Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 111


__ADS_3

Halo reader sebelum nya thor mau ucapin makasih .. makasih.. banget pada kalian semua para reader ku 🥰


terima kasih atas suport dan dukungan nya dari kalian semua 🙏☺


Terima kasih yang sudah kasih like 👍


Vote nya , komentar nya juga rate nya 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Berkat dukungan kalian si Triple J dapat juara 2 di ajang lomba Anak Genius 👏🤗 lo, Thor benar - benar happy banget ,banget,banget ! Tanpa kalian kami Thor bukan apa - apa .



Terima kasih sekali lagi 🙏 . Thor cuma mau kasih kabar gembira aja buat kalian semua , terutama untuk kalian para reader ter love , love , love


❤❤❤❤❤❤❤


Udah ah curhat nya , lanjut aja yuk lihat aksi nya si triple J yang minta ampun nakal nya🤗👇👇👇


******************************************


Semua pelayan dan security masih mencari keberadaan empat bocah nakal alias Triple J dan Stella . Sedangkan ke empat bocah itu sedang merangkak melewati beberapa meja pengunjung untuk bersembunyi .


"Joy cepat ."


"berisik Joanna "


Dug ,


Aww,


"Aduh .. kepala ku ." ringis Stella yang kepala nya terbentur meja .


Aww..


"Aduh , tangan ku ." ringis Jolie yang tangan nya ke injak kaki seorang pengunjung .


"Joy , aku tidak sanggup lagi kalau merangkak seperti ini , aku mau keluar saja ." ucap Jolie kesal yang langsung keluar dari dalam meja namun, tubuh nya kembali di tarik oleh Joanna .


"Jolie kalau kita ketahuan bagaimana ."


"Kita kan bisa lari , lagian sudah jauh tidak akan ketahuan juga."


"Benar juga , Joy ayo kita keluar sekarang ." ujar Joanna pada Joy yang berada paling depan .


"Memang nya sudah aman ? "


"Mungkin ." ucap Joanna yang mengangkat kedua bahu nya .


"Biar aku lihat dulu aman atau tidak ." ucap Joy yang merangkak untuk keluar dari bawah meja namun tiba - tiba


Aaaa...


Seorang pengunjung wanita berteriak karena terkejut , kala melihat Joy di bawah rok nya .


"Hei , bocah kamu mengintip nya ."


Joy terbelalak mendengar ucapan wanita itu , Joy langsung menggeleng cepat .

__ADS_1


"Tidak , bibi salah paham aku cuma mau keluar bibi ."


"Ah, dasar bocah nakal ! kecil - kecil sudah mengintip ya , "


"Security .. ." panggil wanita itu .


Joy, Joanna , Jolie dan Stella pun terbelalak ,mereka saling pandang kala wanita itu memanggil si security tadi , mereka bingung harus berlari kemana lagi .


"Aduh .. gawat ." gumam Joanna


"Bagaimana ini ?" tanya Stella .


Namun security itu sudah mendekat .


"Ada yang bisa saya bantu bu ?" tanya si security pada pengunjung tadi .


"Ada , anak kecil yang bersembunyi di bawah sini pak ."


"Anak kecil ? jangan - jangan ."


Security itu langsung berjongkok untuk melihat anak yang di bawah meja namun si kembar berhasil kabur .


"Dimana mereka ?" ucap si security yang celingak - celinguk menyapu setiap bawah kolong meja . Mata si security membulat sempurna ketika melihat empat bocah yang merangkak di ujung sana .


"Itu , dia hei kalian jangan lari ." teriak security yang langsung mengejar mereka sambil merangkak di bawah kolong meja.


"O..my ..god , kita di kejar ." teriak Joanna dari belakang


"Hei , kalian berhenti tidak ." teriak security itu . Triple J semakin cepat merangkak sedangkan si security masih mengejar dari belakang .


Pertemuan nya dengan kolega penting dari jepang bersama Tuan Azema berjalan dengan lancar Vero menjabat tangan Tuan Azema sebagai pengakhiran dari pertemuan nya yang berhasil bekerja sama dengan perusahaan nya .


Elin sebagai sekretaris sibuk mengumpulkan file - file penting , namun karena tanpa sepengetahuan Vero Elin mengcopy file - file nya ke dalam flasdisk milik nya yang memang akan di serahkan kepada bos nya nanti .


"Mumpung Tuan muda sedang fokus mengobrol lebih baik , aku lakukan sekarang ." ucap Elin sambil mengutak - atik laptop nya .


"Oke , berhasil ." Elin memasukan flashdisk nya kembali ke dalam tas milik nya .


"Tuan muda saya permisi untuk ke toilet sebentar ."


"Hm, " ucap Vero dingin tanpa ekspresi .


Elin bangun dari duduk nya lalu melangkah pergi menuju toilet . Sedangkan Vero masih mengobrol dengan Tuan Azema .


"MR. Alvero saya permisi harus segera pergi karena saya harus kembali ke jepang sore ini."


"Ah , iya terima kasih MR Azema , semoga kerjasama kita berjalan lancar dan proyek yang kita jalani sukses ."


"Ya, ya.. pasti ! suatu kehormatan bagi saya bisa bekerja sama dengan MR. Alvero , tapi saya tidak bisa lama - lama karena saya harus segera kembali ke jepang . "


"Sangat di sayangkan sekali MR . saya sangat ingin sekali mengundang anda untuk makan malam bersama keluarga saya tapi.. anda harus segera pergi ."


"Terima kasih , terima kasih banyak mungkin kita bisa jadwalkan lain waktu , atau MR . Alvero berkunjung ke jepang bersama keluarga dan saya akan sangat senang bila MR . Alvero bertamu ke rumah saya . "


"Oh ya , tentu ! aku akan berkunjung nanti ."


"Ya, ya , kalau begitu saya permisi MR .Alvero ."

__ADS_1


"Ya, silahkan MR . Azema "


Mr. Azema kolega penting dari jepang itu berlalu pergi meninggalkan cafe . Vero kembali duduk setelah MR . Azema sudah berlalu pergi .


Drt..drt..drt..


Tiba - tiba , ponsel nya berdering menandakan ada panggilan , Vero tersenyum ketika melihat nama yang terpampang pada layar ponsel yang tidak lain adalah istri nya , Vero langsung mengangkat panggilan itu .


"Halo sayang ."


"Mas, anak - anak belum pulang sekolah aku jadi khawatir ." ucap Shila di ujung sana .


"Kamu tenang ya sayang, mungkin anak - anak masih di jalan ."


"Tidak mungkin Mas, ini sudah lebih dari tiga jam , aku telepon Jey juga tidak di angkat aku jadi khawatir ."


"Sayang kamu tenang jangan panik , biar aku telepon Jey sekarang . Oke ,"


"Iya Mas, nanti kabari aku ya Mas ."


"Iya , iya sayang . Pokok nya kamu tenang jangan panik ingat !! lagi hamil . Aku tutup telepon nya dulu ya aku mau telepon Jey . "


"Iya , Mas."


Tut. telepon pun di tutup .


Jey , adalah supir pribadi Triple J , yang mengantarkan mereka pergi kemana pun . Biasa nya Vero selalu menugaskan para pengawal untuk menjaga anak nya , namun si kembar menolak untuk di kawal ketat karena mereka ingin bergerak bebas .


Tut..tut..tut..


"Kemana Jey , kenapa tidak mengangkat telepon ku ." Vero sedikit kesal karena Jey berani mengabaikan telepon nya .


"Sebenarnya apa yang terjadi ?" Vero bertanya pada hati nya , Vero merasa gelisah takut terjadi sesuatu pada ketiga anak nya .


Sedangkan Jey , dia sedang kebingungan sekarang . Wajah nya begitu gelisah dan panik bahkan telepon dari bos nya pun tidak berani dia angkat .


"Aduh , bagaimana ini ? Nyonya dan Tuan terus menelpon ku pasti mereka menanyakan keberadaan anak nya ? ."


Jey menjambak rambut nya sendiri .


"Kenapa aku bisa kehilangan mereka sih ! Mati aku kalau Tuan muda tahu bisa di pecat saya , aduh... ."


Jey PoV


Jey sedang menjaga ke tiga anak majikan nya yang sedang bermain game di dalam mall , dan mereka juga sangat asik bermain . Namun tiba - tiba ada panggilan alam .


"Aduh, perut ku mules lagi , toilet dimana ya ." Jey memegang perut nya yang mules .


"Kalau aku tinggal bagaimana dengan mereka , tapi .. aku sudah gak kuat nih ! Aduh, " Jey merasa si kuning sudah di ujung tanduk , sudah tidak sabar untuk keluar .


"Aku tinggal ke toilet saja sebentar , lagian mereka tidak akan kemana - mana , mereka pasti sedang asik bermain ." Jey berlari ke toilet meninggalkan si kembar yang sedang bermain .


Setelah 15 menit , berada dalam toilet Jey pun kembali ke area permainan untuk melihat si kembar .


"Lega , nya perut ku . Sekarang lanjut jaga si kembar ." Jey melangkah gontai ke area permainan namun setelah sampai di area permainan Jey panik karena tidak melihat ketiga anak majikan nya di dalam sana , sampai Jey mencari nya bulak balik .


"Aduh, mati aku ." pekik Jey mengutuki diri nya sendiri , bagaimana bisa Jey kehilangan jejak si kembar .

__ADS_1


__ADS_2