Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 50


__ADS_3

Shila dan si kembar sudah sampai di rumah Vero yang besar , mewah , bagaikan istana membuat mata si kembar melongo melihat nya di bandingkan rumah sebelumnya yang sederhana .


"Mami , papi , apa ini rumah kita ? ." tanya Joanna . Shila dan Vero pun mengangguk dan tersenyum.


"Jadi kita akan tinggal disini ? ." tanya Jolie


"Mami kita tidak perlu lagi rumah nenek lampir itu , ini lebih besar dari rumah itu ." ucap Joy , karena Joy tahu Shila akan mengambil kembali rumah miliknya .


"Nenek lampir ?." ucap Vero yang menatap Shila ,


"Mama Rani ." ucap Shila menjelaskan .


"Nama yang cocok ." ucap Vero dingin .


"Ayo , anak - anak kita masuk ." ajak Shila pada si kembar .


"Bentar mami , aku ingin foto dulu , ayo Jolie ." ajak Joanna . Mereka pun berfoto dengan latar rumah mewah milik Vero gaya nya yang centil seperti model saja .


"Aku harus post di instagram ." ucap Joanna dan Jolie , karena mereka memang selalu membagikan momen nya pada akun medsos nya .


"Joy , kita berfoto dulu ." ajak Jolie .


"Ah , menyebalkan aku tidak mau ." ucap Joy dingin.


"Joy ." teriak Joanna dan Jolie , membuat Joy malas melihat nya .


"Uh , wanita memang merepotkan ." ucap Joy yang melangkah malas kearah Joanna dan Jolie . Shila dan Vero hanya tersenyum melihat tingkah anak nya .


"Kalian sudah datang ." ucap Delia yang tiba - tiba muncul . Si kembar pun menoleh ke arah Delia lalu menatap Shila dan Vero , berharap ada penjelasan siapa wanita itu.


"Sayang , ini adalah Grandma , ayo salam dulu sama Grandma kenalkan diri kalian ." ucap Shila . Si kembar pun menurut apa yang di katakan Shila.


"Halo Grandma , aku Joanna , ini adik ku Jolie dan ini adik bungsu ku Joy .' ucap Joanna yang memperkenalkan nama nya juga kedua adiknya.


" Owh ,, jadi ini yang nama nya Joy , kau sangat mirip sekali dengan papi mu , Vero dia mirip saat kau masih kecil ." ucap Delia gemas , sedangkan Joy hanya tersenyum bangga .


"Apa hanya Joy saja yang mirip, apa kita tidak ." timpal Jolie yang tersinggung .


"Tentu , kalian juga sangat mirip , kalian cucu - cucu ku yang cantik dan juga tampan , boleh kah aku memeluk kalian." pinta Delia .


"Tentu ." Si kembar pun memeluk Delia bersamaan . Akhirnya Impian Delia yang selama ini mendambakan seorang cucu menjadi kenyataan .


"Rumah ini akan sangat ramai karena ada kalian ." ucap Delia setelah melepas pelukannya . Setelah itu Delia mengajak masuk si kembar .


Lagi - lagi si kembar merasa takjub dengan interior rumah yang mewah sampai matanya tidak berkedip . Tak berselang lama Jessica dan David menghampiri mereka lalu 20+ pelayan berjajar dengan sikap sempurna, da memberi hormat dengan membungkukkan badannya bersamaan.


Sama seperti Shila si kembar pun terkesiap melihat pelayan sebanyak ini .


"Siapa mereka ? ."


"Apa , mereka paduan suara yang akan menyambut kita ."


"Banyak sekali orang di rumah ini ."


Ucap Joanna , Jolie dan Joy bergantian membuat para pelayan tertawa .


"Ini bukan paduan suara tapi para pelayan yang akan melayani kalian , ini Jessica kepala pelayan dan ini David Chef disini ." jelas Delia .


"Jadi , mereka juga yang membersihkan rumah ini ? " ucap Jolie


"Ada chef nya juga ." ucap Joanna


"Tidak seperti di rumah , kita membersihkan rumah sendiri iya kan mami ." ucap Joy yang membuat Shila melotot .


"Sekarang disini kita tidak perlu membersihkan rumah , Yeay ." ucap si kembar senang .

__ADS_1


"Jadi kamu memperkerjakan mereka ?." tanya Vero pada Shila dengan tatapan andalan nya .


"Tidak begitu , kita saling membantu aku mengajarkan mereka untuk mandiri tidak salah kan ." ucap Shila gugup .


"Dan ini Maura , pelayan khusus untuk kalian ." ucap Delia pada satu pelayan yang menghampiri nya .


"Waw, kita punya pelayan asik ." sorak si kembar .


"Kak , Maura apa bisa tunjukan kamar kita ?." ucap Joanna .


"Tentu , mari aku antar ." ajak Maura membawa si kembar ke kamar nya di lantai atas .


Delia sudah mempersiapkan satu kamar yang sangat besar untuk Joanna dan Jolie dengan desain dan interior mewah bagaikan kamar seorang putri dongeng.


Berbeda dengan Joy kamar dengan desain minimalis yang di lengkapi alat komputer lengkap karena Shila pernah bilang pada Vero bahwa anak nya yang satu ini tidak bisa jauh dari komputer , laptop nya dan alat monitor lainnya.


Setelah melihat - lihat kamar nya si kembar pun kembali turun menemui Delia , Shila dan Vero yang ada di ruang keluarga .


"Mami , papi ." teriak si kembar yang berlari ke ruang keluarga.


"Kalian sudah turun ." ucap Delia seraya meletakan cangkir teh nya .


"Bagaimana apa kalian suka dengan kamar nya ." tanya Shila


"Suka mami , terimakasih papi , terimakasih grandma ." ucap si kembar senang .


"Sama - sama ." ucap Delia .


"Sekarang kalian mandi siap - siap untuk makan malam " ucap Shila .


Si kembar pun melangkah ke kamar nya begitu juga Delia , Shila dan Vero .


****


Berbeda dengan Shila dan si kembar yang sedang bahagia , Rani dan Tissa di kejutkan dengan kedatangan Adithama dan Bi Inem di rumahnya.


"Kenapa ? terkejut ." ujar Adithama yang masih berdiri di ambang pintu di temani Inem di sampingnya yang membawa dua koper .


"Ah , tidak , kenapa kaget justru saya sangat senang ternyata papa kembali ." ujar Rani yang memeluk Adithama .


"Apa yang membuat papa kembali ? bukankah papa bilang tidak akan memaafkan ku ." ucap Rani setelah melepas pelukannya .


"Setelah saya pikirkan , tidak ada salah nya saya memberi mu kesempatan karena Shila tidak bisa kembali jadi saya yang kembali ke rumah ini , bukankah ini juga rumah saya ." ucap Adi sambil mendudukkan tubuh nya di sofa .


"Oh iya , tentu ini rumah mu ." ucap Rani yang tersenyum palsu.


"Tapi Bi Inem juga ikut ? ." tanya Tissa .


"Ya , karena Inem adalah keluarga saya kenapa ? apa keberatan ? ."


"Ah , tidak hanya saja kalau asisten rumah tangga sudah ada Sari yang membantu jadi tidak perlu orang lain ." ucap Rani .


"Inem bukan pembantu tapi sudah ku anggap keluarga saya ." ucap Adi dengan tatapan tajamnya .


"Inem , bawa barang - barang saya ke kamar utama ." perintah Adi membuat Rani terkesiap " kamar utama ? itu kan kamar ku ." timpal Rani .


"Saya hanya ingin di kamar utama kalau kau tidak mau kau bisa tidur di kamar tamu ." ucap Adi yang melangkah pergi ke kamar utama .


"Sial, kenapa aku yang di tindas begini ." gumam Rani kesal.


"Ma, lihat papa sudah berani sama mama , pokok nya aku gak mau nanti Shila juga datang terus ambil kamar aku juga ." ketus Tissa .


"Diam ." bentak Rani yang kesal.


"Ini semua karena mama ,kalau saja kita gak pura - pura baik gak akan kaya gini kan ma , so minta maaf segala akhirnya apa mereka menindas kita seenaknya kan ." gerutu Tissa .

__ADS_1


"Kamu bisa diem gak ? ." bentak Rani pada Tissa ." Tidak apa - apa kali ini aku harus tahan amarah ku , kalau memang dia ingin tidur di kamar utama tidak apa , justru sekarang akan lebih mudah bagi ku untuk menyingkirkan Adi ." geram Rani yang mengepalkan tangannya.


"Malam ini mama tidur di kamar mu." ucap Rani yang membawa Tissa ke kamar nya .


"Kenapa mama tidak di kamar tamu saja ." ujar Tissa yang tak di indahkan Rani .


Setelah mereka masuk ke kamarnya , Bi Inem keluar dari kamar utama lalu menatap kepergian Rani dan Tissa .


Bi Inem pun mengambil ponsel miliknya dan menghubungi Shila .


"Halo non Shila , bibi dan Tuan sudah sampai rumah , dan Nyonya kelihatan kesal ." ucap Inem pada sambungan telepon .


"Oke bi , pokok nya bibi pantau terus mereka kalau ada yang mencurigakan hubungi Shila dan Shila titip papa , jangan sampai mama Rani menyentuh papa apapun kebutuhan papa harus bibi yang siapkan termasuk makanan dan minuman harus bibi yang membuatkannya . " ucap Shila di ujung sana .


"Baik , non ."


Tut.telepon pun di tutup kedua belah pihak.


"Semoga rencana ku berhasil ." batin Shila .


"Kamu menelepon siapa malam - malam begini ? tanya Vero yang mendengar Shila berbicara lewat telepon .


" Bi Inem , Shila menanyakan kabar papa ." jawab Shila sambil meletakan ponselnya di atas nakas .


"Apa kau berniat untuk mengambil rumah mu kembali ?." tanya Vero dengan tatapan andalan nya .


"Iya ."


"Kenapa ? kau ingin berurusan lagi dengan wanita itu ? aku bisa membelikan rumah yang lebih besar untuk mu " ucap Vero yang tidak ingin Shila berurusan lagi dengan Rani .


"Bukan masalah besarnya rumah , tapi rumah itu sangat berarti untuk aku dan papa sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkan rumah itu pada siapa pun ." ucap Shila yang membuat Vero tertegun .


"Oke , aku tidak akan memaksa mu tapi kalau mereka berbuat macam - macam apalagi sampai melukai mu aku tidak akan tinggal diam ." ucap Vero yang menatap wajah mulus Shila .


"Iya , terimakasih karena kamu selalu menjaga ku." ucap Shila yang tersenyum membuat Vero ingin melahap bibir nya itu .


Malam ini adalah malam kedua bagi mereka apalagi yang di lakukan pengantin baru ? dunia ini bagaikan milik berdua Shila tidak menolak ketika Vero menyentuh tubuh nya karena itu sudah kewajiban nya , Shila memejamkan kedua matanya merasakan setiap sentuhan lembut suaminya , Vero mendekatkan wajahnya dengan wajah Shila , menyusuri setiap wajah mulus istrinya menciumi keningnya , hidung nya , dan bibir...


Tok tok tok.


Baru saja Vero ingin mengecup lembut bibir Shila , suara pintu terdengar menghentikan aktifitas malam mereka


"Aish.. siapa sih yang mengetuk pintu malam - malam begini ." ucap Vero kesal .


"Biar aku yang buka pintu nya mas ." ucap Shila yang merapikan pakaiannya yang terbuka lalu turun dari ranjang untuk membuka pintu.


Cklek,,


"Mami , papi ." ketika membuka pintu Shila di kejutkan oleh teriakan Joanna , Jolie dan Joy yang langsung masuk ke kamar nya .


"Kalian , kenapa belum tidur ?." ucap Vero yang sama terkejutnya .


"Apa yang kalian lakukan disini? ." tanya Shila yang menutup pintu .


"Mami , papi kita ingin tidur disini ." ucap Joy membuat Vero dan Shila terkesiap.


"Kalian kan punya kamar sendiri kenapa ingin tidur disini ?." ucap Vero


"Boleh kan mami , kita belum pernah tidur dengan papi ." pinta Joanna dengan ekspresi memelas .


Shila hanya menghela nafas lalu menatap Vero , begitu juga Vero melakukan hal yang sama.


"Tentu sayang , ayo kita tidur ini sudah malam ." ucap Shila membuat Vero lemas . Kenapa Shila mengijinkannya .


Dan malam kedua , mereka tidur berlima Joy berada disamping Vero memeluknya erat , sedangkan Joanna dan Jolie berada di tengah - tengah .

__ADS_1


Malam kedua ini tidur mereka terpisah karena jarak . Shila pun tidak bisa berbuat apa - apa .


"Ck, gagal lagi berduaan ." gumam Vero lemas sambil menghela nafas lalu kembali memeluk Joy di sampingnya.


__ADS_2