
Akhirnya Joanna , Jolie dan Joy sudah pulang ke rumah yang di jemput Bi Inem . Sebelumnya Shila menelpon Bi Inem untuk menjemput ketiga anaknya itu.
Shila benar - benar sangat malu dengan tingkah anaknya itu . Shila pun mengadu pada sahabatnya Zeni dan Zeni pun tidak habis pikir dengan tingkah si kembar .
"Shil , anak mu itu terlalu genius aku pun tak sanggup menghadapi nya , lalu bagaimana dengan Tuan muda? apa dia marah?" tanya Zeni dengan tatapan cemas.
"Entahlah , aku sudah sangat malu." ujar Shila seraya menghela nafas.
"Kamu minta maaf saja, aku yakin Tuan muda tidak akan marah pada mu." ucap Zeni enteng .
"Aku harus minta maaf berapa kali lagi, aku sudah bosan" gerutu Shila yang menanyunkan bibir nya.
"Mau gimana lagi" timpal Zeni.
Shila pun kembali ke meja kerjanya , sebelum duduk di kursi nya Shila memberanikan diri untuk meminta maaf lagi pada Vero . Shila pun masuk ke ruangan Tuan muda.
Di dalam sana Vero sedang duduk di kursi kerjanya , matanya fokus pada laptop di depan nya.
"Permisi Tuan muda." ucap Shila yang baru masuk berkata dengan gugup
"Ada apa lagi." ucap Vero datar yang tidak mengalihkan pandangannya pada laptopnya.
"Mm.. sa..saya .. saya mau minta maaf sekali lagi Tuan muda atas kelancangan anak - anak saya, saya mohon maaf " ucap Shila yang terus memohon pada Vero.
"Dasar, anak sama ibu sama saja , sama - sama merepotkan." ucap Vero datar yang kini menatap ke arah Shila di depannya.
"Saya janji tidak akan mengulanginya lagi Tuan muda , maklumi saja Tuan muda mereka masih kecil " ujar Shila.
"Oke , tapi dengan satu syarat ." ucap Vero dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"Apapun syarat nya akan saya lakukan." ucap Shila
"Kamu harus bawakan sarapan untuk ku setiap hari , bila perlu untuk makan siang ya juga."
"Apa ?" Shila yang terkejut
"Kenapa ? tidak mau."
"Ah, tidak aku mau tapi bukannya Tuan muda bilang masakan saya tidak enak ya ."
"Lalu kenapa ? kamu tidak ingin membuatnya lagi untuk ku ."
"Bukan begitu Tuan , tapi kalau tidak enak nanti Tuan muda tidak memakannya ."
"Terserah saya mau saya makan , mau saya buang terserah tugas kamu hanya membuatkan nya untuk ku , mengerti ."
"Baik Tuan muda."
"Oke, mulai besok kamu sudah mulai bawakan sarapan untuk ku."
__ADS_1
"Baik Tuan muda , kalau begitu saya permisi Tuan." ucap Shila dan berlalu pergi . Setelah Shila pergi dari ruangannya Vero tersenyum - senyum sendiri entah apa yang dia senyumkan.
Di tempat lain Tissa sedang bersiap - siap untuk acara nanti malam , Tissa sudah berdandan cantik layaknya seorang putri.
"Nyonya Alvero," ucap Tissa tersenyum yang menatap dirinya di pantulan cermin.
"Aku sudah pantas menjadi istrinya Tuan muda , setelah itu semua orang akan bertekuk lutut pada ku termasuk Shila." ucap Tissa yang tersenyum sinis.
Setelah lama menatap dirinya dari pantulan cermin Shila pun mengambil tas nya lalu pergi .
Hotel Maxon
Sampai di hotel maxon Tissa masuk ke dalam restorant nya sambil menyapu setiap sudut ruangan apakah Vero sudah datang atau belum. Tak lama kemudian ada seorang pelayan menghampiri Tissa .
"Selamat datang nyonya, apa anda sudah memesan meja?." tanya pelayan itu .
"Meja yang di pesan Tuan muda Alvero karena saya datang dengannya." ucap Tissa yang bangga karena dirinya datang bersama Tuan muda. Siapa sih yang tidak kenal dengan Tuan Muda Alvero.
"Oh, silahkan ikut saya ruangan Tuan muda ada di ujung sana yaitu ruang VIP ." ucap pelayan itu .seraya mengantarkan Tissa ke ruangan yang dia maksud.
"Silahkan nyonya ini ruangannya ." ucap pelayan itu setelah tiba di ruangan yang dia maksud .
"Makasih , oh ya apa Tuan muda sudah datang ?." tanya Tissa yang menghentikan langkah pelayan itu .
"Sepertinya belum , nyonya tunggu saja mungkin sebentar lagi Tuan muda datang ." ucap pelayan itu tersenyum.
"Ada yang nyonya ingin tanyakan lagi ."
Pelayan itu pun pergi dan menghampiri seorang pria yang duduk di salah satu kursi makan.Siapa lagi kau bukan Alvin yang di suruh Vero.
"Dia sudah datang ? ."
"Sudah pak , saya sudah mengantarnya ke ruangan VIV ." ucap pelayan itu .
"Oke , terimakasih ." ucap Alvin yang berdiri dari duduk nya, pelayan itu pun kembali ke tempatnya.
"Aku biarkan saja dulu Tissa disana , lebih baik aku cari tahu dulu tentang wanita itu ." ucap Alvin yang melangkah menuju kamar hotel . Alvin melewati setiap lorong hingga sampai di depan kamar nomor 206 di situ Alvin mencari apakah ada camera CCTV di sana yang mengarah ke kamar 206 dan setelah di telusuri ternyata ada satu buah CCTV yang mengarah ke kamar 206 .
Alvin pun kembali ke bagian resepsionis untuk menanyakan ruang CCTV .
"Permisi , mba saya mau lihat rekaman CCTV di hotel ini apa boleh ? ." tanya Alvin pada si resepsionis .
"Kalau boleh tahu untuk apa ya ?." tanya si resepsionis
"Beberapa hari yang lalu saya kehilangan barang saya , saya hanya ingin cek apa ada orang yang masuk ke kamar saya atau tidak ." ucap Alvin memberi alasan.
"Baik , mari saya antar ." ucap si resepsionis yang mengantarkan Alvin ke ruang CCTV .
"Kalau boleh tahu kejadiannya tanggal berapa dan jam berapa ? " tanya seorang petugas yang memantau CCTV.
__ADS_1
"Mm.. sebenarnya kejadian nya sudah lama sih pak sekitar tahun 20xx di saat pesta tahun baru, ya itu seingat saya pak ." ucap Alvin pada petugas .
"Itu sudah lama sekali sudah 6 tahun lamanya ." ucap si petugas .
"Tapi , rekaman CCTV nya masih adakan pak , saya mohon pak saya butuh banget rekaman CCTV itu ." ucap Alvin yang memohon .
"Aduh gimana ya , rekaman ya pasti masih ada kalau tidak di hapus masalah nya itu kejadian sudah sangat lama butuh waktu lama juga untuk mencari nya ." ucap si petugas.
Alvin merasa kecewa pencarian nya buntu , tapi si petugas bilang akan mencoba untuk mencarinya hanya saja butuh waktu lama .
" Oke pak , pokok nya saya mohon cari, ini kartu nama saya kalau bapak sudah menemukannya langsung hubungi saya " ucap Alvin yang memberikan kartu namanya .
"Baik , pak ." ucap si petugas yang menerima kartu nama Alvin .
Setelah itu Alvin pun keluar dari ruangan itu .
"Aku harus temui Tissa dulu ." ucap Alvin yang melangkah ke ruang VIV.
Cklek..
Tissa sudah bahagia ketika mendengar suara pintu terbuka ." itu pasti Tuan muda ."ucap Tissa yang bangun dari duduk nya siap untuk menyambut Tuan muda
"Tuan mu.." ucap Tissa terhenti ketika melihat bahwa Alvin yang datang dan bukan Tuan muda seketika senyumnya memudar .
"Kau , dimana Tuan muda ." tanya Tissa yang tidak melihat Vero .
"Saya kesini untuk mewakili Tuan muda karena Tuan muda tidak bisa datang di karenakan ada urusan penting " ucap Alvin yang membuat Tissa kecewa dan juga kesal sudah menunggu lama pada akhirnya Tuan muda tidak datang .
"Apa ? kamu bilang Tuan muda tidak bisa datang , kamu tidak tahu saya sudah menunggu lama dan saya sudah dandan cantik - cantik tapi akhirnya Tuan muda membatalkan begitu saja ." pekik Tissa yang tersulut emosi
"Atas nama Tuan muda saya minta maaf , Tuan muda juga bilang sangat menyesal tapi bagaimana lagi Tuan muda tidak bisa membatalkan pertemuan penting dengan klien nya ." ucap Alvin santai .
"Kamu pikir saya tidak ada urusan penting , saya tidak terima di perlakukan seperti ini ." ujar Tissa yang sangat marah .
"Maaf non Tissa , bukankah dulu anda juga pernah membuat Tuan muda menunggu dan membatalkan pertemuan begitu saja , apa Tuan muda marah ? tidakkan ." ucap Alvin yang mengingatkan Tissa bahwa sebelumnya dia pun pernah melakukan hal yang sama .
"Jadi ini balas dendam maksudnya ." ucap Tissa sinis " Bilang sama Tuan muda kamu itu, jangan pikir dia paling berkuasa, paling terhormat , orang terpandang , dia bisa semaunya melakukan sesuka hatinya seperti ini , saya tidak terima ingat itu ." ucap Tissa yang tersulut emosi lalu pergi meninggalkan Alvin yang berada di ruangan itu .Alvin pun tersenyum melihat kepergian Tissa .
Apalagi Alvero yang sedang duduk santai di rumahnya sambil menonton opera kesukaannya dia tersenyum senang setelah mendengar perkataan Tissa tadi lewat handphone nya karena Alvin merekam pembicaraan ya tadi dengan Tisa . Vero begitu senang karena sudah mempermainkan Tissa .
Sedangkan Tissa keluar dari hotel dengan wajah yang muram dan kesal karena telah di permalukan Tuan muda .
Sampai - sampai Tissa tak melihat jalanan di depannya sampai tubuh Tissa bertabrakan dengan tubuh seseorang .
Brugh..
"Aww." ucap Tissa yang terjatuh
"Maaf ." ucap orang itu yang mengulurkan tangannya untuk membantu Tissa terbangun
__ADS_1
" Kau." ucap Tissa yang terkejut melihat orang yang menabraknya tadi .