Anak Dari Dua Ceo

Anak Dari Dua Ceo
Membongkar Kelakuan Ria


__ADS_3

"Rahasia tersembunyi keluarga Hamilton?"


"Maksudnya apa nak?"


"Katakan dulu siapa kamu?"


Aldrich melipat tangannya dengan ekspresi serius. "Namaku Aldrich. Aku adalah anak dari Jeff Hamilton. Putra tertua keluarga Hamilton yang sudah meninggal."


Orang-orang semakin riuh. Mereka berebut pertanyaan setelahnya. Membuat suaranya terdengar seperti serangga pengganggu di telinga Aldrich.


"Jeff Hamilton? Siapa itu?"


"Tolong jelaskan lebih rinci."


"Kapan orang itu meninggal?"


Emma dan Matt yang melihat Aldrich dicecar pertanyaan membuat mereka khawatir. Kedua orang itu hendak mendekati Aldrich tapi langsung dicegah.


"Ini giliranku. Kalian cukup lihat saja." Ucap Aldrich tanpa menoleh kearah Emma dan Matt. Akhirnya mereka menurut dengan pasrah.


"Pertama-tama ada yang ingin kukatakan. Sedari lahir, aku memiliki pemikiran yang berbeda dengan anak-anak sebayaku. Orang-orang menyebutnya cerdas. Jadi jangan heran kalau aku bicara layaknya orang dewasa." Perkataan Aldrich di jawab anggukan kepala dari para wartawan. Anak cerdas sudah tidak asing lagi bagi mereka yang bertugas mengumpulkan berita.

__ADS_1


"Baiklah, untuk ceritanya kalian akan lebih paham jika mendengarkan penjelasan langsung dari narasumber." Aldrich mendekatkan alat perekam suara yang ia bawa pada mic dan mulai menyalakannya. Suara Ria pun terdengar setelah itu.


[Aku akan bercerita semuanya, termasuk mengenai masalalu Jeff yang kuketahui.]



"Cepat! Cepat! Lakukan pertolongan pertama!"


Suasana yang jauh berbeda terjadi di rumah sakit. Para perawat sibuk berlarian menuju kamar rawat Yelena, sementara Charles dan Ria hanya melihat dari luar ruangan.


Tadi setelah beberapa menit sosok Aldrich keluar diacara konferensi pers yang ditonton Yelena, wanita tua itu terlihat syok dan sesak nafas. Dokter yang datang berkata kalau Yelena mengalami serangan jantung. Melihat banyaknya dokter dan perawat yang hilir mudik dengan profesionalnya, Charles dan Ria memilih menunggu diluar.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan?! Kenapa suaramu ada disana?! Kalau begini, berita tentang Jeff akan diketahui publik." Bentak Charles pada Ria. Sebelum sang ibu serangan jantung tadi, Charles ikut menonton konferensi pers itu. Tapi tiba-tiba Aldrich menyalakan sebuah alat perekam suara yang terdapat suara Ria disana, dan beberapa detik kemudian ibunya terkena serangan jantung.


"Sudah jelas-jelas ada buktinya, masih bilang tidak tahu? Cih!" Charles duduk di kursi tunggu yang berada di lorong rumah sakit dan mengeluarkan ponselnya. Ia lanjut menonton acara konferensi pers itu dari siaran langsung di internet. Firasatnya mengatakan kalau akan ada fakta lainnya yang terbongkar.



Alat perekam yang dibawa Aldrich sudah selesai memutar seluruh percakapannya dengan Ria saat itu. Para wartawan sangat terkejut mendengarnya. Mereka sampai terdiam karena tidak tahu harus menanggapi apa, dan bertanya apa. Semuanya sudah jelas meskipun tanpa penjelasan.


"Ah! Timku yang pergi ke rumah sakit tempat nyonya Yelena dirawat, bilang kalau dia sedang kritis." Ucap salah satu wartawan yang terdengar oleh semua orang disana.

__ADS_1


"Karma? Menyeramkan sekali."


"Itulah balasan sudah bertindak jahat!"


"Benar dia pantas menerimanya."


"Semuanya dengarkan aku." Aldrich sedikit mengetuk meja di dekatnya, dan sukses menarik perhatian semuanya. "Sebenarnya kondisi nyonya Yelena yang sekarang, bukan sepenuhnya karena penyakit. Melainkan ulah salah satu anjing peliharaannya yang tidak ingin disalahkan, jadi menggigit nyonya Yelena untuk melindungi diri sendiri."


Semua orang saling lirik karena tidak paham apa maksud anak itu, termasuk Emma dan Matt yang ikut kebingungan.


"Tante Ria, apakah kau sedang menonton? Aku akan membantumu menjelaskan pada orang-orang tentang perbuatanmu beberapa hari terakhir."


Matt terkejut mendengar nama itu. Kurang ajar! Dia dalangnya?! Meskipun aku tidak menyukai nenek, tapi tidak kusangka orang itu berani mencelakainya. Bukankah mereka dekat? Keterlaluan sekali.


"Apakah maksudmu Aria Lita? Yang menjabat sebagai direktur operasional di perusahaan milik keluarga Hamilton?" Tanya salah satu orang, dan dijawab anggukan kepala dari Aldrich.


"Tante Ria awalnya membeli obat yang termasuk dalam golongan non-steroid anti-inflamation drugs, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Kemudian memberikannya pada nyonya Yelena untuk memperburuk kondisinya." Penonton tercengang, tapi Aldrich masih belum berhenti disana.


"Beberapa hari kemudian, tante Ria menjual perhiasannya untuk membeli obat yang lebih mahal, bahkan ada stempel khusus atas nama dirinya dari toko perhiasan itu sebagai bukti penjualan. Kebetulan di toko obat kedua ini sedikit ketat, sehingga pembeli harus menyertakan tanda tangan. Aku memiliki buktinya disini." Aldrich mengangkat sebuah kertas dengan tanda tangan Ria disana.


Bagus, ide Popol dengan cara menghipnotis penjaga toko obat itu untuk mengambil bukti tanda tangan dan ditukar dengan yang palsu ternyata cukup efisien. Bahkan pegawai itu tidak sadar. Ternyata keahlian Popol dalam menghipnotis orang juga bagus digunakan untuk kebaikan. Sepertinya dia harus cepat bertobat dan berhenti menghipnotis orang di terminal.

__ADS_1


Untuk tante Ria, pasti tidak sadar kalau stempel resminya kuambil. Hahaha, menurutnya kenapa saat itu aku mengajak ngobrol di dalam mobil? Tentu saja untuk mengambil benda itu.


Semua bukti yang dibawa Aldrich dipotret dengan gila oleh para wartawan. Mereka tidak ingin kehilangan berita semenggemparkan ini. Bahkan mungkin saja dunia bisnis internasional yang bekerjasama dengan keluarga Hamilton juga akan goyah.


__ADS_2