
Shila merasa malu ketika banyak pasang mata yang melihat ke arah nya , Shila langsung melepaskan pelukan suami nya itu .
"Mas, sudah jangan begini malu di lihat orang ." ucap Shila yang risih dengan pandangan orang - orang terhadap nya.
"Kenapa harus malu , kita kan suami istri pasangan yang sah , tidak ada yang melarang sayang ." ucap Vero lagi - lagi menciumi pipi Shila .
"Mas.. ." Vero pasrah , apalagi Shila sudah menatap nya tajam .
"Ya sudah , kita pulang sekarang ." ajak Vero .
"Hu,um ." Shila mengangguk .
"Tunggu sebentar sayang , aku mau ke toilet kamu tunggu disini ya ? jangan kemana - mana ." titah Vero
"hu,um ." Shila hanya mengangguk dan tersenyum . Lalu Shila kembali duduk di kursi tunggu dekat ruangan dokter kandungan . Vero langsung melangkah menuju toilet .
Di saat Shila sedang duduk menunggu Vero kembali tiba - tiba ekor mata nya melihat seseorang yang dia kenal , orang itu sama sedang menunggu antrian di rumah sakit ini.
"Tissa ." ucap Shila yang melihat Tissa kakak tiri nya . Tissa dan Shila memang duduk agak berjauhan jadi Tissa tidak begitu memperhatikan Shila .
"Sedang apa Tissa disini ? apa dia sakit ?" tanya Shila pada diri nya .
Tak lama kemudian Tissa di panggil oleh seorang suster , Tissa pun melangkah mengikuti langkah suster . Alangkah terkejut nya Shila saat Tissa memasuki ruangan yang sama , ruangan yang baru saja Shila masuki bersama Vero . Ruangan apa lagi kalau bukan ruangan dokter kandungan .
"Tissa , kenapa dia masuk ke ruang dokter kandungan ? siapa yang hamil ? " Banyak pertanyaan pada benak Shila tentang Shila . Kalau memang Tissa hanya mengantar teman nya tapi, Tissa tidak terlihat bersama orang lain Tissa berjalan sendiri masuk ke ruangan itu .
Shila benar - benar penasaran , siapa yang memeriksa kandungan , apa benar itu Tissa ? . Karena penasaran Shila pun melangkah berjalan menuju ruangan itu namun ..
"Sayang ." seru seseorang dari belakang siapa lagi kalau bukan Vero suami nya
Shila pun menghentikan langkah nya lalu berbalik menghadap Vero yang berada di belakang nya .
"Sayang , mau kemana ?"
"Hmm.. tadi saya lihat ada orang yang mirip teman saya , tadi nya mau nyapa tapi udah gak ada ." jawab Shila berbohong .
"Oh.. ya udah kita pulang sekarang ya ?" ajak Vero yang langsung merangkul pinggang Shila lalu pergi meninggalkan rumah sakit .
****
Sepanjang jalan Shila masih kepikiran Tissa , apa benar yang di lihat nya itu Tissa ? namun untuk apa Tissa pergi ke dokter kandungan ? apa mungkin Tissa hamil ? Tapi sama siapa ? .
__ADS_1
Shila memang sudah lama tidak pernah bertemu dengan Tissa , sudah sebulan lama nya setelah kejadian penculikan itu. Namun Shila tidak pernah mendengar Tissa menikah , Shila benar - benar penasaran apa yang di lakukan Tissa di dokter kandungan .
"Sayang ." seruan Vero mengejutkan lamunan nya .
"Iya , sayang ."
"Kamu kenapa ? saya lihat dari tadi kamu melamun saja ada apa ? " tanya Vero yang memang melihat Shila sangat aneh setelah pulang dari rumah sakit. Shila mendadak jadi pendiam .
"Ingat nya sayang ,kamu jangan banyak melamun ingat kata dokter ." Vero mengingatkan .
"Nggak apa - apa kok sayang , aku laper dari tadi aku nahan laper sayang ."
"Ya ampun, kenapa gak bilang kalau laper , ya udah kita ke restoran nya kamu mau makan apa ? " tanya Vero yang mata nya fokus melihat jalanan di depan nya .
"Mm.. apa ya ? " Shila berpikir .
"Aku , mau bakso itu sayang ." tunjuk Shila pada sebuah gerobak bakso yang berada di pinggir jalan .
"Sayang , kan aku udah bilang jangan makan di pinggiran jalan , kita cari bakso di tempat lain aja ya ?." ajak Vero namun Shila menolak , Shila tetap ingin bakso yang ada di depan nya itu .
"Nggak mas, aku mau bakso itu ."
"Sayang .. dengerin , itu gak higenis kamu jangan sembarangan makan nanti sakit perut ."
"Iya , bakso tapi kita cari di tempat lain yang agak bersihan dikit ya ."
"Nggak mau ,mas.. nggak mau aku mau nya bakso itu ,berhenti mas aku mau bakso ini ." rengek Shila manja . Vero pun tidak bisa melihat Shila merengek seperti itu akhir nya Vero menghentikan mobil nya di depan tukang bakso itu .
"Sayang ayo kita turun ." senyum Shila mengembang .
"Iya , iya tunggu sebentar buka seatbelt nya dulu ." ucap Vero yang membuka seatbelt nya . Lalu turun dari mobil dan membuka pintu untuk Shila .
Shila dan Vero berjalan ke arah tukang bakso , wajah Shila begitu merekah senyum nya begitu mengembang seperti seorang anak kecil yang akan mendapat hadiah atau permen.
"Bang bakso nya satu ya ." ucap Vero pada si penjual bakso . lalu duduk di bangku yang sudah di sediakan namun, Vero tidak mengizinkan Shila duduk terlebih dulu sebelum Vero memastikan bangku nya benar - benar bersih .Setelah itu barulah Shila bisa duduk begitu juga Vero yang selalu menemani nya .
Tak lama kemudian , pesanan bakso pun datang Shila begitu senang ketika bakso pesanan nya datang .
"Jangan pake sambel ." cegah Vero saat Shila ingin menuangkan sambel ke dalam mangkok bakso nya .
"Dikit mas, satu sendok aja ."
__ADS_1
"Nggak nanti sakit perut ."
"Mas, mana enak makan bakso gak pake sambel ." bantah Shila .
"Nggak boleh , "
" Satu sendok aja mas ."
"Eh.. di bilangin nggak boleh ." ucap Vero tertahan karena Shila terlanjur menuangkan sambel nya pada mangkok bakso nya .
Shila begitu lahap memakan bakso nya , sampai Vero menggeleng - geleng melihat nya . Namun Vero tersenyum senang melihat istri nya begitu lahap memakan bakso nya .
****
Tissa sudah ke luar dari ruangan dokter , Tissa menahan amarah setelah keluar dari ruangan itu . Tissa berjalan keluar rumah sakit menuju mobil nya lalu masuk ke dalam mobil nya .
Arghh..
Tissa menggeram sembari memukul stir mobil di depan nya . Tangannya mengepal menahan amarah nya .
"Ini tidak mungkin , tidak mungkin ." teriak Tissa histeris sambil memukul - mukul stir mobil nya . Lalu Tissa menangis , sungguh tidak percaya seorang Tissa bisa menangis .
Flasback on
Tissa memasuki ruangan dokter kandungan , Tissa berjalan perlahan lalu duduk di depan meja dokter . Tissa menjelaskan semua keluhan yang dia alami dan semua keluhan itu seperti gejala orang hamil .
Sudah sebulan ini Tissa merasakan tidak enak badan , rasa ***** makan nya berkurang , badan nya sering cepat lelah itu sebab nya akhir - akhir ini Tissa selalu diam diri dalam kamar nya .
Kenapa Tissa memilih berobat ke dokter kandungan ? karena sebelum nya Tissa merasa telat datang bulan selama bulan ini dan Tissa mencoba mencari tahu gejala apa yang dia alami .
Lalu Tissa mencoba mengetes nya dengan testpack ,apa benar dia hamil dan benar saja hasil testpack itu positif menunjukan dua garis merah pada testpack itu . Namun Tissa masih belum percaya sebelum memastikan langsung pada dokter kandungan, dan hari ini Tissa pergi ke dokter kandungan dan hasilnya sungguh mengejutkan , Tissa benar - benar positif hamil .
"Dokter tidak salah kan ? " Tissa mencoba bertanya lagi pada dokter berharap dokter mengatakan hal yang tidak benar.
" Nona Tissa , ini benar hasil test nya menyatakan positif dan sekarang nona Tissa sedang mengandung usia kandungannya sudah jalan 4 minggu ."
Deg, ucapan dokter membuat Tissa terpaku , Tissa tidak bisa menerima kenyataan ini bahwa sekarang dirinya sedang hamil dan usia kandungan nya sudah berjalan 4 minggu .
Flashback off
"Aku tidak mungkin hamil , tidak mungkin ." teriak Tissa histeris . Tissa masih belum bisa menerima kenyataan ini.
__ADS_1
"Laki- laki bajingan ,brengsek ,laknat ." ucap Tissa yang mengepalkan tangan nya geram. Menahan emosi yang membara .
"Kau , harus bertanggung jawab . Aku tidak akan membiarkan mu melakukan ini pada ku ." ucap Tissa yang langsung memakai seatbelt nya lalu memutar kunci mobil dan menancapkan gas melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi , meninggalkan rumah sakit .