Anak Dari Dua Ceo

Anak Dari Dua Ceo
Hadiah Ceria Lainnya


__ADS_3

"Bagaimana kondisinya?" Tanya Aldrich sambil berdiri di dekat ranjang Yelena.


"Nyonya sempat kritis karena tekanan darahnya yang tiba-tiba naik. Tapi sekarang sudah baikan." Jawab Ria dengan takut-takut. Ia benar-benar tidak percaya kalau Aldrich berani menemui Yelena seorang diri. Bagaimana kalau ada Charles?


"Sudah baikan? Menyebalkan sekali." Aldrich melirik beberapa alat yang terpasang di tubuh Yelena. "Lalu kenapa dia dipasangi alat penunjang kehidupan?"


"Ah kata dokter, sewaktu-waktu kalau kambuh lagi bisa berbahaya. Jadi tidak boleh lepas dari alat itu untuk sementara."


Tiba-tiba ditengah pembicaraan yang terjadi, Yelena sedikit demi sedikit menggerakkan kelopak matanya, dan terbangun. Tentu saja ia langsung terkejut saat melihat Aldrich bediri didekatnya. Meskipun tubuh anak itu hanya sedikit lebih tinggi dari ranjangnya, tapi aura menakutkan yang dia keluarkan sangat menarik perhatian.


"Kau kan!!!" Yelena sepontan menjauh. Ia sangat panik sekarang. Bagaimana caranya dia kemari?


"Halo, lama tidak berjumpa." Aldrich melambaikan tangannya dengan senyum yang mengembang. "Jadi, apakah tidurmu nyenyak?"


"Kau! Kau yang membuat semua ini terjadi! Kemari!" Yelena hendak meraih tubuh Aldrich, tapi Ria secara refleks melindunginya. Yelena sampai tidak percaya dengan apa yang ia lihat. "Ria?! Kenapa kau membantunya? Selama ini kau ada di pihak siapa hah?!"


"Kesal? Setelah tahu semua orang yang berada dibelakangmu hilang, apakah masih membuatmu tidak menyerah?" Tanya Aldrich dengan tangan terlipat.


"Huh? Kau anak bodoh! Tentu saja orang yang berpihak padaku lebih banyak dari yang kau kira. Dan mereka pasti akan membantuku melakukan apapun. Termasuk membunuhmu dasar cacing kecil! Jika Ria tidak bisa melakukannya, aku akan menyuruh orang lain! Ambil saja orang tidak berguna ini!"

__ADS_1


Aldrich mengangguk pelan. "Benarkah? Tapi setelah beritanya keluar besok, bahkan orang yang paling mematuhimu akan pergi."


"Berita?" Yelena tampak bingung.


"Besok Rose Group akan menghancurkan keluarga Hamilton. Bukankah itu terdengar menyenangkan? Aku sarankan kau untuk menonton siaran langsungnya. Sangat bagus untuk kesehatan jantung."


Mendengar perkataan Aldrich, membuat Yelena teringat dengan kabar sebelum ia pingsan. Semua rencananya hancur. Itu pasti akan digunakan sebagai alat untuk melawannya balik. Korn dan Ivan jelas akan membocorkan semuanya, dan Melin yang masih belum ada kabar itu pasti juga sama. Benarkah ia akan hancur besok? Secepat itu?


Tiba-tiba kepala Yelena terasa pusing lagi. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi besok, dan ia juga tidak memiliki rencana apapun untuk mengantisipasinya. Itu besok! Terlalu mendadak!


"Kenapa diam saja? Putus asa? Bahkan perasaan putus asamu tidak sebanding dengan apa yang ibuku rasakan."


Mendengar itu Yelena dan Ria sepontan menatap Aldrich.


"Jangan bicara lagi!!!" Yelena memegang kepalanya dengan erat. Semua kata yang Aldrich lontarkan membuatnya kembali teringat pada masa lalu, dan semua perasaan itu mengakibatkan kepalanya semakin pusing.


"Sepertinya kita harus memanggil dokter." Ria hendak menekan tombol untuk memanggil dokter, tapi ia berhenti saat mendengar suara Aldrich yang tertawa.


"Hahaha tante Ria, apakah sikap seperti ini sudah mendarah daging?"

__ADS_1


Ria bingung. "Apa maksudmu?"


"Sikapmu yang pura-pura peduli untuk mencari muka itu, sepertinya tidak bisa lepas ya."


"Mencari muka?"


"Kau itu juga bukan orang yang baik. Sebagai orang yang dulunya hanya kalangan biasa, pastinya kau bermimpi untuk menjadi orang kaya lewan keluarga Hamilton kan? Kau pura-pura peduli pada ayahku dan kak Matt saat mereka masih kecil untuk mencari muka di depan tuan Charles dan istrinya, agar kau dipandang sebagai orang baik kan? Dengan begitu uang akan lebih mudah mengalir padamu. Sampai saat ini pun, kau pura-pura peduli pada orang tua ini agar kau dipandang baik. Sifat yang menjengkelkan ya."


"Apa maksudmu? Aku tidak begitu!" Bentak Ria.


"Heh... Jika memang tidak seperti itu, kenapa kau mematuhi perintah orang tua ini untuk meracuni ibuku? Jika memang yang kau pedulikan adalah hubungan kekeluargaan seperti bualanmu itu, seharusnya kau akan membiarkan ibuku hidup sebagai bentuk dukungan pada ayahku yang sudah kau anggap seperti anak sendiri. Tapi tidak, kau lebih memilih berada di sisi orang jahat."


Ria terdiam dan menunduk lemah. Apakah itu benar? Ia sendiri juga tidak sadar sudah melakukannya.


"Hahaha tante Ria, kau itu jahat sekali ya. Memberikan obat pada orang tua ini karena kau tidak ingin disalahkan. Kau menunjuk si tua ini sebagai dalang dari semuanya, dan memberinya obat karena kau pikir dialah yang pantas menanggung semuanya. Lalu kau ini apa? Malaikat tidak bersalah? Lucu sekali."


"A-aku... Aku..." Ria gelagapan, semua yang dikatakan Aldrich itu benar.


"Kukira kau orang baik."

__ADS_1


Ria terkejut mendengar perkataan Aldrich. Nada bicara dan tatapan itu... Sama persis seperti ucapan Jeff padaku terakhir kali.


"Besok selain kejutan untuk keluarga Hamilton, aku juga menyiapkan kejutan untukmu. Hadiah ceria lainnya." Aldrich tersenyum sebentar, kemudian berjalan pergi.


__ADS_2