
Pagi ini di kediaman Delia semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan termasuk Shila dan Vero yang sudah kembali dari maldives pada malam tadi . Keadaan rumah Delia kembali ramai lagi .
"Morning ." ucap Vero dan Shila menyapa si kembar dan juga Delia yang yang sudah berada di meja makan .
"Morning mami papi ." ujar si kembar kompak . Shila dan Vero pun duduk untuk sarapan bareng .
"Owh.. yang sudah pulang honeymoon , bagaimana lancar ? sukses ?" goda Delia pada Vero dan Shila.
"Lancar berkat mama , makasih ma kejutannya ." ucap Vero yang tersenyum ke arah Delia lalu menyendok makanan dalam piring nya dan memasukan nya ke mulut .
"Of course , mama akan selalu berikan apapun untuk kalian , dan mama tunggu kejutan dari kalian ." ucap Delia yang tersenyum penuh arti .
Vero memicingkan matanya melihat ke arah Delia ." Kejutan apa ma ?." tanya Vero yang bingung dengan maksud Delia .
Delia hanya tersenyum penuh arti dan berkata ." Nambah cucu ." ucap Delia sedikit berbisik. Uhuk - uhuk Vero tersedak mendengar ucapan Delia yang spontan . Vero langsung meraih gelas minum di depannya dan langsung meminumnya .
"Pelan - pelan . Mama juga gak minta sekarang ." ucap Delia yang tak hentinya menggoda Vero .
"Mas , pelan - pelan dong makannya jadi tersedak gitu kan ." ucap Shila mengusap - ngusap punggung Vero .
"Mama jangan bahas itu dulu ada anak - anak ." bantah Vero yang menyimpan gelas nya kembali . Delia hanya tersenyum mendengar ucapan Vero .
"Gitu aja langsung tersedak , giliran di ranjang aja semangat ." cibir Delia dengan tawa saat melihat kissmark di leher Vero .
Dan kissmark itu begitu jelas terlihat. Sampai si kembar pun melihat nya ." Papi , leher papi kenapa ? ." tanya Joy saat melihat tanda merah di leher Vero .
Vero yang tak menyadari nya pun bingung ." Memangnya ada apa di leher papi ? " ucap Vero seraya menyentuh lehernya .
Mendapat pertanyaan si kembar Shila pun menoleh seketika bola mata Shila membulat sempurna ketika melihat jejak kissmark di leher Vero , Shila tidak tahu bahwa dirinya telah meninggalkan jejak cinta pada leher suaminya itu yang begitu terlihat jelas sedangkan Delia hanya tersenyum - senyum.
"Papi di gigit nyamuk nya ? bentol nya sangat besar ." celetuk Jolie . Vero yang mendengar ucapan Jolie itu menoleh ke arah Shila yang kini pipi nya sudah merah merona . Shila meraih gelas yang berisi air lalu meminumnya untuk menghilangkan ke gugupan nya .
__ADS_1
Karena penasaran Vero pun mengambil ponselnya untuk melihat jejak kissmark pada leher nya dalam layar ponsel . Vero tercengang ketika melihat kissmark di leher nya lalu menoleh ke arah Shila tersenyum penuh arti . Lalu kembali menatap ketiga anak nya yang sedang melahap makanannya .
"Iya , sayang ada nyamuk di kamar papi semalam ." ucap Vero penuh sindiran pada Shila di samping nya .
"Bagaimana mungkin papi ada nyamuk , rumah ini 'kan sangat bersih " ucap Joanna polos . "Sepertinya itu bukan gigitan nyamuk papi , kenapa gigitan nya begitu besar ." sambung Joanna yang mengamati jejak kissmark di leher Vero .
"Nyamuk nya berbeda sayang , nyamuk nya sangat besar dan ganas mungkin karena terlalu menyukai papi ." ucap Vero menarik senyum di ujung bibirnya seraya menatap Shila .
"Tapi , mami tidak di gigit ,apa nyamuk nya tidak menyukai mami ?." ucap Jolie polos .
"Papi akan pastikan malam ini mami akan mendapatkan gigitan yang lebih besar ." ucap Vero tersenyum penuh arti . Shila hanya bisa menelan salivanya sendiri saat mendengar ucapan Vero barusan lalu meneguk kembali air minum nya .
Shila tahu betul apa arti dari perkataan suaminya itu " Ya ampun, apa yang aku lakukan, itu sangat memalukan dan itu sangat terlihat jelas . Apa yang akan di lakukan mas Vero nanti malam ." Shila membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam .
"Sudah jangan bahas nyamuk lagi , lihat mami kalian ketakutan ." sindir Delia dengan tawa .
"Mami takut di gigit nyamuk nya , tenang mami kan ada papi yang jagain iya 'kan papi ." ucap Joanna polos yang menatap Vero . Vero pun menarik senyum di bibir nya.
"Apa perlu aku buatkan alat untuk membasmi hama biar nyamuk nya pergi ." celetuk Joy membuat mata Vero membulat ." Jangan , biarkan saja banyak nya tanda nyamuk sama dengan banyak nya cinta ." timpal Vero membuat si kembar bingung .
"Sudah - sudah habiskan sarapannya , jangan bahas tentang nyamuk lagi " ucap Delia seraya menggeleng - geleng kepala .
****
Setelah selesai sarapan Shila mengantarkan si kembar ke sekolah , dan Vero berangkat ke kantor nya .
Sampai nya di kantor Vero di sambut Alvin dengan semangat . Alvin berlari ke arah Vero dengan semangat yang langsung memeluk nya seperti seorang sahabat kecil yang lama tak bertemu ." Alvin , lepaskan pelukan mu ." Vero melepaskan pelukan Alvin lalu berjalan ke arah meja kerjanya .
"Tuan muda , bagaimana acara honeymoon ya ? lancar ? ." ucap Alvin ketika Vero sudah duduk di kursi kerjanya .
"Menurut mu !." ucap Vero dingin .
__ADS_1
"Wah , sekarang Tuan muda sudah di mabuk cinta apa Shila seganas itu saat di ranjang ." ucap Alvin santai yang duduk di sofa .
"Hei ,Alvin kau bilang apa tadi ? ." ucap Vero dengan sorot mata tajamnya . Mendapat pertanyaan itu Alvin berpikir sejenak apa yang sudah dia katakan tadi ." Ranjang ." ucap Alvin enteng .
"Bukan itu ."bantah Vero ." Kau baru saja menyebut nama istri ku ." Sambung Vero kesal .
"Oh .. Shila ." Vero langsung menatap tajam mata Alvin membuat Alvin mengerutkan dahinya ." Mulai sekarang kau panggil nama nya dengan Nyonya muda ." timpal Vero .
"Aku tidak terbiasa , lagi pula aku sudah berteman dengan Shila ."
"Hanya aku suami nya yang bisa memanggil namanya ."
"Sejak kapan ada peraturan seperti itu " timpal Alvin yang memicingkan matanya . " Sejak sekarang ." tegas Vero . Alvin hanya memutar kedua bola mata nya karena bagi nya ini tidak masuk akal .
"Oke terserah , ada yang lebih penting dari itu ."ucap Alvin yang berjalan ke arah Vero lalu memberikan beberapa lembar foto .
Vero yang melihat foto - foto yang di lempar Alvin di depan matanya hanya memicingkan matanya lalu kembali menatap Alvin di depan nya ." Apa ini ? " tanya Vero yang mengambil foto - foto itu .
Alvin menghela nafas sejenak lalu berkata ." Sebenarnya selama ini aku menyuruh seseorang untuk mencari si brengsek itu , beberapa hari yang lalu orang suruhan ku melihat nya dan inilah hasil potretnya si brengsek itu sudah kembali dan dia ada di jakarta ."
Vero meremas foto itu penuh dengan amarah . Laki - laki yang selama ini dia cari sudah kembali laki - laki dari sumber masalah hidup nya ." Bagas ." ucap Vero geram .
"Cari dia dan bawa dia kehadapan ku , aku tidak akan melepaskannya lagi " perintah Vero . Alvin pun mengerti apa yang harus dia lakukan .
Bagas adalah orang yang selalu ingin menghancurkan Vero , bahkan sampai membuatnya celaka terakhir kali perbuatannya membuat Vero murka Namun sayang nya Bagas berhasil kabur dan menghilang tanpa jejak dan sekarang dia kembali .
"Sebentar Alvin." ucap Vero menghentikan langkah Alvin yang akan ke luar Alvin pun berbalik ketika mendapat perkataan Vero .
"Berikan pengawalan untuk anak dan juga istri ku , apalagi Shila aku yakin Bagas mengenal nya ." Vero tahu betul bagaimana Bagas dia orang yang sangat licik pasti ada maksud tertentu di balik kembalinya Bagas . Vero tidak ingin mengambil resiko dan Vero yakin Bagas mengenali Shila karena dirinya yang dulu menjebaknya .
****
__ADS_1
Di tempat lain seorang pria sedang duduk santai seraya menatap layar tablet nya yang memperlihatkan foto Shila dan Vero saat tidur di hotel dulu . Siapa lagi kalau bukan Bagas dia tersenyum sinis melihat nya . "Ternyata wanita ini adalah istrinya wanita yang dulu aku jebak bersama Vero. Kalau mereka sudah menikah berarti foto ini sudah tidak berguna lagi untuk ku ." ucap Bagas yang memang dulu foto itulah yang di jadikan Bagas untuk menghancurkan Vero .
Bagas berpikir sejenak memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk menghancurkan Vero ." Aku tahu apa yang harus aku lakukan . " ucap Bagas dengan senyum licik nya .