
cklekk..
Pintu terbuka perlahan ,semakin lebar dan semakin lebar . Memperlihatkan seorang pria yang bertubuh tegak dan tinggi masuk ke dalam kamar , siapa lagi kalau bukan Vicky .
"Dimana Shila ." ucap nya kemudian .
Vicky terkejut saat tidak mendapatkan Shila di dalam kamar nya . Mata nya terbelalak melihat tempat tidur yang kosong . Ternyata Shila menyelinap di balik pintu saat pintu itu mulai terbuka Shila langsung berlari ke arah pintu .
Vicky sangat emosi dan kesal ketika tidak melihat wanita pujaannya itu , Vicky melangkah ke kamar mandi untuk memastikan bahwa Shila ada di dalam . Ini kesempatan Shila untuk kabur , saat Vicky berjalan ke arah kamar mandi Shila langsung berlari keluar kamar .
Shila terus berlari untuk mencari pintu keluar namun Shila tidak segampang itu untuk keluar dari rumah itu karena ada banyak penjaga dimana - mana , membuat Shila harus lebih hati - hati .
Sedangkan Vicky sangat murka , amarah nya semakin memuncak . Vicky keluar dari kamar nya dengan raut wajah yang tak bisa di artikan .
Shila..
Teriak Vicky , sembari berjalan menuruni tangga untuk mencari Shila .
Shila..
Teriakan kali ini terdengar oleh Shila , Shila kembali melangkah dengan mengendap - ngendap agar tidak di ketahui oleh para penjaga yang berdiri hampir di setiap sudut ruangan .
"Shila .. aku tahu kamu masih ada di sekitar sini , aku tidak akan melepaskan mu ketika aku menemukan mu ." ucap Vicky geram sembari mengepalkan tangannya . Vicky mengerahkan semua anak buah nya untuk mencari Shila karena Vicky yakin Shila masih ada di dalam rumah nya .
"Vicky " seru seorang wanita yang berjalan ke arah Vicky . Shila yang mendengar seruan itu langsung bersembunyi di balik pilar yang tak jauh dari berdirinya Vicky .
Merasa namanya di panggil Vicky pun menoleh ke arah wanita yang memanggil nya . Wanita itu semakin mendekat dan berhadapan dengan nya saat ini . Vicky begitu malas melihat wanita yang ada di depannya itu .
"Ada apa kamu kesini ?" tanya Vicky datar .
"Hey vic, ada apa dengan mu kenapa muka mu kusut seperti itu , tenang saja aku kesini tidak akan mengganggu malam mu , aku kesini hanya ingin memastikan saja bahwa Shila telah memuaskan hasrat mu malam ini ." ucap wanita itu tersenyum smirk .
Mendengar nama nya di sebut Shila pun mengintip percakapan mereka di balik pilar . Alangkah terkejut nya Shila saat melihat wanita yang sedang bersama Vicky sekarang .
"Tissa ." ucap nya demikian
Ya , wanita itu adalah Tissa yang tak lain adalah kakak tiri nya . Setelah tiga bulan lamanya hidup Shila menjadi tenang , kebahagian demi kebahagiaan yang Shila rasakan, setelah kepergian Tissa dan Rani yang tak pernah mengganggu hidup nya lagi .
Namun kali ini Shila harus kembali melihat wanita licik di hadapannya itu .
"Kamu ingin tahu apa yang terjadi pada ku dan Shila malam ini ?." ujar Vicky dengan tatapan dingin nya yang menatap Tissa .
__ADS_1
"Apa ? ."
"Shila kabur ." ucapan Vicky membuat Tissa tersentak . Untuk kedua kalinya rencana nya gagal lagi . Lagi - lagi Shila lolos. Namun Tissa yakin bahwa Shila masih ada di rumah ini .
Apa Shila kabur ? sial ! lagi - lagi anak itu berhasil kabur . Gak , ini gak boleh terjadi jangan sampai Vicky meminta uang nya kembali . Aku harus bisa menemukan Shila .
Batin Tissa , yang kini sedang ketakutan .
Sebelumnya Tissa dan Rani terpuruk karena sudah tak memiliki apapun karena perusahaan dan kekayaan yang dia miliki kembali di renggut Shila .
Bahkan uang hasil pelelangan pun raib , karena cek yang di berikan itu palsu . Sampai Tissa dan Rani jadi gelandangan tak mempunyai tempat tinggal .
Flasback on
"Tissa , apa kamu gak punya temen atau siapa gitu yang bisa kamu kunjungi dari pada kita luntang - lantung gak jelas gini ." ujar Rani
"Mana ada temen yang mau terima aku , apalagi hidup susah kaya gini mereka hanya ada saat aku kaya ." timpal Tissa .
"Coba deh kamu ingat - ingat mungkin masih ada teman yang mau nerima mu ." ucap Rani yang berharap masih ada tempat untuk mereka berteduh .
Tissa berpikir sejenak , sambil mengingat siapa teman yang kira - kira bisa dia temui , lalu senyum Tissa pun merekah sepertinya Tissa tahu kemana dia harus pergi.
"Aku tahu ma , kemana kita harus pergi ." ucap Tissa yang tersenyum ke arah Rani .
Saat itu Tissa mengajak Rani bertemu dengan Vicky . Dari situlah rencana nya di mulai . Tissa membuat kesepakatan bersama Vicky untuk balas dendam pada Shila . Dan untuk kedua kalinya Tissa menjadikan Shila sebagai jaminan nya , lagi - lagi Tissa meminjam uang sebesar 2 milyar untuk kehidupannya dan bayaran nya adalah Shila . Dari situlah Tissa, Rani dan Vicky bekerja sama . Hidup Rani dan Tissa pun kembali mewah namun semua yang di lakukannya pasti ada konsekuensi nya .
Flasback off
"Vic , saya yakin Shila masih ada di sekitar sini , aku akan mencarinya untuk mu dia pasti belum pergi jauh ."
"Kalau sampai Shila tidak bisa di temukan , kamu yang harus menggantikannya malam ini ."
Deg, Tissa langsung menelan salivanya mata nya membulat sempurna ketika mendengar ucapan Vicky barusan . Tidak bisa di bayangkan kalau dirinya harus menggantikan Shila untuk tidur bersama pria yang gila **** seperti Vicky .
"Jangan marah dulu , aku yakin Shila masih di sini , kita cari dia ." ujar Tissa gugup . Lalu Tissa dan Vicky pun melangkah bersama mencari Shila .
****
Vero sudah kembali ke rumah nya di temani oleh Alvin . Dengan wajah lebam - lebam karena luka pukulan . Siapa lagi kalau bukan Bagas yang memukulnya .
Bagas tidak terima Vero terus menuduh nya yang menculik Shila , sedangkan Vero tetap ngotot bahwa Bagas lah yang menculik istri nya . Hingga terjadilah pertarungan antara Vero dan Bagas . Sampai akhirnya Alvin juga yang melerai pertarungan itu .
__ADS_1
"Tuan muda berhenti , tidak ada artinya terus memukuli nya karena Shila memang tidak ada di sini ." Vero menghentikan pukulan nya pada Bagas setelah mendengar perkataan Alvin .
"Kamu dengar apa kata asisten mu itu , istri mu itu tidak ada disini itu berarti bukan saya yang menculik nya ." ucap Bagas membela dirinya .
"Kamu yakin Alvin ?." tanya Vero sembari menatap Alvin . Alvin pun mengangguk meyakinkan bahwa dirinya tidak berbohong . " Ayo Tuan muda , kita pergi dari sini ." ajak Alvin .
"Kalau sampai kamu yang menculik istri saya aku akan pastikan kamu menerima akibat nya ." ancam Vero pada Bagas dengan tatapan tajam nya .Lalu melangkah pergi dari apartemen Bagas .
"Sial ." umpat Bagas sembari menghapus darah di sudut bibir nya .
Tapi bagus wanita itu di culik , saya berharap wanita itu tidak bisa di temukan . Awalnya aku merencanakan semua itu namun sudah ada yang mendahului ku . Baguslah aku tidak perlu membuang - buang tenaga ku . Tapi siapa orang yang menculik istri nya itu ?
Bagas bergulat dengan hatinya tentang siapa orang yang sudah menculik Shila .
"Ah , sudahlah siapa pun orang itu yang penting tujuannya sama dengan ku , aku senang melihat Vero ketakutan seperti itu dan sekarang aku sudah tahu apa kelemahan nya ." ucap Bagas tersenyum sinis .
Vero sedang merebahkan tubuh nya di atas sofa , Sembari memejamkan mata nya . Alvin yang menemani nya pun duduk lemas di sofa yang kosong . Alvin dan Vero mempunyai pemikiran yang sama , siapa orang di balik semua ini orang yang menculik Shila ? .
"Vero , kenapa dengan wajah mu ? ." ucap Delia yang terkejut melihat luka lebam di wajah putra nya . Delia pun mendudukan tubuh nya di samping Vero .
"Tidak , apa - apa ma ." ucap Vero singkat .
"Mama sudah melapor polisi ." ucap Delia yang membuat Alvin dan Vero terkesiap . Kedua nya menatap Delia , Delia yang di tatap itu pun langsung memberikan penjelasan .
"Mama khawatir , Shila sudah hilang selama satu hari satu malam , mama takut Shila kenapa - kenapa jadi mama meminta bantuan polisi , semoga saja mereka bisa membantu kita untuk menemukan Shila . " jelas Delia .
Vero pun tidak marah , dia setuju dengan apa yang di lakukan ibunya itu , namun sampai saat ini pihak polisi belum bisa menemukan Shila .
"Kalau , bukan Bagas siapa yang membawa Shila ? Dimana Shila sekarang ." pertanyaan itu muncul dari benaknya . Semua orang bingung dimana Shila berada .
"Papi ." Semua orang yang ada di sofa langsung menoleh ke arah sumber suara , siapa lagi kalau bukan si kembar genius.
Mata mereka terbelalak ketika melihat penampilan si kembar yang tidak biasa , berpenampilan layak nya seorang detektif membuat Alvin , Vero dan Delia tertawa .
"hahaha.. kalian mau kemana berpakaian seperti ini ? ." ucap Delia .
"Kami , detektif kembar yang akan membebaskan sandra ." ujar Joanna yang memakai kaca mata hitam nya .
"Sandra ?."
Alvin , Vero dan Delia saling tatap , lalu menatap si kembar dengan tatapan bingung .
__ADS_1
"Aku tahu mami ada dimana, dan sekarang aku akan membebaskan mami ." ujar Joy penuh percaya diri .
"Kamu tahu ? dari mana? " tanya Vero heran .