
Dua hari setelah pernikahan Casey dan Isaiah kini mereka berdua sedang bersiap-siap untuk pergi ke German, dimana Isaiah akan menggantikan Wesley untuk melanjutkan bisnis orang tuanya di sana. Sebelum berangkat Isaiah ingin membeli sesuatu di supermarket.
Dia masuk ke dalam lift dan turun di basement, Isaiah keluar dan berjalan kaki menuju ke superkamerker, Ia tidak menyadari sebuah mobil dengan kecepatan tinggi sedang mengarah kepadanya.
Tidak terelakan lagi tubuh Isaiah terpental jauh sedangkan mobil yang menabraknya langsung meninggalkan basement, orang-orang yang melihat kejadian itu langsung menguhubungi ambulance.
Sementara Casey dia berencana menyusul Isaiah karena lupa menitip item yang Ia butuhkan, saat tiba di basemen Casey melihat banyak orang sedang mengerubungi seorang pria yang tergelatak di lantai.
Casey begitu penasaran dan mencoba melihat siapa pria itu, Ia mencoba menerobos kerumunan itu. Alangkah terkejutnya melihat sang suami yang terkapar di lantai. Casey langsung menangis dan memeluk Isaia lalu mobil ambulance tiba.
Petugas dengan hati-hati memindahkan Isaiah di brankar dan memasukkan ke dalam ambulance, Casey ikut masuk lalu duduk di samping Isaiah yang terbaring tidak sadarkan diri.
Dia memegang tangan sang suami sambil airmata tidak henti-hentinya menetes, Casey mengeluarkan ponsel lalu mengirim pesan lewat aplikasi yang sering mereka gunakan untuk berkomunikasi di group keluarga Isaiah.
Casey mengabarkan kalau Isaiah mengalami kecelakaan dan sedang berada dalam perjalanan ke rumah sakit. Kembali Casey memasukan ponsel ke saku celana lalu memegang tangan Isaiah.
Ambunlance tiba di rumah sakit, para petugas langsung membawa Isaiah ke dalam untuk mendapatkan pertolongan. Casey ikut mendorong branka, saat berada di depan ruang ICU mereka tidak mengijinkan Casey masuk.
Casey mondar-mandir di depan ruangan tersebut dengan wajah penuh kekhawatiran, airmata tak henti-hentinya menetes. Casey duduk dan menutup wajah dengan kedua tangannya, dia berharap Isaiah baik-baik saja.
Sementara di kediaman tuan Hynes mereka terkejut mendapatkan kabar dari Casey di group keluarga, tuan Hynes langsung mengajak istrinya pergi ke rumah sakit. Wajah kedua orang tua Isaiah terlihat sangat khawatir.
Begitu juga dengan Ellie, mendapat kabar sang kakak mengalami kecelakaan dia langsung meninggalkan pekerjaan dan pergi ke rumah sakit.
Tidak ketinggalan Wesley yang kebetulan masih berada di Houston, dia langsung beranjak dari dudukya dan langsung meninggalkan apartemen. Wesley mengemudi menuju ke rumah sakit dengan penuh kecemasan.
Tuan Hynes dan nyonya lebih dulu tiba, mereka berdua langsung mencari Casey dan melihat wanita itu sedang duduk sambil menangis. Suami istri itu langsung menghampiri Casey dan menanyakan kabar Isaiah.
“Bagaimana keadaan Isaiah?” tanya tuan Hynes dengan penuh kecemasan sedangkan nyonya Hynes memeluk Casey.
“Mereka sedang menanganinya,” jawab Casey seraya menyeka airmatanya lalu dokter keluar.
“Bagaimana putraku?” tanya tuan Hynes kepada dokter yang baru saja keluar dari ruangan.
“Putra Anda mengalami pendaharan di kepala serta tulang lehernya retak, dan tangannya patah.” Casey shock mendengar penjelasan dokter kepada ayah Isaiah. Dia memeluk nyonya Hynes dan menangis.
“Kami harus segera melakukan operasi di kepala putra Anda,” ijin dokter kepada ayah Isaiah.
__ADS_1
“Lakukakn segera, tolong selamatkan putraku,” mohon ayah Isaiah dengan mengatupkan kedua tangannya di hadapan dokter.
“Kami akan lakukan yang terbaik.” Dokter kembali ke dalam meninggalkan ayah Isaiah juga Casey dan nyonya Hynes.
Dari ujung ruangan terlihat Ellie dan Wesley berlari menghampiri kedua orang tuanya serta Casey, mereka meliha wajah sang ibu juga Casey nampak sedih.
“Apakah Isaiah baik-baik saja?” tanya Ellie seraya duduk di samping Casey dan memegang tangan kaka iparnya.
“Bagaimana keadaan Isaiah?” tanya Wesley dengan wajah khawatir.
“Dia mengalami pendaharan di kepala serta tulang leher ada yang retak dan tangannya patah.” Wesley terkejut mendengar apa yang di jelaskan sang ayah.
“Casey apa yang terjadi dengan Isaiah? Mengapa dia mengalami kecelakaan?” Casey mengangkat wajahnya dan menatap Wesley, matanya terlihat sembab karena sedari tadi Ia menangis.
“Aku tidak tahu bagaimana kejadiannya, saat aku akan menyusul dia di supermarket aku melihat banyak kerumunan dan ternyata Isaiah yang terbaring di lantai.” Kembali Casey menangis lalu Ellie memeluk sang kakak ipar dan menenangkannya.
Saat mereka berbincang-bincang, beberapa sherif datang menghampiri Casey dan kedua mertuanya serta Wesley dan Ellie. Kedua sherif itu ingin memberikan informasi dan ingin bertanya kepada Casey dan keluarga Isaiah.
“Selamat siang, kami dari kepolisian texas.” salah satu sherif memperkenalkan diri kepada mereka. “Aku dan rekanku sudah memeriksa TKP dan melihat CCTV yang ada di basement.” Tuan Hynes menatap kedua sherif itu dengan mengerutkan dahi.
“Apa yang kalian dapat dari CCTV itu, Sherif” tanya tuan Hynes dengan memicingkan mata menatap kedua sherif itu.
“Apakah suamiku sengaja di tabrak?” Tidak menjawab pertanyaan sherif, Casey malah mengajukan pertanyaan.
“Ya, dari apa yang kami amati di CCTV mobil yang menabrak suami Anda ternyata sudah lama terparkir di basement dan sedang menunggunya.” Mendengar informasi dari sherif mereka saling bertatap mata dan berpikir siapa musuh Isaiah.
‘Apakah ini ulah dari Zelo?’ tanya Casey dalam hati. Karena selama ini hanya pria itulah yang selalu berusaha untuk memisahkan Ia dan Isaiah. Apalagi Zelo tidak hadir di pernikahan Casey sehingga menimbulkan kecurigaan wanita itu kepada sang mantan.
“Setahuku tidak ada, adikku juga belum lama tinggal di Houston. Sebelumnya dia di German,” jawab Wesley dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
“Kami akan tetap menyelidiki siapa yang mengendarai mobil tersebut dan motifnya apa menabrak tuan Isaiah.” Tuan Hynes menganggukkan kepala dan mengucapkan terima kasih kepada kedua sherif itu.
“Tolong beri kami kabar secepatnya,” mohon tuan Hynes dengan menatap kedua sherif itu.
“Tentu saja, Tuan Hynes. Kami akan memberi kabar kepada kalian.” Kedua Sherif meninggalkan tuan Hynes juga Wesley dan kembali ke kantor.
“Casey, apakah kamu tahu siapa yang tidak suka kepada Isaiah?” Casey tidak mendengar pertanyaan Wesley, dia sibuk dengan pikirannya dan bertanya-tanya dalam hati siapa dalang dari kecelakaan suaminya.
__ADS_1
“Casey?” Wesley memanggil Casey dengan menyentuh pungungg wanita itu.
“Ah … iya ada apa, Wesley?” Casey tersadar dari lamunannya lalu menatap Wesley. “Kau bertanya padaku?” Wesley menganggukkan kepala.
“Iya, apakah Isaiah memiliki musuh?” Casey menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Wesley.
“Setahuku, Isaiah tidak banyak bergaul selain dengan teman-teman di kantor,” jawab Casey dengan wajah tertunduk lalu kembali airmata menetes.
“Sudah jangan pikirkan itu dahulu, sekarang pusatkan kepada Isaiah,” ujar nyonya Hynes di ikuti anggukan kepala oleh Ellie seraya mengelus tangan Casey.
Berjam-jam mereka menunggu kabar dari dokter yang sedang menangani Isaiah di dalam ruangan, Wesley dan tuan Hynes mondar-mandir tidak tenang memikirkan nasib Isaiah.
Terlihat tuan Frank bersama asistennya dengan langkah tergesa-gesa menghampiri tuan Hynes dan Wesley, wajahnya nampak begitu khawatir mendengar Isaiah mengalami kecelakaan.
“Apakah Isaiah baik-baik saja?” tanya tuan Frank kepada tuan Hynes.
“Dia masih ditangani oleh dokter,” jawab tuan Hynes seraya menyuruh tuan Frank duduk.
“Ah … malang sekali nasib Isaiah. Apakah ini di sengaja atau hanya kebetulan saja?” Kembali tuan Frank bertanya seraya menatap Casey yang hanya diam saja dan sesekali menyeka airmatanya.
“Mereka masih menyelidikinya,” jawab tuan Hynes dengan bersandar di dinding.
Suasana menjadi hening dari wajah mereka semua masih menampakan kecemasan sehingga begitu dokter keluar dari ruang operasi mereka serentak berdiri.
“Bagaimana dokter?” tanya tuan Hynes berharap mendapat berita bagus dari dokter yang menangani putranya.
“Kami berhasil mengeluarkan gumpalan darah di kepala putra Anda dan memasang plat dibagian tulang leher yang retak.” Mereka terlihat menarik napas legah setelah mendapat informasi dari dokter.
“Hanya ….” Dokter terhenti dan menatap mereka yang kembali tegang menanti apa yang akan dikatakan oleh dokter.
“Ada apa dokter?” tanya Casey dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.
“Um … pasien mengalami koma.” Casey langsung memeluk Ellie dan menangis sedangkan nyonya Hynes kembali terduduk mendengar penjelasan dokter.
Tuan Hynes duduk di samping sang istri dan memeluknya sementara Wesley dan tuan Frank berjalan keluar dan berdiri di depan rumah sakit. Raut wajah mereka berdua terlihat gelap.
“Ikut aku ke kantor polisi,” ajak tuan Frank kepada Wesley.
__ADS_1
Wesley dan tuan Frank masuk ke mobil lalu menuju ke kantor polisi.