Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Terpesona


__ADS_3

Mendengar Isaiah sudah sadar dari koma, semua keluarga berkumpul di villa. Termasuk tuan Smith, Frank juga tuan Moralez, mereka memberikan semangat kepada Isaiah yang sedang keadaan lumpuh.


Walau’pun dalam keadaan lumpuh tapi Isaiah tidak patah semangat, demi sang putra dia berusaha untuk sembuh. Isaiah berencana untuk mengikuti terapi.


Kini para semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga, Isaiah duduk di kursi roda sedangkan Casey duduk di sofa dengan sang putra berada di pangkuannya.


Sementara nyonya Paulo duduk di samping Casey dan memainkan jemari sang cucu, begitu juga dengan nyonya Hynes. Mereka bersenda gurau di ruang keluarga, tawa bahagia terdengar di ruangan itu.


Sedangkan Asher dan Wesley sedang berbicang-bincang di depan villa tiba-tiba mata Asher di tutup oleh seseorang, Asher mengenal tangan itu. Dia sangat merindukannya, selama berada di Houston Asher jarang menghubungi pemilik tangan itu.


“Jossie, kapan kau datang?” Jossie menarik napas panjang karena Asher langsung tahu kalau dia yang menutup mata sang kakak.


“Aku barus saja tiba, mendengar Casey sudah melahirkan aku langsung ke sini,” jawab Jossie dengan memeluk Asher dan mencium kedua pipi kakak angkatnya itu.


Wesley tertegun melihat Jossie, matanya tidak berkedip. Dia mengagumi kecantikan wanita itu, tanpa Weslye sadari Asher memperhatikan bagaimana dia menatap adiknya.


“Kenapa tidak mengabariku?” tanya Asher dengan meremas pelan hidung mancung Jossie.


“Kalau aku katakan, itu bukan lagi kejutan,” canda Jossie dengan mengedipkan mata sebelahnya.


Sementara Wesley terus memperhatikan interaksi kaka beradik itu, dia tersenyum dan berharap Asher mau mengenalkan Jossie kepadanya. Sepertinya pria ini mulai menyukai adik angkat Asher.


“Ah, benar juga. Oh ya kenalkan ini, Wesley kaka Isaiah suami Casey.” Akhirnya Asher sadar juga kalau Wesley ingin dikenalkan kepada Jossie.


“Jossie, senang bertemu denganmu.” Jossie mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Wesely, dengan wajah tersenyum dia menganggumi ketampanan pria itu.


“Sama-sama,” balas Wesley dengan menyambut uluran tangan Jossie. Mereka bertiga berbincang-bincang di teras.


“Oh ya, kapan kamu ke German?” tanya Asher kepada Jossie karena setahunya sang adik akan melanjutkan kuliah di negara tersebut.


“Bulan depan aku masuk kuliah,” jawab Jossie. “Kamu harus selalu mengunjungiku,” ujar Jossie dengan suara manja.

__ADS_1


“Oh, mau kuliah di German?” tanya Wesley menyela pembicaraan Asher dan Jossie.


“Iya, aku akan mengambil Master di sana,” jawab Jossie dengan tersenyum.


“Kalau boleh tahu, di kota mana?” Kembali Wesley bertanya karena dia juga tinggal di German mengurus bisnis ayahnya.


“Munich.” Kembali Jossie menjawab pertanyaan Wesley dengan lembut.


“Oh, kebetulan sekali, aku juga di Munich.” Jossie membulatkan mata, ternyata lawan bicaranya juga tinggal di kota tempat dia akan melanjutkan kuliahnya.


“Begitu ya?” Wesley menganggukkan kepala, dia nampak bersemangat berbincang dengan Jossie. Sedangkan Asher hanya senyum-senyum saja melihat mereka berdua.


“Iya, nanti berikan saja nomor kamu supaya kita bisa saling menghubungi,” ujar Wesley. “Oh ya, di Universitas mana kamu akan melanjutkan kuliahmu?”


“Ludwig Maximilian University of Munich.” Jawaban Jossie mendapatkan anggukkan kepala dari Wesley, dia tahu Universitas itu karena terbesar di kota Munich.


“Wow, tempat yang sangat bagus,” puji Wesley dengan tersenyum. Perbincangan dia dan Jossie semakin menarik bahkan Asher’pun sudah di acuhkan oleh mereka berdua.


Perginya Asher, Jossie langsung memberikan nomor ponselnya kepada Wesley. Begitu juga dengan Wesley, dia bahkan menceritakan kota Munich juga budaya-budaya dari negara German.


****


Sebulan sudah umur Enzo, Casey dan Isaiah tidak bisa berlama-lama tinggal di villa. Mereka berdua berencana untuk kembali tinggal di apartemen tapi tidak diijinkan oleh tuan Hynes dan istrinya, juga Asher dan tuan Moralez.


Mereka masih khawatir kalau orang yang ingin membunuh Isaiah masih mengincar mereka, apalagi keadaan Isaiah masih lumpuh. Tuan Hynes meminta Isaiah dan Casey untuk sementara tingga di mansion bersama mereka.


Asher dan tuan Moralez juga mendukung ide dari tuan Hynes karena dia pikir Isaiah dan Casey masih dalam bahaya apalagi mereka memiliki bayi. Untuk keamanan tuan Moralez akan meminta Lucas dan Jhon untuk terus mengawasi Casey dan Isaiah.


 Untuk keselamatan istri dan putranya, Isaiah mengikuti anjuran ayahnya juga tuan Moralez. Akhirnya Isaiah dan Casey tinggal di Mansion, untuk mempermudah Isaiah mereka menempati kamar di lantai satu.


Sementara waktu Isaiah tidak bisa bekerja sedangkan Casey, kalau Enzo sudah berumur tiga bulan dia akan kembali bekerja di perusahan tuan Frank. Sebenarnya Asher meminta Casey untuk tetap lanjut bekerja di perusahaan tuan Smith tapi Casey sudah berjanji kepada tuan Frank untuk menggantikan Isaiah.

__ADS_1


Di belahan dunia lain, mendengar Isaiah dan Casey sudah tinggal di kota. Pria misterius itu kembali menyusun rencana yang sudah lama tertunda, kini dia memerintahkan juga untuk menculik putra Casey.


“Aku tidak mau tahu, pokoknya kali ini harus berhasil,” perintah pria itu kepada seseorang di ujung telepon.


“Akan kami usahakan,Tuan. Masalahnya mereka di jaga dengan ketat oleh anak buah Lucas dan Jhon,” ujar kepala mafia yang di bayar oleh pria itu sebelumnya.


“Aku tidak mau tahu, pokoknya kalian harus berhasil.” Seketat apa’pun penjagaan terhadap Casey dan Isaiah tidak dipedulikan oleh pria itu.


Segala keinginannya harus terpenuhi, baginya sudah cukup dia menunggu lama. Apalagi pria itu sudah mengeluarkan uang yang begitu banyak untuk menyewa mereka.


“Baik, Tuan. Akan kami laksanakan.” Pria itu menutup telepon lalu menatap keluar jendela.


Obsesinya untuk memiliki Casey sudah memuncak, sudah lama dia menginginkan wanita itu tapi selalu saja ada yang menghalanginya.


Kini tekadnya harus berhasil, kalau tidak dia akan membunuh Casey juga sekaligus. Baginya lebih baik wanita itu mati dari pada dimiliki orang lain, mata pria itu tajam menatap keluar jendela.


Pria itu dan si mafia tidak tahu kalau di belakang Casey dan Isaiah ada tuan Moralez mantan pemimpin klan di Venezuela dan Spanyol. Pria misterius itu berpikir hanya Asher lawannya.


Tidak ketinggalan juga dengan Dany, kini dia berencana sekaligus untuk membunuh Asher. Pikirnya anak dari Nathan itu juga akan menjadi penghalang besar dalam bisnisnya.


Dany tetap menyewa Alden untuk membunuh Casey dan Isaiah, dia bahkan rela mengeluarkan uang yang banyak untuk menghabisi kedua orang itu. Dany berpikir kalau Asher juga mati maka harta dari tuan Smith akan jatuh ke tangannya, kini pria itu sedang berada di sebuah tempat bersama dengan Alden.


“Aku di awasi terus oleh anak buah Lucas dan Jhon, mereka tahu pergerakanku,” tutur Alden kepada Dany, dia berpikir akan sangat sulit untuk membunuh Asher dan Casey mengingat siapa di belakang mereka.


“Lalu bagaimana?” tanya Dany dengan wajah yang terlihat sangat gusar.


“Kita tunggu saja dan cari kesempatan, karena saat ini ada yang ingin membunuh Casey dan Isaiah. Aku mendapat informasi ini dari temanku, jadi kupikir lebih baik kita menunggu saja.”  Dany memikirkan saran dari Alden.


Ya, mungkin sebaiknya dia harus menunggu kesempatan itu. Siapa tahu tanpa tangannya Casey dan Asher mati jadi pikirnya dia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membunuh kedua orang itu.


Sebenarnya Alden tidak ingin melakukan apa yang diminta oleh Dany, karena dia tahu siapa yang akan dia hadapi. Alden juga mendapatkan informasi itu dari anak buah Jhon yang di perintahkan untuk  memberikan peringatan kepada Alden.

__ADS_1


Akhirnya Alden mau bekerja sama dengan Jhon untuk tidak mengganggu Casey juga Asher, karena dia memiliki anak perempuan dan takut itu terjadi kepada putrinya.


__ADS_2