
Sudah satu minggu lama nya keadaan Alvin sudah membaik , dan hari ini Alvin sudah di perbolehkan untuk pulang .
Sudah satu minggu lama nya Vero di temani Joanna putri sulung nya yang menggantikan Alvin sebagai asisten nya . Awal nya , Vero hanya ingin menyenangkan hati putri nya yang ingin menemani nya bekerja untuk mengabulkan keinginan putri nya itu akhir nya Vero mengizinkan , walau dengan berat hati dan ragu putri sulung nya itu akan membuat masalah nanti nya , namun Vero harus siap .
Namun tanpa dugaan, sesampai nya di perusahaan nya Vero baru menyadari kehebatan putri nya ini , semua orang memuji nya dan Vero sangat bangga terhadap putri nya yang ternyata sangat pintar dan menguasai ilmu bisnis .
Hampir setiap hari Joanna selalu di ikut sertakan dalam meeting , walaupun Vero sempat melarang karena ini bukanlah pekerjaan untuk anak nya namun Joanna tetap memaksa , bagi nya bekerja di kantor itu menyenangkan dari pada di sekolah sangat membosankan .
"Papi , apa hari ini kita ada meeting lagi ?" tanya Joanna yang duduk di sofa .
"Tidak , sayang hari ini kita tidak ada meeting, apa kamu mau pulang ? "
Joanna langsung menggeleng , " Tidak papi , Joanna masih ingin di sini , boleh aku pinjam laptop papi ."
"Boleh , silahkan ." wajah Joanna langsung berbinar dengan langkah penuh semangat Joanna langsung duduk di kursi kerja papi nya dan mengambil alih laptop milik papi nya , entah apa yang akan Joanna lakukan namun Joanna begitu senang .
Vero membungkukan badan nya , sedikit menyipitkan mata nya untuk mengintip apa yang Joanna lakukan dengan laptop nya .
"Papi , jangan mengintip ." ternyata aksi nya itu di ketahui Joanna , Vero pun melangkah mundur dengan pelan , lalu duduk di sofa dengan tumpang kaki . Vero memainkan ponsel nya sesekali melihat pergerakan putri nya yang semakin aneh , dan membuat Vero penasaran .
Hai , apa kabar ? Apa yang kau lakukan hari ini ? Maaf aku baru bisa mengirim email pada mu karena aku sangat sibuk ! Kamu tahu kenapa ? Aku menjadi asisten pribadi papi ku ,kamu tahu ? itu sangat menyenangkan dan setelah dewasa nanti aku akan menjadi direktur di perusahaan papi ku sendiri itu lah cita - cita ku , menjadi pengusaha besar . Oh iya , aku lupa bercerita , kemarin aku sempat menghilangkan gelang persahabatan kita dan aku hampir frustasi tahu !! Dan karena gelang itu aku harus masuk ke kamar mayat demi gelang itu , uhh.. sungguh menyeramkan bukan . Untung saja ada Joy dan Jolie yang membantu ku , aku janji aku tidak akan menghilangkan gelang itu lagi , tapi kau juga harus janji akan menjaga gelang itu . Sudah dulu ya jangan lupa balas email ku hari ini oke , bye .. .
Jo..an..na... , eh salah delete yang benar adalah cinta pertama ! Enter.
Joanna senyum - senyum setelah mengirim email nya , entah kenapa setiap kali bertukar kabar dengan cinta pertama ya itu hati nya berbunga - bunga !!!
Ehemm..
Vero berdehem , membuat Joanna kaget dan melihat ke arah papi nya yang kini sudah ada di depan nya .
"Papi , mengagetkan ku saja ."
"Seperti nya anak papi sedang bahagia , ada apa ? " Vero mendelik menaik turunkan alis nya .
"Tidak apa - apa Papi ." ucap Joanna yang cengengesan . " Aku hanya membayangkan saja Papi ."
"Membayangkan apa ?" Vero mengerutkan dahi nya .
Apa kemi akan setampan papi nanti ? tinggi , tampan , alis tebal , putih , dingin !! Iya benar , Kemi tidak ada beda nya dengan Papi dingin seperti kulkas haha...
Batin Joanna dalam hati sembari membayangkan wajah Kemi saat dewasa nanti .
__ADS_1
Ehemm..
Lagi - lagi Vero berdehem , entah kenapa putri nya ini sangat aneh ." Apa yang sedang kamu bayangkan sayang ,papi jadi curiga ."
"Bukan apa - apa papi , aku hanya ingin cepat -cepat dewasa papi ."
Vero mengerutkan dahi nya , menatap putri nya dengan tatapan yang tak bisa di artikan . "Hari ini ke pulangan paman Alvin , kita ke sana sekarang Mami Joy , dan Jolie pun sudah ada di rumah paman Alvin ."
"Baik , papi ." Joanna langsung turun dari kursi dengan penuh semangat dia berjalan keluar mendahului Vero papi nya . Vero menatap putri nya itu dengan tatapan bingung .
****
Kediaman Alvin .
Alvin di papah Zeni untuk duduk di sofa , di sana juga ada Shila dan si kembar Jolie dan Joy yang menemani.
"Paman selamat nya atas kesembuhan nya , ini aku dan Joy bawakan paman kue jangan lupa di makan ya paman ."
"Terima kasih ."
"Sama - sama paman ." jawab Jolie .
"Dimana Joanna kenapa tidak ikut ?" tanya Alvin kepada Shila karena tidak melihat Joanna .
"Posisi ku terancam kalau begini ." timpal Alvin , yang membuat semua orang terkekeh .
"Zeni , kue biar saya bawa ke dapur untuk di potong ."
"Makasih Shila ." Shila langsung membawa kue nya ke dapur , tak lama kemudian Vero dan Joanna pun datang .
"Paman ." teriak Joanna yang baru masuk .
"Wah.. saingan ku datang nih !" lirih Alvin
"Alvin , bagaimana keadaan mu sudah lebih baik ?" tanya Vero yang sudah mendekat .
"Lumayan Tuan muda , hanya masih sedikit sakit ."
"Syukurlah ,, cepat sembuh apa kamu tidak ingin segera menikah ! " Zeni dan Alvin terbelalak mendengar ucapan Vero .
"Maksud tuan muda ?"
__ADS_1
"Sudahlah , pokok nya setelah kamu sembuh saya akan nikahkan kalian berdua ."
"Kenapa Tuan muda yang buru - buru , saya sama Zeni santai - santai saja .
"Jangan membantah ini perintah ! Oh iya dimana istri ku ? "
"Di dapur Tuan muda ." jawab Zeni , Vero pun berlalu pergi ke dapur menyusul Shila .
"Sayang ." Vero memeluk Shila dari belakang .
"Eh , kamu mas ngagetin saja ."
"Sini, biar aku saja ." Vero mengambil alih kue yang sedang Shila potong .
"Makasih sayang ." Shila membiarkan Vero memotong kue nya , dan Shila berdiri di samping Vero sembari memegang perut nya yang kini sudah membesar .
"Sayang , aku merasa aneh dengan putri kita ." ucap Vero .
"Siapa ? Jolie atau Joanna ?"
"Joanna ."
"Kenapa ? Ada apa ?"
"Apa ada yang dia sembunyikan? Kamu tahu ?" Shila menggeleng .
"Tidak Mas, memang nya kenapa ?"
"Tidak apa - apa sih ! cuma aneh saja , dia sering senyum - sendiri , apalagi setelah menulis email tidak tahu untuk siapa , uang jelas dia sangat senang sekali , wajahnya berbinar - binar .",
'Apa ini ada hubungan nya dengan cinta pertama ?" Shila hanya menduga .
"Cinta pertama ? ",
" Iya mas, Joanna pernah bertanya sekilas tentang cinta pertama , aku juga jadi heran !! Mas jangan - jangan ?? Aduh Mas, Joanna terlalu kecil untuk mengetahui hal itu ."
'Sudahlah ,nanti kita tanya pada Joanna ."
"Huum, "
"Sudah selesai ." ucap Vero ketika sudah selesai memotong kue nya .
__ADS_1
"Ayo , Mas kita bawa kedepan ." Shila dan Vero berjalan ke ruang tamu , tangan nya menggandeng Shila , sedangkan tangan yang satu nya membawa piring kue.