memicingkan mata penuh selidik kepada putranya.


"Jangan berbohong kepadaku! Kamu pikir aku anak kecil sehingga semudah itu percaya padamu!" Zelo terkejut mendegar bentakan dari tuan Alvin, ini pertama kalinya melihat sang ayah murka padanya.


"Apakah kamu menggunakan barang-barang terlarang?" Lagi-lagi tuan Alvin bertanya dengan mendekatkan wajahnya di hadapan Zelo.


"Tidak, Dad. Tidak mungkin aku menggunakan barang seperti itu," elak Zelo dengan melangkah mundur menjauh dari tuan Alvin.


Tuan Alvin tidak langsung percaya dengan ucapan Zelo tapi dia tidak ingin mendesak putranya itu. Tuan Alvin berencana untuk menyelidiki keseharian Zelo.


"Kenapa laporan perusahan kacau balau?" tanya tuan Alvin seraya duduk setelah lama berdiri menyelidiki putranya.


"Aku belum memeriksanya," jawab Zelo. Dia tidak berani menatap tuan Alvin karena kali ini pria itu merasa salah.


"Kenapa? Apakah karena kamu setiap malam  sibuk di club?" Kali ini Zelo tidak bisa menjawab karena tidak ada alasan lagi untuk diberikan kepada ayahnya.


"Katakan saja, kalau kamu tidak sanggup lagi aku akan membawamu kembali ke Venezuela." Zelo dengan cepat duduk di samping tuan   Alvin dan memegang lengan pria itu.


Zelo tidak ingin kembali ke Venezuela karena dia tahu dirinya pasti akan terus di awasi sehingga tidak ada kesempatan menggunakan barang tersebut.


Saat ini Zelo sudah sangat ketergantungan dengan barang haram itu, dia akan merasakan gila dan sakit jika tidak menggunakannya.


"Dad, aku masih sanggup mengurus perusahan. Aku berjanji padamu," ujar Zelo dengah memohon kepada tuan Alvin.


"Baiklah, daddy akan berikan kesempatan padamu. Jika tidak berubah, aku akan membawamu pulang," tutur tuan Alvin sambil melepaskan tangan Zelo dan berdiri.


"Oh ya, apakah rumah ini milikmu?" tanya tuan Alvin sambil memperhatikan tempat itu.


"Bukan, aku hanya menyewanya." Kembali Zelo berbohong, dia tidak ingin tuan Alvin tahu kalau rumah itu miliknya.


Tuan Alvin hanya menatap sekilas kepada Zelo, dia tidak ingin bertanya lagi kenapa putranya harus menyewa rumah sedangkan mereka memiliki rumah yang besar di Valencia. Tuan Alvin tahu kalau pria itu berbohong.


Tidak ingin berlama-lama di kediaman Zelo, tuan Alvin meninggalkan sang putra dan kembali ke kediamannya. Dia sangat kecewa kepada Zelo. Untuk memastikan apa yang di lakukan oleh pria itu tuan Alvin menyuruh anak buahnya untuk memata-matainya.


Perginya tuan Alvin Zelo kembali ke kamar, dia tidak ingin kemana-mana. Awalnya Zelo ingin bertemu Felix di Club tapi berhubung kedatangan tuan Alvin di Valencia pria itu mengurungkan niatnya.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2