
Di pekarangan rumah yang luas terlihat seorang pria bersama putra nya sedang berolah raga di pagi hari . Sang putra terlihat kelelahan padahal baru setengah putaran berlari .
"My son , lest go ." seruan dari sang Ayah untuk putra nya .
"My son come on , " sedangkan sang putra kecil nya terlihat mengatur nafas nya terengah - engah .
"Papi , aku capek !! kata Papi kita akan main basket kenapa Papi mengajak ku berlari ." Joy sudah tidak tahan lagi untuk berlari padahal satu putaran pun belum selesai .
Vero hanya menghela nafas , lalu berjalan menghampiri putra nya yang sedang mengatur nafas nya . Pipi nya sudah memerah karena terik matahari namun pipi yang memerah seperti kepiting rebus itu membuat Joy semakin menggemaskan .
"Capek ?" tanya Vero yang berjongkok di hadapan Joy .
"Capek lah Papi, dari tadi Papi hanya menyuruh ku untuk berlari terus ." ucap Joy yang sudah kesal . Vero hanya tersenyum melihat ekspresi wajah putra nya itu .
Semalam Joy bilang ingin berlatih main basket , dan Joy harus bisa main basket itu lah tujuan nya sekarang, agar tubuh nya menjadi tinggi seperti papi nya . Joy bilang ini tentang masa depan nya , mungkin Joy tidak ingin di bilang pendek sama teman - teman nya .
Karena keinginan nya itu , Joy meminta sang papi untuk mengajari nya sampai - sampai semalam Joy menyelonong masuk ke dalam kamar papi mami nya , hampir saja melihat mami papi nya anu - anu-an .hehe
"Papi kapan kita main basket nya , dari tadi lari - lari terus !" Joy sudah tidak sabar Vero mengajarkan nya main basket .
"Sabar dong sayang , kata nya mau jadi pemain basket yang hebat !! cuma Lari - lari tadi aja udah capek, itu baru pemanasan, baru juga lari setengah putaran sudah capek bagaimana kalau nanti main basket ."
"Ingat!! jadi atlet itu jangan menyerah , harus semangat !! Mau tubuh tinggi kan ? " Ucap Vero sembari menaikan alis nya .
"Oke , papi ayo kita lari lagi , aku semangat kok papi , semangat Joy untuk tubuh tinggi ." ucap Joy yang langsung berlari meninggalkan papi nya .Vero hanya menggelengkan kepala melihat tingkah putra nya itu .
"Kaya nya semangat nya untuk tumbuh tinggi , bukan main basket ." Vero tersenyum sembari mengikuti langkah Joy dari belakang .
****
"Mami dimana papi dan Joy ?" tanya Joanna dan Jolie yang baru saja turun dari kamar nya Kedua nya langsung mendudukkan tubuh nya di kursi makan .
"Joy sedang berolah raga bersama papi ." ucap Shila yang menaruh roti panggang pada piring Joanna dan Jolie.
"Tidak biasa nya Joy olah raga , " gumam Joanna .
"Mungkin Joy sedang program diet , haha" Jolie tergelak .
"Sstt, sudah jangan ledek adik kalian terus , sekarang cepat sarapan setelah itu kalian harus berangkat sekolah ." perintah Shila . Joanna dan Jolie pun langsung melahap roti panggang nya .
__ADS_1
Di tengah - tengah sarapan Jessica menghampiri meja makan .
"Nyonya , ada tamu ." ujar Jessica . Shila pun diam sejenak memikirkan siapa tamu yang datang pagi - pagi .
"Pagi Aunty ." Seru seorang gadis kecil yang sedang berjalan ke arah meja makan . Jessica pun kembali ke belakang .
"Stella !." sahut Joanna dan Jolie ketika melihat Stella yang datang .
"Hai Ana hai olie ." Stella menyapa Joanna dan Jolie lalu duduk di samping mereka .
"Ngapain kamu pagi - pagi kesini ?" tanya Jolie
"Aku , mau ngajak kalian berangkat bareng ke sekolah , habis Dady dan Mommy ku gak ada aku bosan di rumah sendirian , aku kesini saja!! "
Oh.. " singkat Joanna sedangkan Jolie hanya mangut - mangut .
"Aunty aku tidak mengganggu kalian kan ?" ujar Stella yang menatap ke arah Shila .
"Tidak kok , sayang sama sekali tidak mengganggu !! Kamu bukan nya Stella anak nya Tuan Emran ? "
"Iya , betul Aunty nama Daddy ku Emran dan Mommy ku Susan . " jawab Stella dengan lantang .
"Terima kasih Aunty ."
Stella memang anak yang tidak pemalu dan pandai bicara , Namun kedua orang tua nya sering meninggalkan nya karena pekerjaan , Stella hanya tinggal bersama kedua pelayan , supir , dan baby sitter nya , jarang sekali Stella menghabiskan waktu bersama kedua orang tua nya , itu sebab nya ketika bersama triple J Stella merasa ada teman untuk nya apa lagi saat sarapan bersama seperti ini .
"Aunty dimana Joy ?" tanya Stella .
"Joy baru selesai olah raga bersama papi nya , sebentar lagi juga turun mungkin sedang mandi ." jawab Shila sembari memakan
"Untuk apa kau mencari ku ." seruan bocah laki-laki yang baru saja menuruni anak tangga . Pipi chubby nya membuat senyum Stella berbinar .
"Joy ." teriak Stella berlari menghampiri Joy dan langsung memeluk nya . Joy yang di peluk seperti itu merasa tidak nyaman .
"Stella lepaskan aku tidak bisa bernafas ."
Stella pun melepaskan pelukan nya .
"Joy , aku kangen mencubit pipi chubby mu ini ummm.. gemes." Shila yang melihat Stella mencubit gemas pipi putra nya itu hanya tersenyum begitu juga Jolie dan Joanna mereka tergelak.
__ADS_1
"Stella hentikan , kalau kau cubit terus pipi ku tambah melar !! Awas minggir ." ketus Joy yang langsung melangkah ke meja makan lalu duduk . Stella pun mengikuti nya .
"Mami , kenapa ada Stella di rumah ku ? membuat mood ku hilang saja ."
"Joy ,jangan begitu Stella kan teman mu tidak ada salah nya kan Stella main ke rumah ! ." Joy semakin bersungut - sungut . Setelah kejadian Stella mencium nya kemarin Joy ingin sekali menghindari nya namun Stella semakin mendekati nya apalagi sekarang mereka satu sekolah .
"Pagi semua nya ." seru Vero yang baru keluar dari kamar nya .
"Pagi sayang ." ucap Vero yang duduk di samping Shila .
"Pagi juga sayang ." ucap Shila yang menaruh roti panggang pada piring Vero dan juga jus nya .
"Pagi Uncle ." sapa Stella . Vero pun terbelalak melihat Stella ada di rumah nya .
"Hey , Stella kapan kamu datang ? "
"Baru , saja uncle ." jawab Stella sambil mengunyah roti nya .
"Pagi - pagi sekali dia kesini Mas, kasian Daddy sama Mommy nya tidak ada di rumah jadi Stella sendirian ." jelas Shila.
"Iya , Uncle Stella bosan kalau di rumah tidak ada teman ." ujar Stella .
"Kalau kamu bosan , kamu bisa main ke rumah uncle , menginap juga boleh ."
"Benarkah Uncle ?" Vero hanya mengangguk . Wajah Stella begitu berbinar setelah mendengar perkataan Vero .
"Kalau begitu , aku akan menginap malam ini juga ." Joy terbelalak mendengar ucapan Stella . Kalau Stella menginap itu tanda nya Joy akan bertemu dengan nya seharian ini sungguh menyebalkan .
Setelah selesai sarapan Vero berangkat ke perusahaan nya , apalagi sekarang Alvin sedang cuti Vero pasti akan sangat sibuk dengan pekerjaan nya , walau pun ada sekretaris baru Veto tidak tahu apa sekretaris pilihan Alvin itu sudah berpengalaman atau tidak .. Sedangkan si kembar Triple J berangkat ke sekolah menaiki mobil Stella yang sudah datang pagi - pagi sekali ke rumah nya .
...----------------...
Jangan lupa selalu tinggalkan like 👍 dan komentar cantik nya 😊 👌. Jangan lupa untuk berikan Vote nya juga ya ☺
Terimakasih 🙏
Salam Author
Dini_ra .❤❤
__ADS_1