
Zeni melangkah kan kaki nya berjalan menghampiri Alvin yang sedang bersama seorang wanita yang tak lain adalah Maura .
Tatapan mata nya sangat sulit di artikan , perasaan yang berkecamuk antara marah dan cemburu , bisa di bilang hati nya sakit saat ini melihat laki - laki yang dia cintai bersama wanita lain .
Namun untuk apa Zeni marah ? karena Alvin bukan milik nya bahkan Alvin belum pernah mengatakan cinta pada nya .Tapi ciuman itu .. kenapa Alvin mencium nya kalau Alvin memang tidak punya perasaan apapun ? benar - benar membingungkan.
Alvin apa yang sebenarnya kamu inginkan , kemarin kau mencium ku tapi sekarang kau bersama wanita lain , kalau memang kamu sudah memiliki wanita lain di hati mu untuk apa kamu memberikan ku harapan seperti mencium ku kemarin .
Batin Zeni yang menggerutu dalam hati nya.
Sedangkan Alvin merasa tidak nyaman dengan sikap Maura yang terus menatap nya , sesekali Alvin menghembuskan nafas nya lalu melirik ke arah Maura sejenak . Kemudian mata nya kembali menyapu setiap para tamu yang datang . Sebenar nya Alvin menunggu seorang wanita dari tadi yang tidak lain adalah Zeni , sampai Alvin memutar badan nya ke belakang untuk mencari sosok Zeni .
Brugh..
Tiba - tiba ada seorang pria yang menabrak tubuh Zeni hingga dress Zeni basah karena minumannya .
"Maaf Nona ." ucap pria itu
"Iya , tidak apa - apa ." seru Zeni sambil mengelap dress nya yang basah karena minumannya tumpah .
"Baju anda jadi basah Nona ."
"Hmm.. iya , bagaimana ini aku tidak bawa baju ganti lagi ." gumam Zeni yang masih membersihkan noda minuman pada dress nya .
"Jangan khawatir tentang baju ganti , mari saya antar Nona untuk ganti baju nya , karena acara masih lama tidak baik Nona memakai baju basah seperti ini ." ucap pria itu ramah .
"Tapi saya memakai baju siapa ? ."
"Jangan khawatir tentang itu Nona , kami selalu menyediakan baju ganti untuk para tamu , mari ." ucap pria itu
"Terima kasih Tu..Tuan."
"Panggil saja saya Erik , Nona ."
"Oh .. Erik ya , saya Zeni panggil saja Zeni ."
"Baik , mari Nona Zeni ,tunggu sebentar ."
"Ada apa ?."
Tanpa menjawab pertanyaan Zeni ,Erik langsung membuka jas nya lalu memakaikan nya pada Zeni untuk menutupi bagian dada nya yang basah .
"Maaf , saya lancang . Tapi sebaik nya anda memakai ini agar tubuh anda tidak terlihat orang lain . " Zeni melongo mendapat perlakuan itu dari Erik , walaupun ucapan Erik sedikit kaku , dan dingin . Namun cara nya memperlakukan wanita membuat Zeni terangan - angan .
Zeni pun mengikuti Erik berjalan ke arah kamar ganti . Sedangkan Alvin yang melihat adegan itu hanya diam mematung ada rasa yang tak bisa di jabarkan oleh nya , Alvin merasa ada perasaan aneh dalam hati nya . Sampai Alvin melupakan Maura yang berada di samping nya .
"Alvin ." seru Maura . Alvin tersadar dari lamunan nya .
"Maaf ,Maura saya harus pergi permisi ." Maura hanya diam mematung menatap kepergian Alvin yang meninggalkan dirinya .
***
Di sisi lain triple J sedang asik menikmati satu persatu makanan yang ada disana . Tiba - tiba ada seorang gadis kecil yang menghampiri mereka .
"Halo , kalian si kembar itu kan ? " ucap gadis kecil itu .
"Siapa kamu ?" tanya Joanna jutek.
"Perkenalkan saya Stella Algreliya Atmaja." ucap gadis itu memperkenalkan diri .
"Papa saya orang terkaya no .3 se-Asia ." Ucap gadis itu sedikit angkuh si kembar pun tidak suka .
"Uuuu.. sombong nya ." ketus Jolie dengan gaya centil nya .
"Hei kalian, ini ultah yang ke 6 tahun ? tapi .. tubuh mu pendek sekali ." cibir Stella pada Joy , Joy pun tak terima .
__ADS_1
"Siapa bilang aku pendek , tinggi ku hanya belum tumbuh ." balas Joy dengan kesal .
"Ih.. udah kecil gendut lagi ." cibir Stella lagi .
" Biar gendut adik ku paling lucu ." timpal Joanna membela Joy .
"Putri Daddy ternyata disini." seru seorang pria yang ternyata Ayah nya Stella , pria itu pun di temani oleh Vero dia termasuk kolega penting Vero .
"Hai , Daddy mereka meledek ku mereka bilang aku sombong." Stella mengadu .
"Dia juga yang meledek ku papi , dia bilang aku pendek dan gendut ." Joy pun mengadu pada Vero papi nya . Namun Ayah mereka hanya tersenyum melihat tingkah lucu anak nya itu.
"Tuan Emran apa ini anak mu , cantik sekali ." puji Vero pada Stella .
"Terima kasih paman." ujar Stella dengan anggun .Namun membuat Joanna dan Joalie kesal .
"Anak Tuan muda juga sangat cantik juga tampan, sangat menggemaskan ." puji Emran pada si kembar . Seketika senyuman nya mengembang alhasil satu sama , sama - sama mendapat pujian .
"Sayang , ayo ikut Daddy ." ajak Emran pada putri nya , namun Stella menolak nya .
"Daddy aku mau disini saja ." ucap Stella .
"Baiklah ,kalau kamu ingin bermain Daddy sama Tuan muda kesana dulu ya sayang ."
"Oke , Daddy ."
"Anak papi , kalian ajak main Stella ya jangan nakal ." titah Vero lalu berjalan lagi menyapa kolega - kolega penting lainnya .
"Apa aku boleh ikut bermain ? " tanya Stella penuh harap .
"Tidak, aku tidak ingin bermain dengan orang yang sudah meledek ku ." ketus Joy sembari membuang muka dari pandangan Stella.
"Tampan ..." goda Stella yang mengedipkan kedua mata nya sembari tersenyum , Joy pun sangat tergoda dengan senyuman yang di berikan Stella .
"Baiklah , karena kau bilang aku tampan aku akan mengajak mu bermain ." ucap Joy membuat kedua kakak nya terbelalak .
"Ayo , kita main di halaman belakang saja ." ajak Joy pada Stella , ke empat bocah kecil itu pun melangkah menuju halaman belakang .
****
Zeni sudah berganti pakaian nya dan kembali lagi ke acara pesta . Zeni melihat ke kanan dan ke kiri mencari Erik untuk berterima kasih ,namun Erik tidak nampak yang nampak malah Alvin.
Wajah Zeni masih terlihat kesal saat bertemu Alvin , sampai Zeni ingin menghindar namun Alvin langsung mencekal lengan nya dan menarik nya ke halaman belakang .
"Alvin , kau mau bawa aku kemana ?." tanya Zeni yang tangan nya di tarik . Namun Alvin tidak memberi jawaban Alvin membawa Zeni ke halaman belakang yang jauh dari keramaian hanya ada mereka berdua dan bintang - bintang yang berkelap - kelip di atas langit.
"Aku ingin bicara dengan mu ." ucap Alvin setelah sampai di halaman belakang .
"Ada hubungan apa kamu dengan Erik ?" tanya Alvin dingin .
"Erik ? " Zeni berpikir sejenak sembari mengingat nama Erik yang di sebutkan Alvin .
"Kenapa ? apa pun hubungan ku dengan nya tidak ada urusan nya dengan mu " timpal Zeni yang melepaskan cekalan Alvin .
"Aku tidak suka melihat nya ."
"Aku tidak mengerti nya Alvin , kemarin kamu tiba - tiba mencium ku , lalu menghindar ,sekarang kamu tidak suka melihat ku dengan Erik , sebenar nya apa mau mu ? kamu itu aneh sekali Alvin ." seru Zeni yang langsung melangkah kan kaki nya untuk pergi , namun Alvin kembali menarik tangannya hingga langkah Zeni terhenti .
"Alvin lepaskan tangan ku , jangan sampai kekasih mu melihat nya ."
"Kekasih ? siapa? "
"Siapa kalau bukan wanita yang berbicara dengan mu ."
"Maura ."
__ADS_1
"Oh , jadi namanya Maura ." ucap Zeni malas .
"Aku tidak ada hubungan apapun dengan nya ." timpal Alvin .
"Aku tidak peduli ." timpal Zeni yang sudah malas meladeni Alvin .
"Aku menyukai mu ."
Deg , mata Zeni membulat sempurna, mulut nya menganga tidak percaya dengan apa yang di katakan Alvin pada nya .
"Apa ? Alvin kamu jangan membuat aku dilemma ."
"Aku menyukai mu Zeni ." ucap Alvin lagi dengan tatapan yang tak bisa di artikan .
"Benarkah ? serius ? kamu tidak mempermainkan ku kan Alvin ? "
Cup.. Mata Zeni melotot ketika merasakan sentuhan lembut pada bibir nya , untuk kedua kali nya Alvin mencium nya . namun perlahan Zeni pun menikmati nya dan membalas sentuhan pada bibir nya itu .
Tanpa mereka sadari ada empat pasang mata yang melihat adegan itu , empat pasang mata itu adalah triple J dan Stella yang sedang bermain di halaman belakang . Kedua bola mata nya membulat sempurna saat menyaksikan adegan yang tidak seharusnya mereka lihat .
"Apa yang di lakukan paman dan aunty ." seru Joy.
"Apa orang dewasa selalu menyatukan bibir mereka ? tapi untuk apa ?." tanya Joanna pada dirinya .
"Momy Daddy ku juga suka melakukan nya ,kalau Daddy sebelum berangkat bekerja ." ucap Stella .
"Apa kau pernah tanya pada Daddy mu ? untuk apa melakukan nya ?" tanya Joanna penasaran .
"Tidak pernah , tapi wajah Mommy jadi bahagia setelah itu ."
"Apa kita perlu mencoba nya ?" saran Joali ."Kita satukan bibir kita ." Mereka berempat pun melakukan apa yang di katakan Jolie . Mereka memanyunkan bibir nya ke depan lalu mendekat kan bibir ke empat nya . Alhasil bukan bibir nya yang menyatu yang ada kedua pipi chubby nya yang menempel .
"Joy .. kau seperti ikan buntal haha ." seru Jolie di iringi tawa ,melihat pipi tembem Joy yang memanyunkan bibir nya seperti ikan buntal yang mengembung .
"Kau juga ..haha .." Mereka berempat saling menertawakan satu sama lain.
"Kenapa pipi kita yang menempel bukan nya bibir kita ." ucap Joy heran .
"Mungkin kita belum dewasa ." timpal Joanna .
"Apa harus dewasa dulu ." timpal Joy .
"Ada satu lagi yang membuat orang bahagia ." ujar Stella penuh semangat .
"Apa ?" tanya triple J yang menatap ke Stella .
"Aku akan mencoba nya pada Joy , kalian berdua lihat ekspresi Joy apa dia bahagia ."
"Oke " jawab Joanna dan Jolie kompak .
Stella pun menjalankan aksi nya .
Cup ..
Mata Joy langsung melotot ketika Stella mencium pipi nya ,tubuh nya kaku , kepala nya pun memutar berasa di kelilingi banyak kupu - kupu yang berterbangan di atas kepalanya.
"Berhasil ." ucap Joanna ,Jolie dan stella yang kegirangan . Pipi Joy menjadi merah merona , senyum Joy pun mengembang , namun tubuh nya masih kaku
"Joy , bagaimana rasa nya ? " tanya ke tiga gadis kecil yang mengelilingi nya . Menunggu jawaban dari Joy penuh semangat .
"Rasanya aneh ." celetuk Joy
"Aneh ?." tanya Stella heran .
"Tubuh ku merasa ada tekanan listrik , aku juga tidak tahu namun.. "
__ADS_1
Bugh , Ucapan Joy tertahan karena Joy jatuh pingsan . Ketiga gadis kecil itu hanya menatap Joy heran sampai menunggu Joy terbangun .