Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 137


__ADS_3

Tid ..did..tid..did..


Syutt...syutt.. tid...tid..tid..


Suara klakson terus berbunyi memecah keheningan di jalanan yang begitu macet , sebuah mobil melaju kencang menyelip semua kendaraan yang ada bahkan kecepatan nya pun begitu tinggi sampai 80 kilometer per jam , Alvin begitu panik saat mengendarai , di tambah lagi kepanikan kedua penumpang di belakang nya .


Yang seharusnya hari ini adalah momen penting kebahagiaan nya sebagai raja di hari pernikahan nya , pakaian putih bak seorang raja yang ia kenakan menambah kesan ketampanan dan kegagahan yang seharusnya saat ini Alvin menyambut para tamu yang datang ke pesta nya , namun sang raja itu harus duduk di belakang bundaran stir mobil dengan wajah di penuhi peluh keringat , yang sesekali menghela nafas nya untuk menghilangkan kepanikan .


Aaaaaa....


Jeritan , seorang wanita di belakang nya membuat jantung Alvin berdegup kencang , desakan seorang pria pun menambahkan kepanikan nya .


"Alvin cepatlah sedikit ! apa tidak bisa lebih cepat lagi ." bentakan Vero yang mengganggu konsentrasi nya


"Ini sudah cepat Tuan muda , secepat apalagi , jalanan begitu macet ." sesekali Alvin menekan bundaran stir di depan nya untuk memberi peringatan agar kendaraan lain menyingkir di hadapan nya .


Aaaa..aah..


Kali ini Vero lah yang menjerit karena rambut nya yang di jambak oleh istri nya sendiri . "Sayang aku tahu kamu sedang kesakitan , tapi jangan menjambak rambut ku juga aaa.." jerit Vero kembali yang rambut nya di jambak kuat oleh Shila .


"Mas , aku sudah tidak tahan lagi huh..huh.. seperti nya bayi kita akan keluar sekarang ..aaa."


"Alvin cepat lah sedikit , apa kamu mau istri ku melahirkan disini ."


"****, Tuan muda diamlah , jangan menambah kepanikan ku ini aku sudah cepat sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit ."


"Hei , Alvin kenapa malah kau yang membentak ku ."


Aaa.. Vero kembali menjerit


"Sayang, tolong jangan jambak rambut ku lagi ."

__ADS_1


"Kamu yang diam mas , suara tinggi mu itu membuat perut ku semakin sakit ."


"Baiklah - baiklah aku akan diam kamu tenang ya sayang kita akan segera sampai di rumah sakit ."


"Ya tuhan.. tolonglah aku , kenapa hari pernikahan ku berakhir menegangkan seperti ini ."lirih Alvin dengan pandangan yang tetap fokus ke depan , dengan kedua tangan yang terus memutar bundaran stir mobil di depan nya .


Ckitt...tttttt.. dugh,


Alvin pun menghentikan mobil nya setelah sampai di depan rumah sakit . Alvin segera turun dari mobil dan memanggil seorang petugas rumah sakit lalu membukakan pintu belakang agar dengan mudah Vero membopong Shila ke luar .


" Suster cepatlah istri saya akan melahirkan ." gertak Vero kepada suster , yang langsung mendorong ranjang pasien yang sudah di tiduri Shila saat ini . Hati Vero benar - benar tak karuan , rasa panik dan gelisah menyelimuti hati nya , melihat Shila yang meringis kesakitan membuat Vero ingin menggantikan rasa sakit itu , sesakit itu kah yang di rasakan Shila , ternyata melahirkan anak - anak nya tak senikmat seperti saat pertama membuat nya , lalu bagaimana saat Shila melahirkan anak pertama nya dulu , apa sesakit ini ? atau lebih dari ini , tidak bisa di bayangkan saat itu Shila melawan rasa sakit nya sendiri tanpa di temani suami d samping nya , bahkan keluarga nya .


Namun saat ini itu tidak akan terjadi lagi , sekarang suami mu ada di samping mu dan aku akan menemani mu sampai anak ku lahir , aku akan terus berada di samping mu sayang , itulah yang di katakan Vero dalam hati nya , tanpa terasa air mata sudah membasahi pipi nya , Tuan muda yang di kenal angkuh, galak dan sombong baru pertama kali ini melihat Vero menitikan air mata hanya karena tidak tega melihat istri nya menahan sakit karena akan melahirkan darah daging nya .


Suster mendorong masuk ranjang pasien yang di tiduri Shila ke daiam sebuah ruangan yang terpampang nama ' Ruang Bersalin ' kondisi Shila saat ini sudah mulai lemah , tenaga nya sudah habis karena terlalu banyak menjerit tadi . Saat Shila di masukan ke ruang bersalin Vero memohon agar di izinkan masuk untuk menemani istri nya , dan dokter mengizinkan itu Vero pun ikut masuk ke dalam ruangan .


Tinggal Alvin seorang yang berada di ruang tunggu , dengan nafas ngos - ngosan , peluh keringat membasahi pipi nya, Alvin menyandarkan punggung nya ke pada dinding kursi yang di duduki nya sesekali diri nya mengatur nafas yang masih tak beraturan , pandangan kosong ke depan .


"Dokter Indra , tunggu ." sahut seorang perawat .


"Ada apa ? apa ada hal darurat ."


"Dokter Indra di panggil dokter Irwan ke ruang operasi , ada seorang pasien yang kecelakaan mendapati luka serius dan harus segera di operasi ."


" Apa tidak ada dokter yang lain ?"


"Semua dokter sedang sibuk , karena kecelakaan lalu lintas yang membuat beberapa orang terluka dan tak sedikit pasien yang harus di operasi , dokter lain sedang melakukan operasi darurat kepada pasien lain , dan pasien yang akan di operasi dokter Irwan adalah salah satu korban kecelakaan itu , dokter Indra , dokter Irwan membutuhkan anda sekarang, cepat lah ini darurat kita harus segera melakukan operasi itu ." jelas seorang perawat . Sebagai dokter Indra pun harus segera bertindak tidak ada alasan untuk menolak apalagi mengabaikan pasien .


"Baiklah , saya segera ke sana . Maaf saya tidak bisa menemani kalian , ada tugas yang harus saya kerjakan ." ucap Indra kepada Zeni .


"Eh , tunggu kami harus pergi ke arah mana ."

__ADS_1


"Kalian lurus saja nanti di depan belok kiri lalu belok kiri lagi di ujung sana kalian akan menemukan ruang bersalin ." jelas Indra ."Kalau begitu saya pergi dulu ."


"Baiklah terima kasih ." Zeni pun langsung berlari menyusuri lorong sesuai arahan dari Indra , namun karena gaun nya yang lebar dan panjang membuat Zeni sulit bergerak .


"Aunty cepatlah berlari , nanti adik kami terlanjur keluar ." teriak si kembar yang mengekor di belakang namun jarak mereka begitu jauh karena terhalang oleh ekor gaun yang begitu panjang sampai dua meter .


"Hei kalian bisakah bantu aunty ."


"Bantu apa aunty ?"


"Kalian pegangi gaun aunty ya , biar aunty mudah berjalan ."


"Bagaimana cara nya ?" pikir Joy


"Terserah kalian , mau kalian gulung atau pegang terserah asal bantu sedikit membawa ujung gaun aunty ."


"Baiklah ."


"Bagus anak pintar , ayo kita kembali jalan kalian ikuti saja di belakang ya , dan ingat pegang gaun itu hati - hati jangan sampai rusak ." pinta Zeni lalu kembali berjalan .Kali ini langkah nya terasa ringan , pasti si triple J sudah memegangi ujung gaun nya , namun dimana si kembar ? kenapa tidak terlihat ? ternyata mereka ada di balik gaun itu .


"Joy , bisa kah langkah mu sedikit cepat ?" titah Joanna yang ada di belakang Joy


"Aduh, kakak aku sudah cepat , tapi gaun ini begitu berat ." timpal Joy yang mengangkat gaun itu ke atas , begitu juga yang di lakukan Joanna dan Jolie yang berada di barisan belakang .


"Aku tidak bisa melihat jalan ." pekik Jolie yang berada paling ujung .


Sekilas di luar orang - orang seperti sedang melihat sebuah pertunjukan , dan yang terlihat hanyalah kaki mungil mereka , seperti sebuah pertunjukan yang sering di adakan di acara - acara tahun baru cina apa itu nama nya ?


Barongsai. Ya, itu nama nya barongsai tubuh mungil mereka yang tertutupi kain panjang dan hanya memperlihatkan bagian bawah kaki nya saja , di tambah mereka bergerak menyerupai sebuah gelombang , dan berbelok - belok , seperti kostum barongsai yang sedang di kendalikan tiga anak kecil , dan Zeni terlihat seperti kepala singa .


Si kembar begitu asik melakukan itu , walau pun jalanan tidak terlihat namun mereka tetap bisa berjalan mengikuti langkah Zeni di depan nya .

__ADS_1


__ADS_2