Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 102


__ADS_3

Vero baru saja selesai meeting dengan klien nya . Elin sebagai sekretaris baru nya memang cekatan , pandai dan pintar Vero mengakui itu karena Elin sudah berpengalaman dalam pekerjaan ini. Namun Vero hanya menyukai kinerja kerja Elin saja tidak lebih .


"Elin , saya suka dengan cara kerja kamu , seperti nya kamu memang sangat berpengalaman ." Elin tersenyum mendengar pujian dari Bos nya itu .


"Terima kasih Tuan muda , saya akan lakukan yang terbaik ." Ucap Elin lembut memperlihatkan senyum manis nya . Namun Vero tidak sedikit pun membalas senyuman Elin membuat Elin speechleess.


"Oke , Elin setelah ini kamu siapkan dokumen penting untuk meeting besok bersama klien kita dari Jepang ."


"Baik Tuan muda ." jawab Elin , yang langsung beranjak dari duduk nya mengikuti Vero yang sudah bangun dari duduk nya .


Elin bergegas melangkahkan kaki nya sebelum Vero terlebih dulu meninggalkan nya namun tiba - tiba ..


Aww..


Vero terkejut ketika Elin memeluk tubuh nya , Elin sengaja melakukan itu Elin berpura - pura tersandung dan langsung memeluk Vero saat tubuh nya akan terjatuh . Karena terkejut Vero pun memegang bahu Elin .


Elin menatap lekat wajah tampan Bos nya itu namun Vero langsung memalingkan wajah nya dan melepaskan pelukan Elin lalu berdiri tegak . " Maaf Tuan muda kaki saya tadi tersandung ." ucap Elin dengan gaya centil nya .


Vero mendesah kesal lalu pergi begitu saja tanpa menjawab ucapan Elin . Elin menjadi kesal karena di acuhkan oleh Vero .


Aku akan membuat kamu menyukai ku , seperti kamu menyukai kinerja kerja ku


Batin Elin yang tersenyum smirk . Elin sudah benar - benar terpesona pada Bos nya itu . Namun apakah Vero akan tergoda oleh Elin sekretaris nya itu ? Entahlah .


"Tuan muda memang terkenal sombong , dingin dan cuek itu membuat aku menyukai nya . Aku jadi penasaran seperti apa istri nya ." ucap Elin yang terus bergumam .Lalu melangkah keluar dari ruang meeting .


Brukk..


Vero membanting pintu dengan sangat keras , lalu membuka Jas nya dan melempar nya begitu saja , Vero tidak suka jika ada yang menyentuh nya dan akan langsung mengganti pakaian nya .


Vero mendudukkan tubuh nya di kursi kerja nya , sembari memejamkan mata nya. Vero benar - benar tidak nyaman dengan kedatangan Elin apalagi kejadian tadi di ruang meeting , untung saja tidak ada orang yang melihat nya .


Namun Vero tetap berpikir positif .


Vero bangun dari kursi dan melangkah ke dalam kamar yang terdapat di ruangan nya , Vero mengambil Jas nya di dalam lemari lalu kembali ke meja kerja nya .


Tok,tok,tok,


Elin masuk ke ruangan Vero sembari membawa secangkir kopi untuk Vero dan meletakkannya di atas meja Tuan nya.


"Tuan muda ini saya buatkan kopi , semoga Tuan muda suka ya ." ujar Elin yang terus memandang Vero .


"Saya tidak pesan kopi ." ucap Vero dengan tatapan dingin .


"Ini sengaja saya buatkan Tuan muda , saya juga meminta maaf kejadian tadi Tuan muda saya sudah lancang memeluk Tuan muda ." Vero langsung memalingkan wajah nya dari tatapan Elin.


"Kalau tidak ada lagi yang di bicarakan silahkan keluar ." ujar Vero dingin tanpa menoleh kearah Elin sedikit pun mata nya tetap fokus menatap layar ponsel nya .


Dengan wajah kesal Elin pun melangkah keluar , namun Elin melihat jas yang di pakai Vero meeting tadi tergeletak di lantai . Elin mengambil jas itu lalu berbalik menghadap Vero .


"Tuan muda ini jas Tuan muda terjatuh ." ujar Elin lembut .


"Buang saja , aku sudah tidak membutuhkan nya ." jawab Vero dingin .


"Tapi Tuan muda jas nya masih bersih kenapa Tuan muda membuang nya dan mengganti nya ?"


"Saya paling tidak suka di sentuh sama orang lain , apa lagi sampai memeluk ku itu membuat pakaian saya kotor , Dan saya tidak suka itu ." cibir Vero dengan sorot mata tajam nya .


Ucapan Vero membuat Elin tersinggung , Elin melangkah keluar dengan wajah kesal nya tak lupa juga membawa jas yang Vero buang tadi .


"Bisa - bisa nya Tuan muda mengatakan itu !! Apa dia jijik pada ku , hanya di peluk saja dia langsung menganti jas nya , sombong sekali dia ." gumam Elin kesal .

__ADS_1


Drt..drt.. drt..


Tiba - tiba ponsel Elin bergetar menandakan ada panggilan , Elin pun langsung mengangkat panggilan telepon nya itu .


"Iya ada apa ?" tanya Elin pada sambungan telepon.


"Cepat lakukan tugas mu , goda dia sampai dia luluh aku tidak ingin mengulur - ngulur waktu !."


Tut.. sambungan telepon pun terputus oleh sepihak , Entah siapa yang menghubungi Elin ? Dan apa maksud ucapan nya itu .


Arghh.. Elin melempar ponsel nya pada atas meja , Elin seperti frustasi setelah mendapat telepon nya itu .


"Tanpa kau suruh pun , aku akan mendekatinya dan aku pastikan hati nya akan luluh pada ku ." gumam Elin kesal . Namun dalam sekejap Elin kembali tersenyum .


"Tidak ada laki - laki yang tidak akan tergoda oleh ku , akan ku pastikan dia akan menjadi milik ku ." ucap Elin yang tersenyum tipis mata nya berbinar melihat jas yang di pegang nya .


****


Aaaa...


"Nyonya ada apa ? " Jessica terkejut mendengar teriakan Shila dan langsung menghampiri Nyonya muda nya itu .


Mata Shila membulat sempurna , mulut nya sudah dia tutup , Shila benar - benar syok dengan pemandangan yang di lihat nya . Karena tidak ada jawaban dari Nyonya muda nya Jessi pun mengekor mata nya mengikuti penglihatan Shila .


"Astaga ." Jessi pun ikut terkejut melihat nya .


"Apa yang terjadi pada kalian ?" tanya Jessi kepada empat bocah kecil yang berada di depan pintu . Siapa lagi kalau bukan Triple J bersama Stella .Namun yang mengejutkan mereka kembali dari sekolah dengan badan penuh lumpur tanpa ada yang terlewati , seluruh tubuh nya di penuhi lumpur menutupi paras cantik ,tampan dan menggemaskan nya .


"Mami , kenapa berteriak ? "


"Mengejutkan kami saja ." ujar Jolie dan Joanna bergantian .


Flasback on


"Stella dimana supir mu itu ? kenapa tidak datang - datang ." tanya Joanna yang sudah kesal menunggu , karena siang ini mereka akan pergi ke rumah Stella untuk membawa baju ganti nya karena Stella akan menginap malam ini namun mobil yang di tunggu - tunggu tak kunjung datang .


"Iya lama sekali ." timpal Jolie .


"Kita pulang saja , jangan menunggu nya lagi ."ujar Joy yang sudah kesal


"Eh , Joy tunggu dulu . Kalian mau pulang naik apa ? "


"Aku akan telepon supir ku ." Joy mencoba menghubungi supir yang membawa mobil nya namun tak di angkat - angkat .


"Aduh .. aku lapar ." Jolie sudah merasa lapar karena sudah waktu nya untuk makan siang .


"Gimana kalau kita jalan saja dulu , sekalian cari makan, aku yang traktir ." ajak Stella , Awal nya triple J menolak namun pada akhir nya mereka pun menerima ajakan Stella .


Ke empat bocah itu berjalan menyusuri jalanan kota , namun tiba - tiba langkah Stella terhenti melihat seekor kelinci di depan nya , dan Stella menginginkan kelinci itu sampai dia mengejar nya . Tak lupa juga triple J yang mengikuti nya dari belakang .


"Joy , aku ingin kelinci itu ." rengek Stella


"Ambil saja sendiri ." jawab Joy yang jutek .


Hiks..hiks.. Namun Stella malah menangis , Joy pun jadi bingung akhir nya Joy membantu Stella untuk menangkap kelinci itu.


Tanpa mereka sadari , langkah mereka sudah masuk ke sebuah perkampungan karena mengikuti kelinci itu , dan kelinci itu berhenti di depan sawah yang sudah di bajak sambil menikmati rumput - rumput di sana .


"Joy , ayo ambil ." titah Stella yang sudah greget ingin menangkap kelinci itu .


"Sabar Stella , kita harus pelan - pelan ." ujar Joy yang sudah siap menangkap kelinci itu . Joy melangkah kan kaki nya perlahan kedua tangan nya sudah siap untuk mengambil kelinci di hadapan nya .

__ADS_1


"Joy , ayo cepat tangkap ."


"Sstt, jangan berisik Stella nanti kelinci nya kabur ." ujar Joy sedikit memelankan suaranya .


"Ya sudah kita tangkap bareng - bareng saja ." ajak Jolie , mereka berempat sama - sama mendekati kelinci itu


Satu .. dua .. tig... Aaaa..


"Aaaaa.. ada katak , aduh aku takut ." teriak Jolie yang membuat kelinci itu kabur dan ..


Byurr...


Jolie mendorong tubuh ke dua sodara nya dan juga Stella sampai menyebur ke dalam sawah yang baru saja di bajak . Membuat tubuh mereka di penuhi lumpur .


"Jolie.. " teriak Joy, Joanna dan Stella .


Jolie terbelalak melihat ketiga bocah di depan nya yang sudah di penuhi lumpur mulut nya pun menganga .


"Ops !! kenapa dengan wajah kalian ii... kotor ." ucap Jolie yang bergidik ngeri .


Namun Joy , tidak terima kalau Jolie tidak terkena lumpur juga karena Jolie yang sudah mendorong nya .


"Jolie .. ada katak .."


"Aaaa.. tidak - tidak ."


Byurr..


Jolie pun ikut tercebur ke dalam lumpur .


Haha.. haha..haha.. haha..


Joy , Joanna dan Stella pun menertawakan Jolie yang tercebur .


"Iii... kotor ."


"Sudah terlanjur Jolie , kita main lumpur saja ." Joy mulai melempar lumpur pada Jolie begitu juga yang lain nya , akhir nya mereka saling lempar lumpur .


Setelah satu jam lama nya , dua orang pria datang menghampiri mereka , kedua pria itu hanya menggeleng kepala nya ketika melihat anak majikan nya yang sudah di penuhi lumpur .


Akhir nya mereka menyewa mobil pick up untuk membawa ke empat bocah itu dari pada mobil nya yang bagus dan mahal kotor karena lumpur .


Flasback off


"Mami aku mau mandi sudah tidak tahan bau ." ujar Joy yang akan melangkah masuk ke dalam rumah namun di cegah oleh Shila .


"Eh, stop !! " teriak Shila .


"Jangan masuk , lewat belakang saja ." sambung Shila .


"Tapi Mami ." teriak Joy


"Jessica , bawa mereka keluar dan panggil Maura juga pelayan yang lain , pastikan sebelum masuk tubuh mereka sudah bersih ."


"Baik Nyonya ."


"Bersihkan dulu lumpur nya baru mandikan nya ." titah Shila . Jessica pun membawa mereka untuk jalan belakang yang pasti nya memutari rumah besar ini .


Shila menghela nafas sembari menggelengkan kepalanya . Tingkah triple J selalu saja membuat nya terkejut .


Shila pun kembali ke kamar nya untuk menenangkan diri , karena perut nya kembali keram tak lupa menyuruh pelayan untuk membersihkan lantai yang terdapat lumpur .

__ADS_1


__ADS_2