
Di dalam kamarnya Shila sedang mengemas barang - barang nya untuk acara besok, Selain untuk bekerja juga sekalian berlibur dan akan menginap sampai dua malam .
Soal penginapan jangan di tanya , Alvin sudah memesan Villa yang paling bagus dan Villa itu berlokasi di puncak tak jauh dari lahan yang akan di survei nanti .
"Non , ini bibi buatkan teh jahe plus madu untuk non Shila ." ucap Bi Inem yang masuk ke dalam kamar Shila sambil membawa secangkir teh di tangannya lalu di letakan di atas nakas samping tempat tidur Shila.
"Makasih ya bi, repot - repot ." ucap Shila sambil mengemas barang nya di masukan dalam koper .
"Sama - sama Non , non Shila pasti capek minum teh jahe biar badan nya enakan." ucap Bi Inem yang terduduk di bibir ranjang samping Shila
"Non, non mau kemana ? kok ngemas barang banyak banget ." tanya Bi Inem yang melihat Shila mengemas baju nya sedari tadi .
"Besok Shila mau ke puncak , urusan pekerjaan juga dan kemungkinan akan bermalam disana, bi Shila lupa kemarin mau kasih tahu bibi ." ucap Shila yang sudah selesai mengemas barang - barang nya .
"Oh gitu non , berapa lama? ." tanya Bi Inem.
"Cuman dua hari dua malam kok bi , Shila titip anak - anak ya bi , maaf selalu ngerepotin ." ucap Shila yang menyentuh jemari Bi Inem.
"Siapa bilang ngerepotin , gak sama sekali malah bibi seneng , oh iya non Shila belum ke rumah sakit lagi ? ."
"Belum bi,, terakhir Shila jengukin papa itu kemarin itu juga sedang tidur kalau bisa bibi jengukin papa besok ya? mau ya bi? Shila minta tolong banget sama bibi ajak anak - anak juga sekalian ." Ucap Shila yang memohon pada Bi Inem.
"Ya non , besok bibi jengukin Tuan , kalau boleh tahu sama siapa saja non besok pergi nya ? ." tanya Bi Inem.
"Sama Tuan muda , Alvin asisten nya Tuan muda sama Zeni juga karena Shila gak ada temen cewek jadi ajak Zeni." jelas Shila .
"Non, Tuan muda itu ganteng ya non , kalau sama non Shila mah cocok ." goda Bi Inem .
"Apaan sih bi , Shila itu cuman sekretarisnya Tuan muda mana mungkin Tuan muda suka sama Shila lagian Tuan muda itu sombong, arogan, galak ih.. gak kebayang kalau jadi istrinya ." ucap Shila bergidik ngeri .
"Jangan gitu non , nanti kalau jodoh gimana ? kita kan gak tahu jodoh non Shila itu siapa , lagian kalau suami itu bagaimana istrinya walaupun sombong , galak , kalau punya istri baik nanti juga jadi baik biasanya cowok kaya gitu suka romantis non ."ucap Bi Inem yang terus menggoda Shila .
" Ih.. bibi , udah ah jangan ngomongin Tuan muda " ucap Shila yang tersipu malu membuat Bi Inem tertawa melihatnya.
****
Keesokan pagi nya Shila dan Zeni sudah berangkat ke kantor pagi - pagi karena mereka akan berangkat menggunakan mobil Alvin karena mobil Alvin agak besar biar leluasa , apalagi di tambah barang - barang yang mereka bawa jadi mereka semua akan satu mobil .
"Sudah selesai , semua barang sudah di masukan ke dalam bagasi tinggal menunggu Tuan muda saja ." ucap Alvin yang sudah selesai memasukan semua koper ke dalam bagasi.
Tak lama kemudian Vero pun datang dia baru saja turun dari ruangannya karena Vero mengambil beberapa dokumen juga laptop yang di perlukan nanti dan semua itu di bawa oleh Shila sekretarisnya .
Hari ini baru pertama kalinya lihat Vero memakai pakaian casual tidak seperti biasa nya menambah kesan lebih tampan .
"Pagi Tuan muda , apa Tuan muda sudah siap kita berangkat sekarang ." ucap Alvin saat Vero sudah mendekat. Bukannya menjawab pertanyaan Alvin tapi malah balik bertanya
"Siapa dia ?." tanya Vero yang tertuju pada Zeni .
__ADS_1
"Dia teman saya tuan muda ." timpal Shila
"Suruh siapa bawa teman ? ." ucap Vero dingin.
"Mm.. gak ada yang suruh juga sih , tapi saya ngajak Zeni biar ada temen aja Tuan , gak apa - apa kan Tuan ." ucap Shila gugup
"Kenapa gak ajak satu kantor saja sekalian , merepotkan ." pekik Vero .
"Kita berangkat sekarang Alvin , dan kamu duduk di belakang dengan saya ." ucap Vero yang menatap tajam Shila , Shila hanya tersenyum mendapat perkataan Vero .
"Ngapain senyum - senyum , jangan GR saya nyuruh kamu duduk dekat saya biar saya gampang kalau saya perlu apapun karena kamu sekretaris saya ." ucap Vero yang tidak ingin Shila salah paham , tapi tingkah Vero seperti itu justru membuat Shila jadi salah paham .
"Oke , silahkan Tuan muda masuk ke dalam mobil saya dan Zeni di depan ." ujar Alvin yang membukakan pintu untuk Vero, Alvin sudah tidak sabar ingin pergi ke puncak.
"Semua barang sudah di masukan kan ? tidak ada yang tertinggal kan ? ." tanya Vero untuk memastikan agar tidak ada satupun barang yang tertinggal .
"Tidak ada Tuan , semua nya sudah saya masukan ." ucap Alvin .
"Oke , kalau begitu kita berangkat sekarang ." ucap Vero yang melangkah masuk ke dalam mobil.
Tunggu..
Tiba - tiba saja ada yang menghentikan langkah mereka untuk masuk ke dalam mobil , Vero , Alvin , Shila dan Zeni pun membalikkan badannya ke arah sumber suara .
Mereka semua tercengang , membulatkan kedua bola mata nya karena terkejut , ternyata yang menghentikan mereka adalah si kembar Joanna , Jolie , dan Joy . Bagaimana bisa bocah - bocah itu ada disini .
"Astaga , drama apalagi ini ." ucap Vero seraya membuang nafas nya kasar .
Sedangkan Alvin dia hanya nyengir - nyengir sendiri tidak tahu apa yang harus dia katakan .
" Sedang apa kalian disini ? ." tanya Shila yang menghampiri ketiga anaknya
"Mami , mami berlibur tapi tidak mengajak kami itu tidak adil ." ucap Joanna yang memasang wajah kesalnya.
"Mami benar - benar tega ." ucap Jolie
"Sayang mami tidak berlibur , mami pergi ke puncak untuk bekerja ." ucap Shila yang menghela nafasnya panjang .
"Sekarang kalian pulang ya ." ujar Shila t, tapi si kembar tidak mau pulang .
"Tidak mami ,kami akan ikut dengan mami ." timpal Joy dengan gaya cool nya .
"Astaga , zen gimana ini ?." ucap Shila yang menatap Zeni berharap bisa membantu nya .
Drt..drt..drt..
Tiba - tiba handphone Shila bergetar menandakan ada panggilan , saat di lihat nama yang terpampang ternyata dari Bi Inem Shila pun mengangkat nya
"Iya bi ada apa ?." tanya Shila pada sambungan telepon .
__ADS_1
"Non , gawat non anak - anak hilang bibi udah cari kemana - mana non tapi gak ketemu ." ucap Bi Inem yang panik di ujung sana .
"Jangan panik bi mereka ada disini."
"Maksud non di kantor ? bagaimana bisa non ?."
"Iya , sudah dulu ya bi nanti Shila telepon lagi."
"Iya non ."
Tut. telepon pun di tutup oleh kedua belah pihak.
Shila menatap ketiga anaknya dengan raut wajah yang kesal , seraya menghela nafasnya ." Jadi kalian kabur lagi ? kalian tahu bibi sangat panik mencari kalian ." ucap Shila dengan nada tinggi menahan emosi nya.
Sedangkan Joanna , Jolie dan Joy mereka saling mendorong karena takut dengan amarah Shila .
"Maaf mami , kami lupa " ucap Joanna
"Mami , mami jangan marah nanti cepat tua ." ucap Jolie yang meledek Shila .
"Mami , bukannya mami bilang kalau kami terlalu imut untuk di marahi ." Ucap Joy yang menempelkan kedua telapak tangan nya di pipi nya agar terkesan sangat imut .
Seketika amarah Shila pun reda , karena melihat wajah ketiga anak nya yang sangat imut itu.
"Lalu , bagaimana kalian bisa sampai disini ? ." tanya Shila yang penasaran .
Ternyata semalam mereka mendengar percakapan Shila dan Bi Inem , tentang Shila yang akan pergi ke puncak selama dua hari dua malam.
Mereka pun langsung menyusun rencana bagaimana agar mereka bisa ikut ke puncak , setelah mendapat ide Joanna , Jolie , dan Joy mengemas barang - barang nya untuk di masukan ke dalam ransel .
Keesokan paginya , tanpa sepengetahuan Shila dan juga Zeni mereka masuk ke dalam mobil Zeni dan duduk di jok belakang dengan pelan - pelan agar tidak di ketahui Shila .
Di dalam mobil Shila dan Zeni sama sekali tidak curiga karena ketiganya duduk di bawah kursi agar tidak terlihat hingga sampai di perusahaan .
Shila tidak bisa berkata apa - apa lagi kalau sudah begini , tapi bagaimana dengan Tuan muda apa akan mengizinkan .
"Tuan muda ." ujar Shila yang menoleh dan menatap ke arah Vero yang berdiri di depan mobil .
"Apa ? saya sudah bosan mendengar kata maaf dari mu ." ujar Vero dengan wajah kesalnya lalu masuk ke dalam mobil .
"Tunggu apa lagi , cepat masuk ini sudah siang ." ucap Vero dingin .
Mau tidak mau , akhir nya si kembar pun ikut berlibur . Zeni dan Alvin di jok depan sedangkan Shila dan Vero di jok belakang bersama si kembar .
"Ini seperti liburan keluarga saja." gumam Alvin yang melihat suasana di belakang nya dalam cermin mobil . Wajah Vero terlihat sangat muram dan kesal , di tambah lagi si Joy duduk di pangkuan Vero sampai tidak mau turun walau pun Shila memaksa nya untuk Turun .
"Joy , turunkan tangan mu ." ucap Shila yang melihat Joy menyentuh dagu Vero dengan tangannya . Membuat Vero tidak yaman .
Sedangkan Joanna dan Jolie mereka duduk di pangkuan Shila sampai tertidur.
__ADS_1