Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Jangan lakukan itu


__ADS_3

Casey sedang bersiap-siap, malam ini dia akan hadir di pesta perpisahan bersama teman-temannya. Dia memakai gaun hitam dengan belahan sampai di paha, gadis itu terlihat sangat cantik.


Sementara Zelo sedang menunggu Casey di ruang tamu, dia tersenyum kepada ayah kekasihnya yang sedari tadi memperhatikan dirinya.


Tidak berselang lama, Casey keluar dari kamar. Zelo melihat Casey tak berkedip, dia benar-benar terpana dengan kecantikan gadis itu.


Sementara ayah Casey tidak suka Zelo memandang putrinya seperti itu. Dia sengaja berdehem agar Zelo cepat sadar.


Casey tersenyum melihat Zelo menatapnya seperti itu, dia menghampiri sang kekasih dan memegang lengan pria itu. Casey segera mengajak Zelo pergi, dia tidak ingin berlama-lama karena melihat wajah tuan Paulo yang sepertinya tidak suka kepada Zelo.


Zelo dan Casey berangkat ke gedung di mana pesta perpisahan di langsungkan. Mereka tiba dan melihat acara begitu ramai, di sana sudah ada Anna juga Diaz. Casey melepaskan tangan Zelo kemudian menghampiri Anna.


“Kamu cantik sekali, Anna,” puji Casey seraya memperhatikan gaun yang Anna kenakan.


“Kamu juga,” balas Anna seraya memeluk Casey dan memuji kecantikan gadis itu.


Saat acara di mulai, Zelo menghampiri Casey dan memberikan gelas yang sudah berisikan red wine. Mereka menonton pertunjukan musik dari artis terkenal di Spanyol.


Zelo memeluk Casey dari belakang, sementara dari kejauhan Zaneta melihat pasangan kekasih itu. Dia menjadi iri kepada Casey, tapi kali ini dia takut untuk menyentuh gadis itu.


Hari semakin larut malam akhirnya Casey meminta Zelo untuk mengantarnya pulang, Casey berpamitan kepada Anna juga Diaz begitu juga dengan Zelo.


Zelo dan Casey meninggalkan gedung, mereka berdua langsung menuju ke apartemen. Saat tiba Zelo memarkirkan mobil kemudian dia menatap Casey dan memegang tangan gadis itu.


“Aku ingin sekali menginap di sini tapi ada ayahmu,” ungkap Zelo seraya membelai pipi Casey.


“Besok dia sudah kembali, kamu bisa menginap sesuka hatimu,” canda Casey dengan memegang tangan Zelo yang menempel di pipinya.


Zelo tertawa, kembali dia membelai pipi Casey yang lembut itu. Perlahan wajahnya mendekat dan mencium bibir gadis itu.


Casey memejamkan mata dan menyambut lidah Zelo yang menerobos masuk ke dalam mulutnya, tangannya membelai pipi Zelo dan terus membalas ciuman pria itu.


Sementara jemari Zelo mulai membelai paha Casey sambil mencium leher gadis itu, jemarinya mulai merabah suatu benda kenikmatan milik Casey sehingga terdengar lenguhan dari bibir sang kekasih.


“Zelo, kita di mobil,” bisik Casey dengan terus merasakan jemari itu bermain di bawah sana.


“Tidak akan ada yang melihat kita,” ujar Zelo sambil terus mencium leher Casey.


Kembali Casey mendesah tatkala jemari itu menerobos masuk ke dalam miliknya, dia mengerutkan dahi dan meremas rambut Zelo.


“Aku ingin melakukannya,” bisik Zelo seraya jemari terus masuk keluar di milik Casey.


Casey menarik gaunnya ke atas dan melepaskan celananya kemudian dia membuka ikat pinggang juga resleting celana Zelo, Casey langsung duduk di pangkuan pria itu.


Zelo menurunkan sandaran kursi kemudian dia memegang pinggang Casey. Zelo memperhatikan Casey menuntun miliknya untuk masuk ke dalam inti gadis itu.


“Oh …shiit, ini nikmtat sekali,” ujar Zelo seraya meremas kedua dada Casey dengan lembut.


Casey mencium bibir Zelo sambil menggerakan pinggangnya naik turun, dia sangat suka dengan posisi ini. Dia merasakan milik Zelo menyentuh dinding intinya.


Casey melajukan gerakan pinggangnya di bantu oleh Zelo, rintihan kenikmatan keluar dari bibir mereka. Casey terus menggerakan pinggulnya, dia menengadahkan kepala ke atas dan meremas rambutnya.


Zelo menarik Casey ke dalam pelukannya serta melingkarkan kedua tangan di pinggang gadis itu dan menggerakan pinggulnya dengan cepat.


Casey tidak tahan lagi dengan kenikmatan itu,  dia terus menjerit dikala Zelo terus menggempur intinya. Napas semakin memburu, Casey meremas punggung Zelo.


“Zelo … aku … auh ….” Napas Casey terhenti, mulutnya terbuka saat mengalami pelepasan.


Tubunya tersentak melepaskan sisa-sisa kenikmatan itu, sementara Zelo tidak berhenti. Dia terus memacu gerakannya, Zelo juga ingin mencapai puncak itu.


Dia menyentakan berulang kali pinggangnya, lalu dia mengerang di telinga Casey. Dia melepaskan benih cinta itu di dalam rahim sang kekasih.


Mereka berdua saling berpelukan dengan erat, peluh keringat mengalir di tubuh mereka. Napas Zelo dan Casey masih tidak teratur.


Lambat laun pelukan mereka merenggang lalu Casey kembali duduk dan merapikan gaun juga rambutnya. Dia menatap Zelo lalu mengecup bibir pria itu.


“Baiklah, aku harus masuk.” Zelo membuka mata dan menaikan resleting celananya.


“Aku akan mengantarmu.” Zelo dan Casey turun dari mobil lalu masuk ke apartemen.

__ADS_1


Tiba di depan pintu, mereka berdua saling berpelukan. Zelo kembali mencium bibir Casey dengan lembut, dan mengecup dahi gadis itu.


“Sampai bertemu besok,” ucap Zelo seraya memeluk Casey kembali.


“Hati-hati,” pesan Casey lalu Zelo menganggukan kepala dan meninggalkan gadis itu.


Casey masuk dan melihat ayahnya masih menonton tv. Dia memperhatikan wajah sang ayah tidak seperti biasanya, Casey menghampir pria itu dan menyapanya.


“Papa belum tidur?” tanya Casey seraya meletakan handbag di meja.


“Belum, papa menunggumu pulang,” jawab pria itu sambil berdiri dan menatap Casey.


Dia memperhatikan gaun Casey yang terlihat sangat seksi itu lalu  menghampiri gadis itu dan memeluknya dengan erat.


Casey merasakan sesuatu hal yang aneh kepada ayahnya, apalagi saat pria itu memeluknya ada suatu benda keras menempel di perut gadis itu.


“Maaf, sudah membuat papa menunggu,” ucap Casey seraya melepaskan pelukan ayahnya tapi pria itu menahan tangan Casey.


Dia membelai pipi Casey serta tatapan matanya begitu sayu seolah-olah menginginkan sesuatu dari gadis itu. Pria itu memperhatikan bibir Casey dan merabanya dengan ibu jari.


Kembali Casey melepaskan pelukan ayahnya, dia mengambil handbag lalu pergi ke kamar. Casey mengunci pintu, dia tidak ingin ayahnya masuk.  Casey mengambil ponsel untuk menghubungi Zelo.


Berulang kali dia menghubungi Zelo tapi pria itu tidak menjawab teleponnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Casey melihat satu pesan dari Zelo, dia membacanya.


‘Maaf, Sayang. Aku lagi menuju ke tempat Sabino dia lagi ada masalah.’ Casey duduk di sisi tempat tidur lalu terdengar suara sang ayah memanggilnya.


Casey kembali menghubungi Zelo, tapi pria itu tidak menjawab telepon darinya. Casey menjadi bingung, apa yang harus dia lakukan. Dia takut ayahnya melakukan hal buruk kepadanya.


Kembali terdengar suara ayah Casey memanggilnya sambil mengetuk pintu. Casey ragu tapi akhirnya dia menemui papanya.


Casey membuka pintu kamar dan melihat tuan Paulo sudah berdiri tepat di hadapannya dengan bertelanjang dada. Sebenarnya hal ini biasa untuk Casey karena di rumah’pun papanya selalu begitu.


Tapi firasat Casey menjadi lain saat melihat tonjolan di balik celana pendek tuan Paulo, apalagi tatapan pria itu terhadap Casey sangat berbeda.


“Ada apa, Pap?” tanya Casey dengan menatap ayahnya.


Pria itu tidak menjawab, dia menatap seluruh tubuh Casey yang masih tertutup dengan gaun. Ayahnya menarik tangan Casey untuk lebih dekat padanya.


“Pa, apa yang kamu lakukan?” tanya Casey dengan heran seraya berusaha melepaskan diri dari ayahnya.


Tapi pria itu hanya diam, dia bahkan menarik Casey masuk ke kamar dan menutup pintu dengan kakinya. Ayah Casey menghempaskan Casey di ranjang dan menindih tubuh gadis itu.


Casey berusaha melepaskan diri dari tuan Paulo, tapi pria itu sungguh kuat menahan tangan Casey. Dia bahkan membuka paksa gaun itu sehingga sobek.


Pria itu tidak perduli kalau itu putrinya, sudah lama dia menginginkan tubuh Casey tapi baru kali ini dia punya kesempatan untuk menyentuhnya.


Casey tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat sang ayah menelanjangi dirinya, bahkan memainkan jemarinya di antara paha Casey sambil mencium leher gadis itu.


“Aku akan memberikan kenikmatan yang luar biasa padamu, tidak seperti yang kekasihmu berikan,” bisik pria itu di telinga Casey dan menghembuskan napasnya.


Butiran air mengalir dari sudut mata Casey, dia tidak menyangka ayah yang sangat dia hormati dan kagumi tega melakukan hal itu kepadanya.


Casey lebih kecewa lagi kepada Zelo yang hanya lebih mementingkan temannya dari pada keselamatan dirinya, selama ini dia terlalu mengandalkan pria itu.


Sementara papa Casey terus menjamah tubuh putrinya. Dia mencium dada Casey sambil jemari keluar masuk di dalam milik gadis itu. Dia mengambil tangan Casey dan meminta untuk menyentuh miliknya yang sudah sangat keras.


Casey menuruti keinginan ayahnya, dia memegang milik pria itu dan memainkannya walaupun hatinya begitu sakit.


Ayah Casey mendesah saat tangan lembut itu menyentuh miliknya, kembali dia mencium bibir Casey dan memasukan lidahnya ke dalam mulut gadis itu.


Pria itu menindih tubuh Casey dan membelai pipi gadis itu. Sambil menatap mata Casey, dia memegang keperkasaan yang sudah keras itu dan  menggesek-gesekan di inti Casey.


“Kamu sudah basah, Sayang,” bisik pria itu seraya menuntun masuk keperkasaannya ke dalam milik Casey.


Casey memejamkan mata saat merasakan benda besar itu menerobos masuk ke dalam miliknya, dia merasakan sedikit sakit di are intinya.


“Sakit, Pap,” rintih Casey seraya tangannya meremas sprei.


“Iya, aku bisa merasakan milikmu sangat sempit,” sahut pria itu seraya menggerakan pinggulnya naik turun dengan perlahan.

__ADS_1


Casey melihat ke bawah dan memperhatikan milik ayahnya yang besar itu sedang masuk keluar di intinya. Padahal Casey baru saja melakukan dengan Zelo, tapi mengapa dengan ayahnya dia merasakan sakit.


“Ah … aku suka milikmu sangat sempit,” bisik pria itu dengan mendesah di telinga Casey sambil pinggulnya terus memompa.


Lambat laun rasa sakit itu mulai hilang berganti dengan kenikmatan, pria itu mulai menggerakan pinggulnya sedikit cepat sambil mencium bibir Casey.


Rintihan kenikmatan keluar dari bibir Casey tatkala pria itu menyentakan pinggulnya berulang kali dan menekannya sehingga benda itu terbenam semua ke dalam inti Casey.


Dia melingkarkan kedua tangannya di punggung Casey dan kembali menggerakan pinggulnya naik turun dengan cepat sehingga membuat Casey menjerit kenikmatan.


Casey tidak tahan lagi, dia meremas lengan ayahnya dan terus merasakan benda itu masuk keluar dengan cepat di miliknya.


Bunyi perpaduan benturan kulit terdengar jelas di kamar itu, Casey melingkarkan kedua kakinya di pinggang pria itu dan terus merasakan gempuran dari ayahnya.


Napas mereka semakin memburu, apa yang di katakan sang ayah ternyata benar. Casey merasakan kenikmatan yang luar biasa karena milik pria itu sangat besar dan permainannya luar biasa.


Tubuh tergunjang, kaki melingkar dengan erat di pinggang pria itu. Casey mengalami pelepasan dengan hebat sehingga pinggulnya terangkat. Berulang kali tubuhnya tersentak melepaskan kenikmatan itu.


Ayah Casey tidak berhenti, dia memutar tubuh Casey tengkurap dan menindih badan bagian belakang gadis itu. Pria itu kembali menuntun benda keras itu masuk ke inti Casey.


Malam ini dia ingin memberikan kenikmatan yang lain kepada Casey, pria itu ingin membuat Casey tidak berdaya. Dia mengambil pengaman bergerigi lembut dan memasangnya di benda yang sudah sangat keras itu.


Casey sempat melihat lalu dengan cepat dia membalikan tubuh dan menatap ayahnya dengan heran. Casey tidak tahu kalau itu adalah pengaman yang akan membuat dia menikmati kenikmatan itu.


“Apa itu, Pap?” tanya Casey dengan takut sambil memperhatikan ayahnya yang masih memasang pengaman di miliknya.


“Tidak usah takut, Sayang. Ini bahannya lembut, kamu akan merasakan kenikmatan yang luar biasa,” tutu pria itu tapi Casey masih takut.


“Aku pakai ini supaya kamu tidak hamil,” ujar pria itu seraya meraih tangan Casey untuk merabah gerigi lembut itu.


Kembali pria itu menindih tubuh Casey dan menuntun miliknya masuk, dia menekan pinggulnya sehingga benda itu masuk semua ke inti Casey.


Benar saja, saat benda keras itu masuk napas Casey terhenti. Dia merasakan suatu kenikmatan yang berbeda, ada rasa geli, gatal, nikmat semua bercampur menjadi satu yang tidak bisa di katakan.


Milik Casey yang semakin basah melancarkan benda itu masuk keluar, gerigi-gerigi itu membawa Casey melayang saat menyentuh dinding area intinya.


Casey menjerit, dia meremas rambut pria itu dan mengangkat pinggulnya. Mata terpejam, kakinya bergerak tidak karuan menikmati sensasinya gesekan-gesekan gerigi itu di intinya.


Pria itu menggerakan pinggulnya dengan cepat, dia ingin Casey merasakan kenikmatan dari gerigi lembut itu. Peluh keringat mengalir di tubuhnya, rasa dingin tidak di rasakan lagi oleh ayah Casey.


Casey tidak tahan lagi, dia ingin berteriak merasakan kenikmatan itu. Kukunya menggores punggung pria itu, tubuhnya tergunjang. Kembali  Casey mengalami pelepasan yang luar biasa.


Pria itu menarik kelur keperkasaannya dan melihat cairan milik Casey begitu  banyak mengalir membasahi kain sprei berwarna putih itu, dia tersenyum dan memutar tubuh Casey tengkurap.


Pria itu belum puas, kembali dia menindih belakang Casey dan menancapkan miliknya di inti gadis itu. Dia menggerakan pinggulnya dengan cepat, malam ini dia ingin Casey merasakan keperkasaannya.


Casey hanya bisa pasrah dengan permainan ayahnya, dia kembali merasakan kenikmatan. Casey berteriak dan menarik sprei sehingga terlepas dari kasur.


Rasanya ingin gila, sungguh kali ini Casey benar-benar dibuat tak berdaya oleh pria itu. Dia menggigit bantal dan mengerang merasakan tusukan-tusukan di dalam miliknya.


Sementra pria itu menopang kedua tangannya di punggung Casey dan menggerakan pinggulnya dengan cepat, dia juga ingin mencapai kenikmatan itu. Usianya yang sudah 49 tahun masih menampakan keperkasaannya.


Dia memacu kembali gerakannya, pria itu merasakan rongga inti Casey menjepit pusakanya, ini benar-benar nikmat baginya. Tangan memegang dagu Casey dan menempelkan pipinya di pipi gadis itu.


 Ada sesuatu yang akan menyembur pria itu terus memompa dengan cepat,  saat melihat Casey mencapai kenikmatan ayah gadis itu mencabut miliknya dan ternyata benar, cairan yang banyak kembali mengalir di sprei sehingga kain itu semakin basah.


Pria itu tersenyum melihat Casey yang entah sudah berapa kali mengalami pelepasan, kembali dia memutar tubuh Casey menghadapnya dan mencium bibir gadis itu.


“Nikmat bukan?” ujar ayahnya sambil menindih kembali tubuh gadis itu dan menuntun keperkasaannya masuk.


Casey hanya menatap ayahnya yang kembali menindih tubuhnya, dia merasakan milik sang ayah menerobos masuk. Casey memejamkan mata dan membiarkan pria itu bekerja di atas tubuhnya.


Tubuh Casey sudah habis tenaga, hanya desahaan-desahaan kecil terdengar dari bibir mungil itu. Ayahnya sungguh membuat dia tidak berdaya.


Perpaduan cairan dengan jelas terdengar di ruangan itu, sang ayah masih terus menggempur milik Casey. Napasnya semakin tidak teratur, kembali dia melingkarkan kedua tangan di punggung Casey.


“Ah … milikmu sangat basah, aku suka,” bisik pria itu dengan mendesah di telinga Casey.


Dia melakukan dengan cepat, pria itu membenamkan kepalanya di samping leher Casey lalu mengerang. Berulang kali dia menghentakan pinggangnya melepaskan sisa-sisa kenikmatan.

__ADS_1


Akhirnya pria itu terbaring di sampig Casey dia meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya. Sementara Casey terlihat tidak berdaya, dia memutar tubuh membelakangi ayahnya.


Dia tidak percaya dengan kenikmatan yang baru saja dia rasakan, Casey memejamkan mata. Karena lelah akhirnya dia tertidur, begitu juga dengan ayahnya.


__ADS_2