Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 134


__ADS_3

Kalau sudah rindu , tidak bisa lagi di tahan . Dimana pun , dan kapan pun orang itu akan lupa dimana mereka berada , yang terpenting hasrat rindu tersalurkan . Seperti sekarang ini lah yang terjadi pada Shila dan Vero , mentang - mentang tidak ada orang lain lagi di dalam kamar inap di sebuah rumah sakit mereka melepas kerinduan yang terhalang karena emosi semata , Kedua bibir mereka saling menautkan , memejamkan mata menambah kesan yang terasa .


Tanpa mereka sadari ada tiga pasang mata yang melihat kegiatan mereka . Tiga pasang mata itu berasal dari balik pintu yang terbuka sedikit . Namun , tidak hanya mata saja tapi terlihat sekilas wajah chubby , bibir mungil yang memoncong ke depan , serta rambut panjang yang menghalangi sedikit mata mereka , namun rambut itu begitu panjang sekitar satu meter , seperti nya bukan rambut nya yang panjang , itu karena tubuh mereka saling bertumpuan hingga tiga tumpukan dan rambut panjang itulah yang terurai . Karena beban terlalu berat hingga yang berada paling bawah tidak bisa lagi menahan beban tubuh yang menindih nya di atas punggung nya ,tangan mulai bergemetar , tumpuan yang tegak pun mulai bergetar , mereka pun hilang keseimbangan , hingga akhir nya


Brukk,


Tumpuan itu pun hancur , membuat tiga bocah kecil tersungkur di atas lantai , membuat tubuh mereka sakit , linu ,nyeri , namun bukan hanya itu yang di rasakan , kejahilan mereka yang sering mengintip pun akhir nya ketahuan , karena suara jatuh nya tubuh mereka di barengi suara pintu yang terdorong keras membuat kedua sejoli yang sedang melepas kerinduan pun terkejut .


"Joanna , Jolie , Joy ." ucap Shila yang masih kaget . Namun tidak dengan bocah itu , mereka langsung bangun dan berdiri tegak, lalu tersenyum nyengir seperti kuda .


"Hai mami , hai papi ." ucap Joy nyengir kuda .


"Kebiasaan tidak mengetuk pintu ." lirih Vero sambil membuang nafas kasar .


"Kalian mengintip ? " mata si kembar pun terbelalak ketika mendapat pertanyaan itu dari Shila .


"Mmm.. sedikit !Mami tenang saja kami akan melupakan apa yang telah kami lihat , karena itu khusus orang dewasa , kami akan melupakannya mami , tentang mami dan papi yang senam mulut tadi ." timpal Joanna .


"Iya mami , jadi jangan marahi kami ya !" si kembar dengan wajah memelas meminta di kasihani .


Shila hanya menghela nafas kasar ,,lalu menatap Vero di hadapan nya sembari menaikan kedua bahu nya . Kalau di marahi juga percuma toh mereka sudah melihat , dan ini sudah kesekian kali nya mereka melihat pemandangan yang tak senonoh , dan tak pantas di lihat oleh anak kecil seusia mereka . Tapi bagaimana lagi semua sudah terjadi .


"Kemarilah ." titah Vero dan Shila .


Si kembar pun ragu - ragu untuk melangkah dan mendekat , takut di marahi mami nya , namun Shila memperlihatkan senyum manis nya menandakan bahwa Shila tidak akan memarahi si kembar , karena siapa sih yang bisa marah sama anak yang se-gemes mereka , udah lucu , pintar , gemes, bikin greget pokok nya .


"Ayo , kemarilah ." titah Shila sekali lagi


"Mm.. mami tidak akan memarahi kami kan ?" tanya Joy


"Kenapa kalian takut kalau mami marah ? kalau kalian takut kenapa selalu melakukan kesalahan ?"


"Maaf , mami ." si kembar menunduk takut . Shila menarik nafas panjang menghembuskan nya kasar lalu kembali tersenyum .


"Kemarilah , mami tidak akan memarahi kalian ."


"Janji ."


"Hu,um ." wajah si kembar pun kembali ceria , mereka tersenyum lebar lalu berlari ke arah Shila dan memeluk nya , tubuh Shila sedikit terhuyung dan hampir saja jatuh ketika si kembar menghambur memeluk nya , namun Shila masih menahan dengan pijakan kaki nya juga di bantu Vero yang menahan punggung nya .

__ADS_1


"Terima kasih , mami aku sayang mami ." Ucap Joy yang begitu senang saat Shila tidak memarahi nya karena yang mereka takutkan adalah kemarahan mami nya .


"Mami i love you , mami yang terbaik ." ucap Jolie dan Joanna kompak .


"Sudah - sudah pelukan nya , kasihan dede bayi nanti gak bisa nafas ." Vero merasa ngeri sendiri , ketika melihat tubuh Shila yang di peluk itu , apalagi sampai menekan perut buncit nya , namun tidak dengan Shila , dia terlihat baik - baik saja .


Mendengar ucapan Vero barusan , si kembar pun melepas pelukan nya karena takut menyakiti adik di dalam perut mami nya .


"Maaf , adik kau tidak kesakitan kan" Joanna mengelus lembut perut buncit Shila , melihat anak - anak nya perhatian Shila pun merasa senang , mungkin sekarang si kembar sudah bisa menerima kehadiran adik mereka yang sebentar lagi akan lahir ke dunia .


"Papi mau di peluk juga dong !" Si kembar tertawa melihat wajah Vero yang merengek meminta di peluk , seperti seorang anak yang meminta sebuah permen kalau tidak di beri mereka akan merengek .


"Kemari papi , kita berpelukan ." ajak Joanna . Pelukan teletubbies pun kembali terjadi , pelukan hangat , dan pelukan erat yang selalu di rindukan , di inginkan setiap keluarga .


Banyak rintangan di lalui , baik suka maupun duka , namun kebersamaan keluarga adalah kebahagiaan yang terbesar , yang selalu di inginkan semua orang seperti pepatah harta adalah keluarga , tanpa keluarga hidup kita terasa sepi dan rumah pun bagaikan kuburan bukan lagi istana .


"Seperti nya kita melewatkan sebuah drama."


"Seperti nya drama ini berakhir bahagia ."


ucap Alvin dan Indra yang baru saja datang dan langsung di suguhkan pemandangan indah , harmonis dan romantis . Membuat iri saja .


"Sini biar ku peluk , sabar .. sudah nasib jomblo seperti kita tidak ada yang meluk ." celoteh Indra sembari memeluk dan menepuk - nepuk punggung Alvin , namun Alvin membantah perkataan Indra ."Siapa yang jomblo aku tidak , sebentar lagi aku akan menikah ." bantah Alvin yang melepas pelukan Indra .


"Oh ya !" Indra menyipitkan mata nya mencari kebenaran di mata Alvin , dan ternyata Alvin tidak berbohong .


"Wah, ternyata kau laku juga ya Alvin , " Indra terkekeh , Indra sedikit terkejut mendengar Alvin akan menikah karena dari dulu Alvin tidak pernah dekat dengan seorang wanita apalagi menikah .


"Sialan kamu Indra , kamu pikir aku tidak laku ."


"Haha.. Iya , iya , selamat ya , aku tunggu undangan nya secepat nya ."


"Undangan apa paman ?" ternyata sedari tadi ada yang mendengarkan ucapan mereka terutama si kembar , pendengaran nya memang sangat tajam.


"Sudah , pelukan nya ? Bagaimana sandiwara nya sudah selesaikan ! Kalau sudah cepat pulang lah ." titah Indra sedikit menyinggung .


"Kamu ngusir ! Awas ya , masalah kita belum selesai ." Vero menatap tajam Indra .


"Ayolah Ver, aku tadi hanya sandiwara saja tidak sungguh - sungguh , sudahlah jangan di masukan ke hati . Tapi kalau Shila mau ..." ucap Indra tertahan karena Vero siap memberikan bogeman mentah untuk nya , kepalan tangan nya membuat Indra ngeri .

__ADS_1


"Bercanda Ver , slow .. slow.. jangan marah ."


"Hei kalian kebiasaan ya makan tidak bayar ." pekik Alvin pada si kembar . Shila dan Vero pun menatap ke arah si kembar yang kini hanya nyengir kuda .


Mendapat respon seperti itu Shila dan Vero hanya menggelengkan kepala .


"Sudah - sudah drama nya , Ver apa kamu tidak akan pulang ? kamu mau sampai pagi disini ? kaya gak ada tempat saja , nginep di rumah sakit tuh , di hotel ." Indra terus menyinggung dan mencibir Vero sampai kesabaran Vero pun habis , rasa nya Vero ingin merobek mulut sahabat nya ini sekarang juga.


Indra..


Eh..eh.. Ver , bercanda


Namun bagi Vero ini bukanlah candaan , tapi sebuah penghinaan , jangankan satu kamar hotel , hotel nya saja bisa dia beli , Indra benar - benar memancing emosi nya saat ini .


"Mas, kamu mau ngapain ?"


"Papi awas ..'


Brukk,


Aww..


Niat nya ingin , menghajar Indra namun , belum sempat tangan nya sampai meninju pipi mulus Indra kaki Vero tersangkut selang infus yang masih menempel di tangan nya , sampai akhir nya menabrak Indra dan Alvin , tubuh mereka pun terhuyung bersama - sama ke atas lantai , namun Alvin selalu sial , tubuh nya paling bawah dan tertindih oleh kedua sahabat nya yang bertubuh kekar itu.


"Aduh , aduh , mereka seperti anak kecil saja ya !" cibir Joanna .


"Itu , seperti kejadian jatuh kita tadi ya ."


"Hahaha.. " si kembar pun tertawa bersama , Shila tidak habis pikir suami nya yang terkenal dingin , cuek , galak namun sikap kanak - kanak nya tidak pernah hilang .


...----------------...


Hai akak reader, salam kenal dari author , makasih lo masih setia dan nunggu up dari thor , Bagaimana suka gak cerita nya ??


Jangan lupa tinggalkan Vote nya ya sebanyak - banyak nya. komen , like juga ya 👌.


salam kenal


Dini ratna

__ADS_1


__ADS_2