Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Percaya padaku


__ADS_3

Paris


Chloe masih berada di kediaman Alderic, selama gadis itu disana teman Asher tidak pernah menunjukan dirinya kepada Chloe. Dia mengikuti permainan dari Asher.


Untuk makanan Chloe pelayan selalu membawanya di kamar gadis itu, nampak Chloe sedang duduk termenung di depan jendela.


Chloe memikirkan keadaan Asher, dia merasa bersalah karena melibatkan pria itu dalam permasalahannya. Dia memilih untuk menikah dengan pria tua itu asalkan Asher bisa dibebaskan.


Seorang pria masuk di kamar Chloe membawakan pakaian yang dibelikan oleh Asher, karena gadis itu hanya membawa sedikit pakaian.


"Ini pakaian untukmu." Chloe memutar tubuhnya dan melihat beberapa paper bag yang di letakan di meja kemudian menatap pria itu.


"Bagaimana keadaan Asher, apakah dia baik-baik saja?" Pria itu berpura-pura menatap tajam kepada Chloe, mereka sunggu pintar bersandiwara.


"Iya, selama ini dia baik-baik saja. Kami akan melepaskannya setelah kamu selesai menikah dengan bos kami." Chloe menganggukan kepala, setidaknya mendengar Asher baik-baik saja sudah membuat dia senang.


"Aku akan menuruti permintaan kalian, tapi setelah itu lepaskan dia." Pria itu tidak menjawab, dia meninggalkan Chloe sendiri di kamar.


Perginya pria itu, Chloe langsung terduduk di lantai. Dia menangis karena harus menikah dengan pria itu, pasalnya dia sudah jatuh cinta kepada Asher.


Sementara di kediaman orang tua Chloe nampak ayah tiri gadis itu begitu cemas, dia sudah berjanji kepada tuan Aubert untuk memberikan Chloe padanya tapi kini dia tidak tahu kemana putri tirinya pergi.


Sedangkan putranya juga belum mendapatkan kabar tentang keberadaan Chloe, pria itu semakin pusing dibuatnya. Akhirnya dia memutuskan menemui tuan Aubert karena hari pernikahan sudah dekat, apalagi undangan sudah menyebar.


Ayah tiri Chloe pergi ke kantor tuan Aubert, dia ingin mengatakan kepada pria tua itu kalau putrinya melarikan diri, siapa tahu Aubert bisa membantunya dengan menyebar anak buahnya untuk mencari Chloe.


Kini pria itu sudah berada di kantor tuan Aubert, dia menghampiri seorang wanita yang tak lain adalah sekretaris tuan Aubert.


"Tolong katakan kepada tuan Aubert, Jules ingin bertemu." Sekretaris itu tersenyum kemudian berdiri dan pergi ke ruang kerja tuan Aubert.


Tidak berselang lama wanita itu kembali menemui Jules ayah tiri Chloe dan mengajak pria itu ikut bersamanya. Dia membuka pintu dan menyuruh tuan Jules untuk masuk.


Dengan menarik napas begitu dalam untuk menetralkan rasa takutnya, dia melangkah masuk kemudian tersenyum kepada pria tua yang duduk di balik meja kerjanya.


"Jules," sapa pria itu seraya berdiri menyambut ayah tiri Chloe. "Ayo duduk." Ayah Chloe duduk diikuti oleh tuan Aubert.


"Bagaimana kabar putrimu, semoga dia tidak membuat ulah lagi." Ayah Chloe bingung harus menjawab apa, dia terlihat begitu takut.


"Itu masalahnya makanya aku datang kesini." Raut wajah tuan Aubert langsung berubah, matanya begitu tajam menatap ayah Chloe sehingga membuat pria itu tertunduk tidak berani melihat tuan Aubert.


"Apa yang telah dia lakukan." Kembali tuan Aubert bertanya, dia tidak ingin gagal menikahi putri tiri dari Jules. Sudah lama dia menginginkan gadis cantik itu.


"Chloe melarikan diri dari rumah, kami sudah mencarinya tapi entah dimana di bersembunyi."


"Apa! Melarikan diri." Pria itu nampak marah, dia berdiri dan mondar-mandir memikirkan pernikahan yang sebentar lagi akan dilaksanakan tapi calonnya sudah melarikan diri. Dia terlihat begitu marah dan mengambil asbak yang ada di meja kemudian membantingnya.


"Cari dia, aku ingin kamu menemukannya dan bawah dia kepadaku. Kalau tidak aku akan menghabisi semua bisnismu." Ayah tiri Chloe nampak bingung, dia juga tidak tahu harus mencari Chloe kemana.


"Tuan, itulah tujuan aku datang kesini untuk meminta bantuamu mencari Chloe." Tuan Aubert kembali menatap ayah tiri Chloe dengan marah.


"Dasar tidak berguna," umpat tuan Aubert kemudian meraih ponsel, dia menghubungi anak buahnya dan meminta mereka untuk mencari Chloe. "Aku juga memintamu untuk tidak berdiam diri, tetap cari putri tirimu itu."


Ayah tiri Chloe menganggukan kepala kemudian berdiri dan berpamitan kepada tuan Aubert, dia segera bergegas meninggalkan kantor pria itu.


Kembali ke kediaman Alderic, Chloe masih berdiam diri di kamar. Berbaring di tempat tidur dan menangis, tak menyangka hidupnya akan berakhir dengan pria tua itu. Asher berhasil mengerjai Chloe.

__ADS_1


Pintu terbuka, tidak ada reaksi apapun dari gadis itu. Pikirnya pasti pelayan yang mengantarkan makanan. Dia tetap berbaring dan menyeka airmatanya.


"Apakah kamu baik-baik saja?" Mendengar suara Asher, Chloe langsung memutar tubuhnya dan bangun. Dia melompat dari tempat tidur memeluk Asher serta melingkarkan kedua kakinya di pinggang pria itu.


Chloe begitu senang melihat Asher baik-baik, dia menangis dan mencium berulang kali pipi Asher.


"Apakah mereka menyiksamu?" tanya Chloe dengan menarik kepalanya mundur untuk melihat wajah Asher apakah terluka.


"Tidak, aku baik-baik saja." Sambil berucap Asher duduk di sofa tanpa melepaskan pelukan Chloe.


"Kenapa menangis?" tanya Asher sambil menyeka airmata Chloe dan mengecup kening gadis itu, dia menahan senyumnya karena berhasil mengerjai Chloe.


"Aku takut mereka membunuhmu hanya karena aku." Chloe memgang kedua pipi Asher, menatap pria itu dengan tatapan sayu. "Begitu aku menikah dengan pria itu, kamu harus kembali ke negaramu."


"Pernikahanmu dengan pria tua itu tidak akan terjadi." Chloe menggelengkan kepala, mana mungkin saat ini saja mereka berdua terkurung di kediaman pria tua itu, pikir Chloe.


"Bagaimana bisa? Sekarang saja aku berada di tempatnya," sahut Chloe dengan wajah cemberut membuat Asher gemas melihatnya.


"Percaya padaku." Asher langsung membekap mulut Chloe dengan bibirnya sebelum gadis itu bicara.


Chloe terkejut Asher menciumnya, dia takut anak buah pria itu masuk dan memergoki mereka. Chloe menghentikan ciuman Asher yang begitu panas lalu turun dari pangkuannya.


"Jangan lakukan itu, bagaimana kalau anak buah pria itu masuk." Asher terkekeh kemudian menarik Chloe sehingga gadis itu tersandar di dada bidang Asher.


"Tidak usah khawatir, kamu berada di kediaman temanku." Chloe menatap Asher dengan mengerutkan dahinya.


"Jadi kedua pria yang membawaku kesini adalah anak buahmu?" Sambil tersenyum Asher menganggukan kepala kemudian Chloe memukul dada pria itu dan menangis.


"Kamu tega sekali mengerjai aku." Kembali Chloe memukul dada Asher. "Tidak tahuka kamu betapa khawatirnya aku padamu."


"Aku takut kehilangan dirimu." Asher memegang kedua pipi Chloe dan mengarahkan pandangan gadis itu kepadanya.


"Benarkah?" Chloe mengangguk dan kembali menyandarkan kepalanya di dada Asher.


"Aku mencintaimu." Asher terpekun mendengar ungkapan Chloe, secepat itu dia jatuh cinta kepadanya.


"Kamu mencintaiku?" Kembali Chloe menganggukan kepala dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Asher.


Mendengar ungkapan Chloe, kini Asher menjadi takut untuk menyakiti gadis itu. Dia tidak ingin mempermainkan perasaan Chloe, Asher tahu Chloe tidak pernah berpacaran dan dia sudah membuatnya jatuh cinta kepada dirinya.


"Chloe, aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Asher melepaskan pelukan Chloe kemudian mengajak gadis itu duduk.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Chloe sambil duduk di pangkuan Asher.


Asher menatap Chloe dan berpikir, apakah dia harus menceritakan kepada gadis itu tentang dirinya dahulu.


"Aku ingin mengatakan tentang diriku, agar kamu tahu siapa aku." Chloe menatap Asher, wajahnya terlihat cemas berharap pria itu tidak menolaknya.


"Katakan." Asher menganggukan kepala dan berusaha tersenyum, mulai menceritakan kepada Chloe semuanya.


Asher mencerikan kepada Chloe tentang bagaimana dia serta adiknya terpisah sampai dia bertemu dengan Casey dan jatuh cinta.


Chloe mendengarnya dengan seksama, dia terkejut ternyata Asher jatuh cinta kepada adiknya sendiri dan sampai saat ini tidak bisa melupakan wanita itu.


"Sekarang kamu sudah tahu semuanya, dia adalah cinta pertamaku bahkan wanita pertama yang tidur bersamaku. Walau dia adik kandungku tapi sangat mencintainya." Asher mengatakan semua itu agar Chloe tidak terlalu banyak berharap untuk membalas cintanya.

__ADS_1


"Apakah kamu masih mencintaiku setelah mendengar ini semua." Chloe diam menatap Asher, tiba-tiba dia mencium bibir pria itu.


Mendapat serangan dari Chloe Asher tidak tinggal diam, dia membalas ciuman gadis itu sambil tangan melepaskan kancing kemejanya.


Begitu juga dengan Chloe dia melepaskan pakaiannya dan kembali berciuman. Kini tangan Asher leluasa menjelajah tubuh Chloe yang tidak memakai apa-apa lagi.


Asher mengangkat Chloe dan membaringkan di tempat tidur kemudian menindihnya serta kembali mencium bibir gadis itu sambil tangan meremas salah satu dada yang berukuran 34B.


Chloe memejamkan mata dan merasakan setiap sentuhan-sentuhan yang dilakukan Asher di tubuhnya, lenguhan terdengar dari bibir gadis itu begitu jemari Asher bermain di bawah sana.


Chloe tidak tinggal diam, tangannya membuka kancing serta resleting celana Asher dan menyelipkan jemarinya disana.


"Iya mainkan seperti itu," pinta Asher disela-sela dia mencium leher Chloe dan merasakan tangan lembut itu memainkan miliknya.


Asher tidak tahan lagi, dia melepaskan celana jeans lalu memutar tubuh Chloe memunggunginya.


"Ah, pelan-pelan, Asher." Chloe merasakan sakit saat merasakan benda asing menorobos masuk dari belakang. Seminggu lebih tidak melakukan membuat inti Chloe sempit kembali.


Permainan Asher dan Chloe begitu panas, rintihan kenikmatan serta desahaan saling berbalasan dari bibir mereka menggema di kamar itu.


Tubuh bermandikan peluh keringat, kedua insan saling memberikan kepuasan. Chloe mampu mengimbangi permainan Asher, bahkan pria itu tidak tahan saat Chloe begitu lincah bermain di atas tubuhnya.


Gerakan-gerakan Chloe yang meliuk di atas perut Asher membuat pria itu tidak tahan lagi ingin menyemburkan benihnya.


Chloe merasakan nyeri di intinya saat milik Asher mulai membesar di dalam sana. Asher menghempaskan tubuh Chloe dan memacu pinggulnya dengan cepat.


Tubuh Chloe membusung dengan sempurna begitu dia mengalami pelepasan, Asher tidak berhenti. Dia terus menggerakan pinggulnya maju mundur dan merasakan miliknya dijepit di dalam sana saat Chloe mengalami puncak kenikmatan.


Asher terus menggerakan pinggulnya dan merasakan sesuatu akan membludak dari bagian anggota tubuhnya, miliknya semakin membesar di dalam sana lalu dia menghentakan pinggulnya berulang kali serta menyemburkan benih itu di dalam inti gadis itu.


Asher dan Chloe saling berpelukan dengan erat menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja mereka raih.


"Aku tetap mencintaimu," bisik Chloe dengan napasnya yang masih tidak teratur. Dia merapatkan tubuhnya di dekat Asher saat pria itu terbaring di sampingnya.


"Kamu bisa bersabar menunggu cintaku?" Chloe menganggukan kepala kemudian meletakan tangannya di atas perut Asher.


"Asalkan kamu tidak menyakitiku." Asher mengecup ubun kepala Chloe sebagai jawaban kalau dia akan menjaga perasaan gadis itu.


"Selama ini aku tidak pernah jatuh cinta," ujar Chloe dengan meletakan kepalanya di dada Asher. "Kamu cinta pertamaku." Sambil berucap Chloe membelai dada bidang Asher.


"Kita akan selalu bersama, dan mohon bantu aku untuk melupakannya." Chloe mengangkat kepalanya dan menatap Asher, dia tersenyum lalu mengecup bibir pria itu.


"Aku akan membantumu dengan selalu berada di dekatmu, dan akan sabar menunggu sampai kamu bisa mencintaiku." Asher menangkup pipi Chloe dan mencium bibir merah itu.


"Terima kasih sudah mau mengerti aku," ucap Asher setelah selesai mencium bibir Chloe dan merasakan tangan lembut itu turun ke bawah memegang miliknya.


Asher menatap Chloe dengan mengerutkan dahi. "Kamu masih ingin?" tanya Asher dengan heran, pasalnya Asher membuat Chloe mengalami beberapa kali pelepasan dan sekarang gadis itu memainkan benda miliknya yang terkulai lemas.


"Iya, kamu membuat aku ketagihan." Asher tertawa kemudian melakukan kembali dengan Chloe.


Bahkan dia membuat gadis itu benar-benar tidak berdaya di ranjang, mengalami beberapa kali pelepasan membuat Chloe tertidur dengan pulas.


'Dia sungguh hebat di ranjang,' gumam Asher sambil membelai wajah Chloe dan mengecup kening gadis itu.


Asher pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang sudah lengket dengan keringat akibat bertempur hebat dengan Chloe. Dia merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Chloe mendominasi percintaan mereka tadi.

__ADS_1


__ADS_2