
Shila sudah di bawa ke ruang rawat , Delia begitu bahagia karena impian nya untuk menambah cucu sudah terkabul .
Delia akan mengadakan perayaan setelah Shila sembuh .
Shila sudah siuman dan sekarang sedang di temani Vero , Shila benar - benar terkejut mendengar bahwa diri nya sedang mengandung saat ini.
"Pantas saja akhir - akhir ini aku sering mual dan pusing , aku tidak menyadari nya kalau aku tahu aku hamil aku akan lebih berhati - hati lagi ." Shila menyesal karena hampir saja membunuh janin dalam kandungannya . Shila memang tidak menyadari karena saat hamil pertama Shila tidak begitu merasakan mual atau pun pusing seperti sekarang .
"Sudah , jangan di sesali yang penting bayi kita baik - baik saja ." ucap Vero yang mengelus lembut perut Shila yang masih rata lalu mengecup kening istrinya itu .
Namun Shila malah menangis saat mendapat perlakuan lembut dari suaminya , membuat Vero khawatir .
"Sayang , kenapa menangis ? apa perutnya sakit lagi ? ." Shila hanya menggeleng .
"Lalu kenapa kamu menangis ?."
"Aku , bahagia mas karena sekarang ada kamu di samping ku ."
"Dulu aku tidak merasakan hal ini , tidak ada yang mencium ku , mengelus lembut perut ku , bahkan aku harus menjaga kandungan ku sendirian sampai aku melahirkan hiks..hiks.. "
Tangis Shila semakin kencang Vero langsung memeluk nya erat . Vero tahu apa yang di rasakan Shila saat itu . Vero tidak bisa membayangkan Shila yang dulu begitu kuat dan tegar menjalani hidupnya sampai melahirkan dan membesarkan anak nya sendirian tanpa seorang suami di samping nya .
"Sudah jangan menangis lagi , bayi kita nanti sedih ." ucap Vero sembari menghapus air mata yang berlinang dari pipi Shila .
"Maafkan aku yang dulu , sekarang kamu tidak sendiri ada aku di samping mu aku akan selalu menemani mu dan menjaga bayi kita ." Vero benar - benar menyesal atas perbuatan nya dulu . Seandainya kecelakaan itu tidak terjadi dan tidak membuat nya amnesia mungkin saat itu Shila tidak akan sendiri dan Vero akan melihat perkembangan si kembar yang masih dalam kandungan ibu nya .
"Sayang , kamu yang sehat ya ! ada papi disini sekarang papi tidak akan membiarkan mu sendiri papi dan mami akan menunggu kehadiran mu ke dunia l love you ." Vero mencium lembut perut rata Shila yang sekarang ada buah hati nya di dalam sana .
Shila yang mendapat perlakuan itu pun tersenyum bahagia namun air mata nya berlinang begitu saja mungkin terlalu bahagia .
Vero kembali menghapus air mata yang berlinang pada pipi istrinya itu , mengecup lembut wajah istri nya itu , tak lupa juga mengecup lembut bibir pucat milik Shila walaupun terlihat pucat tetap saja sangat menggoda .
Ceklek
Suara pintu terbuka membuat Vero langsung melepaskan ciuman bibir nya , karena ini rumah sakit bisa saja dokter atau suster yang melihat . Dan benar saja seorang dokter masuk di temani suster di belakang nya .
"Nona Shila kenapa menangis ? " tanya dokter
__ADS_1
"Tidak apa - apa dok, saya bahagia karena sekarang saya sedang mengandung ." jawab Shila sembari menghapus sisa air mata nya .
"Oh begitu ! Nona Shila pasti sangat bahagia karena selalu di temani suami nya , apa ini anak pertama kalian ? "
"Bukan , ini anak ke empat ." jawaban Vero membuat dokter dan suster melongo . Tidak di sangka mereka masih muda tapi sudah mau punya empat anak saja .
"Maksud saya ini kehamilan istri saya yang kedua namun anak kami yang ke empat karena anak pertama kami kembar tiga ."
"Oh begitu ! anak kalian pasti sangat lucu - lucu ya , kalau boleh tahu berapa tahun ?" tanya dokter yang berjalan ke arah ranjang Shila .
"5 tahun , satu laki - laki dan dua perempuan ." jawab Vero yang tersenyum tipis .
"Wah, pasti cantik dan tampan seperti mama dan papa nya , pasti sangat menggemaskan ." puji dokter .
"Nona Shila jangan lupa di minum obat nya ya ? terus jangan sedih - sedih nanti berpengaruh pada bayi nya . Tuan muda selalu ingatkan istri nya jangan terlalu lelah dan jangan stres biar bayi juga tidak sedih ." ucap dokter yang di angguki Shila begitu juga Vero . setelah itu dokter pun berlalu pergi tak lupa juga suster yang mengekorinya .
"Sayang , dimana anak - anak apa sudah pulang ? ." Shila yang teringat si kembar .
"Tadi ada di luar bersama Alvin , aku akan telepon Alvin sebentar agar membawa si kembar kesini ." Vero merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya lalu menghubungi Alvin asisten nya .
Getaran ponsel membuyarkan lamunan nya , Alvin yang sedari memandang wajah mulus Zeni pun tersadar karena ponsel dalam saku jas nya bergetar .
"Sebentar aku angkat telepon dulu ." Zeni langsung menjauhkan tubuh nya dari Alvin .
"Halo tuan muda ? bagaimana keadaan Shila apa baik - baik saja ? " tanya Alvin pada sambungan telepon .
"Shila baik - baik saja dan sekarang sudah di ruang rawat ." jawab Vero di ujung sana .
"Oh iya , bawa anak - anak ku kemari ada kabar gembira untuk kalian ? "
"Kabar gembira apa tuan ? "
"Nanti saja ku beri tahu , sekarang bawa si kembar kemari " tut. telepon pun terputus .
Kabar gembira apa ya ? aneh masa! istri sakit kabar gembira ." Alvin membatin
"Alvin " seruan Zeni membuyarkan lamunan nya .
__ADS_1
"Iya Zen maaf, tadi tuan muda telepon ."
"Bagaimana keadaan Shila apa sudah membaik ? "
"Hmm, sekarang aku mau ke mobil dulu untuk menjemput si kembar tuan muda menyuruh ku untuk membawa nya ."
"Kalau begitu aku ikut , aku juga ingin melihat keadaan Shila ." pinta Zeni . Alvin pun mengangguk sebagai jawaban .
Alvin dan Zeni melangkah ke mobil Alvin yang terparkir di depan rumah sakit , karena saat sampai rumah sakit si kembar tertidur dan berharap sekarang sudah bangun .
Alvin membuka pintu mobil belakang nya , alangkah terkejut nya Alvin karena tidak mendapatkan si kembar di dalam nya . "Kemana mereka ?." ucap Alvin yang mata nya melongo .
"Kenapa Alvin ?." tanya Zeni .
"Si kembar tidak ada ." Alvin begitu panik . Mencari di setiap jok mungkin si kembar nyelip atau berada di bawah jok namun tetap tidak ada .
"Maksud mu mereka hilang ? ." ujar Zeni yang juga syok .
"Aku tidak tahu , coba kamu lihat di mobil tuan muda mungkin mereka di dalam sana ." Zeni pun melangkah ke mobil Vero yang berada di depan mobil Alvin . Zeni menempelkan wajah nya pada kaca mobil mata nya mengekor pada jok mobil namun tidak ada siapapun, mobil nya kosong dan terkunci tidak mungkin juga si kembar masuk .
"Tidak ada ." ujar Zeni sembari mengangkat kedua pundak nya .
"Ya tuhan cobaan apa lagi ini ." ujar Alvin yang menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal .
"Bagaimana ini ? apa yang harus aku katakan pada tuan muda ." gerutu Alvin .
"Kenapa sih mereka hobi sekali menghilang ." gerutu Zeni .
"Ya sudah kita cari sekarang mungkin mereka bermain di sekitar rumah sakit ." ajak Alvin untuk mencari si kembar .
Alvin dan Zeni pun mencari nya ke setiap sudut rumah sakit sedangkan Alvin sangat panik karena Vero memintanya untuk segera membawa anak - anak nya .
Sedangkan si kembar triple J mereka sedang asik bermain ranjang pasien . Awalnya si kembar hanya iseng dan ingin bermain dokter - dokteran .
Mereka menemukan ranjang yang nganggur berada di lobby rumah sakit , karena mereka bosan mereka pun ingin bermain dengan ranjang tersebut .
Namun semua di luar dugaan ? sesuatu terjadi pada ranjang tersebut .
__ADS_1