Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Berbeda saat bertemu dengannya


__ADS_3

Awalnya tidak ada rencana untuk merayakan pertunangan Casey dan Isaiah tapi ternyata diam-diam Ellie menghubungi semua keluarganya untuk berkumpul di restoran sehingga pada akhirnya tempat itu di tutup khusus melayani keluarga mereka.


Tak lupa hadir juga tuan Frank karena dihubungi oleh sepupunya, begitu juga keluarga dari orang tua Isaiah dari kakak beradik sebelah menyebelah semua hadir untuk merayakan pertunangan Isaiah dan Casey.


Saat berada di restoran Isaiah sangat terkejut melihat kedua orang tua bahkan kakeknya serta tuan Frank sampai paman, bibi dan sepupu semua hadir.


“Ada apa kalian semua di sini?” tanya Isaiah seraya mata memperhatikan satu persatu keluarganya.


“Kami ingin merayakan pertunanganmu dengan kekasihmu,” sahut nyonya Margareth ibu dari Isaiah.


“Ah … Sayang. Mommy senang sekali akhirnya kamu memilik kekasih.” Nyonya Margareth langsung memeluk putranya dengan erat.


“Daddy juga bahagia, melihatmu sudah memiliki pasangan. Aku pikir kamu ….” Tuan Joseph ayah Isaiah terhenti bicara karena di sikut sang istri.


“Terima kasih, tapi siapa yang beri tahu kalian kalau aku bertunangan dengan Casey?” tanya Isaiah dengan mengerutkan dahi.


“Sudah tidak perlu menanyakan dari mana kami tahu kabar ini, yang pasti sekarang aku sangat bahagia ternyata cucuku bertunangan dengan wanita cantik,” tutur tuan Thomas kakek dari Isaiah.


“Casey, selamat ya dan terima kasih sudah mau menerima Isaiah sebagai kekasih juga tunanganmu,” ucap tuan Frank dengan menepuk pelan pundak Casey.


Casey hanya menganggukan kepala, dia masih tertegun melihat semua keluarga Isaiah hadir di restoran. Casey mengagumi kompaknya dan saling perhatian dari keluarga Isaiah bahkan mau  menerimanya di tengan-tengah mereka.


“Maaf, aku tidak tahu kalau mereka ada di sini,” bisik Isaiah saat melihat Casey hanya diam dan memandangi keluarganya.


“Tidak apa-apa, ini memang harus dirayakan bersama keluargamu. Apalagi dirimu baru pertama memiliki kekasih, sudah pasti mereka sangat bahagia.” Casey mengalihkan pandangannya kepada Isaiah dan tersenyum kepada pria itu.


Isaiah legah, dia berpikir Casey tidak suka atas  kehadiran keluarganya tapi ternyata gadis itu bahagia melihat mereka berkumpul.


“Ayo, Sweety. Kita duduk.” Isaiah menarik tangan Casey lalu duduk di dekat kedua orang tuanya serta tuan Frank dan tuan Thomas.


“Kalau sudah tunangan, kapan kalian akan menikah?” tanya Joseph seraya menatap Casey dan mengagumi kecantikan wanita itu.


Casey dan Isaiah saling pandang, mereka belum membicarakan kapan mereka akan menikah. Casey hanya memberikan isyarat kepada Isaiah tapi pria itu tidak tahu harus menjawab apa kepada ayahnya.


Karena melihat Isaiah terlalu lama berpikir akhirnya Casey yang menjawab pertanyaan tuan Josep.


“Setelah urusan kerja di Venezuela, aku dan Isaiah akan mengatur pernikahan kami.” Isaiah mengangkat kedua alisnya menatap Casey, dia masih bingung dengan jawaban yang Casey berikan kepada ayahnya.


“Sweety?” Casey menoleh dan menganggukan kepala sambil meremas pelan tangan Isaiah seakan-akan memberi isyarat kepada pria itu untuk tidak protes.


Isaiah sebenarnya tidak keberatan dengan jawaban Casey kepada ayahnya, dia bahkan senang kalau menikahi sang kekasih dengan cepat. Isaiah hanya kaget saja mengapa Casey mau menikah secepat itu.


Pria itu berencana menanyakan perihal itu kepada Casey kalau mereka sudah pulang, bagi Isaiah hanya ada satu kali pernikahan dalam hidupnya. Dia tidak ingin Casey bermain-main dengan dirinya.


Di restoran sangat ramai, nampak kebahagiaan di wajah mereka. Begitu juga Casey dan Isaiah, mereka berdua memilih duduk sendiri agar bisa leluasa untuk berbincang.


“Bagaimana kalau kamu tinggal bersamaku, supaya lebih saling mengenal karakter kita masing-masing sebelum melangkah ke pernikahan,” tanya Isaiah dengan mengelus pipi Casey dengan ibu jarinya.


“Aku akan tinggal bersamamu.” Casey seperti terhipnotis dengan Isaiah, apa yang diminta oleh pria itu dikabulkan.


Sebegitu cinta’kah Casey terhadap Isaiah sehingga menuruti kemauan pria itu, tapi yang Casey rasakan bahwa perasaannya kepada Isaiah sangat berbeda. Ini tidak sama seperti saat dia bertemu dengan Zelo, tidak ada getaran atau debaran sama sekali.

__ADS_1


Mungkin Casey menganggumi Zelo karena sering menyelamatkannya, bahkan saat itu Casey belum terlalu yakin atas cintanya kepada pria itu sehingga begitu mudah dia melupakan sang mantan kekasih.


Berbeda saat dia bertemu dengan Isaiah, awalanya hanya biasa saja tapi lama kelamaan timbul rasa yang lain dari hatinya, suatu perasaan yang belum pernah dia alami.


Debaran-debaran aneh setiap bersama pria itu, rasa nyaman bahkan sering rindu untuk bertemu dengan Isaiah. Baru kali ini dia merasakan perasaan seperti itu sehingga Casey menyimpulkan kalau ini benar-benar cinta, makanya dia tidak ingin berlama-lama lagi sehingga mengabulkan permintaan Isaiah.


Bagi Casey cukup satu tahun mengenal Isaiah dan sudah saatnya masuk ke tahap hidup bersama dalam satu atap.


“Terima kasih, dengan seperti ini aku yakin kita akan lebih saling mengenal lebih dalam lagi.” Casey tersenyum dan menganggukan kepala sambil membelai pipi Isaiah.


****


Akhirnya Casey pindah ke apartemen Isaiah, dia mengatur semua pakaian di lemari sementara sang kekasih sedang berada di rumah keluarganya.


Casey duduk termenung dan menatap foto Isaiah bersama Wesley juga Ellie yang tergantung di dinding. Casey langsung teringat adik lelakinya, ada kerinduan untuk bertemu dengan keluarganya tapi mengingat apa yang sudah di lakukan sang ayah, wajah wanita itu langsung berubah.


Tanpa terasa airmata menetes di pipi, Casey sangat ingin melihat ibu dan adiknya setahun lebih entah bagaimana kabar mereka. Tidak di sadari oleh gadis itu kalau sang pujaan hati sedang memerhatikan dirinya.


Melihat Casey menangis, perlahan Isaiah menghampiri sang kekasih dan membelai rambut wanita itu. Dia tahu Casey pasti sangat rindu bertemu keluarganya dilihat dari tatapan pujaan hatinya tak lepas dari figura yang tergantung di dinding.


Casey terkejut saat tangan Isaiah menyentuk rambutnya, dengan cepat dia menyeka airmata dan berusaha tersenyum kepada pria itu.


“Kamu sudah pulang?” Sambil bertanya Casey mengalihkan pandangannya ke arah jendela, dia tidak ingin Isaiah tahu kalau dia menangis.


“Iya, apakah kamu rindu keluargamu?” Casey hanya menganggukan kepala menjawab pertanyaan Isaiah.


“Aku ingin menelepon adikku tapi nanti saja.” Casey berusaha tersenyum lalu berdiri dan mengecup pipi Isaiah.


“Iya, aku ingin melihat lokasi secepatnya. Baiklah aku harus mengatur pakaian ku dan kamu ke dalam koper.” Casey melepaskan pelukan sang kasih lalu pergi ke kamar diikuti  oleh Isaiah.


Valencia


Sudah lama tidak bertemu dengan  Felix, akhirnya Zelo pergi ke tempat pria itu berkumpul. Saat ini Zelo sudah jarang menggunakan barang haram tersebut, dia tidak ingin suatu hari nanti bertemu dengan Casey keadaanya tidak baik.


“Bagaimana kabarmu? Sudah lama aku tidak melihat kamu, Zelo,” ujar Felix seraya mengajak Zelo untuk masuk.


“Kamu tahu sendiri aku sekarang sangat sibuk mengurus perusahan keluargaku, terkadang jenuh juga tapi mau bagaimana lagi.” Zelo menarik napas panjang lalu menepuk lengan Felix.


Zelo dan Felix masih berbincang-bincang lalu masuk Jaime adik Felix, dia melihat Zelo dan menyapa pria itu. Jaime terlihat penasaran mengapa Zelo tidak pernah lagi terlihat bersama Casey.


“Hi, lama tidak bertemu,” sapa Jaime seraya duduk di depan Zelo.


“Iya, kamu kemana saja. Setiap kali aku datang ke sini tidak pernah bertemu denganmu.” Jaime terkekeh dia memang jarang berkumpul dengan kakaknya di tempat itu.


“Aku sibuk bekerja, ini saja aku baru kembali dari Amerika. Oh ya, bagaimana kabar Casey?” Pertanyaan Jaime membuat wajah Zelo berubah.


“Oh, kamu ke Amerika? Apa yang kau lakukan di sana?” Zelo tidak ingin menjawab pertanyaan Jaime dia mengalihkan pertanyaan pria itu.


“Mendapat tugas dari perusahan tempat aku bekerja.” Jaime memperhatikan wajah Zelo terlihat lain saat dia bertanya tentang Casey.


“Zelo … um, ikut denganku. Ada yang ingin aku tunjukan padamu.” Jaime berdiri di ikuti Zelo lalu mereka berdua pergi ke halaman depan. Sedangkan Felix hanya diam memperhatikan Zelo dan adiknya.

__ADS_1


Walaupun bingung, Zelo mengikuti Jaime. Dia penasaran apa yang akan pria itu tunjukan kepadanya. Saat mereka sudah berdiri di luar, Jaime mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


“Zelo, apa yang terjadi dengan hubunganmu bersama Casey?” Sambil bertanya Jaime membuka sebuah video yang ada di ponselnya.


“Um, aku tidak tahu harus menjawab apa padamu.” Jaime mengerutkan dahi mendengar ucapan Zelo lalu dia menunjukan sebuah video kepada pria itu.


“Aku melihat Casey berada di Amerika, tepatnya di kota Houston.” Zelo membulatkan mata mendengar informasi dari Jaime lalu dia melihat video yang di tunjukkan pria itu padanya.


Wajah Zelo langsung berubah saat melihat di dalam video adalah Casey bersama kekasihnya. Yang membuat hatinya sedih melihat Casey mengenakan gaun pengantin.


“Jadi dia akan menikah dengan pria itu?” tanya Zelo dengan memberikan kembali ponsel kepada Jaime.


“Aku kira begitu, aku merekamnya saat sedang santai di taman. Tiba-tiba aku melihat Casey, sebenarnya aku ingin menyapanya tapi aku urungkan niatku,” tutur Jaime seraya memasukan kembali ponsel ke saku celana.


“Mengapa Casey meninggalkanmu. Apakah kamu menyakitinya?” Zelo tidak menjawab pertanyaan Jaime, dia hanya memalingkan wajah ke tempat lain.


Ada perasaan sesak di dada tatkala melihat orang yang sangat di cintai akan menikah dengan pria lain. Apalagi melihat Casey begitu bahagia di dalam video itu. Menelan saliva’pun begitu sulit, tanpa berkata apa-apa Zelo langsung meninggalkan Jaime.


Begitu cepatnya dia melupakanku dan memilih untuk menikah dengan pria lain. Zelo  terlihat sangat geram, dia memukul stir dan berteriak di dalam mobil.


Hatinya begitu sakit, mengapa Casey sama sekali tidak memberi kesempatan kepadanya. Setahun lebih dia mencari informasi tentang sang kekasih tapi ternyata wanita itu akan menikah dengan pria lain.


Houston


Hari semakin larut malam, Casey masih menunggu Isaiah yang masih berada di ruang kerja. Casey ingin segera beristirahat karena  besok sebelum berangkat ke Venezuela dia harus pergi ke kantor karena ada yang harus dia selesaikan.


Pintu terbuka, Casey melihat Isaiah yang masuk.  Dia bangun dan menghampiri pria itu, Casey melingkarkan kedua tangan di punggung Isaiah lalu menegcup bibir sang kekasih.


“Istirahat sekarang, besok sebelum berangkat ada yang harus aku kerjakan,” ucapnya seraya melepaska kedua tangan dari punggung Isaiah.


“Baiklah, ayo tidur.” Sebelum berbaring Isaiah mencium bibir Casey dengan lembut.


Isaiah mencium bibir Casey dengan dalam sambil memainkan lidah seraya mengabsen satu-persatu yang berada di dalam mulut. Tangannya menarik pinggang Casey sehingga tubuh gadis itu menempel di dadang bidang Isaiah.


Casey membalas ciuman Isaiah, dia memejamkan mata dan menikmati permainan lidah pria itu. Dia merasakan tangan Isaiah mulai meraba daerah sensitifnya sehingga membuat tubuhnya menggeliat dan meremas rambut pria itu.


“Kita lanjutkan di Venezuela, sekarang istirahat,” ujar Casey saat dia menghentikan aktifitas Isaiah di tubuhnya.


Sungguh menggantung saat-saat gairah sudah berada di ubun-ubun, tapi harus dihentikan. Isaiah menarik napas dengan dalam lalu dia mengecup kening Casey.


“Baiklah, di Venezuela kamu harus mengajariku bagaimana cara memuaskanmu.” Isaiah bercanda seraya merebahkan tubuhnya di ranjang.


Tapi memang benar karena Isaiah belum pernah tidur dan bercinta bersama wanita, Casey adalah wanita pertama dalam hidupnya dan ingin menjadikannya yang terakhir.


Casey tertawa lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping Isaiah, dia meletakan kepala di dada berotot itu dan melingkarkan tangan satunya diatas perut Isaiah.


Dia terlihat sangat nyaman sekali berada di dalam pelukan Isaiah, buktinya dia langsung tertidur saat pria itu memeluk dan membelai rambutnya.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2