
Hari sudah sore , Shila pun sudah pulang ke rumah namun tidak di antar Vero karena Vero masih ada kerjaan , jadi Shila hanya di antar sopir saja .
Shila sedang merebahkan tubuh nya di atas sofa sambil menonton drama kesukaan nya . Tiba - tiba Shila mendengar rengekan Joy yang baru pulang sekolah .
"Mami.. hiks " rengek Joy menghampiri mami nya .
"Joy ada apa ? kenapa menangis ." Shila terkejut ketika Joy langsung memeluk nya .
"Hiks.. Mami ." Shila mengusap punggung Joy yang memeluk nya itu .
"Joanna ada apa dengan adik mu ? kenapa menangis ." Joanna yang di tanya seperti itu hanya menaikan kedua pundak nya .
"Tidak tahu mami , Joy nya saja yang manja ! Ayo Jolie kita ke kamar ." Joanna dan Jolie melangkah pergi ke kamar nya di lantai atas .
"Sayang , anak mami paling tampan kenapa ? ada yang nakal di sekolah? " Joy hanya menggeleng ketika mendapat pertanyaan itu . Shila pun jadi bingung harus bagaimana .
"Cup, cup ,cup kesayangan mami paling tampan sini duduk di pangkuan mami ." Shila mendudukkan Joy di pangkuan nya .
"Ada apa sayang kenapa nangis?"
"Mami pokok nya aku mau adik cowok mami ." Shila terbelalak mendapat jawaban dari Joy yang meminta adik cowok .
"Eh, mami kira kamu kenapa ! mami gak bisa janji sayang ."
"Mami bilang sama adik di dalam , nanti keluar nya harus cowok , titik! pokok nya aku mau cowok mami ." Shila membulatkan kedua bola mata nya mendengar ucapan Joy barusan .
"Kalau keluar nya cewek bagaimana ? "
"Masukin lagi aja mami ."
"Eh, dasar ini anak . Kamu pikir barang yang bisa di masukin lagi ke dalam dus ketika tidak cocok ." Shila hanya menggeleng ketika mendengar ucapan Joy .
"Sayang .. Cowok atau cewek itu sama aja yang penting kamu punya adik kan !"
"Tidak mau , pokoknya aku mau cowok mami ..hiks ." Joy terus merengek .
"Mami tahu , aku di ledek di sekolah tadi teman - teman ku bilang aku banci , karena aku di ikuti terus sama kakak juga Stella . Mami .. aku mau adik cowok biar ada teman bermain bola bukan nya bermain boneka !" Shila tersenyum mendengar celotehan Joy , Shila kembali memeluk Joy dalam dekapan nya .
"Sudah jangan menangis, justru kamu seneng dong di kelilingi cewek - cewek cantik ."
__ADS_1
"Seneng apa nya mami , mami tahu aku hampir saja menjadi anggota cheerleader! Aku kan cowok mami dan satu lagi tubuh ku pendek aku selalu di ledek mami , aku mau belajar basket biar tinggi mami ."
"Iya, iya , uh cup, cup, cup anak mami paling tampan , nanti belajar basket ya sama papi biar nanti jadi cowok keren , tinggi , yang di kejar - kejar sama cewek ."
"Hu,um " gumam Joy sambil mengangguk .
"Udah dong jangan nangis lagi nanti tampan nya ilang ."
"Tapi janji mami ya adik cowok ."
"Hu,um ."
Joy terus memeluk Shila sampai tangisan nya reda . Entah kenapa akhir - akhir ini anak tampan nya itu selalu manja dan cengeng .Dan lagi - lagi merengek meminta adik cowok . Yah, mungkin Joy butuh teman karena kebanyakan di rumah ini adakah cewek , apalagi Vero yang selalu sibuk dengan kerjaan nya tidak pernah ada waktu untuk Joy .
"Eh, tidur kaya nya ." ucap Shila yang sudah tidak mendengar tangisan Joy lagi .
"Maura ." panggil Shila , Maura pun menghampiri nya .
"Iya nyonya."
"Tolong siapkan makanan untuk Jolie dan Joanna ."
"Tidak usah Maura ! biarkan saja seperti ini dulu takut nya nanti bangun , kamu siapkan saja makanan untuk Jolie dan Joanna ya." titah Shila , Maura pun pergi ke belakang untuk menyiapkan makanan untuk Joanna dan Jolie.
Shila membiarkan Joy dalam dekapan nya , Shila tersenyum bahagia ketika memeluk Joy seperti ini ,dulu mereka masih kecil - kecil sekarang sudah sebesar ini dan sudah berat juga kalau di gendong .
"Sayang ." Seruan Vero yang baru saja pulang .
"Mas, sudah pulang ."
"Kenapa dengan Joy ?" tanya Vero yang sudah duduk di samping Shila .
"Entahlah mas, pulang sekolah tiba - tiba merengek minta di peluk."
"Kenapa ? ada yang nakal di sekolah nya ?." Shila hanya menggeleng.
"Bukan Mas, tapi merengek minta adik cowok ." ucap Shila di iringi dengan senyuman .
"Ya ampun Joy , ini anak selalu itu yang di bahas."
__ADS_1
"Joy , jadi manja deh Mas ! Apa karena mau punya adik ya , jadi manja gini ."
" Mungkin , kamu kan tahu Joy tidak mau punya adik , tapi gimana lagi kan sudah terlanjur . Semoga saja nanti adik nya sudah lahir Joy tidak manja lagi ." ucap Vero yang mengelus lembut punggung Joy .
"Dia , tidur ? " tanya Vero Shila pun mengangguk sebagai jawaban.
"Sini ,biar aku yang gendong . Awas nanti kena perut kamu sayang ." Vero mengambil alih Joy dalam pangkuan nya karena takut menekan perut Shila yang sudah mulai membuncit .
"Kamu tidak apa - apa , sakit tidak ?" Vero mengelus lembut perut Shila .
"Nggak Mas, Ya udah kita bawa Joy ke kamar ya Mas , sini tas nya biar aku bawa ." Shila mengambil tas kerja Vero lalu kedua nya sama - sama berjalan menuju kamar Joy , tak lupa juga Vero selalu menuntun Shila saat berjalan walaupun sekarang sedang menggendong Joy .
Sesampai nya di kamar Vero menurunkan Joy dalam pangkuan nya perlahan menidurkan Joy pada kasur empuk nya . Joy begitu terlelap sampai tidak terbangun wajah chubby nya pun begitu terlihat saat tidur .
"Mas, jangan terlalu sibuk kalau ada waktu bermainlah dengan Joy , dia bilang ingin latihan basket biar tinggi kaya papi nya ." Vero tersenyum mendengar ucapan Shila yang barusan .
"Jangankan basket soal bercinta pun aku akan ajarkan ." timpal Vero yang tergelak .
"Mas, mulai lagi deh !! ."
"Bercanda sayang , abis Joy lucu banget kenapa tiba - tiba mau belajar basket ."
"Lucu ya Mas, tampan Uh, gemes nya ." Shila memandang wajah Joy yang sedang tertidur .
" Siapa dulu dong papi nya." ucap Vero dengan bangga .
"Iya , papi nya tampan sampai membuat anak nya iri ." cibir Shila di iringi tawa .
"Mas , kita keluar aja yuk nanti Joy kebangun lagi , biar nanti saya suruh Maura untuk menggantikan pakaian Joy ." Ucap Shila yang berdiri dari duduk nya . Melihat Shila berdiri Vero langsung merangkul tubuh Shila membuat nya terkejut .
"Eh, Mas ngagetin aja deh , turunin ." pinta Shila agar Vero menurunkan nya .
"Sekarang biar mami nya yang di gendong , kasihan kalau jalan terus nanti baby kita capek ." Vero langsung membawa Shila ke kamar nya .
"Aku mau kamu sayang ." Shila terbelalak mendengar ucapan Vero .
"Ih , Mas tadi siang kan sudah ."
"Itu beda lagi sayang .. mumpung gak ada yang mengganggu ." Ucap Vero yang tersenyum penuh arti . Sesampai nya di dalam kamar Vero langsung menurunkan Shila di atas ranjang king size nya . Shila hanya pasrah ketika suami nya meminta jatah , padahal baru tadi siang mereka melakukan nya namun Shila senang bisa membuat suaminya bahagia. Akhir nya mereka melakukan lagi kegiatan ekstrim yang menguras tenaganya .
__ADS_1