
Happy reading 🌹🌹🌹
Kantor polisi
Vero di temani Alvin mengunjungi Bagas di kantor polisi , namun Vero membiarkan Alvin untuk menunggu nya di luar dan tidak ikut masuk ke dalam .
Vero masih menunggu Bagas di ruang khusus untuk menemui narapidana , Vero menunggu cukup lama sampai akhir nya polisi membawa Bagas ke hadapan nya .
Bagas tersenyum smirk ketika melihat siapa yang menjenguk nya ,sedangkan Vero hanya menatap nya datar . Bagas dan Vero duduk berhadapan namun di batasi jeruji besi .
Mereka saling menatap dengan tatapan tajam .
"Aku kedatangan tamu agung rupa nya ." ucap Bagas tersenyum sinis . Dan Vero hanya tersenyum tipis.
"Halo , Bagas kita ketemu lagi ya , bagaimana kabar mu ? Apa nyaman tinggal di sini di rumah baru mu "
"Ck, basa basi ."
"Bagas , Bagas, percuma kamu mengirim Elin untuk menggoda ku , seharusnya kamu tahu aku tidak akan pernah tergoda sama wanita manapun."
"Apa kamu sudah menjenguk kekasih mu itu ? Oh , aku lupa kamu sedang dalam tahanan jadi , tidak bisa menjenguk Elin kesayangan mu itu ."
"Langsung saja apa tujuan mu kesini ? jangan basa basi , muak saya lihat muka kamu ."
"Tujuan ku kesini karena aku ingin menjenguk mu , kenapa kamu marah ? Seharusnya kamu senang karena aku masih peduli pada mu ."
"Ingat baik - baik , ini semua belum selesai ! Aku akan membalas perbuatan mu Tuan muda Alvero yang terhormat " ucap Bagas penuh penekanan , namun Vero menanggapi nya dengan santai .
"Dan akan aku pastikan , kamu hancur dan perusahaan mu yang besar itu akan hancur berkeping - keping , apa perlu aku juga melukai istri mu ."
Vero mengeraskan rahang nya , ucapan Bagas membuat nya geram namun Vero masih menanggapi nya dengan santai . Vero membiarkan Bagas untuk berbicara sepuas nya , semau nya sebelum nanti Bagas mengakhiri hidup nya .
"Kenapa kamu diam ? kamu takut ? Vero , Vero , penjara sudah biasa bagi ku , tinggal di balik jeruji besi tidak masalah itu tidak akan membuat ku mati ."
Vero masih mendengarkan ucapan Bagas dengan tenang dan santai , dan menatap nya datar . Sepertinya benar apa yang di pikirkan Vero selama ini , penjara tidak akan membuat Bagas Jera .
"Aku tidak akan berlama - lama disini , esok atau lusa secepat nya aku akan keluar dari sini . Semua bukti yang kau tuduhkan pada ku tidak kuat untuk membuat ku berlama - lama disini , akan aku pastikan itu aku akan segera bebas ."
"Oke, aku akan menunggu . Tapi sebelum kamu bebas aku akan lebih dulu membebaskan mu dari jeruji besi ini ." Bagas menatap Vero dengan tatapan yang tak bisa di artikan .
__ADS_1
"Apa maksud mu ?" tanya Bagas yang sudah mengeraskan rahang nya .
"Apa aku kurang jelas ? Aku akan membebaskan mu secepatnya , akan ku pastikan kau akan keluar dari sini esok pagi , oh tidak, mungkin hari ini , siang ini , atau sore ini . Kamu tunggu saja Bagas keinginan mu akan terkabul "
"Apa kamu tidak takut aku akan menyakiti keluarga mu ? Aku kan sudah bilang aku akan menghancurkan mu !" tatapan Bagas menjadi tajam .
Vero mendekatkan wajah nya pada jeruji besi yang menghalangi mereka berdua , Vero menatap Bagas dengan sorot mata tajam nya . Seperti seekor singa yang ingin menerkam mangsa nya .
Begitu juga Bagas , menatap Vero dengan tajam tanpa berkedip .
"Sebelum kau melakukan itu aku yang lebih dulu akan melenyapkan mu ."
Vero menarik lengan Bagas yang terborgol sontak Bagas terkejut , lalu Vero menusukan sebuah jarum suntik yang terdapat cairan putih di dalam nya pada lengan Bagas membuat Bagas meringis menahan rasa sakit di tangan nya , setelah cairan putih itu habis Vero mencabut kembali suntikan itu dan memasukan nya kembali ke dalam jas nya .
"Apa yang kau lakukan ." tanya Bagas geram
"Tunggu saja, sebentar lagi kamu akan terbebas Bagas , good bye Bagas ." ucap Vero yang tersenyum tipis dan berlalu pergi dari ruangan itu , Vero berjalan santai keluar dari kantor polisi.
Sedangkan Bagas di bawa kembali ke dalam sel tahanan . Bagas bingung cairan apa yang di suntikan Vero pada tubuh nya namun Bagas tidak merasakan apapun pada tubuh nya , Bagas benar - benar bingung apa tujuan Vero sebenar nya .
****
"Tuan muda sudah selesai ?" tanya Alvin yang sedari tadi menunggu nya di luar kantor polisi .
"Hmmmm ."
"Hmmmm ."
Alvin berjalan menuju mobil nya dan Vero mengekor nya dari belakang . Dengan santai nya Vero berjalan , sembari memakai kaca mata hitam nya setelah sampai di depan mobil nya Vero masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan pintu nya oleh Alvin .
Setelah bos nya masuk Alvin pun segera masuk dan duduk di kursi kemudi .
"Sekarang tujuan kita kemana Tuan muda ? " tanya Alvin .
"Tunggu dulu , hanya lima belas menit saja ." ucap Vero sembari melihat jarum jam di tangan nya . Alvin pun mengangguk dan setia setia menunggu .
Ngiung..ngiung..ngiung.. ngiung..
Setelah lima belas menit berlalu ada sebuah mobil ambulance yang datang ke kantor polisi , berhenti tepat di depan kantor polisi beberapa perawat keluar dari dalam mobil ambulance , segera membuka pintu mobil itu . Tak lama kemudian beberapa anggota polisi keluar dengan panik , dan membawa seorang tahanan ke dalam mobil ambulance . Tahanan itu tidak lain adalah Bagas yang wajah nya sudah memucat , bibir nya biru menghitam tidak ada gerakan apapun dari tubuh nya , Bagas pun di bawa mobil ambulance ke rumah sakit .
__ADS_1
"Wow," Alvin begitu takjub tidak menyangka hanya dalam waktu lima belas menit Bagas di keluarkan dari penjara .
Vero tersenyum tipis , setelah ambulance itu melewati nya ." Alvin jalan sekarang ."
"Baik Tuan muda ." Alvin memutar kunci lalu menginjak pedal gas dan melajukan nya dengan kecepatan standart .
Vero tersenyum lebar , dia begitu bahagia karena rencana nya berhasil , Alvin yang melihat bos nya dari balik cermin hanya tersenyum tipis . Hari ini cukup menegangkan namun sangat menyenangkan .
"Hallo , Mr. Azema ?"
" *Hallo Mr . Vero , can i help you ? "
" You see, Mr . Azema , do you have time tomorrow? My wife and i are going on vacation to japan , if you are not busy i will visit your house .
" Oh, of course ! I will be verry happy with your arrival young master, just let me know tomorrow my familiy and i will be waiting .
" Thank you very much Mr. Azema ."
" Your are welcome* ."
Tut . Vero menutup sambungan telepon nya , Vero hanya memberitahu tuan Azema kolega nya dari jepang bahwa besok dia akan berkunjung ke jepang untuk berlibur bersama istri nya sekalian berkunjung ke rumah Mr. Azema.
"Jadi baby moon Tuan muda ?" tanya Alvin yang sedari tadi memperhatikan Vero dalam cermin .
"Ya , jadi besok kamu urus semua pekerjaan ku Alvin ." Alvin hanya menghela nafas kasar selalu saja dia yang kena .
"Tuan muda , Tuan muda ."
"Jangan mengeluh , nanti aku naikan gaji mu ."
"Hmm.. sultan mah bebas ." gumam Alvin yang tetap fokus dengan kemudi nya .
"Tuan muda , apa Bagas akan mati ? " tanya Alvin ragu .
"Menurut mu ? "
"Berharap dia mati , karena kalau tidak anda dalam bahaya Tuan ."
"Lihat saja nanti , Namun aku sudah siapkan kerangka bunga yang cantik untuk penghormatan terakhir nya , kamu bisa mengantar nya besok ke tempat peristirahatan terakhir . "
__ADS_1
"Aku baru tahu ternyata anda kejam juga Tuan muda ."
"Tergantung , siapa lawan ku ! Aku tidak akan main - main terhadap orang yang mengancam keluarga ku ." ucap Vero santai sembari menatap jalanan kota di balik kaca mobil nya.