Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 112


__ADS_3

Dug,


Aaa,


Prang,


Aaa,


Suasana cafe menjadi kacau , entah apa yang telah terjadi ? Di dalam cafe begitu rusuh . Para pengunjung pun mendadak heboh dan berteriak ketika dua pelayan cafe dan security berlarian mengejar seseorang .


Kerusuhan itu pun menjadi pusat perhatian , begitu juga Vero yang kebetulan berada di cafe yang sama .


"Ada apa di sana ? Kenapa begitu kacau ."


Karena penasaran Vero pun melangkah menuju pusat perhatian yang terjadi di dalam cafe itu .


Sedangkan kedua pelayan dan security mereka masih mengejar ke empat bocah yang nakal itu .


Triple dan Stella mereka berlarian kesana - kemari , bahkan sampai menaiki meja pengunjung . si security dan dua pelayan pun sangat kewalahan mengejar ke empat bocah itu .


Bugh..


Aww..


Joy menabrak tubuh seseorang sampai terjatuh , dan orang itu adalah Elin sekretaris tuan muda .


"Dasar bocah !! main tabrak - tabrak aja !." Pekik Elin yang merapikan baju dan tas nya yang terjatuh tadi .


"Maaf , Tante aku tidak sengaja ."


"Apa tante ? saya masih muda jangan panggil saya tante "


"Ih, dasar gak waras lalu aku harus panggil apa om ! ."


"Ih, dasar bocah ."


Aaa...


Teriak Joy yang telinga nya di jewer Elin,


"Hei , dasar tidak waras lepaskan telinga ku sakit !"


"Sakit ya.. hah !! ini hukuman untuk anak seperti kamu ."


Aaaa..


Jerit Elin , ketika kaki nya di injak Joy .


Karena sakit Elin pun melepas jeweran nya .


"Aduh, telinga ku dasar, tante - tante gila !." pekik Joy sembari mengusap telinga nya yang merah .


"Joy, lari ." teriak Joanna saat security itu mendekat ke arah Joy .


"Hah !! Akhir nya aku tangkap juga kamu , anak nakal . Kita ketemu lagi ya ." ucap si security yang tersenyum menyeringai .

__ADS_1


" Aduh!! gawat " gumam Joy


"Mau pergi kemana lagi hah !! Kamu tidak akan bisa kabur lagi ." ucap si security dengan tatapan tajam nya yang siap menerkam mangsa nya .


"Hei, bocah !! Jangan lari kamu ." teriak Elin yang sudah marah ingin sekali menangkap si Joy .


"Aduh , ada dua singa di sini aku harus lari ."


Hei..


Teriak si security yang menarik lengan Joy dan langsung mengunci tubuh mungil Joy dengan tangannya .


"Kakak ." teriak Joy meminta pertolongan kedua kakak nya , namun mereka pun sudah tertangkap oleh kedua pelayan .


Aww..


Teriak si security yang tangan nya di gigit oleh Joy , Security itu pun melepaskan tangan nya yang mengunci tubuh Joy , Joy pun berlari namun tangan nya di cekal oleh Elin .


"Mau kabur kemana kamu ? pak cepat tangkap dia ." titah Elin pada si security .


Si security itu pun langsung menangkap Joy dan membawa nya ke hadapan sang manajer cafe . Kini si kembar dan Stella tidak bisa lolos lagi mereka sudah tertangkap dan langsung di bawa ke hadapan manajer cafe yang sudah amat marah melihat keadaan cafe nya yang berantakan .


Sedangkan Elin , dia berjalan ke tempat duduk nya semula bersama Tuan muda .


"Dasar , bocah pembawa masalah , baju ku jadi berantakan ! awas saja kalau ketemu lagi ." gerutu Elin sembari merapikan baju nya .


"Dimana tuan muda ? " Elin celingak - celinguk mencari Vero yang tidak ada di tempat .


"Tuh , kan aku jadi di tinggal ! Eh , tapi laptop nya masih ada , berarti tuan muda belum pulang ." Senyum Elin mengembang karena melihat laptop nya tuan muda masih ada di tempat .


Namun , Elin mendapatkan ide licik nya setelah melihat laptop milik bos nya itu masih ada di tempat.


****


Seorang laki - laki bertubuh kekar dan tinggi , menatap ke empat bocah di hadapan nya dengan tatapan tajam nya .


"Ini mereka bos, yang tidak mau membayar , dan sudah membuat kekacauan di cafe ini ." ujar seorang pelayan 1


"Kami bukan tidak mau membayar , tapi kartu kami hilang ." ujar Joanna


"Iya , lagian aku kan sudah bilang aku akan membayar nya nanti ." timpal Stella


"Jangan percaya , mereka sudah sering melakukan itu , dulu mereka juga mencuri boneka di mall ini ." ujar si security .


"Hei , pak jangan asal bicara ! Jangankan boneka seluruh toko di sini bisa kami beli ." ujar Joy yang tak terima di bilang pencuri .


"Ck, ck, ck, kalian mulai halu lagi yah. Kalau kalian punya uang mana bayar ? " pekik si pelayan 2 .


"Saya akan bawa kalian ke polisi ."


Joy , Joanna , Jolie dan Stella terbelalak mendengar ucapan sang manajer yang akan membawa nya ke kantor polisi .


"Iya , benar ayo kita bawa saja mereka ." security menarik tangan Joy kembali . Seakan - akan security itu punya dendam pada bocah ini .


"Jangan , bawa kami ." teriak Joy yang di bawa security , begitu juga kedua saudara nya dan Stella .

__ADS_1


Namun langkah mereka terhenti ketika berpapasan dengan seorang tamu agung yang datang .


"Tuan muda ." ucap sang manajer yang terkejut dengan kedatangan Vero .


Siapa yang tidak kenal dengan Tuan muda , semua orang pasti mengenal nya Vero salah satu orang terpenting dan terkenal di Asia apalagi di ibu kota . Dan cafe ini juga salah satu tempat yang sering di kunjungi Vero saat meeting bersama klien nya .


"Papi ." teriak Joy yang melihat Vero datang bersama Jey .


"Hei , bocah mulai halu lagi kamu ya ! Panggil sembarangan, ngarep ya kamu anak seorang konglomerat ." cibir security sembari menjitak kepala Joy .


"Lepaskan mereka." ucap Vero dingin .


"Tuan muda , maaf sudah membuat anda tidak nyaman , anak - anak ini sudah membuat kerusuhan disini kami akan mengamankan nya. " ujar si manajer .


"Iya , ayo kalian ikut kami ke polisi ." ujar si pelayan 1 yang menarik Joanna dan Stella .


"Lepaskan anak - anak saya ."


Si manajer terbelalak mendengar ucapan Vero , begitu juga si security dan dua pelayan tadi mereka benar - benar terkejut .


"Anak - anak ? " si manajer saling tatap bersama kedua pelayan nya .


"Lepaskan kami , itu papi kami " Joy , Joanna , Jolie dan Stella berlari ke arah Vero .


Joy langsung memeluk papi nya itu dan merengek ." Papi , mereka jahat papi ." Vero langsung menggendong putra nya itu .


"Kalian sekarang percaya kan ? kalau ayah kami memang orang kaya ." ujar Joanna .


Si manajer pun menatap tajam kedua pelayan nya yang sudah membuat nya malu di depan Vero , kedua pelayan itu hanya menunduk saat mendapat tatapan tajam dari bos nya itu .


"Maaf kan karyawan saya tuan muda , adek - adek kalian tidak apa - apa kan ? maaf kan karyawan om ya ." ucap si manajer yang langsung berubah menjadi baik pada si kembar .


"Maafkan anak saya , saya akan ganti kerugian kalian ."


"Tidak perlu Tuan muda , anak Tuan muda tidak salah ,yang salah adalah karyawan saya , saya akan pecat mereka sekarang juga ."


Kedua pelayan itu terkejut ketika mendengar ucapan si manajer yang akan memecat nya .


"Kenapa kami yang di pecat ? kami menahan mereka karena mereka tidak membayar , kenapa kami yang di salahkan !."


"Kalian diam ! " pekik si manajer .


"Jangan memarahi karyawan mu , mereka tidak salah justru anak - anak saya yang salah , saya akan membayar nya , berapa semua nya ? "


"Tadi mereka makan sampai lima juta di tambah dengan kekacauan ini , piring - piring pecah , gelas pecah , dan banyak lagi yang rusak ." jelas si pelayan


"Saya akan ganti rugi semua nya , dan untuk anda jangan memecat karyawan anda mereka tidak salah justru saya yang meminta maaf karena anak saya cafe anda jadi kacau seperti ini . "


"Terima kasih Tuan muda ." ucap si manajer , Vero pun langsung memberikan black card nya dan memberikan kepada si manajer untuk membayar kerugian cafe .


"lima puluh juta apa itu cukup ?"


Si manajer terbelalak , dengan santai nya Vero menyebut nominal uang itu .


" Cukup , Tuan muda sangat cukup . Terima kasih Tuan muda ." si manajer itu menyuruh si pelayan untuk mengurus pembayaran nya setelah itu mengembalikan kembali black card milik Vero .

__ADS_1


Setelah semua nya selesai Vero membawa anak - anak nya keluar dari cafe . Vero benar - benar sudah pusing dengan kelakuan anak nya yang selalu membuat onar . Sebelum keluar Vero kembali ke meja nya karena laptop nya tertinggal dan di sana ada Elin yang menunggu nya .


" Anak itu ." ucap Elin yang terkejut ketika melihat Joy yang di pangku oleh Vero .


__ADS_2