Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Ingin sekali aku membunuhnya


__ADS_3

Seminggu sudah Nathan dan Alice tidak ada kabar, mereka hilang bagaikan di telan bumi. Tuan Smith sudah berusaha mencari anak dan menantunya itu tapi mereka tidak menemukan pasangan suami istri tersebut.


Akhirnya tuan Smith meminta bantuan polisi untuk mencari putra dan menantunya, kalau’pun Alice dan Nathan meninggal dia ingin melihat jasad mereka.


Dany mendengar kabar polisi mencari kakak dan iparnya. Dia berpura-pura berkunjung ke rumah ayahnya untuk mengetahui kabar Nathan dan Alice.


“Apakah sudah ada kabar dari polisi?” tanya Nathan kepada sang ayah tapi pria itu menggelengkan kepala.


“Belum,” jawab ayahnya.


‘Dasar munafik, sayang saja aku tidak memiliki rekaman pembicaran kamu dan istrimu.’ Umpat pria itu dalam hati, dia berusaha tenang di depan Dany.


“Aku harap mereka cepat menemukan Nathan dan Alice,” ujar pria itu dengan berpura-pura sedih tapi tuan Smith hanya diam saja.


“Ya aku harap juga begitu, dan siapa’pun yang terlibat, aku akan mencarinya sampai ke lubang semut.” Wajah tuan Smith terlihat begitu geram, dia juga menekan kalimat ‘mencarinya’ untuk menyinggung Dany.


Dani tidak berlama-lama di rumah tuan Smith, dia pamit dan kembali di kekediamannya. Sepanjang jalan dia tersenyum karena mereka belum mendapatkan kabar apa-apa. Sekalipun mayatnya di temukan mereka tidak tahu kalau aku yang membunuh Nathan dan Alice. Dia tertawa dan menepuk gagang stir. Dia tidak peduli dengan ancaman dari tuan Smith tadi.


Perginya Dany beberapa anak buah menemui tuan Smith, mereka ingin tahu keadaan pria itu apakah baik-baik saja. Salah satu dari mereka menghampiri ayah Nathan yang sedang berdiri di depan jendela.


“Apakah Anda baik-baik saja, Tuan.” Tuan Smith  membalikan badan menghadap anak buahnya kemudian menganggukan kepala dan duduk.


“Apakah anak tidak tahu diri  itu sudah pergi?” tanya tuan Smith dengan wajah datar kepada anak buahnya.


“Sudah, Tuan. Dia sudah meninggalkan rumah ini.” Pria itu tersenyum sinis mengingat wajah simpatik yang di tunjukan Dany kepadanya.


“Ingin sekali aku membunuhnya,” ujar pria itu dengan wajah menahan emosi.


“Kalau Anda ingin, kami bisa melakukannya.” Tuan Smith menggelengkan kepala dan menatap anak buahnya.


“Kalau aku melakukannya apa bedanya diriku dan dia. Biarkan saja, nanti dia akan mendapatkan karmanya.” Pria itu berdiri dan pergi melihat kedua cucunya begitu juga para pengawal mereka keluar dan berjaga di depan.


****

__ADS_1


Sementara di perusahan tuan Frank, Alice menjadi pembicaraan karena sudah seminggu tidak pernah datang ke kantor, bahkan tuan Frank sama sekali tidak mendapat kabar dari wanita itu.


Polisi juga tidak mendapatkan informasi keberadaan Nathan dan Alice, akhirnya mereka menghentikan pencarian. Tuan Smith langsung menjalankan rencananya untuk mengirim kedua cucunya bersama pelayan ke Spanyol.


Dia meminta beberapa anak buah untuk mengawal pelayan dan Asher juga Zelda sampai di Spanyol, demi keamanan kedua cucunya mereka pergi ke negara itu menggunakan pesawat pribadi miliknya.


Sedangkan di kediaman tuan Smith beberapa anak buah berjaga di depan dan dalam rumah, pria itu berpesan kepada mereka untuk tidak mengijinkan Dany masuk ke rumahnya.


Tuan Smith masuk ke kamar dan mengunci pintu, dia merasa sangat sedih dengan kematian putra dan menantunya dan harus berpisah dengan kedua cucu yang sangat di sayanginya. Smith tersungkur di lantai dan menangis.


“Aku harus kuat demi kedua cucuku.” Pria itu bangkit dan menyeka airmata kemudian  berdiri di depan jendela. Tuan Smith memperhatikan anak buahnya sedang mondar-mandir di depan rumah.


Tuan Smith keluar dan mengajak anak buahnya untuk ikut bersama ke kantor, di mobil dia menghubungi pengacara dan meminta pria itu untuk menemuinya di kantor.


Dia tiba dan melihat sang pengacara sudah menunggu di depan ruang kerja, tuan Smith mengajak pria itu masuk lalu meyuruhnya duduk. Dia meminta salah satu anak buah untuk memanggil sang asisten.


Asisten masuk kemudian Smith menyuruhnya duduk, dia meminta anak buahnya untuk menunggu di luar dan menutup pintu kemudian dia mulai berbicara kepada pengacara.


“Kedua cucuku sudah berangkat ke Spanyol bersama pelayan, dan kamu Kyle harus mengirim uang setiap bulan kepada mereka,” ujar pria itu kepada asisten.


“Aku juga meminta padamu untuk terus mengawasi keberadaan kedua cucuku, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka.” Pengacara tersenyum dan menenangkan tuan Smit.


“Tuan jangan khawatir, aku akan selalu mengunjungi mereka. Percaya padaku.” Tuan Smith berusaha tersenyum dan menganggukan kepala.


“Terima kasih, kalian begitu setia padaku,” ucap tuan Smith dengan wajah terlihat sangat sedih.


“Tuan begitu baik. Sudah sepantasnya kami setia kepada Anda.” Pria itu tersenyum lalu terdengar pintu di ketuk, mereka menghentikan pembicaraan kemudian asisten berdiri.


Dia pergi membukakan pintu lalu salah satu pengawal masuk menemui tuan Smith, dan memberitahukan kepadanya kalau ada seorang pria ingin bertemu dengannya.


Tuan Smith berdiri dan meminta sang pengawal untuk mengantar pria yang ingin bertemu dengannya. Dia meminta sang pengacara dan asisten untuk tetap bersamanya di ruangan.


Lalu masuk seorang pria setengah baya dia tersenyum kepada tuan Smith dan menyapanya. Pria itu mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan ayah Nathan.

__ADS_1


“Maaf, tidak memberitahumu datang kesini, aku tidak memiliki nomor telepon Anda.” Tuan Smith langsung menyambut tuan Frank dan bersalaman dengannya.


“Ah, tidak masalah. Silahkan duduk.” Tuan Frank tersenyum kemudian dia duduk diikuti tuan Smith dan pengacara juga asisten.


“Terima kasih,” ucap tuan Frank. “Bagaimana kabar Alice, sudah beberapa minggu aku tidak melihatnya.” Wajah Smith langsung berubah sedih, dia berusaha menahan airmatanya agar tidak jatuh di depan mereka.


“Putra dan menantuku sampai saat ini tidak ada kabar, kami sudah mencari mereka tapi belum di temukan.” Tuan Smith belum ingin mengatakan kepada Frank kalau anak dan menantunya sudah meninggal dalam kecelakaan.


“Terakhir aku mendapat kabar dia akan menemani putra Anda untuk bertemu dengan rekan bisnis di luar kota.” Tuan Smith menatap pria itu dan menganggukan kepala.


“Iya, mereka keluar kota untuk bertemu rekan bisnis di sana, saat itu tidak ada kabar lagi,” jawab Tuan Smith dengan wajah yang sedih.


“Jangan-jangan mereka mengalami kecelakaan dan mobilnya masuk ke jurang?” Tuan Smith langsung menatap tuan Frank, dalam benaknya membenarkan pemikiran pria itu.


“Apakah Anda sudah melaporkannya kepada polisi?” tanya tuan Frank lagi, dia juga terlihat khawatir.


“Sudah, tapi mereka juga tidak mendapatkan informasi tentang Nathan dan Alice.” Tuan Smith tertunduk, dia tidak tahan lagi akhirnya  pria itu menangis. Tuan Frank berdiri dan memeluk ayah Nathan, dia juga bisa merasakan kesedihan dari mertua Alice.


“Aku akan mencari mereka, kamu harus tenang. Ingat kedua anak putramu, mereka membutuhkanmu.” Tuan Smith menganggukan kepala dan menyeka airmatanya.


“Terima kasih,” ucap tuan Smith kemudian mereka berbincang-bincang mengenai Alice. Frank sangat memuji pekerjaan dari menantu tuan Smith.


“Dia wanita yang hebat, makanya putriku sangat percaya padanya. Alice berhasil memajukan perusahan putriku.” Tuan Smith berusaha tersenyum mendengar semua pujian pria itu.


“Iya, dia menantuku yang sangat baik. Ah … sayang saja dia begitu cepat pergi. Aku tidak tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati.” Tuan Smith tertunduk, kembali airmata mengalir di pipi mengingat putra dan menantunya.


“Anda harus kuat demi cucumu, aku akan menyewa orang untuk mencari keberadaan mereka.” Tuan Smith menatap tuan Frank dan menganggukan kepala.


“Sekali lagi terima kasih,” ucap Tuan Smith lalu  tuan Frank tersenyum kemudian dia berdiri dan berpamitan kepada pria itu.


Tuan Frank langsung meninggalkan mereka lalu kembali ke  kantor. Saat tiba, dia memanggil anak buahnya dan meminta mereka untuk mencari Alice serta suaminya.


“Aku ingin kalian menemukan di mana mereka, mungkin saja mereka mengalami kecelakaan. Kalau perlu kalian sisir semua jurang yang menuju ke kota tersebut, mungkin saja mobil mereka masuk ke jurang.” Semua anak buah di kerahkan oleh pria itu.

__ADS_1


Dia juga ingin menemukan Alice dan suaminya hidup atau mati, pria itu bahkan menyewa beberapa helikopter untuk mencari dimana suami istri itu mengalami kecelakaan.


__ADS_2