
Shila mengerjapkan kedua mata nya , pemandangan yang pertama di lihatnya adalah wajah tampan suaminya , membuat Shila tidak ingin bangun dari tidurnya .
"Aku masih tidak percaya , kau adalah suami ku , semua nya terasa seperti mimpi , pertemuan yang tidak terduga telah menyatukan kita , dan awal kehancuran ku ternyata itu awal dari kebahagiaan ku . Aku harap kamu akan selalu mencintaiku ." gumam Shila yang mengelus lembut pipi mulus Vero hingga Vero terbangun .
"Kenapa ? kau baru menyadari kalau suami mu ini sangat tampan ? apa sekarang kau tergila - gila pada ku ."ucap Vero ketika membuka matanya .
" Huh, masih saja sombong ." ucap Shila yang memalingkan wajahnya .
"Mau kemana ? ." ucap Vero yang memeluk tubuh Shila agar tidak bangun .
"Ini sudah pagi , aku mau menyiapkan sarapan ."
"Untuk apa ? ."
"Untuk mu ."
"Tidak usah , itu tugas pelayan tugas mu adalah menemani ku ." ucap Vero yang mempererat pelukan nya membuat wajah keduanya berdekatan .
"Kau berharap aku akan selalu mencintai mu ? ." ucap Vero yang mendengar gumaman Shila tadi .
"Kau mendengarnya ? ."
"Tentu , aku menyesal dulu aku telah membuat hidup mu hancur , maafkan aku ." ucap Vero yang menatap lekat mata Shila .
" Itu masalalu , jangan di bahas aku sudah melupakannya ." ucap Shila .
Perlahan Vero mendekatkan bibir nya dengan bibir Shila , memeluknya erat , tidak peduli mentari pagi yang sudah bersinar .
Sentuhan demi sentuhan lembut yang Vero berikan , jari jemari nya mulai menyusuri lengkukkan tubuh Shila , pelan - pelan membuka baju istrinya itu hingga terlepas dari tubuh nya memperlihatkan tubuh mulus Shila yang membuat Vero ingin segera menyalurkan hasrat nya .
****
Waktu yang panjang sudah berlalu , Shila baru saja keluar dari kamar mandi seraya mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk, sedangkan Vero sudah keluar terlebih dulu dan sekarang sedang berada di ruang makan dengan Delia .
Karena semalam Vero membawa Shila pulang ke rumah nya .
"Dimana menantu ku yang cantik ?." tanya Delia yang tidak melihat Shila .
"Lagi mandi , mungkin sebentar lagi turun ." ucap Vero dengan wajah andalannya .
"Owh.. apa kamu melakukannya sampai pagi ? Vero - Vero kasihan istri mu nanti dia lelah ." cibir Delia dengan tatapan yang tidak bisa di artikan .
"Mama , apaan sih banyak pelayan juga , lagian semalam kita langsung tidur gak melakukan apapun ." ucap Vero sedikit berbisik , karena malu oleh ucapan Delia tadi membuat para pelayan ingin tertawa mendengarnya .
"Kenapa ? mereka semua sudah menikah mereka pasti ngerti sama pengantin baru ." ucap Delia yang terus mengolok - olok Vero . Vero tidak melayani ibunya itu , lebih baik Vero fokus makan .
"Selamat pagi ma ." ucap Shila yang baru saja turun .
"Pagi sayang duduklah , kita sarapan nya ? ." Shila pun duduk di samping Vero , seketika bola mata Shila membulat melihat makanan yang begitu banyak di atas meja .
"Makanan segini banyak , apa akan habis ." ucap Shila yang menatap makanan itu .
__ADS_1
"Ini mama siapkan untuk mu , sebagai Nyonya baru di rumah ini , mama tidak tahu kesukaan mu jadi mama suruh pelayan untuk memasak semua nya supaya kamu bisa memilih ." ucap Delia .
"Terima kasih ma ,padahal tidak perlu serepot ini ma , aku suka apa aja kok ma ." ucap Shila lalu memulai sarapan .
"Oh iya , apa ada rencana untuk bulan madu ? kemana ? bilang saja sama mama biar mama siapkan ."
"Mama , aku sibuk ma sekarang saja aku harus ke kantor karena ada pertemuan penting dengan klien." ucap Vero dingin .
"Vero , kamu ini baru saja menikah sudah mau kerja selalu saja sibuk , kan ada Alvin biar Alvin saja yang mengurus semuanya . " ucap Delia kesal .
"Tidak apa - apa kok ma , kita tidak perlu bulan madu lagian mas Vero juga sangat sibuk ." ucap Shila agar Vero tidak berdebat dengan Delia .
"Tuh kan ma , Shila juga mengerti ." ucap Vero dingin .
"Vero , kamu romantis sedikit apa ." pekik Delia .
"Sudah dulu ma , aku mau berangkat ." ujar Vero yang beranjak dari kursi
"Ma , Shila juga berangkat ya ." ucap Shila yang di bantah Vero .
"Mau kemana kamu ? ."
"Mau ikut kamu mas ke kantor kan aku sekretaris kamu ." ucap Shila polos .
"Kamu ini istri aku , istri Tuan muda presdir Wallandou group pemilik perusahaan , untuk apa kamu bekerja , mulai sekarang saya tidak mengizinkan kamu untuk ke kantor ngerti ?." bantah Vero
"Tapi mas.."
"Tidak ada kata tapi , aku akan mencari sekretaris yang baru . Lebih baik kamu sekarang ke rumah papa untuk jemput anak - anak nanti aku akan menjemput mu setelah meeting ku selesai ." ucap Vero yang menegaskan Shila hanya bisa menurut saja .
"Tunggu , mau kemanakan makanan ini ?." tanya Shila saat pelayan membawa sisa makanan tadi .
"Di buang Nyonya ? ."
"Dibuang ? kenapa ? ini masih enak loh banyak pula kan mubazir masih bisa di makan kok untuk sore ." ucap Shila yang menyayangkan makanan itu di buang .
"Untuk makan malam kita akan memasaknya lagi , Nyonya tidak biasa makan masakan yang tadi pagi ." jelas pelayan
"Tapi , sayang kalau di buang , di luar masih banyak loh orang yang kelaparan ." ucap Shila yang membuat kedua pelayan itu bingung tapi mereka hanya menjalankan tugas .
"Begini saja , kalian pindahkan saja ke tupperware saya akan membawa nya untuk anak saya ." ucap Shila , si pelayan itu pun mengangguk .
"Siap Nyonya ." ucap si pelayan .
"Ah , jangan panggil aku Nyonya panggil Shila saja ." ucap Shila .
"Kami tidak berani Nyonya , anda adalah istri Tuan muda jadi anda juga Nyonya di rumah ini , kalau begitu kami permisi ke dapur dulu nyonya." ucap Pelayan itu yang berlalu pergi .
"Apa mereka tidak sayang membuang - buang makanan ." gumam Shila yang juga melangkah menuju kamarnya .
Tak lama kemudian Shila turun lagi dan berjalan menuju dapur untuk mengambil makanan tadi yang sudah di masukan dalam tupperware .
__ADS_1
"Bi , apa semua sudah di pindahkan ke tupperware ? ." tanya Shila pada pelayan .
"Sudah Nyonya , kami sudah memindahkannya sesuai perintah nyonya ." ucap si pelayan.
"Makasih ya bi " ucap Shila seraya mengambil tupperware nya.
"Maaf nya aku panggil kalian bibi , kalau boleh tahu kalian biasa di panggil apa ? ." tanya Shila yang bingung memanggil pelayan di rumah Vero .
"Kami biasa di panggil pelayan saja ." jawab si pelayan .
"Hanya itu , kalau boleh tahu siapa nama kalian ."
"Saya Siti dan saya mariam ." ucap si pelayan bergantian .
"Kalau begitu saya panggil kalian dengan sebutan nama nya ."
"Yakin Nyonya , ingat dengan nama kami ?." ucap si pelayan yang membuat bingung Shila .
"Ya ingat lah kamu Siti dan kamu Mariam , memang nya kenapa ? tanya Shila .
" Pelayan disini bukan hanya kami Nya , masih banyak pelayan yang lain , disana ." tunjuk Mariam ke para pelayan yang sedang berbaris di ujung dapur .
"Selamat datang Nyonya muda ." ucap pelayan itu kurang lebih 20 orang pelayan.
"Astaga .. sebanyak ini ?" gumam Shila yang tak percaya ternyata pelayan di rumah Vero sebanyak ini .
Itu hanya pelayan , belum kepala pelayan dan kepala Chef .
"Selamat datang Nyonya muda , perkenalkan nama saya jessica kepala pelayan di rumah ini ." ucap jessica yang baru datang .
"Selamat datang Nyonya muda perkenalkan saya David kepala chef disini , kalau Nyonya ingin memakan sesuatu atau ingin di masakan apa saja Nyonya bilang saja paa saya ." ucap David kepala Chef.
Shila yang baru pertama kali datang ke rumah ini , di kagetkan dengan banyaknya pelayan di rumah ini membuat kepala Shila pusing dan hampir terjatuh tapi Jessica menahannya.
"Nyonya tidak apa - apa ? kalian bantu saya membawa Nyonya ke kamar ." ucap Jessica kepada para pelayan yang di sanggah Shila .
"Tidak usah , aku tidak apa - apa hanya pusing sedikit ." ucap Shila yang kembali berdiri tegak .
"Terima kasih semuanya , nama saya Shila , terimakasih sudah membantu ."
"Sudah , tugas kami Nyonya ." ucap si pelayan kompak .
"Kalau , begitu saya permisi ." ucap Shila yang akan melangkah pergi .
"Sebentar Nyonya ." ucap Jessica yang menahan langkah Shila .
"Iya , kenapa ? ." ujar Shila. Jessica tidak menjawab dia hanya menatap kedua orang pelayan dan pelayan itu mengerti apa maksud Jessica .
Pelayan itu mengambil tupperware dari tangan Shila ." Biar mereka antar Nyonya sampai depan , terus bila nyonya mencari Nyonya Delia , Nyonya Delia tadi bilang ke saya sedang keluar ." ucap Jessica .
"Ah , iya kalau begitu saya pergi dulu ." ucap Shila , semua pelayan pun membungkukkan badannya .
__ADS_1
"Hati - hati nyonya." ucap Jessica yang juga membungkukkan tubuh nya .
"Mimpi apa aku semalam , aku seperti tinggal di sebuah kerajaan saja yang banyak pelayan nya ." gumam Shila sambil melangkah pergi .