Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 63


__ADS_3

Saat ini Alvin sedang berada di ruangan Vero . Alvin menceritakan semua apa yang di katakan oleh saksi dan berdasarkan apa yang di katakan Zeni . Dari awal kejadian Zeni tidak melihat ada hal yang mencurigakan semua terlihat baik - baik saja , namun saat akan menyebrang dari jauh tiba - tiba sebuah mobil melaju sangat kencang menuju ke arah Shila yang berada di belakangnya . Namun karena waktu itu waktu nya makan siang banyak karyawan lain yang juga ikut menyebrang dan jalanan sangat ramai membuat mobil itu sulit untuk menabrak Shila jadi mobil itu hanya bisa menyerempetnya saja namun itu sudah cukup membuat orang itu puas karena berhasil membuat Shila terluka .


"Alvin , apa ini ada hubungannya dengan Bagas ? apa dia yang sengaja menabrak Shila ." Vero curiga pada Bagas bahwa Bagas di balik semua ini . Namun Alvin agak ragu kalau Bagas yang melakukan nya.


"Apa mungkin Tuan muda ? untuk apa Bagas melakukan itu yang Bagas incar adalah Tuan Muda bukan Shila ." ucap Alvin yang masih tak percaya kalau Bagas yang melakukannya . Vero langsung menatap tajam mata Alvin ketika menyebut nama istrinya ." Hmm maksud saya Nyonya muda Tuan ." ucap Alvin seraya menghela nafasnya . Setelah mendengar ucapan Alvin , Vero tidak lagi memperlihatkan tatapan tajamnya .


"Mungkin saja , karena Shila adalah istri ku . Aku tidak akan biarkan Bagas mengganggu istri juga anak - anak ku ."ucap Vero penuh amarah karena orang itu membuat Shila terluka .


Namun tidak ada yang tahu apa itu perbuatan Bagas atau orang lain . Yang pasti saat ini kecurigaan Vero saat ini hanya pada Bagas yang memang sudah kembali dan Vero yakin ada tujuan lain dengan kembali nya Bagas yang pasti Vero harus hati - hati .


" Apa kamu sudah mencari tahu keberadaan Bagas ? ." tanya Vero


"Sedang saya lakukan Tuan muda , setelah saya menemukan tempat tinggal Bagas saya akan memberitahukan pada Tuan muda ." jawab Alvin dengan jelas.


"Ya , saya harap secepatnya ." Vero berharap akan bertemu dengan Bagas secepatnya .


***"


Setelah lama berdiskusi Alvin pun kembali pada pekerjaannya. Sedangkan Vero melangkah masuk ke dalam kamar kantor nya . Vero tersenyum melihat wajah cantik istrinya saat tertidur. Vero mendudukkan tubuh nya di samping tubuh Shila seraya mengusap lembut pipi mulus istrinya dan memberi kecupan pada kening istrinya yang terdapat perban karena bekas luka tadi .


Merasa wajahnya di belai Shila pun mengerjapkan matanya ." Mas " ucap Shila yang terbangun . "Kenapa bangun ? kembali tidur ." ujar Vero ketika Shila bangun dari tidurnya dan menyenderkan punggungnya pada headboard tempat tidur .


"Masih sakit ? ."


"Sedikit pusing ." ucap Shila yang memegang kepalanya . " Mas , aku mau pulang tidak enak kalau tidur di kantor ." karena sudah merasa lebih baik Shila memutuskan untuk pulang ke rumah .


"Tidur disini saja , nanti biar pulang bersama ku ." ucap Vero yang menahan Shila untuk pulang dan menunggunya .

__ADS_1


"Kamu pasti sibuk banyak kerjaan juga , aku bisa pulang di antar supir kok ."


"Tidak , mulai sekarang aku tidak mengijinkan mu pergi tanpa aku kecuali ada pengawalan ." Vero benar - benar waspada dia tidak ingin terjadi hal yang membahayakan Shila terjadi lagi .


"Kenapa ? aku gak mau di kawal mas , cukup supir saja lagian kenapa sih mas harus di kawal segala aku bisa jaga diri sendiri ." elak Shila .


"Jaga diri gimana ? buktinya kamu terluka 'kan pokok nya mulai sekarang kamu tidak boleh keluar tanpa pengawalan ." tegas Vero .


"Ya ampun mas, tadi itu kecelakaan , lagian aku juga gak apa - apa cuman luka kecil saja ." Shila membantah .Shila tidak ingin ada pengawalan - pengawalan untuk nya Shila merasa terkekang dan tidak bebas namun Vero tetap tidak mengizinkan Shila pergi tanpa dirinya kecuali ada pengawalan . Cukup lama mereka beradu argument hingga akhirnya Shila mengalah dan menuruti apa kata suaminya itu walau sebenarnya Shila tidak mau .


"Nah gitu dong , jadi istri itu harus nurut sama suami ." ucap Vero yang mencubit gemas pipi Shila yang memasang wajah kesal nya .


"Ini demi keselamatan kita bersama , terutama kamu dan anak - anak ."


"Demi keselamatan apa nya aku merasa terkekang, istri presiden juga bukan kenapa harus di kawal ."Shila yang masih kesal .


" Kamu juga istri presiden , presiden direktur ." timpal Vero yang tak mau kalah .


"Mas , jadi gak sih antar aku pulang ." ucap Shila yang mendorong tubuh Vero agar tidak mencium nya lagi .


"Iya , jadi tapi setelah ini ." Vero langsung mendaratkan bibir nya pada bibir Shila , mengecap lembut manis bibir istrinya itu . Vero tidak bisa menahan hasratnya lagi kalau sudah dekat dengan Shila . Semakin hari Vero semakin di buat gila oleh nya . Tangan Vero mulai bergrilya menyusuri setiap tubuh istri nya namun saat ingin membuka resleting baju nya Shila , Shila menahannya ." Sayang , jangan disini ." ucap Shila yang menahan tangan Vero untuk membuka baju nya .


Vero merasa kecewa ketika kegiatan panas nya terhenti , menatap Shila penuh tanya ." kenapa ? sayang sebentar saja ." rengek Vero namun Shila mengelaknya .


"Tidak , aku ingin pulang .Lagian ini di kantor mas nanti ada yang melihat ."


"Tidak ada yang berani masuk ke ruangan ku apalagi ke kamar ku . Kita lanjutkan ya sayang." ucap Vero yang tersenyum penuh arti . Namun Shila tetap menolak dengan menunjukkan tatapan tajam nya pada Vero . Shila tidak habis pikir dengan suami nya itu kalau ingin menyatukan hasrat nya tidak pernah kenal tempat walaupun itu di kantornya .

__ADS_1


Vero merasa lemas ketika hasratnya harus tertahan dan tidak tersalurkan namun Vero tidak bisa memaksakan Shila . Tetap saja Vero harus memperhatikan Shila apalagi saat ini Shila sedang terluka ." Satu kecupan saja ." ucap Vero yang kembali mengecup bibir Shila .


"Sayang , sudah hentikan kalau begini terus kapan pulang nya ." ucap Shila mendorong tubuh Vero pelan .


"Iya .. iya .. tapi nanti malam kau harus membayar nya ya sayang ."ucap Vero yang menarik senyum di ujung bibirnya . Shila menelan salivanya ketika mendengar ucapan Vero yang meminta nya menggantikan kegiatan panasnya nanti malam padahal baru saja semalam mereka menyatukan hasratnya . " Iya , sayang ."Shila lebih baik mengiyakan saja dari pada harus melakukannya di kantor .


****


Shila pun pulang di antarkan Vero karena supir yang mengantarkan Shila sudah Vero suruh pulang duluan. Sebelum pulang Vero meminta Alvin menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda dan Alvin hanya bisa pasrah ketika harus menghandle lagi pekerjaan bos nya .


Vero menyetir sendiri dan Shila duduk di samping Vero seraya memejamkan matanya karena kepalanya masih terasa pusing akibat benturan tadi pada aspal .


Vero masih penasaran siapa pemilik mobil hitam yang menabrak istrinya itu , karena penasaran Vero pun bertanya mungkin ada yang Shila curigai pada mobil yang mengikutinya .


"Sayang , tadi saat sebelum ke kantor apa kamu tidak melihat orang yang mencurigakan ? mungkin ada orang yang mengikuti mu saat di jalan ?." tanya Vero yang masih fokus pada jalanan di depannya .


"Nggak ada , nggak ada yang mencurigakan ." jawab Shila


"Coba kamu ingat - ingat . Mungkin kamu melihat sesuatu saat di toko kue atau di jalan tadi ." Vero merasa mobil yang menabrak Shila sudah mengikutinya dari awal sampai berhenti di kantor nya .


"Hmm.. kalau mencurigakan nggak ada , tapi saat di toko kue aku gak sengaja tabrakan dengan seseorang mas , dan aku rasa pernah melihatnya tapi lupa dimana ." Ucap Shila yang membuat Vero menghentikan mobil nya .


"Mas ,kok berhenti kenapa ?" tanya Shila heran saat Vero menghentikan mobilnya . Vero tidak menjawab pertanyaan Shila , Vero beralih menatap Shila dan bertanya ." Siapa orang itu ? pria ? " tanya Vero penasaran .


"Iya , pria dan aku merasa pernah melihatnya tapi aku lupa dimana . Aku ingat - ingat lagi deh nanti ." ucap Shila yang membuat Vero yakin bahwa pria itu adalah Bagas dan mungkin saja mobil hitam itu milik Bagas yang mengikuti Shila sampai kantor nya . Entahlah itu belum pasti , namun Vero akan mencari tahu siapa yang mencoba mencelakai istrinya dan Vero tidak akan memaafkan nya siapapun orang nya .


"Mas , kok diam kenapa ? ." tanya Shila yang melihat Vero terdiam .

__ADS_1


"Maaf sayang , aku kepikiran saja ucapan mu tadi , sekarang kita pulang nya ." Ucap Vero yang menginjak kembali pedal gas mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan standart. Melihat Vero sudah melajukan mobil nya lagi Shila pun kembali memejamkan matanya dan tertidur .


Vero hanya tersenyum melihat Shila yang sudah terpejam mungkin karena lelah ." Apa pria itu Bagas ?." batin Vero yang bertanya pada hatinya .


__ADS_2