Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 133


__ADS_3

Di sebuah kantin terlihat tiga anak kembar yang sedang asik makan , mereka begitu lahap sekali sampai suara bersendawa pun terdengar .


Euuuuhghhhhh..


"Kenyang nya... " ucap Joy , sembari menyenderkan tubuh nya pada kursi .


"Makanan nya enak juga ya !" timpal Joanna .


"Aku , mau nambah lagi ."


"Jolie ... " teriak Joy dan Joanna kompak , namun Jolie hanya nyengir kuda . Jolie sudah menghabiskan 3 mangkok bakso bagaimana mungkin nambah lagi apa tidak kenyang ! . Dasar si perut karet .


"Hei , gimana ya papi ? Apa sudah baikan dengan mami ? " Joanna membayangkan bagaimana keadaan papi nya di dalam sana.


"Apa kita kembali saja ? kasihan kan kalau papi di marahi mami ." timpal Jolie .


"Biarkan saja papi menyelesaikan nya dulu , aku belum siap di marahi mami ." celoteh Joy


"Joy , berani berbuat harus berani tanggung jawab ." sindir Joanna .


"Baiklah kalau begitu kita kembali ke kamar papi , ayo ." Joy langsung turun dari kursi nya mengajak kedua kakak nya untuk kembali ke kamar rawat papi nya . Namun tiba - tiba ada yang menghentikan langkah mereka.


"Tunggu ." seru seorang ibu penjaga kantin .


"Kalian mau kemana ? Mau kabur ya ? bayar dulu ." gertak si ibu kantin .


Joanna , Jolie , dan Joy pun saling pandang lalu menyengir kuda ke si ibu kantin . " Maaf , bu kami tidak bawa uang ." ucap nya demikian.


Sontak si ibu kantin pun jadi emosi dan marah , anak ini sudah makan tidak mau membayar kalau di lihat penampilan nya oke , sangat berkelas seperti nya mereka anak dari seorang pengusaha namun hati si ibu bagai di sambar gledek , masa bayar makan saja tidak mampu.


"Bagaimana ini ,lihatlah mata nya begitu menyeramkan . "


"Apalagi kamu Jolie makan begitu banyak , jadi kau yang harus membayar ."


"Kok aku , kalian juga kan sama , sama - sama makan kenapa hanya aku yang membayar ."


Joanna dan Jolie saling berbisik , namun tidak dengan Joy mata nya menyapu setiap sudut ruangan kantin , otak nya berputar sedang mencari ide , untuk menyelesaikan masalah nya , bagaimana cara nya membayar , kalau bilang mau ambil uang dulu tidak mungkin si ibu kantin mengizinkan pergi , Joy begitu pusing .

__ADS_1


"Kenapa kalian diam ! ." bentak si ibu kantin dengan kedua tangan bersedekap dada , mata nya begitu tajam menatap , tubuh besar nya menambah ketakutan .


"Begini bu ,orang tua kami ada di kamar rawat , bagaimana kalau kami pergi dulu menemui orang tua kami setelah itu kami akan kembali lagi dan membayar ." Joanna mencoba bernegosiasi .


"Tidak , nanti kalian kabur lagi ." ucap si ibu kantin sambil mendelik .


Bagaimana ini ? Joy apa kau sudah dapat ide ." bisik Joanna , Joy hanya menggeleng berarti itu tanda nya Joy belum mendapatkan ide .


Sambil berpikir ,mata Joy terus menyapu pandangan nya ke semua sudut berharap menemukan seseorang yang dapat membantu nya . Dan benar saja tuhan berpihak pada nya kali ini , senyum Joy mengembang ketika melihat Alvin yang berjalan bersama dokter Indra lalu duduk di salah satu meja kosong . sepertinya Alvin adalah seseorang yang di kirim tuhan untuk nya .


"Ibu lihat disana itu adalah paman kami , ibu tagih saja pada paman itu dia pasti akan membayar nya ." tunjuk Joy pada Alvin di ujung sana .


"Apa benar dia itu paman mu ? Aku tidak percaya , kalian pandai berbohong ." si Ibu penjaga kantin menyipitkan mata nya tajam .


"Kalau ibu tidak percaya tanyakan saja, nama paman itu paman Alvin , dia pasti mengenali kami bilang saja three J alias triple J anak kembar yang menggemaskan ." ucap Joy yang memperlihatkan kegemasan nya .


"Baiklah , tapi awas saja kalau kalian bohong ." ancam si Ibu penjaga kantin ,lalu melangkah pergi menuju meja yang di duduki Alvin dan Indra .


Alvin sedang berbincang - bincang bersama indra , tiba - tiba si ibu penjaga kantin mendekat ." Permisi dengan bapak Alvin ? " tanya si ibu .


Alvin pun mengerutkan dahi nya sedikit menyipitkan mata nya melirik ke arah si ibu yang berdiri di samping nya . Alvin keheranan kenapa si Ibu ini bisa tahu nama nya .


"Ini , pak tagihan yang harus bapak bayar ." Alvin dan Indra terkejut lalu saling pandang , baru saja duduk sudah di tagih pembayaran apa maksud nya.


" Maaf , Ibu mungkin salah orang , saya dan teman saya baru saja duduk belum memesan apa pun kenapa saya di suruh membayar ."elak Alvin , yang tidak terima , karena memang Alvin belum memesan apa pun tiba - tiba di suruh membayar .


Si ibu kantin pun teringat dengan ucapan si kembar bahwa paman ini akan mengenali mereka dengan menyebut nama nya saja ." Ini memang bukan tagihan untuk bapak ,tadi ada tiga anak yang makan di sini mereka belum membayar dan mereka bilang bapak adalah paman nya , kalau gak salah namanya three J , alias triple J yah, itu nama nya ." seketika tubuh Alvin jadi melemas ,ini pasti ulah tiga anak bos nya itu siapa lagi kalau bukan mereka , Alvin hanya bisa menghela nafas nya kasar .


"Memang nya berapa ? "


"Dua ratus ribu ." Alvin terbelalak ketika mendengar total yang harus di bayar , itu bocah rakus amat makan segini banyak nya makan apa saja ? padahal ini kantin makanan tidak ada yang aneh dan tidak terlalu mahal .


Alvin kembali menghela nafas , anak bos nya itu selalu saja membuat masalah , seperti sekarang mereka yang makan tapi Alvin yang membayar .


"Baiklah , saya yang akan bayar sekalian buatkan kami minuman , " titah Alvin pada si ibu kantin . Ibu kantin pun mengangguk lalu pergi membuatkan minuman untuk Alvin .


Sedangkan di dalam kamar Vero masih diam dan pasrah ketika Shila meluapkan emosi nya , Shila benar - benar marah bagaimana bisa anak dan suami nya sekongkol menjalankan sandiwara konyol untuk membohongi nya , sedangkan Shila begitu panik ketika mendengar suami nya kecelakaan .

__ADS_1


"Mas , kamu pernah mikir gak sih ! seberapa panik nya aku saat dengar kamu kecelakaan , aku itu khawatir banget sama kamu , aku tidak peduli dengan kehamilan ku yang aku pikirkan saat itu hanyalah kamu , tapi apa yang kamu lakukan ternyata semua itu dusta , semua itu bohong , tega kamu ya Mas ."


"Sayang .. " Vero mencoba meraih tangan Shila , namun belum sempat meraih Shila sudah menepiskan tangan nya seraya memalingkan wajah nya .


"Aku minta maaf , aku salah tapi aku terpaksa melakukan ini , agar kamu mau berbicara pada ku , sayang .. hari ini aku benar - benar bingung , kenapa sikap kamu berubah , sayang .. kalau kamu pikir aku ada hubungan sama Elin itu tidak mungkin , dan tidak akan pernah terjadi , aku mohon.. jangan marah lagi kamu percaya sama aku kan sayang ." kali ini Vero berhasil menggenggam lembut tangan Shila , begitu juga Shila yang membiarkan tangan nya di sentuh suami nya . Perlahan hati Shila pun mulai luluh , memang Shila tidak bisa berlama - lama marah pada suami nya ini , namun karena gengsi Shila tetap menunggu suami nya untuk meminta maaf terlebih dulu .


"Sayang .. kamu maafin aku kan ?" Shila pun mengangguk , membuat senyum Vero mengembang .


"Tapi jangan di ulangi lagi ya Mas ."


"Iya ,"


"Terus foto itu ? "


"Foto itu sudah aku buang , bersama laptop - laptop nya , aku tidak ingin melihat lagi laptop itu apalagi foto itu ." ucap Vero yang membuat Shila malah menangis .


"Mas , kok di buang laptop nya ."


"Kenapa sayang aku bisa beli yang baru ,lagian laptop itu pasti sudah di sentuh Elin ,pasti dia yang sengaja menyimpan foto - foto itu di laptop ku , "


"Ih..ih..Mas , ko di buang di dalam laptop banyak foto - foto kita waktu di jepang dan mau aku print , kamu malah buang aku kan gak punya foto nya lagi , hiks.. ." Shila menjadi manja seperti anak kecil , hanya masalah foto Shila sampai merengek .


"Sayang , kamu jangan nangis gini , soal foto tenang , jangan khawatir aku masih memiliki nya , kita bisa ngeprint nya nanti aku akan cuci sebanyak - banyak nya , kita pajang di setiap sudut rumah ya ! Jadi jangan nangis lagi ya sayang ."


Vero mengusap lembut pipi mulus Shila yang basah karena air mata .


"Benerkan Mas , kamu masih ada foto nya ."


"Hu,um ."


"Sudah , jangan nangis ."


"Tapi , aku gak bisa berhenti nangis Mas , air mata ku terus mengalir hiks...." ucap Shila manja , karena Shila tidak bisa berhenti menangis Vero menghentikan tangis istri nya itu dengan cara nya sendiri .


Cup ,


Vero mendaratkan bibir nya di atas bibir Shila , mengecup lembut bibir ranum istri nya itu , dan benar saja itu bisa membuat tangis Shila mereda.

__ADS_1


Semakin dalam ciuman yang di berikan , kedua insan ini lupa bahwa mereka ada di rumah sakit yang bisa saja ada orang lain yang melihat dan masuk tanpa mengetuk pintu , namun karena kedua nya sudah terbuai asmara , meluapkan kerinduan yang membuat kedua nya jauh karena emosi belaka kini Vero dan Shila mengobati rasa rindu itu , tanpa mereka sadari ada yang mengintip di balik pintu .


__ADS_2