Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 93


__ADS_3

Di kediaman Rani


Rani baru saja pulang dari Bank untuk meluruskan kartu kredit nya yang mendapat tagihan 800 juta . Rani benar - benar lelah dan kesal saat ini , bagaimana tidak ! uang 800 ratus juta hilang begitu saja padahal Rani tidak memakai nya sama sekali. Sungguh menyebalkan .


"Mama." Teriak Tissa tiba - tiba , Rani yang sedang duduk di sofa itu pun langsung menoleh ke arah sumber suara yang memanggil nya .


Tissa keluar dari kamar nya dan berjalan ke arah Rani yang sedang duduk di sofa ." Mama , Mama bantu aku ma ." ucap Tissa tiba - tiba duduk di samping Rani dan menggenggam tangannya .


"Bantu apa ? kenapa dengan kamu , kenapa ketakutan seperti itu ." ucap Rani memicingkan mata nya .


Tissa tidak bisa menyembunyikan ketakutan nya karena saat ini tubuh nya sangat gemetar memikirkan laki - laki yang menghamili nya .


"Tissa jawab mama ada apa dengan mu ?" Rani menangkup wajah Tissa yang sudah di penuhi keringat dingin . Rani menatap nya serius


"Vicky ma, Vicky !" ucap Tissa gugup


"Kenapa dengan nya ?" Rani melepas tangkupan nya kini tangan nya memegang erat bahu Tissa . " Tissa ada apa dengan Vicky ? apa dia mengancam mu lagi ." ucap Rani dengan tatapan rajam nya .


"Vic, Vicky " ucap Tissa terbata - bata .


"Apa ? Vicky kenapa hah!!"


"Aku , gak bisa bilang di sini ma , sekarang kita ke kamar ku ma," Tissa menarik tangan Rani kencang lalu membawa ke kamar nya . Rani hanya pasrah saat tangan nya di tarik Tissa begitu saja.


Sesampai nya di kamar Tissa menutup pintu itu rapat dan mengunci nya , Tissa mendudukkan Rani di ranjang tidur nya .


"Tissa , sebenarnya ada apa ? kenapa kamu membawa mama ke sini ." ujar Rani dengan nada yang sedikit tinggi.


"Ma, aku minta bantuan mama aku benar - benar takut ma ." ucap Tissa gugup sembari memainkan jari jemari nya .


"Tissa mama tidak mengerti apa maksud mu , sekarang duduk jelaskan sama mama ." Rani mendudukkan tubuh Tissa di samping nya . Tissa menghela nafas sejenak untuk menghilangkan ke gugupan nya .


"Sekarang bilang sama mama apa yang terjadi sama Vicky ." tanya Rani yang menatap Tissa sembari memegang bahu nya .


"Aku.. aku .. a..aku ."


"Aku , aku apa sih ! dari tadi aku , aku , terus yang kamu omongin . Tissa ngomong yang jelas ." Belum sempat Tissa menyelesaikan ucapan nya Rani sudah menyanggah nya .


"Aku , takut Vicky mati ma ." Rani terbelalak ketika mendengar ucapan Tissa .


"Maksud kamu ? "


Flasback on


Tissa yang kesal karena Vicky tidak mau tanggung jawab atas kehamilan nya , dan saat itu Tissa yang tersungkur di lantai karena dorongan dari Vicky membuat nya semakin marah .


Tissa mengambil pisau kater dalam tas nya . Tissa sembunyikan pisau itu dari belakang nya , lalu berdiri tegak menghadap Vicky yang sedang membelakangi nya . Saat Vicky berbalik Tissa pun langsung menusukan pisau kater itu tepat pada bagian perut Vicky .


Flasback off


Apa? kamu tusuk Vicky ! kamu gila ya Tissa ngapain kamu tusuk dia itu sama saja kamu bunuh dia ." Rani terkejut saat mengetahui kalau Tissa membunuh Vicky .


"Untuk apa kamu lakukan itu ? apa karena Vicky terus mengancam mu ?"


"Bukan , tapi.. karena Vicky sudah menghamili ku ma , aku hamil dan anak ini anak nya Vicky ." Rani terkejut saat mendengar ucapan Tissa mulut nya pun dia tutup dengan tangan nya . Rani tidak percaya kalau anak nya sekarang tengah hamil , apa yang terjadi pada Shila dulu kini di alami putri nya .

__ADS_1


"Hamil ? kamu hamil !"


"Iya ,ma aku hamil , dan karena Vicky tidak mau tanggung jawab aku terpaksa membunuh nya ." teriak Tissa histeris, karena menyesali perbuatan nya yang telah membunuh Vicky .


"Apa , ada orang yang melihat ?" Rani menatap Tissa serius,, berharap tidak ada orang yang melihat Tissa saat menusuk Vicky . Tissa pun menggeleng " Tidak tahu ma ." Tissa juga tidak tahu apa ada orang yang melihat atau tidak , yang pasti setelah menusuk Vicky Tissa langsung pergi dari apartemen itu .


"Apa yang harus aku lakukan ma , sekarang pasti sudah banyak polisi di apartemen Vicky dan aku , aku pasti ketangkap ma , aku gak mau kalau harus di penjara ." ucap Tissa ketakutan .


"Pisau , dimana pisau itu ?" tanya Rani dengan sorot mata tajamnya .


"Aku , tinggalkan di sana ma ."


"Astaga , Tissa kalau polisi menemukan pisau itu bisa ketahuan nanti kalau kamu yang membunuh Vicky ."


"Terus gimana ma , bantu aku bagaimana caranya agar polisi tidak menemukan ku ."


"Kamu tenang saja , mama tidak akan biarkan polisi menemukan mu ." Rani masih berpikir cara apa agar Tissa terhenti dari kejaran polisi .


"Mama tahu !"


"Apa ?"


"Kita harus pergi jauh dari sini , kita harus pergi malam ini juga ."


"Tapi kemana ma ?"


"Soal itu kita pikirkan nanti , sekarang kita pergi dari sini cepat kemasi barang - barang kamu Tissa ." titah Rani .


Tissa pun mengemas semua barang -barang nya begitu juga Rani . Setelah selesai Rani dan Tissa pun pergi meninggalkan rumah nya .


****


"Mas, Mas " Shila membangunkan Vero yang tidur di samping nya sembari menggoyang - goyangkan tubuh nya .


"Mas, Mas bangun ."


"Hm.." perlahan Vero membuka mata nya .


"Sayang , ada apa ? kok belum tidur !" ucap Vero yang bangun dari tidur nya .


"Kamu butuh sesuatu , mau minum ?" Shila hanya menggeleng .


"Laper .. mau makan ." rengek Shila manja .


"Hah!! laper , tadi kan udah makan masa laper lagi ."


"Tapi aku laper , mau makan ." rengek Shila seperti anak kecil . Vero menghela nafas sejenak entah kenapa semenjak hamil bawaan nya lapar terus , Shila sering meminta makanan , cemilan , terkadang rujak pada tengah malam dan Vero harus ekstra sabar menghadapi nya .


"Ya udah , ayo kita ke bawah mau makan apa ?"


"Somay ." pinta Shila manja .


"Somay !! Ya ampun sayang ini kan udah malam mau cari siomay dimana ."


"Ya dimana aja mas , pokok nya aku mau somay " rengek Shila manja .

__ADS_1


Aduh , kalau suruh David buatin somay gak akan keburu , gimana nya ? cari keluar cari kemana udah malam begini .


Batin Vero yang menatap jam dinding di kamar nya menunjukan pukul 00.30 . Pasti sulit kalau mencari tukang somay di jam segini , tapi kalau suruh David , pasti lama karena David sudah pulang ke rumah nya dan butuh waktu lama untuk sampai kemari.


(David adalah Chef keluarga wallandou , yang selalu menyiapkan hidangan setiap hari nya )


"Sayang , yang lain aja ya gimana? tukang somay jam segini gak ada sayang , besok aja ya ? " bujuk Vero pada Shila yang memasang wajah cemberut nya .


"Bikin aja mas ."


"Bikin !" Vero terbelalak mendapat saran dari Shila untuk membuat somay , jangankan somay telur ceplok saja gak bisa dia buat .


Vero benar - benar bingung malam ini , Vero di pinta untuk membuat somay ! bagaimana bisa . "Sayang aku gak bisa masak , nanti somay nya gak enak kalau aku yang buat ."


"Kan ada Google mas , kita lihat aja resep nya dan caranya gampangkan mas." jawan Shila enteng . Vero tidak bisa menolak karena Shila meminta nya. Vero pun pasrah dan menuruti kemauan nya .


****


Vero dan Shila sudah berada di dapur , Vero sempat bingung harus menyiapkan bahan - bahan apa karena dia pun tidak tahu apa saja bahan - bahan untuk membuat somay .


"Sayang , yang cepet ya " ujar Shila cengengesan sembari duduk di meja makan .


Udah tahu gak bisa masak di suruh cepat . Aduh gimana ini , aku juga bingung harus mulai dari mana .


Vero hanya bisa menggerutu dalam hati nya , sedangkan Shila sudah tidak sabar menunggu somay nya .


"Mas, mau kemana ?" tanya Shila saat Vero ingin melangkah pergi .


"Sayang , mas minta bantuan sama Jessica boleh ya ." Tadinya Vero ingin membangunkan Jessica tapi Shila menyanggah nya karena Shila hanya ingin memakan masakan suami nya bukan orang lain .


"Nggak boleh , pokok nya aku mau masakan kamu mas kamu yang harus buatin , baby kita ingin makan masakan papi nya ." rengek Shila sembari mengelus lembut perut nya .


Kalau sudah soal jabang bayi Vero tidak bisa menolak. Vero pun memulai membuat somay dan bumbu nya sesuai arahan dari google .


Wangi aroma masakan sudah tercium namun tidak tahu apa rasa nya enak atau tidak . Somay pun sudah jadi,Vero langsung membawa somay buatan nya ke hadapan Shila .


Wajah Shila sumringah melihat somay yang ada di depan nya , tanpa menunggu lama Shila langsung menyantap nya .


"Apa somay ya enak ?" tanya Vero ragu


"Hu,um enak mas , ternyata kamu jago masak juga , somay nya enak banget ." ucap Shila yang tak henti memakan somay nya .


Namun Vero penasaran apa benar somay buatan nya enak ! Vero pun mencicipi somay buatan nya


Woek.. " Vero memuntahkan somay yang di makan nya rasa nya benar - benar tidak enak , asin, saus kacang nya juga bau gosong tapi .. kenapa Shila bilang enak bahkan begitu lahap memakannya


"Sayang , udah jangan di makan lagi ya ini tidak enak , besok saja aku belikan somay yang enak ." Vero menjauhkan somay dari hadapan Shila membuat Shila kesal dan marah karena somay nya Vero ambil kembali .


"Nggak mau mas , aku mau ini ." Shila mengambil kembali somay nya . " Kamu kenapa sih mas !! aku kan laper lagi makan nih ,"


"Tapi itu somay nya gak enak sayang ."


"Kata siapa , ini enak ! kamu gak lihat aku memakan nya dengan lahap ." Shila langsung menyantap kembali somay nya sampai habis . Vero yang melihat nya hanya bisa menggeleng .


Orang hamil memang aneh , masakan asin di bilang enak . Tapi ya sudahlah yang penting istri ku senang

__ADS_1


Vero tersenyum menatap Shila yang begitu lahap memakan somay buatan nya , walaupun menurut nya tidak enak . Vero harus ekstra sabar menghadapi Shila yang tengah hamil sekarang permintaan nya aneh - aneh .


__ADS_2