Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 69


__ADS_3

Prangg...


Semua orang yang ada di ruangan tengah tersentak melihat beberapa barang yang terlempar , melayang di udara lalu hancur . Tidak ada seorangpun yang berani berbicara atau pun menghentikan amarah seorang laki - laki di depannya , siapa lagi kalau bukan Tuan muda .


Semua pelayan hanya bisa diam dan ketakutan melihat Tuan nya marah ! Alvin pun tidak bisa menghentikannya , keadaan rumah saat ini sangat kacau dan berantakan . Kemarahan Vero semakin memuncak ketika mendengar istri nya hilang entah kemana ? dan entah siapa yang sudah membawanya.


"Penjaga segini banyaknya ... pelayan juga , apa tidak ada satu pun yang bisa menjaga istri saya ."


Bentakan Vero membuat semua pelayan terdiam . Tidak ada satu pun yang berani menjawab mereka hanya bisa pasrah apa pun yang akan di lakukan oleh Tuan nya .


"Saya bayar kalian semua untuk menjaga istri saya , apa begitu susah nya menjaga istri saya ? menjaga satu orang di rumah ini ? "


"Hei , kalian .. " tunjuk Vero pada ajudan - ajudannya . " kenapa kalian masih diam di sini .. cepat pergi cari istri saya sampai dapat ." teriakan Vero membuat para ajudan tersentak , dalam seketika para ajudan bubar , berlari berhamburan keluar rumah untuk mencari Shila .


Sedangkan Vero masih diam berdiri menahan amarah nya yang semakin memuncak . Menatap para pelayan yang menunduk ketakutan , tidak ada satu pun yang berani mendongakkan kepalanya .


"Jessica ." ucap Vero menatap tajam Jessica , Namun Jessica tak berani menatap Tuan nya itu . Karena tatapan itulah yang mereka takutkan .Selama bekerja dan mengabdi pada keluarga wallandou baru kali ini semua nya melihat amarah Vero yang sebenar nya .Benar - benar menakutkan ! dan hanya Delia Lah yang bisa meredahkan amarah putra nya itu . Namun sayangnya Delia tidak ada disini .


"Jessica ." sontak Jessica langsung mengangkat kepalanya yang tadi masih menunduk . Bentakan Vero membuat nya takut , tubuh gemetar, hati gelisah , gugup itulah yang di rasakan Jessica saat ini .


"Saya bicara pada mu , apa kau dengar ? "


"Maaf Tuan muda , saya salah .. saya tidak bisa menjaga Nyonya muda , saya siap menerima hukuman apapun yang anda berikan Tuan ." dengan mata terpejam , Jessica begitu lantang berbicara pada Tuan nya itu walau tubuh gemetar dan merasa ketakutan .


"Saya ada di depan anda , bila berbicara tatap saya ." Jessica terbelalak ketika mendengar bentakan Vero untuk kesekian kali nya .


"Kamu yakin siap menerima hukuman apapun ? Baik , dengarkan baik - baik perkataan saya, Kalau istri saya terluka nyawa kalian sebagai gantinya ." Semua pelayan terbelalak mendengar ucapan Vero yang begitu menusuk . Tubuh mereka seketika lemas rasa nya tidak ada lagi semangat untuk hidup .


Semua ada konsekuensi nya , ya itulah yang harus siap mereka terima saat bekerja untuk keluarga wallandou . Gajih yang besar resiko nya juga besar seperti sekarang ini , Namun kali ini nyawa merekalah yang terancam .


Semua pelayan berdo'a , berharap Shila tidak terluka dan dia akan baik - baik saja . Ya .. itulah yang mereka harapkan sekarang .


Vero melangkah pergi ke ruang kerja nya yang di ikuti oleh Alvin untuk mengecek cctv . Jessica bernafas lega saat Vero meninggalkannya begitu juga pelayan yang lain . Jessica langsung menghubungi Delia berharap Delia segera kembali. karena hanya Delia lah yang bisa meredahkan amarah Tuan nya itu .


****


Di tempat lain , seorang pria duduk santai sembari bersandar pada dinding sofa , mata nya tertuju pada seorang wanita yang tertidur di atas tempat tidur .


Pria itu melangkah menghampiri wanita itu lalu duduk di bibir ranjang sembari tersenyum , jari jemarinya mengelus lembut pipi mulus wanita di hadapan nya .

__ADS_1


Perlahan wanita itu pun mengerjapkan matanya , menyapu pandangan pada setiap sudut kamar sampai ekor matanya tertuju pada seorang pria yang ada di hadapannya , wanita itu pun terbelalak ketika mendapat seorang pria yang menyentuh wajah nya . Pria itu tersenyum manis lalu berkata


" Halo ,baby ."


Reflek wanita itu terbangun , menjauhkan tubuh nya dari pria itu . Dan kembali menyapu pandangan setiap sudut kamar . Melirik ke kanan dan ke kiri memastikan bahwa ini adalah kamar nya namun semua berbeda itu bukanlah kamar nya .


"Dimana aku ." ucap nya demikian .


"Sayang , kau ada di rumah ku sekarang ." sahut pria itu .


"Vicky ."


"Rupa ya kau masih ingat dengan nama ku .. Shila ku tersayang ." ucap pria itu yang mencoba menyentuh tubuh Shila namun Shila langsung menampar nya .


"Jangan pernah menyentuh ku ." ucap Shila penuh penekanan .


"Kau belum berubah , masih sama seperti dulu ! Shila.. Shila.. kau masih saja jual mahal pada ku . Apa hebat nya laki - laki itu di bandingkan dengan ku ? Harta ? rumah ? perusahaan ? apalagi ? kalau kau menginginkan itu aku punya semua nya . Aku akan berikan semua nya untuk mu asal kau menjadi milik ku ."


"Tidak sudi aku harus hidup bersama laki - laki macam seperti mu ." sahut Shila .


Vicky menyeringai ketika mendengar ucapan Shila . Ini bukan satu atau kedua kali nya Shila menghina dan merendahkan nya , Namun itulah yang dia suka. Shila berbeda dengan wanita lain yang tak mudah untuk mendapatkan hati nya .


Arghh..


Teriak Vicky kesakitan saat Shila menendang bagian yang terpenting dalam hidup nya . Shila menendang kejantanannya saat Vicky ingin mencium nya dan itu membuat Vicky kesakitan.


"Argh.. sial ." ucap Vicky demikian


"Jangan harap kamu bisa menyentuh ku ." ucap Shila penuh penekanan dengan sorot mata yang tajam . Shila tidak pernah melupakan kejadian masalalu nya yang dimana Vicky hampir memperkosa nya . Dari situ lah Shila sangat membenci nya tidak ingin lagi bertemu apalagi mengenal laki - laki di hadapannya . Namun takdir berkata lain Shila harus bertemu dan melihat lagi laki - laki biadab macam Vicky .


"Kesabaran ku sudah habis ." ucap Vicky .


"Kamu pikir kamu wanita polos dan suci , kamu seakan - akan jijik melihat ku. Sudahlah .. jangan berpura - pura , aku tahu kamu pernah tidur dengan laki - laki itu lalu hamil agar laki - laki itu menikahi mu kan ? kamu tidak ada beda nya dengan wanita lain murahan ! .


Prakk..


Satu tamparan mendarat mulus di pipi kiri Vicky . Shila tak terima dengan ucapan yang di lontarkan Vicky membuat nya geram dan langsung menampar nya .


" Jangan asal ngomong kamu ya ? jaga ucapan mu . Aku bukan wanita seperti yang kamu pikirkan ". sahut Shila geram.

__ADS_1


" O..ya , kalau begitu kita buktikan , apa kamu bisa lari dari ku ". Vicky tersenyum licik . Sembari mendekati Shila . Namun Shila mundur perlahan semakin Vicky mendekat Shila semakin mudur .


"Namun aku sarankan lebih baik kamu nurut saja pada ku , kamu tenang saja aku tidak akan menyakiti mu . Aku hanya ingin menikmati tubuh mu bila perlu kau melahirkan anak - anak ku ."


"Bajingan ." ucap Shila dan


prakk..


Shila kembali memberikan tamparan yang kedua kali nya . Lalu Shila turun dan berlari ke arah pintu kamar untuk keluar namun gagal pintu itu terkunci .


Shila berbalik ke arah Vicky yang mulai mendekati nya . Perlahan Shila berjalan mundur sampai langkah nya terhenti di ujung tembok membuat nya tak bisa berjalan mundur lagi .


Sedangkan Vicky mulai mendekat dengan senyum sinis nya , Shila melirik ke kanan dan kiri mencari sesuatu yang bisa dia jadikan senjata untuk melindungi nya . Sampai akhir nya ekor mata Shila tertuju pada sebuah pas bunga yang terdapat di atas nakas samping dirinya berdiri . Shila mengambil pas bunga itu dia pegang erat - erat sampai tibanya Vicky mendekat dan ingin menyentuh tubuh nya Shila segera menjalankan aksi nya.


Bugh..


Shila berhasil memukul wajah Vicky dengan pas bunga itu sampai pelipis nya berdarah . Vicky melirik ke arah Shila menatap nya tajam , tangan kiri nya menyentuh pelipis nya yang berdarah . Vicky menyeringai melihat darah di tangannya sepertinya amarah Vicky memuncak dan itu karena Shila .


"Terserah , kau mau melakukan apa , kamu tidak akan bisa pergi dari sini mulai sekarang kamu sudah menjadi milik ku ." ucap Vicky demikian


"Kamu pikir kamu siapa ? melarang ku untuk pergi dari sini . Sampai kapan pun aku tidak sudi tinggal bersama kamu dan sekarang lepaskan aku biarkan aku pergi ."


"Jangan harap . Perlu kamu tahu aku sudah membeli mu dengan harga mahal ."


"Kamu pikir saya barang ,bisa di jual beli biadab kamu Vicky aku tidak akan pernah mau memaafkan mu ."


"Terima saja kalau hidup mu hanya untuk ku , selamat bertemu nanti malam berdandan lah yang cantik kita akan melewati malam bersama ." Vicky menyeringai lalu pergi meninggalkan Shila di dalam kamar dan menguncinya .


Shila tidak bisa keluar karena tidak ada jalan lain selain pintu itu , Shila benar - benar ketakutan , kejadian yang menimpa nya dulu akan kembali terjadi . Shila tidak akan membiarkan Vicky menyentuh tubuh nya lagi .


Namun Shila teringat perkataan Vicky . Siapa yang telah tega menjual nya pada laki - laki seperti Vicky .


...----------------...


Redan Bagaskara



Emran Vicky Prayoga

__ADS_1



__ADS_2