
Vero dan Alvin pun sudah sampai di perusahaan dan langsung menuju ruang kerja nya .Sebelum masuk ke ruangan nya Shila sudah berada di meja kerjanya terlebih dulu dan meyambut kedatangan Vero.
" Selamat pagi Tuan Muda ." ucap Shila yang berdiri dari duduknya
" Pagi ." ucap Vero dingin ." apa lutut mu masih sakit ?." tanya Vero tiba - tiba seraya melihat lutut Shila yang terdapat memar kemarin .
" Sudah sembuh kok Tuan Muda , terimakasih karena Tuan Muda sudah mengobati luka nya ." Ucap Shila yang tersenyum .
"Ck, jangan salah paham , saya bukannya perhatian kalau luka mu belum sembuh nanti saya juga yang repot harus memapah mu untuk berjalan dan itu membuat kerjaan jadi lambat saya tidak suka itu ." timpal Vero yang masih saja sombong .
" Tetap saja saya berterimakasih Tuan , dan ini saya buatkan sarapan untuk Tuan Muda ." ucap Shila sambil memberikan tupperware nya kepada Vero .
Vero pun memicingkan matanya sambil melihat ke arah tupperware itu ." Jangan bilang ini makanan di pinggiran jalan ." ucap Vero dengan mata memicing nya .
" Oh tentu bukan Tuan , ini saya masak sendiri khusus untuk Tuan Muda ." ucap Shila antusias .
" Oh ,begitu ya sudah bawa saja ke dalam ." ucap Vero dingin lalu masuk ke dalam ruang kerjanya .
Shila yang mendengar ucapan Vero pun sangat senang karena Vero tidak menolak pemberiannya .
"Shila ." sahut Alvin yang sedari tadi memperhatikan mereka .
" Kau tidak membuat sarapan untuk ku juga ."ucap Alvin yang kebetulan belum sarapan .
" Maaf Alvin tapi aku hanya membuat sarapan untuk Tuan Muda saja , tapi nanti kalau aku buatkan lagi aku akan bawakan untuk mu juga , kalau begitu aku masuk ke dalam dulu ." ucap Shila yang melangkah masuk ke ruangan Vero meninggalkan Alvin yang merasa kecewa.
Shila langsung menyiapkan sarapannya untuk Vero Shila meletakan tupperware nya di atas meja kerja Vero ." Tuan Muda silahkan Tuan Muda cicipi." ucap Shila yang sudah membuka tupperware nya .
Vero pun mencicipi satu persatu makanan yang ada di depannya ." Masakan nya enak juga ." batin Vero dalam hati .
" Bagaimana Tuan , apa masakannya enak ?." tanya Shila yang penasaran dengan pendapat Vero atas masakannya .
" Biasa saja ."ucap Vero datar padahal masakan Shila sangat enak tapi Vero gengsi untuk memujinya.
"Tuan itu." ucap Shila yang menunjuk bibir Vero yang terdapat bumbu makanan yang menempel di ujung bibir nya. Shila pun langsung mengambil tisu untuk membersihkan noda makanan di ujung bibir Vero .
Vero yang mendapat perlakuan itu pun terkesiap, tanpa permisi Shila langsung melap bibir Vero dengan tisu dan membuat wajah keduanya dekat . Lagi - lagi Vero tidak bisa mengontrol debaran jantung nya sesekali Vero membuang nafas nya kasar untuk mengontrol debaran jantung nya .
"Tadi ada noda makanan di bibir Tuan Muda tapi saya sudah membersihkannya ." ucap Shila gugup karena telah lancang menyentuh Tuan Muda tanpa seizinnya .
"Hm.." ucap Vero dingin .
" Kalau begitu saya permisi Tuan ." ucap Shila lalu melangkah keluar dari ruang kerja Vero . Setelah Shila keluar Vero membuang nafasnya kasar sambil memegang dada nya yang merasakan debaran kencang dari jantung nya .
"Ah, kenapa dengan ku ini kenapa jantung ku terus berdebar kencang saat bersama nya ." pekik Vero pada dirinya sendiri.
Shila pun merasakan yang sama dengan Vero wajah nya kini sudah memerah seperti kepiting rebus saja Shila meminum segelas air di meja kerja nya sampai habis untuk menghilangkan rasa gugup nya itu .
" Tenang Shila , tenang .." ucap Shila sesekali menghela nafas nya tapi itu tidak merubah apapun .
"Argh.. kenapa jantung ku ini , minum mana minum aku harus banyak minum ." ucap Shila yang berlari ke pantry untuk mengambil air minum karena air minum nya sudah habis.
__ADS_1
Jam sudah menunjukan pukul 10.00 waktu nya triple J pulang sekolah tapi sudah 15 menit mereka menunggu Bi Inem tak kunjung datang itu membuat mereka bosan .
" Kemana Bibi , kita sudah menunggu lama " ucap Jolie kesal .
" Aku sudah menghubunginya tapi tidak di angkat , huh menyebalkan ." ucap Joanna kesal .
" Apa semua wanita memang selalu lambat ." ucap Joy datar .
" Bagaimana kalau kita bermain dulu ." ajak Joy pada kedua kakak nya .
" Main apa ? jangan membuat ide konyol lagi ya Joy ." ancam Joanna pada adik nya itu .
"Kalau tidak mau ya sudah ." ucap Joy dingin .
"Memangnya kau mau bermain apa ? ." tanya Jolie penasaran . Joy hanya menjawab dengan senyuman pasti Joy punya ide konyol lagi.
Tak berapa lama mereka sampai di sebuah mall , mereka menumpang pada guru nya dengan alasan untuk bertemu ibunya siapa lagi kalau bukan Joy yang punya ide itu.
" Sudah sampai , lalu dimana ibu kalian ? " tanya guru nya itu setelah menghentikan mobilnya di depan mall.
" Mami kita ada di dalam Mrs. ." ucap Joy santai
" Kalau begitu Mrs. antar ke dalam sampai kalian bertemu mami kalian ."ucap gurunya itu . Tapi Joy menolaknya dan hanya di antar sampai lobby saja.
"Joy memang nya mami ada disini ? ." tanya Jolie penasaran .
" Tidak , aku hanya alasan saja supaya Mrs mengantarkan kita kesini karena aku ingin bermain " ucap Joy santai.
"Joy kau ini selalu saja buat ulah kalau mami tahu bagaimana? ." pekik Joanna .
"Tunggu ." ucap seorang security yang menghentikan langkah Joy dan juga kedua kakak nya .
"Dimana ibu kalian ? " tanya security yang curiga pada ketiga bocah kecil di depannya karena tidak di dampingi orang dewasa.
Joy , joanna dan Jolie pun saling tatap satu sama lain sambil berpikir untuk menjawab pertanyaan security . Dan Joanna mendapat ide saat melihat seorang pengunjung wanita di depannya ." Itu , itu ibu kami ." ucap Joanna yang menunjuk ke arah wanita itu .
" Iya pak benar itu ibu kami."ucap Jolie
" Oh .. ya udah kalian hati - hati jangan sampai terpisah dari ibu kalian ." ucap Security itu dan berlalu pergi .
" Huh, aman ." ucap Joy lega .setelah itu mereka berlari masuk ke dalam mall .
Berlarian kesana - kemari , sampai akhir nya mereka berhenti di tempat makanan cepat saji .
" Aku lapar ."ucap Jolie yang merasa lapar .
" Ya sudah kita makan di situ saja ."tunjuk Joy pada cafe di depan nya .
" Tunggu dulu , kita tidak bawa uang mau bayar pake apa ?" ucap Joanna yang menghentikan langkah kedua adiknya itu . Karena Shila tidak pernah memberi yang lebih selain uang saku untuk mereka .
" Tenang saja aku punya ini ." ucap Joy yang menunjukan kartu ATM.
__ADS_1
" Wah , sejak kapan mami memberikan mu ATM mami tidak memberikan nya untuk ku ." ucap Joanna yang memicingkan mata nya .
"Sudah jangan banyak tanya lebih baik kita makan saja ." ucap Joy santai sambil melangkah ke cafe itu .
Keahlian Joy adalah meretas akun , kalau hanya meretas rekening saja itu hal yang mudah bagi Joy tapi entah rekening ATM siapa yang Joy retas .
Dan dengan ATM itu juga Joy membeli boneka untuk Jolie .
"Jolie , untuk apa kau membeli boneka sebesar ini bagaimana cara membawanya ." ucap Joanna yang melihat boneka Bear yang baru saja di beli Jolie dan boneka itu sangat besar setinggi orang dewasa .
"Kita bawa saja bareng - bareng ." ucap Jolie santai .
" Huh , merepotkan saja ." ucap Joy dengan wajah cool nya .
Akhirnya mereka pun memangku boneka bear itu bersamaan di atas kepalanya dan mereka berjalan berbaris Jolie paling depan,Joy di tengah dan Joanna di belakang kalau di lihat - lihat seperti sekumpulan semut yang sedang membawa makanan. Tubuh mereka tidak terlihat sama sekali yang terlihat hanyalah boneka bear saja.
" Joy , jangan mendorong ku ." ucap Jolie yang terdorong oleh Joy
" Aku tidak mendorong mu , tapi kakak yang mendorong ku ." timpal Joy yang menyudutkan Joanna di belakang nya .
" Bisa lebih cepat tidak , ini berat sekali aku tidak bisa melihat jalanan di depan ku ."ucap Joanna .
Sampai akhirnya di depan lobby mereka bertemu kembali dengan security tadi . Dan Security itu curiga pada sebuah boneka besar yang berjalan ke arah nya ." Stop ."ucap security itu menghentikan langkah mereka .
" Ow ..ow.. kita ketahuan ." ucap Jolie terkejut .
" Ah , dia lagi ."ucap Joy datar .
" Hey , ada apa kenapa berhenti ."ucap Joanna yang tidak melihat security di depan nya .
Security itu pun mendekat ke arah boneka bear itu . Dia mengamati boneka itu dengan seksama sampai akhirnya security itu menangkap basah Joy, Jolie , dan Joanna .
Karena sudah ketahuan merekapun menurunkan boneka itu lalu menyapa si security
"Hai , pak ." ucap Jolie yang cengengesan
" Kalian lagi , dimana ibu kalian ?" tanya security lagi .
" Mm.. ibu .. ibu.. ibu..." gumam Joy , joanna dan Jolie gugup.
" Itu .. itu ibu kami ." tunjuk Jolie pada seorang wanita yang berada tidak jauh dari mereka.
Security itu pun menoleh ke wanita itu , dan itu wanita yang berbeda dengan yang di tunjuk Joanna sebelumnya .
Security itu pun kembali menatap ketiga bocah di depan nya dengan mata tajamnya dan berkata ." kalian membohongi ku , sebenarnya dimana ibu kalian ."ucap Security itu sambil bercekak pinggang dengan sorot mata yang tajam .
Joanna , Jolie dan Joy pun takut dengan tatapan si security sampai menelan salivanya sendiri.
"O.. tidak , apa kita akan tertangkap ?." ucap Joanna
" Sepertinya tidak , kalau kita kita lari ." ucap Joy datar
__ADS_1
" Oke , kalau begitu .. lari... " ucap mereka kompak dan berlari membelah mall yang padat .
Security itu pun mengejar sikembar triple J .Mereka berlari kesana - kemari sampai akhirnya mereka tertangkap dan di bawa ke bagian informasi.