
Hari ini acara pengumuman pelelangan PT .Adithama sejahtera berikut rumah dan seisinya . Kabar ini juga sampai terdengar oleh Adithama pemilik perusahaan itu sendiri , Adithama yang baru tahu itu pun sangat terkejut dan tidak merelakan perusahaan yang selama ini telah ia bangun di lepas begitu saja , hingga membuat Adithama serangan jantung dan di larikan ke rumah sakit . Shila yang mendengar itu pun sangat khawatir dan panik langsung menyusul ke rumah sakit dimana Adithama di rawat .
Sedangkan Rani dan Tissa sedang menunggu hasil keputusan pelelangan sampai dengan harga yang mereka inginkan .
50 ..
60 ..
70..
80..
Hingga sampai di angka 80 Milyar , pelelangan pun terhenti dan tidak ada lagi yang sanggup menawar lebih dari itu , mata Rani dan Tissa berbinar - binar banyangkan saja 80 Milyar itu bukan uang sedikit dalam sekejap mereka akan menjadi kaya .
"Ma , 80 miliyar ma , kita kaya ma ." ucap Tissa yang kegirangan .
Tapi saat ingin di sahkan tenyata ada yang menawar lebih dari itu 100 milyar .
membuat semua orang terkejut terutama Rani dan Tissa siapakah orang yang menawar dengan harga tinggi itu , tapi Rani tidak peduli siapapun itu yang penting adalah uang 100 milyar menjadi miliknya .
Akhirnya pelelangan pun selesai dan orang misterius itu tidak menyebutkan siapa orang yang telah membeli perusahaan Adithama dengan harga yang fantastis.
"100 milyar ." ucap Rani sambil menatap selembar cek yang bertuliskan nominal uang tersebut .
"Ma, kita kaya ma bayangkan saja 100 milyar ada di tangan kita, kita harus pergi pada malam ini juga ma ." ucap Tissa yang sangat senang .
"Iya sayang kita akan pergi malam ini juga dan uang ini hanya milik kita berdua ." ucap Rani tersenyum getir.
"Oh ya ma , apa mama tahu kalau papa di rumah sakit Tissa tahu dari si Sari katanya papa serangan jantung mendengar kita menjual perusahaannya dan rumah nya , bagaimana kalau si Shila juga tahu ." ucap Tissa .
"Biarin saja biar mati sekalian itu tua bangka , kalau urusan si Shila anak itu tidak bisa apa - apa juga kan , orang perusahaan sudah terjual juga , lagian kita akan pergi dari negri ini malam ini juga ." ucap Rani tersenyum licik .
"Tapi , aku penasaran deh ma , siapa sih orang yang telah membuang - buang uang 100 milyar itu , kaya juga dia " ucap Tissa yang penasaran .
__ADS_1
"Sudah jangan di pikirkan yang penting sekarang uang itu sudah jadi milik kita ." timpal Rani
"Iya juga si ma , kita kaya ya ma ." ucap Tissa yang tersenyum .
Sedangkan Shila sedang menunggu Adithama sadar dan akhirnya Adi pun sudah sadar .
"Papa ." ucap Shila yang langsung memeluk papa nya.
"Shila , papa tidak bisa biarkan wanita itu menjual perusahaan kita termasuk rumah kita , papa harus menemui mereka sekarang ." ujar Adi yang langsung beranjak dari tidurnya tapi di tahan oleh Shila .
"Papa , papa masih sakit , papa jangan kemana - mana dulu ." ucap Shila yang mencoba menahan Adithama
"Tapi Shila papa harus menyelamatkan rumah kita ."
"Shila betul pa , papa harus istirahat ." ucap Vero yang tiba - tiba muncul " papa jangan khawatir rumah dan perusahaan masih milik papa ." ucap Vero yang membuat Adi dan Shila bingung .
"Maksud kamu mas ? ."
Flasback on
Keesokan harinya Alvin dan seseorang yang di utus sebagai penawar datang ke acara pelelangan itu, dan Alvin hanya menunggu di dalam mobil bersama Vero .
Orang yang di utus belum memutuskan penawaran sebelum mendapat perintah dari Vero . Vero duduk tenang dalam mobil sambil mendengarkan keputusan hasil pelelangan di dalam . Alvin pun sempat kesal karena Vero belum juga memberikan penawaran sedangkan harga sudah sampai di angka 50 M.
"Tuan muda , kenapa Tuan muda belum juga menawar ? ." ucap Alvin yang sudah tidak sabar .
"Jangan terburu - buru Alvin santai saja ." ucap Vero santai seraya menatap layar ponsel nya.
Hingga sampai di akhir pelelangan dengan harga 80 M , tidak ada lagi yang menawar lebih dari itu barulah Vero memerintah orang utusan nya dan Vero menawar dengan harga yang fantastis membuat Alvin tercengang .
"100 milyar ." ucap Vero santai seakan - akan uang itu tak seberapa baginya .
"Tuan muda yakin ? 100 milyar ." ucap Alvin gugup .
__ADS_1
"Sampai kapan kamu diam , cepat perintahkan orang itu untuk menawar saya yakin tidak akan ada orang yang akan menawar lebih dari itu ." ucap Vero datar . Alvin pun segera memberitahukan pada orang utusannya yang ada di dalam sana , awalnya orang itu pun ragu tapi dia memberanikan diri untuk menawar sesuai harga yang di perintahkan dan itu membuat semua orang tercengang siapa laki - laki itu ? punya perusahaan apa ? sehingga menawar dengan harga yang tinggi .
Dan benar saja apa yang di katakan Vero tidak ada lagi orang yang akan menawar dengan harga yang lebih tinggi . Dan akhirnya Vero'lah yang menang .
Flasback off
"Aku sudah bilang 'kan , walau pun rumah dan perusahaan itu terjual aku pastikan itu akan menjadi milik mu ." ucap Vero pada Shila dan itu membuat Shila terharu.
Shila tidak menyangka Vero akan melakukan ini untuknya dan sekarang perusahaan dan juga rumah menjadi milik nya kembali .
"Papa , rumah itu menjadi milik kita lagi dan perusahaan tetap menjadi milik kita ." ucap Shila haru dan langsung memeluk Adi . Akhirnya semua aset yang pernah di rebut oleh ibu tirinya kini kembali menjadi miliknya lagi.
"Mas , makasih ya ." ucap Shila yang beralih menatap Vero lalu memeluknya . Vero pun membalas pelukan Shila .
"Vero , terimakasih kamu sudah berkorban untuk kami ." ucap Adi yang juga terharu , Vero mengorbankan uang 100 milyar untuk membeli rumah dan perusahaannya .
"Itu sudah tugasku , dan itu memang seharusnya sudah menjadi milik kalian ." ucap Vero tersenyum .
"Bagaimana keadaan papa ? apa sudah membaik ?." tanya Vero yang berjalan menghampiri Adi yang berbaring di ranjang rumah sakit .
"Papa sudah membaik ." jawab Adi yang sudah kembali semangat .
"Kalau begitu papa harus siap - siap karena mulai besok papa akan di sibukkan sebagai direktur PT .Adithama sejahtera pasti banyak yang harus papa kerjaan nanti ." ucap Vero yang membuat Adi tertawa.
"Iya , kamu benar ." ucap Adi menghela nafas sejenak ." Vero papa benar - benar berterimakasih , papa tidak akan menyangka bahwa papa akan kembali ke perusahaan setelah 3 tahun lamanya papa harus berbaring lemah tak berdaya , hingga papa tidak yakin dengan hidup papa sendiri , papa kira papa akan mati ." ucap Adi yang mulai berkaca - kaca mengingat bagaimana kejamnya Rani yang membuatnya lemah selama 3 tahun ini .
"Dan .. papa sudah membuat kamu menderita Shila , papa sudah mengusir mu saat kau hamil dan kau pergi tanpa membawa apapun , kau pasti sangat menderita saat itu Nak , tapi sekarang kamu membantu papa , dan kamu mengembalikan semua hak yang seharusnya milik kita , walaupun papa sudah jahat pada mu kamu masih menyayangi papa terimakasih Nak ." ucap Adi yang merasa bersalah dan membuat Shila menangis .
Kalau di tanya menderita dan hancur itu sudah pasti , dan itu adalah kehidupan yang paling buruk untuk Shila yang seharusnya kehamilan membawa kabar kebahagiaan , di sayangi orang tua di temani suami tapi saat itu Shila tidak merasakan hal itu .
Dirinya di usir karena kehamilannya , dan harus melahirkan sendiri tanpa di dampingi orang terkasih terutama suami.
Vero merasa bersalah ketika mendengar semua ucapan Adi , apalagi sekarang melihat Shila menangis dalam pelukan Adi .
__ADS_1
"Maafkan aku pa, itu semua salah ku , dan aku yang telah membuat anak papa menderita ." ucap Vero yang membuat Adi tertegun .
"Tapi , mulai sekarang aku tidak akan membuat anak papa menderita , aku akan membahagiakannya dan aku tidak akan membuat mu menangis lagi ." ucap Vero yang menghapus air mata Shila . Lalu mencium keningnya lembut Adithama yang melihat nya ikut bahagia .