
Hari yang di tunggu - tunggu pun telah tiba , hari ini adalah hari yang dimana kedua insan akan terikat oleh janji suci.
Interior hotel yang sangat mewah juga di tambah dekorasi pernikahan yang bernuansa gold menambah kesan elegant .
Itu semua pilihan Delia , yang menginginkan pernikahan ini begitu mewah.
Tak lupa juga Alvero sang mempelai pria yang begitu tampan yang mengenakan jas hitam . Yang sedang menunggu kedatangan Shila dan keluarganya.
Tak sedikit tamu undangan yang mengagumi keindahan , kemewahan , acara pernikahan mereka dari mulai undangan yang terbuat dari emas hingga dekorasi weding yang bernuansa gold , benar - benar pernikahan impian.
Saat ini Shila sedang merias dirinya di depan cermin , walaupun dengan makeup yang minimalis Shila tetap terlihat cantik.
Di tambah lagi gaun yang di kenakannya begitu mewah dan elegan menambah kesan anggun bagaikan seorang putri di negri dongeng .
Tak lupa juga si kembar Joanna , Jolie dan Joy mereka pun tidak ingin kalah cantik dan tampan dari mami dan papi nya, apalagi pakaian yang mereka pilih gaun yang berwarna putih menambah kesan cantik , imut , bagaikan malaikat kecil .
Joanna Jovanka
Joliecia Jacqueline
Berbeda dengan Joy dia selalu terlihat cool dan gaya nya itu bagaikan seorang model profesional tidak mau kalah dari papi nya .
__ADS_1
Mereka semua sudah siap tak lupa juga Bi Inem dan Adithama sebagai wali dari Shila .
Mereka semua berangkat menuju Hotel bintang 5 dimana tempat bersejarah yang akan menyatukan ikatan suci dan janji suci antara Shila dan Vero . Sesampainya di hotel sudah banyak wartawan yang menunggu kedatangan Shila dan keluarga dan benar apa kata Shila tempat itu di jaga dengan ketat oleh para body guard .
Disana juga ada Alvin yang menyambut kedatangan Shila . Alvin terlihat sangat tampan hari ini tidak kalah dengan bosnya sendiri , banyak wanita patah hati karena Tuan muda akan menikah tapi tak sedikit wanita yang menaruh harapan pada Alvin asisten Tuan muda yang tak kalah tampan .
Akhirnya yang di tunggu - tunggu pun telah hadir . Shila memasuki ruangan yang di gandeng tangan oleh Adithama papa nya ,karena memang Adithama sudah mulai bisa berjalan walaupun pelan hanya saja saat semalam Adithama baru keluar dari rumah sakit jadi tidak di izinkan untuk berjalan terlebih dulu .
Tak sedikit para tamu undangan yang mengagumi kecantikan Shila termasuk Zeni yang sudah duduk di meja tamu .
Baru kali ini Vero terlihat gugup , apalagi ketika melihat paras Shila yang cantik . Shila dan Adithama sudah sampai di meja tempat dimana akad nikah akan berlangsung .
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Alvero Wallandou Sanjaya bin Abraham Sanjaya dengan anak saya yang bernama Arshila Anatasya dengan mas kawin berupa uang 70.000 USD dan 15 karat berlian di bayar tunai ."
Kata - kata sakral itu terdengar begitu lantang dan mantap di ucapkan Alvero . Shila sudah resmi menjadi istri dan nyonya Alvero .
"Bagaimana saksi ? sah ?." tanya penghulu duduk di samping Adithama
"Sah." jawab dua saksi yang berada di antara Alvero dan Shila .
Akhirnya mereka resmi menjadi suami istri . Vero dan Shila berdiri memasangkan cincin kawin nya ke jari manis Shila . Begitu juga Shila melakukan hal yang sama memasangkan cincin kawin itu pada Vero .
Semua orang ikut senang dan bergembira dan memberi selamat pada kedua mempelai . Kecuali dua wanita yang duduk di ujung ruangan menatap Shila dengan sinis siapa lagi kalau bukan Rani dan Tissa .
"Ayo , kita berikan selamat untuk mereka ." ucap Rani yang mengajak Tissa berdiri dari duduknya.
"Untuk apa sih ma , malu - maluin aja , mendingan kita pulang saja dari pada di sini , gerah ." ketus Tissa .
"Tissa justru ini yang harus kita lakukan , kita harus terlihat baik di depan mereka terutama Shila juga Adithama ." ucap Rani yang menatap Shila dengan sorot mata tajamnya . Lalu melangkah ke arah Shila dan Vero yang berdiri di kursi pelaminan .
__ADS_1
"Shila , selamat nya sayang mama turut bahagia apalagi kamu menikah dengan Tuan muda yang pasti akan selalu menjaga mu , terimakasih kamu masih ingat sama mama dan mengundang mama kemari maafkan kesalahan mama ya Shila , kemarin itu mama hilap tapi sekarang mama sudah berubah mama tidak ingin berbuat jahat lagi , dan pintu rumah akan selalu terbuka untuk mu , kamu pulang ya ke rumah ." ucap Rani yang memeluk Shila .
"Makasih ya ma ." ucap Shila yang tersenyum.
"Shila , selamat nya semoga kamu selalu bahagia , aku juga mau minta maaf atas kesalahan ku dulu maaf ya dan benar apa kata mama pintu rumah selalu terbuka untuk mu juga papa , saya akan sangat senang jika kalian kembali ke rumah tanpa kalian rumah terasa sepi ." ucap Tissa yang memeluk Shila .
"Terimakasih Tissa ." ucap Shila yang tersenyum .
"Ngapain kamu undang mereka ? bukannya mereka sudah jahat sama kamu dan kamu malah mengundangnya ." ucap Vero yang melihat Rani dan Tissa di pernikahannya .
"Tapi Tuan muda mereka tetap keluarga saya mama dan kakak saya mereka juga bilang akan berubah , tidak ada salahnya kan kalau saya memaafkan mama dan kakak saya , tidak ada salahnya juga kita memberi kesempatan pada mereka ." ucap Shila yang membuat Vero geram mendengarnya .
" Kamu pikir orang seperti mereka akan berubah ? tidak habis pikir saya sama kamu ." ujar Vero kesal lalu berlalu pergi menemui teman - teman nya . Dan juga rekan - rekan bisnis nya .
Shila yang melihat Vero marah pada nya hanya bisa menghela nafasnya , dan berlalu pergi menemui ketiga malaikat kecilnya yang sedang asik makan .
Sedangkan Rani dan Tissa sekarang sedang mencari keberadaan Adithama .
"Menyebalkan , sampai kapan sih ma kita harus akting kaya gini ." keluh Tissa .
"Jangan kenceng - kenceng , nanti ada yang dengar ." ucap Rani dengan nada menggeram .
"Kamu ikuti saja perintah mama jangan banyak ngeluh ngerti ." ucap Rani yang menggeram.
Setelah itu Rani menghampiri Adithama yang sedang duduk sendirian .
"Papa ." ucap Rani yang meneteskan air mata berpura - pura sedih .
"Ngapain kamu disini ." ucap Adithama dengan tatapan tak suka .
"Papa , mama senang papa baik - baik saja , mama sangat khawatir dan cemas saat papa pergi dari rumah ." ujar Rani yang memeluk Adithama yang meneteskan air mata buaya nya .
"Lepaskan ." Adithama yang mendorong Rani . "Aku tidak butuh tangisan mu , aku tahu kamu hanya berpura - pura saja jangan harap aku akan memaafkan mu ." tegas Adithama yang amat benci pada Rani .
"Adi , maafkan aku , aku tahu aku salah dan perbuatan ku ini tidak bisa di maafkan tapi aku benar - benar menyesal aku mohon maafkan aku ." ucap Rani yang berlutut dan memegang erat kaki Adithama tidak peduli banyak pasang mata yang melihat nya .
"Lepaskan , aku tidak sudi memaafkan mu ." ucap Adi yang menusuk dan mendorong Rani lalu pergi meninggalkan Rani yang masih berlutut .
__ADS_1
"Lihat saja kamu Adithama , nanti kamu yang akan berlutut kepada ku ." batin Rani sambil mengusap air mata nya .
"Ngapain lihat - lihat ? hah , bubar sana ." pekik Rani pada semua tamu yang menatap nya .