
Tissa dan Rani belum menyerah , setelah kemarin diusir dari rumah Shila. Rani dan Tissa kembali ke perusahaan dan membuat kekacauan. Tapi aksi nya terhenti karena perusahaan di jaga dengan ketat dan membuat Rani tidak bisa masuk ke dalam perusahaan.
Rani dan Tissa pun sangat marah hidupnya kini kembali ke hidupnya yang dulu miskin bahkan tak punya apapun .
Hidup Rani yang dulu kaya karena harta Adithama yang dulu dia ambil paksa sekarang semua sudah kembali menjadi milik Adithama seutuhnya .
Rani dan Tissa kini tak punya tempat tinggal , mereka hanya luntang - lantung di jalanan . Bingung harus kemana bahkan uang 100 milyar pun kini hanya bayangan saja .
Tapi , itu semua tidak membuat Rani dan Tissa jera , apalagi menyadari kesalahannya . Justru perlakuan Shila terhadap nya menambah kebencian Rani pada Shila , membuat Rani semakin benci dan akan membalas dendam.
"Ma, kita harus kemana ? sudah dua hari kita luntang - lantung di jalanan ma , aku gak bisa seperti ini ." ujar Tissa yang duduk di trotoar jalanan bersama Rani .
"Kamu pikir mama juga mau hidup kaya gini , ini semua karena anak sialan itu , aku tidak akan memaafkan mereka terutama Shila ." ucap Rani menyimpan dendam.
"Ini bukanlah akhir hidup kita , aku tidak akan mati sebelum melihat kau mati Shila , aku akan balas semua perbuatan mu ini ." ucap Tissa yang juga menyimpan dendam .
Krukkk..
"Ma , aku lapar ?." ucap Tissa yang memegang perutnya yang rata .
"Kita , makan apa uang saja tidak punya " timpal Rani .
"Mama , jual aja perhiasan mama ." ucap Tissa.
"Mau jual apa lagi semua perhiasan sudah di jual , kamu sih so' so'an makan di restoran jadi habiskan duit kita ." Ucap Rani yang membuang nafas berat .
"Kita memang gak bisa hidup susah ." sambung Rani .
"Terus gimana nih ma , masa iya kita harus makan - makanan sisa , ihh.. " ucap Tissa bergidik ngeri .
"Tissa , apa kamu gak punya temen atau siapa gitu yang bisa kamu kunjungi dari pada kita luntang - lantung gak jelas gini ." ujar Rani
"Mana ada temen yang mau terima aku , apalagi hidup susah kaya gini mereka hanya ada saat aku kaya ." timpal Tissa .
"Coba deh kamu ingat - ingat mungkin masih ada teman yang mau nerima mu ." ucap Rani yang berharap masih ada tempat untuk mereka berteduh .
Tissa berpikir sejenak , sambil mengingat siapa teman yang kira - kira bisa dia temui , lalu senyum Tissa pun merekah sepertinya Tissa tahu kemana dia harus pergi.
"Aku tahu ma , kemana kita harus pergi ." ucap Tissa yang tersenyum ke arah Rani .
"Kemana ?." tanya Rani penasaran . Tapi Tissa hanya menjawab dengan senyum tipisnya.
****
1 bulan kemudian
__ADS_1
Kehidupan Shila kini menjadi tenang tidak ada lagi pengganggu dalam hidup nya . Masalah - bagai masalah telah di lalui , Adithama pun sudah sesehat dulu dan sudah kembali mengelola perusahaan nya apalagi sekarang Shila sudah menjadi istri dari Vero pemilik wallandou group yang perusahaan nya ada dimana - mana membuat perusahaan Adithama semakin jaya .
Hari ini Shila dan Vero dapat kejutan hadiah dari Delia entah apa itu , yang pasti kejutan itu bukan kejutan biasa .
Delia membawa Vero dan Shila ke pekarangan rumah yang memang sangat luas seperti lapang golp .Di depan nya Delia sudah siapkan 1 jet pribadi nya .
"Suprise .. " ucap Delia ketika sudah sampai di depan sebuah pesawat jet pribadinya.
"Ngapain ma , ada pesawat disini ? ." tanya Vero dengan tatapan dingin andalannya.
"Karena kalian belum pernah bulan madu jadi mama ingin kalian pergi bulan madu sekarang , mama sudah siapkan 1 jet pribadi untuk mu ." ucap Delia .
"Ma, tapi sekarang aku mau ke kantor ma " bantah Vero .
"Nggak - nggak bisa , urusan kantor sudah ada Alvin , hari ini kamu ajak istrimu untuk berbulan madu ." timpal Delia .
"Sekarang juga ma ." ucap Shila
"Ya , sekarang tunggu apa lagi ." pinta Delia
"Tapi ma kita belum siap - siap ." ucap Shila
"Iya betul ma , kita harus mempersiapkan barang - barang apa saja yang harus kita bawa ." ucap Vero
"Mama sudah mempersiapkan semua nya tidak ada lagi yang harus di persiapkan sekarang kalian tinggal pergi ayo.." ucap Delia yang meminta Vero dan Shila segera naik pesawat .
"Jangan khawatirkan anak - anak mereka bersama mama di sini , kalian bersenang - senanglah di sana ." ucap Delia yang meminta Vero dan Shila segera naik pesawat .
Akhir nya mau tidak mau mereka pun harus pergi menuruti kemauan Delia .
Akhirnya mereka pun pergi ke Maldives menaiki jet pribadi yang sudah di siapkan Delia , mereka akan pergi ke sebuah pulau yang juga masih milik pribadi .
Delia menghela nafas lega ketika jet pribadi yang di naiki Vero dan Shila sudah meninggalkan pekarangan rumahnya .
"Akhirnya , mereka honeymoon juga " ucap Delia yang menatap kepergian jet pribadi yang di tumpangi Vero .
"Nyonya sangat senang sekali nya ? melihat Tuan muda akan pergi berbulan madu " ucap Jessica kepala pelayan .
"Tentu , abisnya kalau disini ada pengganggu , kamu tahukan kemarin saja si kembar malah tidur dengan Papi mami nya gimana mereka mau berduaan ." timpal Delia yang membuat Jessica tertawa .
"Oh iya dimana anak - anak ? ." tanya Delia pada Jessica .
"Mungkin di dalam bersama Maura Nyonya " jawab Jessica .
"Oh begitu , ya sudah deh kita juga masuk ke dalam ." ucap Delia lalu melangkah masuk ke dalam rumah .
__ADS_1
"Nyonya .. Nyonya ..." tiba - tiba saja Delia di kejutkan dengan teriakan Maura .
"Nyonya .. Nyonya ." teriak Maura .
"Jessica bukankah itu suara Maura ? kenapa dia teriak - teriak ." tanya Delia pada Jessica .
"Saya izin untuk menemui Maura sebentar Nyonya ." ucap Jessica dengan sopan.Lalu melangkah pergi menemui Maura yang sedang teriak - teriak seperti sedang panik.
"Ada masalah apalagi coba pagi - pagi Maura sudah teriak ." ucap Delia yang mendudukkan tubuh nya di atas sofa .
Tak lama kemudian Maura dan Jessica pun menghampiri Delia yang duduk di atas sofa dengan raut wajah yang panik , cemas , dan takut . Takut di marahi Delia .
"Nyo..nyonya ." ucap Maura gugup
"Ada apa Maura ? oh iya dimana cucu - cucu ku ? panggilkan mereka saya akan mengajak mereka pergi jalan - jalan " ucap Delia santai .
"A..anu , anu nyonya ." ucap Maura gugup .
"Anu apa ? ." tanya Delia yang menatap Maura yang gemetar dan terlihat gugup .
"Maura ." Delia yang menatap tajam Maura .
Maura pun melirik ke arah Jessica meminta agar Jessica mau menggantikan dirinya untuk menjelaskan kepada Delia tentang apa yang terjadi apa lagi ini mengenai si kembar .
"Jessica ada apa ? ayo cepat katakan kenapa kalian berdua diam ." tegur Delia .
"Saya suruh kalian panggilkan ketiga cucu ku bukan diam disini , Maura cepat panggilkan Joanna , Jolie dan Joy ." perintah Delia , tapi wajah Maura semakin panik dan takut akhirnya Jessica yang menjelaskan semuanya .
"Begini Nyonya , Maura bilang si kembar hilang lagi ." ucap Jessica yang membuat Delia kaget .
"Hilang ? ." ucap Delia kaget .
"Iya , Nyonya ." ucap Maura gugup .
"Hilang gimana maksudnya ? bukankah tadi mereka sedang bermain di belakang ."
"Saya juga tidak tahu nyonya , saat saya tinggal sebentar mereka sudah tidak ada di belakang nyonya ." ucap Maura gugup .
"Kamu ini gimana sih Maura sudah dua kali kecolongan , sebenarnya bisa gak sih jaga cucu - cucu ku " pekik Delia .
"Maaf nyonya ." ucap Maura .
"Jessica suruh semua pelayan cari cucu - cucu ku , mungkin mereka masih bermain di sekitar rumah , pokok nya cari di sekeliling rumah ini ." perintah Delia .Semua pelayan pun bergerak untuk mencari si kembar .
Semua pelayan di rumah Vero di sibukkan untuk mencari si kembar , sedangkan yang di cari mereka sedang terlelap tidur di pesawat Jet pribadi yang di tumpangi Vero dan Shila .
__ADS_1
Bagaimana bisa mereka masuk ke dalam jet pribadi tanpa seorang pun mengetahui , bahkan Shila dan Vero pun tidak menyadari keberadaan mereka .