Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 120


__ADS_3

"Elin kabur ."


"Apa ? Elin kabur ! Ko bisa Mas dia kan sedang di penjara bagaimana bisa kabur ."


"Aku juga tidak tahu , Alvin sama polisi juga sedang mencari nya sekarang kamu tenang jangan panik ."


"Ya , bagaimana bisa tenang Mas kalau si ular berbisa itu kabur , nanti dia godain kamu lagi , aku nggak mau Mas ."


"Tenang , ada polisi yang sedang mencarinya , Alvin juga sedang mencari ."


"Aduh.. Mas !!"


"Kenapa ? Ada apa ? " Vero panik melihat Shila meringis sedang menahan rasa sakit .


"Aduh, keram Mas." ucap Shila sembari memegang perut nya .


"Keram !! Tuh kan aku juga bilang apa jangan panik , kita ke rumah sakit saja ya ."


"Gak usah Mas, gak usah ."


"Gak usah bagaimana , kamu kesakitan gitu nanti kalau ada apa - apa sama triple baby kita gimana ? kita ke rumah sakit sekarang ." Vero langsung memopong Shila ke luar dari kamar , Vero tidak bisa tenang kalau melihat Shila kesakitan seperti ini . Vero memang selalu panik padahal Shila hanya mengalami keram .


"Tuan muda , ada apa dengan nyonya Shila ?" tanya nyonya Azumi yang kebetulan ada di ruang tengah bersama Tuan Azema .


"Istri saya mengalami keram pada perut nya , saya mau membawa istri saya ke rumah sakit." jawab Vero yang masih menggendong Shila .


"Perlu saya antar ." ujar tuan Azema


"Tidak perlu , saya cuma mau minjam mobil nya saja boleh ."


"Oh , iya silahkan , mari saya bantu ."


Tuan Azema membantu Vero membukakan pintu mobil , setelah mendudukan Shila di dalam mobil , Vero masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi .


"Hati hati Tuan muda , semoga kandungan nyonya Shila baik - baik saja ."


"Saya berangkat dulu ."


"Iya."


Vero menginjak pedal gas dan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi , karena panik Vero ingin lebih cepat sampai di rumah sakit .


****


Jakarta


Alvin dan polisi masih mencari keberadaan Elin juga dua tahanan yang lain , Elin kabur melewati ruang bawah tanah yang terdapat di belakang penjara dan langsung terhubung ke jalan utama .


Alvin dan polisi masih belum menemui keberadaan mereka.


Brukk,


Alvin menghempaskan tubuh nya ke atas ranjang milik nya , hari ini Alvin benar - benar lelah ,belum juga soal pekerjaan yang belum selesai di tambah lagi dengan kabar kehilangan Elin yang berhasil kabur .

__ADS_1


"Dari awal aku memang tidak percaya dengan nya , kalau tahu seperti ini sudah ku buat mati saja tuh si Elin ." gumam Alvin yang menatap langit - langit kamar .


"Kira - kira dimana Elin ."


Drt..drt..drt..


Di saat Alvin sedang memikirkan keberadaan Elin tiba - tiba ponsel nya berdering . Alvin mengambil ponsel milik nya dan melihat nama yang terpampang pada layar ponsel .


"Zeni ." ucapnya demikian, Alvin langsung mengangkat teleponnya


"Iya Zeni , ada apa ?"


"Aku dengar si ular berbisa itu kabur ."


"Ular berbisa ?" Alvin berpikir sejenak


"Siapa lagi kalau bukan si Elin wanita penggoda itu ." ucap Zeni di ujung sana .


"Ouh, iya dia kabur dari penjara saya juga sedang mencari nya tidak tahu ada dimana dia sekarang ." jelas Alvin .


"Apa kamu sudah mencarinya di rumah Bagas ?"


Alvin tertegun mendengar ucapan Zeni .


"Rumah Bagas ?"


"Iya mungkin saja kan dia pergi ke sana ."


"Benar juga , aku harus memastikan nya ." ucap Alvin yang bangun dari tidur nya .


"Jangan ."


"Pokok nya aku mau ikut , jemput sekarang ."


"Iya, iya ."


Tut. telepon pun di tutup .


Alvin langsung bergegas pergi , mengambil kunci mobil nya lalu pergi menuju rumah Zeni sebelum menuju rumah Bagas . Dan tidak lupa juga Alvin memberitahukan polisi .


Kemudian...


Alvin dan Zeni sudah berada di rumah Bagas dan masih memantau rumah Bagas dari luar . Tak berselang lama polisi pun datang setelah polisi datang Alvin dan Zeni turun dari mobil , mereka semua bergegas masuk ke dalam rumah Bagas dengan mengendap - ngendap .


Benar apa kata Zeni ternyata Elin memang berada di rumah Bagas , Elin berencana kabur dan mengambil semua aset milik Bagas , namun rencana nya gagal karena polisi berhasil menemukannya .


Brukk,,


Alvin dan polisi mendobrak pintu utama , Elin yang mendengar suara pintu itu langsung bersembunyi .


"Kenapa mereka tahu aku ada disini ." gumam Elin yang sekarang berada di dalam kamar Bagas .


"Aku harus mencari sesuatu ." ucap nya demikian .

__ADS_1


Sedangkan di luar polisi dan Alvin berpencar untuk mencari Elin , mereka menyusuri setiap ruangan di rumah Bagas .


"Elin dimana kamu ? keluar sekarang ." teriak Alvin yang sekarang berada di lantai atas .


"Kamu tidak bisa lolos lagi Elin, cepat keluar sekarang ! Aku tahu , kamu ada di sini ."


"Cepat keluar kalau tidak , aku akan membuat nasib mu sama seperti Bagas ."


"Itu tidak akan terjadi pada ku ."


Bagas dan Zeni menoleh ke arah sumber suara , yang dimana Elin berada .


Door,


Alvin ..


Elin mengarahkan senjata api nya kepada Alvin sehingga mengenai dada nya , Zeni yang melihat Alvin tersungkur pun langsung menghampiri nya .


"Alvin , kamu tidak apa - apa ?" tanya Zeni panik , sedangkan Alvin masih memegang dada nya yang mulai berdarah karena terkena tembakan .


"Zeni awas !"


Door,


Polisi menembak Elin ketika Elin mengarahkan senjata nya ke arah Zeni , Polisi mendengar suara tembakan dari lantai atas dan saat itu juga polisi langsung bergegas lari ke lantai atas.


Elin merasa kaki nya sakit karena terkena tembakan tadi , namun Elin tidak menyerah dia berlari ketika polisi akan menangkap nya .


"Jangan lari kamu ." teriak polisi , namun Elin tidak mendengarkan , Elin terus berlari hingga ke balkon rumah , sesampainya di balkon Elin bingung harus berlari lagi kemana , sedangkan polisi sudah berada di belakang nya .


"Saudara Elin berhenti ! Anda tidak bisa lari lagi dari kami anda sudah terkepung ." ucap salah seorang polisi .


"Borgol dia ." perintah polisi kepada bawahan nya .


"Tidak , aku tidak mau kembali ke penjara ." gumam Elin yang berjalan mundur .


"Anda kami tangkap sebagai tersangka percobaan pembunuhan terhadap bapak Alvin dan penipuan ."


"Tidak , aku tidak mau , aku harus kabur ."


"Saudara Elin ."


Bugh,


"Bagaimana keadaan nya ? " tanya salah seorang polisi pada bawahan nya .


"Kita harus ke bawah untuk memastikan nya ." Anggota polisi berjalan ke lantai bawah untuk memastikan apakah Elin masih hidup atau tidak setelah berhasil loncat dari atas balkon .


Selang beberapa menit , mobil ambulance pun datang untuk membawa Alvin ke rumah sakit , karena pendarahan yang cukup banyak pada dada nya , dan Zeni tetap setia menemani Alvin berada di samping nya .


Polisi juga membawa Elin yang di nyatakan sudah meninggal dunia karena aksi bunuh diri nya .


Ngiung..ngiung..ngiung..

__ADS_1


Dua mobil ambulance berlalu pergi meninggalkan kediaman Bagas yang menjadi saksi kematian nya Elin , Dan Zeni terus menangis melihat keadaan Alvin yang sudah tak sadarkan diri .


Zeni terus menggenggam tangan Alvin , berharap Alvin akan sadar dan merasakan genggaman nya , sebelum Alvin hilang kesadaran nya Alvin masih bisa tersenyum untuk menenangkan kekasih nya itu bahwa dirinya baik - baik saja . Namun Zeni tidak bisa baik - baik saja ketika harus melihat keadaan Alvin yang tak berdaya seperti ini membuat nya hancur .


__ADS_2