Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 122


__ADS_3

Vero mengerjapkan mata nya setelah melewati malam baby moon bersama istri , hari sudah pagi , terik matahari mulai menyinari kamar nya , namun Vero tidak melihat Shila di samping nya kemana dia ?


"Pagi sayang ." Vero tersenyum ketika melihat wajah Shila yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah melakukan ritual nya di pagi hari .


Shila berjalan menghampiri Vero yang masih berbaring di tempat tidur sembari mengguyarkan rambut nya dengan handuk .


"Istri ku ini begitu cantik di pagi hari ." ucap Vero sembari memandang wajah sang istri yang duduk di samping nya .


"Pagi - pagi udah gombal aja ya ." Shila mencubit hidung mancung milik Vero .


"Ko, di cubit sayang , sakit nih ! "


"Abis kamu sekarang pintar gombal ya Mas !"


"Siapa yang gombal , sayang my baby mami benar - benar cantik kan ? Papi tidak gombal kan sayang " Vero mengecup lembut perut Shila berbicara kepada triple baby nya .


"Iya mami papi gak gombal , pagi ini mami sangat cantik ."


Shila tergelak mendengar Vero berbicara menirukan anak kecil .


"Udah ah Mas, jangan bercanda terus !! Sana cepat mandi kita harus segera pulang ."


"Tapi beneran kamu cantik banget sayang ."


"Iya , iya , sana cepat mandi ."


"Baby jagain mami nya , papi mau mandi dulu ." ucap Vero dan berlalu pergi ke kamar mandi.


Shila geleng - geleng kepala melihat tingkah suami nya yang seperti anak kecil , benar - benar jauh dari sifat asli nya yang sombong , angkuh , galak dan dingin . Namun Shila sangat bangga kepada suami nya itu yang bisa menjaga diri dari wanita lain , Vero tetap menunjukkan sifat asli nya kepada orang lain terutama kaum wanita , namun saat bersama sang istri Vero selalu saja manja dan sifat manja nya itu seperti anak kecil saja .


Dua puluh menit berlalu Vero keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melekat di pinggang nya , Vero berjalan ke arah Shila yang duduk bersandar di tempat tidur .


"Kenapa melamun sayang ." tanya Vero yang sudah duduk di samping Shila .


"Mas , aku laper , aku mau makan makanan jepang , kaya nya makan sushi enak ya mas , terus soba - soba , tempura dan banyak lagi deh Mas ."


Vero hanya tersenyum melihat Shila yang merengek meminta makan, kerena memang semenjak hamil selera makan Shila bertambah , namun sekarang permintaan Shila tidak aneh - aneh tidak seperti masa ngidam nya .


"Mas ayo , kita keluar sekarang aku udah laper ."


"Iya , iya , aku pakai baju dulu ."


"Nanti kita jemput anak - anak dulu ya Mas , kita ajak mereka juga ."


"Iya ."


Beberapa menit kemudian Vero sudah rapi dengan pakaian nya dan sekarang Vero dan Shila keluar dari hotel .


"Oh iya Mas , apa sudah ada kabar dari Alvin tentang Elin ?" tanya Shila saat sudah berada dalam mobil .


"Oh iya , saya lupa , coba saya telepon Alvin dulu ya ."


"Hmm..

__ADS_1


Vero mengambil ponsel nya untuk menghubungi Alvin , namun tidak ada jawaban dari Alvin sama sekali


" Tidak di angkat , mungkin Alvin sedang sibuk , nanti kita telepon lagi ."


"Hmm ,


" Sekarang kita mau kemana dulu sayang ."


"Jemput anak - anak dulu bagaimana ?"


"Kalau jemput anak - anak nanti kelamaan , untuk anak - anak kita belikan saja makanan nya bagaimana ?"


"Ya udah deh Mas ! Aku mau sushi dulu ya Mas ."


"Gak sabar banget mau makan sushi ."


"Baby kita Mas yang gak sabar ."


"Baby nya atau mami nya ." goda Vero


"Ih , Mas kapan jalan nya kalau ngegoda istri nya terus ." ucap Shila yang kesal karena Vero belum menjalankan mobil nya sama sekali .


"Iya , nih kita jalan sekarang jangan ngambek gitu dong !! " Vero langsung melajukan mobil nya menuju restoran sushi .


****


Jakarta


Zeni berharap Alvin akan segera sadar .


Zeni jadi teringat ponsel milik Alvin , Zeni berniat untuk menghubungi pihak perusahaan dan memberitahukan keadaan Alvin , namun saat Zeni ingin membuka ponsel milik Alvin Zeni melihat nama Tuan muda yang terpampang dalam layar ponsel .


"Tuan muda telepon ? Astaga , kenapa aku bisa lupa , Tuan muda pasti cemas karena Alvin belum memberikan kabar sama sekali . Aku harus kasih tahu tuan muda tentang keadaan Alvin sekarang ."


Zeni langsung menghubungi Vero dengan ponsel Alvin .


"Halo Alvin ." ucap Vero di ujung sana


"Ini saya Zeni Tuan muda ."


"Zeni ! Kenapa kamu yang menelepon ? Dimana Alvin dan bagaimana tentang Elin ? Apa Elin sudah di temukan ?"


"Elin sudah berhasil di temukan polisi , namun Elin meninggal Tuan ."


"Meninggal ? Ko bisa ?"


"Elin meninggal karena dia menjatuhkan diri dari balkon saat ingin di tangkap polisi dan menyebabkan Elin meninggal ."


Vero cukup terkejut dengan pernyataan Zeni , namun Vero juga tenang karena Elin sudah tiada itu berarti tidak ada lagi orang yang mengganggu keluarga nya .


"Lalu dimana Alvin ?"


"Alvin.. Alvin sedang kritis Tuan muda ." ucap Zeni terbata - bata .

__ADS_1


"Kritis ? Maksud mu Alvin sedang kritis di rumah sakit ? "


"Iya Tuan muda ."


"Why ?"


"Alvin terkena tembakan di dada nya , membuat nya kehilangan banyak darah tapi dokter berhasil mengoperasinya namun keadaan Alvin masih kritis dan belum sadarkan diri tuan." jelas Zeni membuat Vero tertegun .


"Kenapa Alvin bisa tertembak ?"


"Ceritanya panjang tuan , sekarang saya masih menunggu Alvin di ruang ICU ."


"Astaga Alvin ! Zeni saya mohon kamu tetap jaga Alvin , saya akan segera kembali ke indonesia . Saya mohon kamu jaga Alvin jangan pernah tinggalkan Alvin , saya titip Alvin sama kamu Zeni ."


"Baik tuan muda , saya akan tetap menunggu Alvin sampai Alvin sadar dan sembuh ."


"Terima kasih Zeni ."


Tut. Sambungan telepon pun di tutup .


Vero masih terkejut dengan pernyataan Zeni yang memberitahukan keadaan Alvin yang sedang kritis saat ini .


****


Vero berjalan gontai menuju meja yang terdapat Shila di sana yang sedang menikmati makanan nya . Sesampai nya di meja Vero langsung mendudukkan tubuh nya di kursi .


"Sudah ke toilet nya Mas ? kok lama ."


"Sayang , sepertinya kita harus pulang sekarang ."


"Maksud mu , pulang ke jakarta ? "


"Hmmm..


" Lo kita kan baru dua hari di sini Mas , kenapa cepat pulang ? Ada masalah di kantor ?"


"Alvin tertembak , dan sekarang keadaan nya masih kritis , tadi Zeni telepon memberitahukan keadaan Alvin "


Shila tersentak kaget , mendengar ucapan Vero tentang Alvin .


"Jangan panik ." ucap Vero yang langsung cemas melihat Shila yang mulai panik . Namun Shila mencoba tetap tenang .


"Aku nggak panik kok , Mas ! Ya udah Mas kita pulang sekarang , Kasihan Zeni sendirian ."


"Ya udah ayo , kita ke rumah tuan Azema dulu ya , kita jemput anak - anak dulu !"


"Iya , Mas . Ayo ." ajak Shila yang langsung menarik tangan Vero untuk keluar dari restoran


"Jangan buru - buru , pelan - pelan ."


Shila dan Vero akhir nya pergi meninggalkan restorant . Vero masih berpikir kenapa Alvin bisa sampai tertembak , dan siapa yang sudah menembak Alvin .


Vero benar - benar khawatir kepada Alvin , karena Alvin sudah Vero anggap seperti adik sendiri , bagi Vero Alvin bukan hanya asisten bagi nya namun sudah seperti keluarga , kalau sampai Alvin kenapa - napa Vero tidak akan bisa memaafkan diri nya sendiri .

__ADS_1


__ADS_2