Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Jaga sikap Anda


__ADS_3

Terjadi perdebatan di ruang meeting, Direktur tidak setuju atas penunjukan Casey terhadap perusahan tuan Moralez. Pria itu mempertahankan perusahan yang sudah lama bekerja sama dengan Global group.


Casey tetap mempertahankan keputusannya karena Ia sudah mendapatkan informasi, ternyata di balik kepemilikan perusahan tersebut adalah Dany. Casey tidak ingin proyek milik Nathan jatuh ke tangan pria itu.


“Aku sebagai direktur di sini berhak memutuskan perusahan siapa yang akan mengerjakan proyek ini,” ujar pria itu dengan tegas kepada Casey dan Isaiah di depan dewan komisaris lainnya.


“Sekali ‘pun Anda sebagai direktur, aku bisa memecatmu dan menggantinya dengan orang lain.” Sang direktur terkejut mendengar ucapan Casey.


“Memang siapa dirimu sehingga berani memecatku?” hardik pria itu dengan menggebrak meja.


“Jaga sikap Anda kepada Nona Casey kalau masih ingin bekerja di perusahan ini,” bentak Isaiah dengan berdiri dan menunjuk wajah direktur itu.


Melihat Isaiah emosi Casey memegang tangan sang kekasih untuk menenangkannya, dia tidak ingin Isaiah bertindak lebih kepada direktur.


“Aku tahu mengapa Anda begitu menginginkan perusahan terdahulu untuk mengerjakan proyek ini. Anda mendapatkan fee sangat besar bukan? Dan pemiliknya perusahan itu adalah tuan Dany.” Direktur terkejut mendengar perkataan Casey.


“Omong kosong apa yang kau katakan itu, jangan suka memfitnah,” bantah sang direktur dengan mengalihkan pandangannya.


“Oh, Anda pikir aku tidak menyelidiki semua perusahan yang masuk di tanganku? Keputusanku tidak akan berubah, suka atau tidak proyek ini aku serahkan kepada tuan Moralez.” Casey begitu tegas, dia menatap direktur itu lalu berdiri.


“Meeting selesai.” Casey langsung mengajak Isaiah keluar.


Perginya Casey, direktur menatap dua dewan komisaris serta direktur keuangan dan manager keuangan juga kepala pemasaran.


“Kenapa kalian hanya diam saja tidak membantuku? Kalau proyek itu jatuh ke tangan tuan Moralez kita tidak akan mendapatkan apa-apa, dasar bodoh.” Tidak ada satu’pun yang bersuara, mereka berdiri dan meninggalkan direktur itu sendiri.


Direktur menjadi kesal lalu mengeluarkan ponsel dari saku celana dan menghubungi Dany, dia ingin mengabarkan kepada pria itu kalau proyek tidak jatuh ke tangan perusahannya.


Mendapat kabar dari direktu, Dany sangat marah. Dia merencanakan untuk membunuh Casey dan merebut proyek itu dari perusahan tuan Moralez tapi Dany tidak tahu siapa pria yang akan dia hadapi.


Sementara di ruang kerja Casey baru saja masuk dan meletakan ponsel di atas meja, dia terlihat sangat kesal kepada direktur dan ingin segera memecat pria itu. Casey ingin mencari keterlibatan sang direktur dengan Dany, kembali dia meminta  Edgar untuk menyelidikinya.


“Kau punya wewenang untuk memecatnya.” Casey memutar tubuhnya menghadap Isaiah setelah mendengar perkataan pria itu.


“Aku harus punya bukti,” sahut Casey seraya duduk di kursi kerja.


“Anda sudah mendapatkannya, Nona.” Tiba-tiba Edgar masuk dan memberikan beberapa lembar bukti untuk mengeluarkan direktur dari perusahan.


“Ah, kamu sangat hebat, Edgar,” puji Casey dengan mengacungkan kedua jempolnya kepada pria itu.


Casey mengambil beberapa lembar yang di berikan Edgar lalu memeriksanya, wanita itu tersenyum puas begitu melihat apa yang tertera di kertas itu.


“Aku mendapatkannya dari direktur keuangan, saat selesai meeting tadi beliau memanggilku dan menyerah semua lembaran itu padaku.” Casey membulatkan mata mendengar informasi dari asistennya.


“Benarkah?” Edgar menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Casey.


“Ternyata direktur keuangan ada di pihakmu, Sayang,” ujar Isaiah seraya berdiri dan mengambil lembaran yang ada di tangan Casey dan melihatnya.

__ADS_1


“Jadikan dia pengganti direktur rakus itu,” titah Isaiah dengan meletakkan laporan ke atas meja.


“Tentu saja,” sahut Casey dengan mencubit pipi Isaiah lalu duduk di kursi kerjanya.


“Oh ya, Nona. Tuan Morales ingin bertemu dengan Anda, apa yang  harus aku katakan kepada asistennya?” tanya Edgar sambil mengeluarkan ponsel untuk menghubungi asisten tuan Moralez.


“Um, katakan kepada tuan Moralez selesai makan siang aku akan berkunjung ke perusahaannya.” Perintah Casey langsung di jalankan oleh Edgar, dia meninggalkan ruangan dan menghubungi asisten tuan Moralez.


“Nona, ini laporan yang ada minta.” Casey langsung menoleh kepada Naima lalu tersenyum.


“Terima kasih, Naima.” Dia mengambil map yang diberikan Naima dan meletakan di meja.


“Sama-sama, Nona.” Naima langsung meninggalkan Casey dan Isaiah lalu kembali ke ruangannya.


 “Babe, kau akan ikut bersamaku ke kantor tuan Moralez?” tanya Casey seraya duduk di pangkuan Isaiah.


“Tentu saja, aku tidak akan membiarkan calon istriku bertemu dengan mantannya.” Casey terkekeh mendengar jawaban Isaiah lalu dia meremas hidung sang kekasih.


“Kau tidak percaya padaku?” Kembali Casey bertanya sambil tangan mencubit pipi Isaiah.


“Percaya, hanya cemburu saja melihat kamu bertemu lagi dengan mantan kekasihmu.” Wanita itu tertawa dan melingkarkan tangannya di leher Isaiah.


“Terima kasih kalau kau cemburu, itu tandanya calon suamiku sangat mencintaiku,” ujar Casey dengan bercanda lalu dia berdiri dari pangkuan sang kekasih.


“Aku harus memeriksa laporan yang aku minta tadi kepada Naima.” Casey kembali duduk di kursi kerja dan membuka map berwarna coklat sementara Isaiah, dia kembali ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya.


****


Tuan Moralez ingin menunjukkan kepada Casey kalau perusahaannya bukan perusahan biasa, dia meminta para karyawan lain untuk mengatur di lobby foto-foto proyek yang berhasil mereka kerjakan.


“Bagaimana, Hugo? Apakah semua sudah kalian kerjakan?” tanya tuan Moralez kepada asistennya yang kebetulan baru saja selesai dari lobby.


“Tenang saja, Tuan. Semua sudah tertata dengan rapi,” sahut Hugo dengan penuh semangat.


Sementara Zelo mendengar Casey akan berkunjung ke perusahan, dia langsung meninggalkan ruang kerja dan menemui sang ayah. Zelo tidak ingin ketinggalan bertemu dengan sang mantan.


“Apakah benar Casey akan berkunjung ke sini?” tanya Zelo dengan menepuk punggung Hugo.


“Iya, Zelo. Dia sedang dalam perjalanan ke sini.” Wajah Zelo langsung terlihat senang, enam bulan lebih  tidak melihat Casey dan akhirnya hari ini dia akan bertemu dengan wanita itu.


Zelo dan tuan Moralez serta Hugo sang asisten sedang berbicang-bincang di depan lobby lalu mobil yang di tumpangi Casey dan Isaiah berhenti di depan mereka.


Security membuka pintu mobil lalu terlihat Isaiah turun dan mengulurkan tangan kepada Casey untuk membantu sang kekasih turun. Mereka berdua langsung tersenyum kepada tuan Moralez juga Zelo.


“Selamat datang, aku sangat senang Anda berdua berkunjung ke kantorku,” sambut tuan Moralez dengan berjabat tangan kepada Casey dan Isaiah.


“Terima kasih, Tuan,” ucap Casey seraya ikut bersalaman dengan tuan Moralez dan Zelo.

__ADS_1


Begitu juga dengan Isaiah, dia menyapa tuan Moralez dan Zelo lalu ikut berjalan di samping sang kekasih. Mata melirik kepada Zelo yang terus memperhatikan Casey.


Sementara Casey, dia tidak suka melihat mata-mata wanita yang sedang memperhatikan Isaiah. Dia berhenti sebentar lalu memegang tangan sang kekasih, Casey ingin menunjukkan kepada mereka kalau pria yang ada di samping sudah ada pemiliknya.


“Lebih baik aku tidak datang ke perusahaan ini,” ujar Casey dengan setengah berbisik kepada Isaiah.


“Kenapa?” tanya Isaiah dengan mengerutkan dahi menatap sang kekasih yang terlihat aneh.


“Aku tidak suka melihat mereka menatapmu seperti itu.” Isaiah cekikikan mendengar ungkapan kekesalan sang kekasih.


Isaiah melepaskan genggaman tangan Casey lalu  melingkarkan  tangannya di pinggul sang kekasih. Isaiah ingin menunjukkan kepada Casey kalau  dia tidak tertarik dengan tatapan wanita di tempat itu.


“Jangan khawatir, aku tidak tertarik,” bisik Isaiah sambil mengecup ubun kepala Casey.


Tingkah Casey dan Isaiah membuat Zelo menjadi cemburu, dia mencari cara agar bisa berbincang dengan sang mantan. Zelo menarik tangan Hugo dan berbisik kepada pria itu.


Sementara tuan Moralez mengajak Casey dan Isaiah untuk melihat foto proyek-proyek yang sudah mereka kerjakan di Venezuela maupun Spanyol.


Satu-persatu tuan Moralez menunjuk foto yang sudah di atur di dalam kaca dan menjelaskan kepada Casey dan Isaiah beberapa gedung bertingkat yang berhasil mereka kerjakan.


Nampak Casey mengangguk-anggukkan kepala, sambil memperhatikan semua foto yang tertata rapi, wanita itu sempat tersenyum saat melihat gedung hotel tempat dia menginap sebelum ke Amerika.


“Oh, perusahan Anda yang mengerjakan proyek ini?” Tuan Moralez mengalihkan pandangan ke foto yang di tunjuk oleh Casey.


“Benar sekali, perusahan kami yang mengerjakan pembangunan hotel itu,” jawab tuan Moralez dengan bangga karena itu adalah hotel terbesar yang ada di kota Valencia.


“Apakah ada kenangan bagimu di hotel itu?” tanya Isaiah seraya berdiri di samping sang kekasih dan ikut memperhatikan bangunan hotel tersebut.


“Tidak ada, hanya saja dua hari sebelum  datang ke Amerika, aku menginap di hotel itu. Gedungnya sangat bagus dan unik,” jawab Casey dengan sengaja agar Zelo mendengarnya.


Mendengar jawaban Casey, Zelo memalingkan wajah ke tempat lain. Dia terlihat sedih mengingat apa yang terjadi terhadap mantan kekasihnya.


“Oh ya, aku ingin mengajak kalian ke suatu tempat. Ada yang ingin ku tunjukkan kepada Anda berdua.” Tuan Moralez menyuruh Hugo untuk menyiapkan mobil.


Pria itu mengajak Casey dan Isaiah pergi ke tempat dimana alat-alat berat yang digunakan oleh perusahan untuk mengerjakan proye-proyek besar. Tuan Moralez sengaja ingin menunjukkan kepada Casey agar wanita itu tidak ragu terhadap perusahannya.


Mereka tiba, tuan Moralez mengajak Casey dan Isaiah berkeliling dan menunjukkan alat-alat berat yang dia miliki dan menjelaskan kepada mereka fungis-fungsi alat tersebut.


Casey memperhatikan sekeliling lahan yang begitu besar dan dipenuhi alat-alat berat dengan berbagai-bagai jenis. Ada Exavator dari ukuran besar, sedang maupun kecil. Juga Grader yang berfungsi meratakan permukaan tanah. Dia juga melihat ada Crane .


“Yang itu tower crane dan yang di sebelahnya adalah mobil crane, crawler crane, hydraulic crane.” Tuan Morales menjelaskan fungsi-fungsi dari masing-masing alat yang dia sebutkan.


Casey menganggukkan kepala tanda mengerti dia melihat juga di sana ada beberapa boral piled alat yang berfungsi mengebor tanah, diesel hammer untuk merancang dan memukul tiang pancang ke tanah.


Wanita itu mengalihkan pandangan ke alat berat lainnya, Casey memperhatikan beberapa scraper yang berderet dengan rapih sebuah alat yang  berfungsi mengeruk, mengangkut dan menabur hasil tanah pengerukan secara berlapis.


Ada juga beberapa jenis roller yang memiliki fungsi untuk menghaluskan dan memadatkan permukaan tanah. Beberapa jenis bulldozer juga berderet rapi di sana juga dum truck dan tronton.

__ADS_1


Ternyata perusahan tuan Moralez begitu lengkap memiliki alat-alat berat untuk pengerjaan konstruksi, Casey semakin yakin untuk menyerahkan proyek itu kepada tuan Moralez.


Hugo sengaja mengajak Isaiah berbincang dengan tuan Moralez untuk memberikan kesempatan Zelo dengan Casey. Zelo langsung menarik tangan Casey untuk menjauh dari mereka.


__ADS_2