
Vero mengerjapkan mata nya setelah melewati malam baby moon bersama istri , hari sudah pagi , terik matahari mulai menyinari kamar nya , namun Vero tidak melihat Shila di samping nya kemana dia ?
"Pagi sayang ." Vero tersenyum ketika melihat wajah Shila yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah melakukan ritual nya di pagi hari .
Shila berjalan menghampiri Vero yang masih berbaring di tempat tidur sembari mengguyarkan rambut nya dengan handuk .
"Istri ku ini begitu cantik di pagi hari ." ucap Vero sembari memandang wajah sang istri yang duduk di samping nya .
"Pagi - pagi udah gombal aja ya ." Shila mencubit hidung mancung milik Vero .
"Ko, di cubit sayang , sakit nih ! "
"Abis kamu sekarang pintar gombal ya Mas !"
"Siapa yang gombal , sayang my baby mami benar - benar cantik kan ? Papi tidak gombal kan sayang " Vero mengecup lembut perut Shila berbicara kepada triple baby nya .
"Iya mami papi gak gombal , pagi ini mami sangat cantik ."
Shila tergelak mendengar Vero berbicara menirukan anak kecil .
"Udah ah Mas, jangan bercanda terus !! Sana cepat mandi kita harus segera pulang ."
"Tapi beneran kamu cantik banget sayang ."
"Iya , iya , sana cepat mandi ."
"Baby jagain mami nya , papi mau mandi dulu ." ucap Vero dan berlalu pergi ke kamar mandi.
Shila geleng - geleng kepala melihat tingkah suami nya yang seperti anak kecil , benar - benar jauh dari sifat asli nya yang sombong , angkuh , galak dan dingin . Namun Shila sangat bangga kepada suami nya itu yang bisa menjaga diri dari wanita lain , Vero tetap menunjukkan sifat asli nya kepada orang lain terutama kaum wanita , namun saat bersama sang istri Vero selalu saja manja dan sifat manja nya itu seperti anak kecil saja .
Dua puluh menit berlalu Vero keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melekat di pinggang nya , Vero berjalan ke arah Shila yang duduk bersandar di tempat tidur .
"Kenapa melamun sayang ." tanya Vero yang sudah duduk di samping Shila .
"Mas , aku laper , aku mau makan makanan jepang , kaya nya makan sushi enak ya mas , terus soba - soba , tempura dan banyak lagi deh Mas ."
Vero hanya tersenyum melihat Shila yang merengek meminta makan, kerena memang semenjak hamil selera makan Shila bertambah , namun sekarang permintaan Shila tidak aneh - aneh tidak seperti masa ngidam nya .
"Mas ayo , kita keluar sekarang aku udah laper ."
"Iya , iya , aku pakai baju dulu ."
"Nanti kita jemput anak - anak dulu ya Mas , kita ajak mereka juga ."
"Iya ."
Beberapa menit kemudian Vero sudah rapi dengan pakaian nya dan sekarang Vero dan Shila keluar dari hotel .
"Oh iya Mas , apa sudah ada kabar dari Alvin tentang Elin ?" tanya Shila saat sudah berada dalam mobil .
"Oh iya , saya lupa , coba saya telepon Alvin dulu ya ."
"Hmm..
__ADS_1
Vero mengambil ponsel nya untuk menghubungi Alvin , namun tidak ada jawaban dari Alvin sama sekali
" Tidak di angkat , mungkin Alvin sedang sibuk , nanti kita telepon lagi ."
"Hmm ,
" Sekarang kita mau kemana dulu sayang ."
"Jemput anak - anak dulu bagaimana ?"
"Kalau jemput anak - anak nanti kelamaan , untuk anak - anak kita belikan saja makanan nya bagaimana ?"
"Ya udah deh Mas ! Aku mau sushi dulu ya Mas ."
"Gak sabar banget mau makan sushi ."
"Baby kita Mas yang gak sabar ."
"Baby nya atau mami nya ." goda Vero
"Ih , Mas kapan jalan nya kalau ngegoda istri nya terus ." ucap Shila yang kesal karena Vero belum menjalankan mobil nya sama sekali .
"Iya , nih kita jalan sekarang jangan ngambek gitu dong !! " Vero langsung melajukan mobil nya menuju restoran sushi .
****
Jakarta
Zeni berharap Alvin akan segera sadar .
Zeni jadi teringat ponsel milik Alvin , Zeni berniat untuk menghubungi pihak perusahaan dan memberitahukan keadaan Alvin , namun saat Zeni ingin membuka ponsel milik Alvin Zeni melihat nama Tuan muda yang terpampang dalam layar ponsel .
"Tuan muda telepon ? Astaga , kenapa aku bisa lupa , Tuan muda pasti cemas karena Alvin belum memberikan kabar sama sekali . Aku harus kasih tahu tuan muda tentang keadaan Alvin sekarang ."
Zeni langsung menghubungi Vero dengan ponsel Alvin .
"Halo Alvin ." ucap Vero di ujung sana
"Ini saya Zeni Tuan muda ."
"Zeni ! Kenapa kamu yang menelepon ? Dimana Alvin dan bagaimana tentang Elin ? Apa Elin sudah di temukan ?"
"Elin sudah berhasil di temukan polisi , namun Elin meninggal Tuan ."
"Meninggal ? Ko bisa ?"
"Elin meninggal karena dia menjatuhkan diri dari balkon saat ingin di tangkap polisi dan menyebabkan Elin meninggal ."
Vero cukup terkejut dengan pernyataan Zeni , namun Vero juga tenang karena Elin sudah tiada itu berarti tidak ada lagi orang yang mengganggu keluarga nya .
"Lalu dimana Alvin ?"
"Alvin.. Alvin sedang kritis Tuan muda ." ucap Zeni terbata - bata .
__ADS_1
"Kritis ? Maksud mu Alvin sedang kritis di rumah sakit ? "
"Iya Tuan muda ."
"Why ?"
"Alvin terkena tembakan di dada nya , membuat nya kehilangan banyak darah tapi dokter berhasil mengoperasinya namun keadaan Alvin masih kritis dan belum sadarkan diri tuan." jelas Zeni membuat Vero tertegun .
"Kenapa Alvin bisa tertembak ?"
"Ceritanya panjang tuan , sekarang saya masih menunggu Alvin di ruang ICU ."
"Astaga Alvin ! Zeni saya mohon kamu tetap jaga Alvin , saya akan segera kembali ke indonesia . Saya mohon kamu jaga Alvin jangan pernah tinggalkan Alvin , saya titip Alvin sama kamu Zeni ."
"Baik tuan muda , saya akan tetap menunggu Alvin sampai Alvin sadar dan sembuh ."
"Terima kasih Zeni ."
Tut. Sambungan telepon pun di tutup .
Vero masih terkejut dengan pernyataan Zeni yang memberitahukan keadaan Alvin yang sedang kritis saat ini .
****
Vero berjalan gontai menuju meja yang terdapat Shila di sana yang sedang menikmati makanan nya . Sesampai nya di meja Vero langsung mendudukkan tubuh nya di kursi .
"Sudah ke toilet nya Mas ? kok lama ."
"Sayang , sepertinya kita harus pulang sekarang ."
"Maksud mu , pulang ke jakarta ? "
"Hmmm..
" Lo kita kan baru dua hari di sini Mas , kenapa cepat pulang ? Ada masalah di kantor ?"
"Alvin tertembak , dan sekarang keadaan nya masih kritis , tadi Zeni telepon memberitahukan keadaan Alvin "
Shila tersentak kaget , mendengar ucapan Vero tentang Alvin .
"Jangan panik ." ucap Vero yang langsung cemas melihat Shila yang mulai panik . Namun Shila mencoba tetap tenang .
"Aku nggak panik kok , Mas ! Ya udah Mas kita pulang sekarang , Kasihan Zeni sendirian ."
"Ya udah ayo , kita ke rumah tuan Azema dulu ya , kita jemput anak - anak dulu !"
"Iya , Mas . Ayo ." ajak Shila yang langsung menarik tangan Vero untuk keluar dari restoran
"Jangan buru - buru , pelan - pelan ."
Shila dan Vero akhir nya pergi meninggalkan restorant . Vero masih berpikir kenapa Alvin bisa sampai tertembak , dan siapa yang sudah menembak Alvin .
Vero benar - benar khawatir kepada Alvin , karena Alvin sudah Vero anggap seperti adik sendiri , bagi Vero Alvin bukan hanya asisten bagi nya namun sudah seperti keluarga , kalau sampai Alvin kenapa - napa Vero tidak akan bisa memaafkan diri nya sendiri .
__ADS_1