
Aldrich memasuki sebuah mobil yang sudah terparkir di depan rumah Emma menunggunya. Saat sampai di dalam, Popol langsung memberikan beberapa kertas pada Aldrich. Sementara itu, paman Tong yang berada di balik kemudi dengan cepat menginjak pedal gas dalam-dalam, meninggalkan rumah Emma.
"Seperti yang sudah ditebak, bibi tua itu pergi ke salah satu toko obat pinggir kota, dan membeli sesuatu. Semua buktinya ada di dalam tas ini." Popol menyerahkan sebuah tas hitam pada Aldrich.
"Bagus. Aku akan membawanya."
Popol melihat tangan Aldrich dan menunjuk sebuah benda disana. "Itu apa?"
"Oh ini alat perekam. Untuk memeriahkan suasana."
"Bagus sekali bukan? Bersenang-senanglah di hari ulang tahunmu." Ucap paman Tong, yang membuat Aldrich tersadar.
Ah benar juga. Ini adalah hari ulang tahunku
"Kapan hari ulang tahunmu? AKU AKAN MEMBUAT ACARA MEWAH UNTUK ULANG TAHUNMU HAHAHA."
Aldrich tersenyum saat mengingat kembali perkataan Emma. Bagiku, ini acara termewah sepanjang hidup.
Mobil yang rombongan Aldrich tumpangi melaju dengan cepat. Rambu-rambu lalu lintas sudah tidak dihiraukan lagi oleh paman Tong. Beberapa kali mereka mendapat umpatan dari pengguna jalan, tapi itu tidak bisa memberhentikan laju mobilnya. Dengan melewati beberapa jalan tikus, akhirnya gedung yang dituju sudah menunjukkan wujudnya.
◌
"Keluarga Hamilton ternyata kejam ya. Bahkan memaksa beberapa orang dengan ancaman. Mengerikan sekali." Orang-orang yang berada di ruang tempat konferensi pers diadakan, mulai saling bisik dengan opini mereka masing-masing.
Emma kembali bicara, dan pastinya menarik perhatian semua orang. "Tapi ini bukan sepenuhnya salah orang-orang dari keluarga Hamilton. Contoh makhluk disampingku ini." Emma menepuk bahu Matt, dan membuat semua orang tertawa dengan panggilan itu. "Benar, Matt adalah satu-satunya orang dari keluarga Hamilton yang berpikiran berbeda. Dia tidak ikut serta menjatuhkanku, malah membantuku untuk mencari bukti. Terimakasih."
__ADS_1
Prok! Prok! Prok!
Semua orang bertepuk tangan sebagai bentuk terimakasih juga pada Matt. Dan lagi-lagi mereka kembali saling bisik.
"Eh kalau dipikir-pikir, nona Emma terlihat cocok ya dengan tuan Matt."
"Aku juga berpikir hal yang sama."
"Jangan-jangan mereka memang pasangan?"
"Kyaaa kalau itu benar, berarti manis sekali. Tuan Matt sengaja menentang keluarganya demi nona Emma."
"Satu pertanyaan lagi." Tiba-tiba seorang wartawan mengangkat tangannya. "Keluarga Hamilton memang tidak dilaporkan oleh pihak berwajib oleh nona Emma. Tapi karena berita ini sudah tersebar, mereka pasti akan mendapat sanksi sosial dan membuat beberapa kerjasama hancur. Apakah ada rencana untuk mengubah tatanan keluarga? Mengganti pemimpin? Dan membuat sistem yang lebih baik? Tuan Matt, apakah anda yang akan jadi penerusnya? Apakah salah jika saya berpikir kalau ini mungkin saja keributan yang sengaja dibuat oleh anda, demi mempercepat perpindahan pemimpin keluarga?"
Mendengar itu semua orang terdiam. Kata-kata wartawan itu ada benarnya.
"Sebenarnya, dari awal aku bukanlah pewaris sah yang ditunjuk oleh nenekku. Jadi aku tidak pernah berpikir kalau suatu saat bisa memimpin keluarga Hamilton."
Setelah Matt berkata begitu, semua orang langsung terkejut sekaligus heran. Bukankah keluarga Hamilton hanya memiliki satu anak? Lalu siapa pewaris lainnya?
"Kalau bukan anda, siapa lagi kandidat pewarisnya? Kedepannya siapa yang akan memimpin keluarga Hamilton?"
Matt mencengkram tangannya kuat-kuat. Apakah ia harus menceritakan semuanya? "Pewaris keluarga Hamilton sebenarnya adalah-"
"AKU!!!"
__ADS_1
Teriakan yang menggema itu menarik leher semua orang untuk menoleh kearah sumbernya. Di pintu masuk ruang konferensi pers terdapat seorang anak yang berdiri dengan ekspresi angkuh.
"Al?" Gumam Emma tidak percaya.
"Siapa itu?"
"Anak kecil?"
Aldrich berjalan dengan santai kearah Mat, seolah tidak peduli dengan tatapan heran orang-orang yang berada di sana.
"Aldrich bagaimana kamu-" Belum sempat Matt menyelesaikan kalimatnya, Aldrich lebih dulu merebut mic di tangannya.
"Semuanya, perkenalkan, namaku Aldrich Hamilton."
HAH?!
Semua orang terkejut termasuk Emma dan Matt. Mereka memang sudah tahu kalau Aldrich adalah bagian dari keluarga Hamilton, tapi apa maksudnya berkata seperti itu di depan banyak orang sekarang?
Pewaris? Aldrich mencalonkan diri sebagai pewaris keluarga Hamilton?! Emma menggigit jarinya kebingungan.
"Dia bilang Hamilton? Siapa anak itu?"
"Kalau tidak salah ingat, bukankah itu anak yang selalu bersama nona Emma ya? Apa jangan-jangan dia anak nona Emma dan tuan Matt?"
"Iya juga ya."
__ADS_1
"Kalian semua salah." Aldrich tersenyum sebentar, lalu menumpahkan isi tas hitam yang ia bawa keatas meja. "Mari kita lihat rahasia tersembunyi keluarga Hamilton yang lainnya."