
Joanna masih menangis di dalam kamar nya , bola kristal yang sudah pecah masih tergeletak di lantai . Bola kristal itu memang bukan barang yang berharga , bahkan kalau dia mau papi nya akan membelikan nya untuk nya , namun tidak tahu kenapa Joanna merasa sedih .. sangat sedih , seperti telah kehilangan sesuatu yang berharga .
Joy ,Jolie , dan Stella berlari menuruni tangga , Joy menceritakan semua nya pada Shila , Shila merasa heran ada apa dengan putri nya itu ? Baru kali ini Joanna menangis hanya karena hal sepele , Shila memutuskan untuk menemui Joanna dan menitipkan triple Rey kepada Maura .
Shila memasuki kamar Joanna , dan Joanna masih menangis . Shila duduk di bibir ranjang membelai lembut kepala Joanna yang masih tengkurep ." Sayang ada apa ? kenapa menangis , cerita lah pada Mami ." Joanna membalikan tubuh nya menatap Shila , mata nya terlihat begitu sembab .
"Mami ..hiks..hiks.." Isak tangis nya semakin kencang , Shila mencoba menenangkan dengan pelukan nya .
"Mami Jolie merusak barang ku , aku benci Jolie ."
"Dengar , sayang jangan bicara seperti itu , Jolie tidak sengaja ! Apa itu barang yang di berikan teman mu ?" Joanna mengangguk .
"Maafkan Jolie , mungkin dia tidak sengaja , biar nanti mami belikan yang baru ya ?" Shila berbicara begitu lembut.
"Tidak Mami , aku tidak mau yang lain aku hanya ingin bola kristal ini , hiks..hiks.. ."
"Kenapa menangis lagi , Joanna tatap Mami , ceritakan pada Mami , siapa teman mu itu ? kenapa kamu sangat sedih ketika barang pemberian nya rusak , ayo cerita lah Mami ini kan sahabat mu juga , Mami akan mendengarkan ." Shila menatap Joana seperti seorang sahabat , Joanna menatap Shila dengan tatapan teduh lalu berkata ." Ini rahasia Mami , jangan bilang pada siapa - siapa ."
Hmm.. Shila mengangguk sambil tersenyum , mulai lah Joanna bercerita mencurahkan semua isi hati nya .
"Aku bingung Mami , apa yang harus aku katakan pada nya kalau bola kristal itu rusak , ini adalah pemberian pertama nya untuk ku , ini sangat penting bagi ku , aku tidak bisa menjaga barang pemberian nya ."
Shila masih setia mendengarkan .
"Dulu aku pernah memberikan nya gelang dan aku menyuruh nya untuk menjaga gelang itu jangan sampai hilang dan dia menjaga nya sampai sekarang , tapi aku..hiks..hiks.. aku malah merusak nya , aku tidak bisa menjaga barang pemberian nya , apa yang harus aku lakukan , dia pasti bertanya nanti apa aku sudah menerima bola kristal nya atau tidak hiks..hiks.. Mami apa yang harus aku lakukan ." Joanna semakin mengencangkan tangisan nya .
Apa putri ku ini sedang jatuh cinta , ya tuhan serumit inikah cerita cinta nya , batin Shila .
"Percaya pada Mami , teman mu itu tidak akan marah , dia pasti mengerti ." Shila kembali memeluk Joanna , mengusap lembut punggung nya .
Tok..tok..
Terdengar suara ketukan pintu , Shila pun menoleh ke arah pintu ternyata itu Vero , Vero menatap Shila penuh arti seolah bertanya apa yang terjadi pada putri nya , Shila hanya menggeleng .
__ADS_1
Vero berjalan ke arah Shila yang sedang memeluk Joanna , dan Vero melihat ada beberapa pecahan kaca di bawah sana , Vero menatap Shila seakan bertanya apa ini yang membuat putri nya menangis ? Shila hanya memejamkan mata sebagai jawaban .
Sekarang Vero mengerti .
"Putri mahkota ku kenapa menangis , ini hanya bola kristal papi bisa membelikan nya lagi ."
"Tidak ." Vero terkejut dengan bentakan Joanna , sebegitu marah nya hanya karena barang sepele , apa istimewa nya barang ini .
Shila menjelaskan pada Vero bahwa itu adalah barang pemberian teman putri nya , Jolie tidak sengaja merusak nya , itu sebab nya Joanna menangis .
Vero menghela nafas panjang , ternyata sulit sekali membujuk anak perempuan nya .Kini tatapan Vero tertuju pada sebuah surat yang terjatuh di lantai , Vero mengambil nya lalu membuka dan membaca nya , Vero terbelalak setelah membaca isi surat itu , walau pun bertuliskan huruf jepang Vero sangat mengerti dan hapal arti huruf itu .
Hai ,Jo ..
Apa kau suka dengan bola kristal nya ? kemarin aku jalan - jalan ke Nakamise dan aku melihat ini , aku pikir akan membelikan nya untuk mu , bola kristal yang sangat indah , ada dua boneka di dalam nya , melihat boneka itu seperti cerminan masa depan kita nanti .
"Apa ini ! Jo .. masa depan.. apa maksud nya ." Vero benar - benar terkejut membaca isi surat itu , apa putri nya sudah punya kekasih ? Ah..tidak , dia masih kecil .Entah kenapa Vero sangat marah melihat ini .
"Siapa yang mengirim surat ini ? Joanna jawab papi ."
"Siapa ?" baru kali ini Vero membentak putri nya .
"Mas, apa - apaan kamu ini , kenapa membentak nya ?" bukan nya mereda tangisan Joanna semakin keras .
"Sayang aku tidak ada maksud membentak , lihat lah ini baca surat ini , dia bilang tentang masa depan apa maksud nya , putri ku masih kecil , apa dia punya kekasih ? Apa ini pemberian kekasih nya ."
Dugh,
Aww..
"Sayang kenapa kamu memukul ku ." ucap Vero yang mengusap kepala nya yang di pukul Shila .
"Lihatlah Joanna semakin nangis karena kamu bentak."
__ADS_1
"Sayang .. "
"Joanna sudah bilang itu dari teman nya ? apa salah ? dia hanya memberikan hadiah bukan melamar . Walau pun mereka jatuh cinta mereka akan bertemu kembali setelah dewasa," Shila benar - benar kesal pada suami nya .
"Iya , aku tahu tapi .."
"Itu hanya sebuah surat Mas, tidak ada salah nya sesama teman mengirim surat , dia hanya mengirim surat bukan melamar anak kita , apa kamu tidak mengerti ." kini Shila yang membentak Vero karena kekesalan nya .
"Minta maaflah pada putri mu , aku mencoba menenangkan nya , tapi kamu Mas , kamu malah membuat nya semakin menangis ." ucapan Shila kini kembali lembut .
"Sayang .. maafkan papi ya , papi tidak bermaksud untuk memarahi mu , papi hanya khawatir saja , mungkin karena terlalu khawatir papi jadi merasa takut , kalau putri papi ini akan di sakiti orang lain , maafkan papi ya ." Vero memeluk Joanna lalu mengecup lembut pucuk kepala nya , membuat Joanna semakin tenang .
"Jangan menangis lagi ya , bilang sama papi apa yang harus papi lakukan agar kamu tidak lagi menangis." Vero mengusap air mata Joanna dengan sapuan jemari nya .
"Papi , apa papi bisa memperbaiki bola kristal ku , aku hanya ingin bola kristal ku papi ."
"Oke , Baiklah papi akan memperbaiki nya , tapi putri mahkota papi jangan menangis , oke ." Joanna mengangguk , tangisan nya pun mereda . Shila tersenyum akhir nya Vero bisa menenangkan putri nya .
"Mas, aku ke bawah dulu ya , mau melihat bayi kita ." Vero pun mengangguk sembari tersenyum . Shila melangkah keluar dari kamar Joanna meninggalkan mereka berdua .
Vero mengambil satu persatu pecahan kaca itu , lalu di sambungkan nya kembali dengan perekat , walau pun tidak sesempurna bentuk asli nya yang penting bisa membuat Joanna bahagia .
"Sudah selesai , tapi .. tidak sebagus sebelum nya ." ucap Vero yang memegang bola kristal itu.
"Tidak apa - apa papi , thank you papi ." Joanna tersenyum bahagia ." Aku akan menyimpan nya , dan menjaga nya sampai dewasa nanti ." sambung Joanna sambil mengusap lembut bola kristal itu .
"Papi , simpan di atas sana , agar tidak ada yang bisa menyentuh nya terutama Jolie ."
"Baiklah ." Vero menyimpan bola kristal nya di atas lemari kaca bersejajar dengan piala - piala milik Joanna . Memang sangat tinggi bahkan setinggi bahu Vero .
"Papi sudah menyimpan nya di tempat aman di jamin tidak ada yang akan menyentuh nya , sekarang jangan menangis lagi tersenyum lah ."
"Terima kasih papi ." Joanna memeluk tubuh kekar Papi nya , karena Vero memangku tubuh kecil putri nya.
__ADS_1
Shila terkejut dengan pemandangan di ruang tengah saat ingin melihat bayi nya yang sempat di tinggalkan .
"Astaga Joy..." teriak Shila , entah apa yang di lakukan Joy sampai Shila terkejut dan terbelalak.