
Jangan di skip lagi ya, ada yang heboh lagi nih dari si Joy 😁. Dan ada kejutan juga dari Joanna . Pokok nya jangan skip - skip baca sampai habis . Jangan lupa juga untuk like & Vote nya 🙏😊.
****
Sepulang sekolah , Stella ikut bersama triple J ke rumah nya untuk menengok adik kecil mereka yang baru lahir . Dan saat ini mereka sedang bermain dengan triple Rey yang kebetulan sedang berada di ruang tengah bersama Shila .
"Ya tuhan.. lucu nya , adik kalian sangat lucu , aku juga akan meminta adik pada mommy dan daddy ku ." Stella begitu gemas melihat triple Rey yang lucu dan sesekali memberikan senyuman .
"Aunty siapa nama nya ?." tanya Stella pada Shila yang duduk di sofa ,
"Nama nya , yang ini Rey Kenzo ." tunjuk Shila pada bayi yang sedang menghisap tangan nya ." Yang ini Rey Kenzie dan ini Rey Kanza." tunjuk Shila pada dua bayi yang sedang tersenyum dan memainkan kedua kaki nya .
"Ouh.. menggemaskan , kalian pasti senang mempunyai adik , dan rumah ini akan tambah ramai dengan tangisan si kecil."
"Tentu , aku sangat senang aku jadi punya teman bermain lagi ." timpal Jolie namun membuat Stella murung dan sedih .
"Stella , ada apa ? kenapa bersedih ?" Shila melihat ekspresi Stella yang tak biasa , Stella adalah anak yang periang namun sekarang raut muka nya menjadi sedih .
"Aku sedih pada diri ku sendiri aunty , setiap kali aku datang ke rumah ini , rumah ini selalu ramai , di penuhi dengan canda dan tawa , di tambah lagi dengan kehadiran malaikat kecil di keluarga kalian , aku merasa punya teman di sini . Tapi .. saat aku pulang aku kembali kesepian , di rumah ku aku selalu sendiri , tidak ada teman , adik kecil , bahkan mommy dan daddy ku mereka selalu sibuk bekerja . Aku ingin di bacakan dongeng sebelum tidur , aku juga ingin berkumpul , bercanda saat sarapan pagi , aku ingin menceritakan semua hal tentang sekolah ku , teman - teman ku kepada mommy , aku ingin melihat mommy senang dan memuji ku saat nilai ku tinggi , aku tidak pernah merasakan semua itu , hiks.. ."
Stella memang anak pintar , dan keluarga nya juga punya segala nya , apapun yang di minta pasti akan dia dapatkan , namun hanya satu yang tak pernah dia dapatkan yaitu perhatian . Kedua orang tua nya selalu sibuk bekerja sampai melupakan perhatian nya , yang mereka perhatikan hanyalah uang dan uang , mungkin menurut Mommy dan Daddy nya Stella anak akan senang hanya dengan mendapatkan uang , mereka bisa membeli apapun yang mereka mau , namun tanpa mereka sadari seorang teman tidak bisa di beli dengan uang . Yang di butuhkan Stella adalah teman , teman bermain dan bicara.
"Hey, Stella jangan menangis , kemarilah duduk di sini ."ucap Shila yang menepuk tempat duduk di sisi nya . Stella pun mendekat dan duduk di samping Shila .
" Kamu butuh teman , kami semua teman mu , kamu tidak kesepian , kamu ingin di bacakan dongeng ? aunty bisa membacakan nya untuk mu , kamu butuh pelukan , aunty bisa memberikan nya untuk mu , jangan menangis lagi ." Shila memeluk Stella membuat bocah itu berhenti menangis .
"Anggap saja aunty adalah mami mu , kamu bisa memanggil aunty mommy , dan kalau kamu butuh teman kamu jangan sungkan datang lah kemari , Joy , Joanna dan Jolie mereka adalah teman - teman mu , jadi jangan bersedih lagi ."
"Benarkah aunty , aku bisa memanggil aunty mommy ." Shila mengangguk mata Stella langsung berbinar .
"Jangan cengeng , aku tidak suka wanita cengeng ." cibir Joy
"Jadi kalau aku tidak cengeng kau akan menyukai ku ? Joy mau kah kamu jadi teman ku selamanya ?" Joy menatap Stella datar ,Joy ogah memberi jawaban namun tatapan mami nya membuat Joy harus berkata iya , mau .
"Joy aku senang kau akan menjadi teman ku selamanya ."
"Berhenti Stella , jangan dekat - dekat ." langkah Stella terhenti saat akan memeluk Joy , seperti nya Stella kembali agresif .
"Apa aku salah ingin memeluk teman ku ."
__ADS_1
"Tidak, kau bukan memeluk ku tapi kau selalu saja mencium ku , itu men..jijikan"
"Joy..."
"Ah, tidak , tidak , Stella ."
"Joy , kenapa kau takut pada ku ."
"Karena kau seperti orang kesurupan ."
"Joy.."
Stella dan Joy kembali kejar - kejaran , seisi rumah di buat heboh oleh tingkah mereka , Shila hanya tersenyum melihat tingkah Joy dan Stella , sedangkan Joanna dan Jolie mereka terus tertawa terbahak - bahak , bahkan triple Rey pun ikut tertawa seolah - olah mereka sudah mengerti apa yang terjadi .
"Permisi nyonya ini ada paket ." tiba - tiba Jessica datang menghampiri mereka dan membawa paket di tangan nya .
"Paket untuk siapa ?" tanya Shila
"Untuk nona Joanna "
"Untuk ku ." timpal Joanna ." Dari siapa ?" sambung Joanna .
"Berikan , ini untuk ku ." Joanna langsung mengambil paket itu dari tangan Jessica , mata nya berbinar , senyum nya merekah .Namun membuat Shila , Jolie , Joy dan Stella menatap nya heran siapa yang mengirim paket untuk anak nya dari negri yang jauh .
"Joanna apa itu dari teman mu ? " tanya Shila
"Iya Mami , ini dari teman ku . Mami aku ke kamar dulu ." Joanna langsung berlari ke kamar nya dengan penuh semangat hati nya sedang berbunga - bunga saat ini . Shila menatap putri nya dengan tatapan bingung , paket apa itu , siapa yang mengirim nya ? putri nya begitu senang .
"Kenapa dengan nya aneh sekali , aku penasaran paket apa itu ." ucap Joy dengan tatapan penuh arti.
Di dalam kamar Joanna sudah tidak sabar ingin membuka paket nya , Joanna duduk di atas bed nya , kedua tangan nya sibuk membuka bungkusan paket itu . " Ini pasti Kemi yang mengirim nya ." gumam Joanna sambil membuka paket nya . Mata Joanna semakin berbinar , senyum nya pun mengembang ketika melihat isi paket itu . Sebuah bola kristal yang sangat indah , penuh dengan warna , dan terdapat dua buah boneka di dalam nya , seakan - akan bola kristal itu dunia milik mereka berdua .
Selain bola kristal ada juga surat yang bertuliskan huruf jepang . Namun tidak membuat Joanna bingung karena Joanna sudah bisa menghafal huruf - huruf Jepang dan sedikit mengerti .
"Waw, cantik sekali ."
"Indah nya ."
__ADS_1
Ucap Jolie , Joy dan Stella yang masuk ke kamar Joanna tanpa mengetuk pintu terlebih dulu .
"Joanna indah sekali , teman mu yang memberikan nya ?" tanya Stella
"Tentu ."
"Boleh aku menyentuh nya ."
"Tidak ." Joanna langsung menjauhkan bola kristal nya dia tidak ingin ada yang menyentuh nya , namun Jolie terus memaksa dan berusaha mengambil bola kristal itu sampai terjadi tarik menarik antara Joanna dan Jolie .
Prang..
Joanna terkejut melihat bola kristal nya jatuh , dan pecah . Mata Joanna kini menatap tajam ke arah Jolie , Jolie yang di tatap hanya menelan ludah dia tidak sengaja menjatuhkan nya .
"Maaf ." ucapan itu lolos dari mulut Jolie .
"Jolie , kau merusak bola kristal ku ."
"Aku tidak sengaja."
"Sudah jangan bertengkar , kita bisa membeli nya lagi , Joanna Papi bisa membelikan bola kristal ini lebih dari satu , sudah jangan menyalahkan Jolie ." Joy membela Jolie .
"Iya , kalau kau mau aku ada banyak di rumah nanti ku berikan satu untuk mu ." ujar Stella . Namun Joanna malah menangis , dia tidak ingin bola kristal yang lain .
"Kalian semua keluar , kalian telah merusak barang ku , hiks.."
"Kakak , aku tidak sengaja nanti aku ganti dengan yang baru !"
"Tidak , bola kristal ini tidak bisa di gantikan dengan yang mana pun , kalian tahu barang ini sangat berharga bagi ku ."
"Kakak, aku kan sudah bilang , nanti beli yang baru saja ," ujar Joy santai
"Kalian semua pergi dari kamar ku , pergi.."
Jolie , Joy , dan Stella terkejut mendapat bentakan dari Joanna yang mengusir dari kamar nya .
"Jolie , kau sudah memancing amarah nya ."
"Aku tidak sengaja Joy ."
__ADS_1
"Kita keluar saja , kita bilang mami saja biar Joanna berhenti menangis ." ajak Joy pada Jolie dan Stella . Mereka pun keluar dari kamar Joanna berlari menuruni tangga . Sedangkan Joanna dia terus menangis , tubuh nya tidur tengkurep di atas tempat tidur nya , tangis nya tidak terhenti Joanna benar - benar kehilangan barang berharga nya.