
#Singa jantan terbangun .
Shila merasa curiga ada yang aneh dengan sikap ketiga anak nya ,bahkan ucapan mereka pun sedikit membingungkan . Shila harus memastikan sendiri semua kecurigaan nya .
Shila keluar sebentar , dengan alasan pergi ke toilet , padahal saat di luar Shila menghubungi Jey , supir pribadi si kembar .
Shila bertanya kepada Jey, apa dia mengantar si kembar ke sekolah atau tidak ? Jawaban Jey sungguh mengejutkan . Jey bilang si kembar berangkat menaiki mobil tuan muda , dan Jey pikir tuan muda yang mengantarkan si kembar ke sekolah , di situlah Shila mulai curiga , mungkin ini semua sandiwara , alasan yang berbeda , kalau mereka satu mobil kenapa hanya satu yang terluka seharusnya ketiga anak nya pun ikut terluka .
Bisa - bisanya mereka membohongi ku bahkan dokter pun ikut membohongi ku juga , Ini tidak bisa di biarkan awas kamu Mas , batin Shila .
Shila kembali ke dalam namun tidak langsung duduk , Shila hanya memanggil dokter Indra saja . " Dokter bisa kita bicara ?" pinta Shila .
Apa yang ingin nyonya muda bicarakan ?, batin Indra .
"Saya ingin tahu perkembangan suami saya dok, bisa kita bicara di luar ." Dokter Indra pun mengangguk , lalu melangkah keluar mengikuti Shila .
"Ada apa ya nyonya ?" tanya Indra
"Jujur saja , ini semua sandiwara kan ? Tidak ada kecelakaan apapun kan ? Jawab dengan jujur dokter , sebenar nya suami saya tidak kenapa - kenapa kan ? dia sehat - sehat saja kan ? kalian semua membohongi saya." Shila menatap tajam dokter Indra , dokter Indra pun bingung harus bagaimana , tatapan ibu hamil sungguh menakutkan .
"Jawab dokter !" ucap Shila penuh penekanan .
Sepertinya Indra menyerah , dia tidak bisa lagi menutupi kebohongan dari sahabat nya itu , terpaksa Indra harus jujur dan mengatakan ' Iya ' .
"Maaf ! Tapi sumpah saya tidak ada niat untuk membohongi anda , saya hanya mengikuti perintah tuan muda , please jangan marah ."
Jangan marah ! Bisa - bisanya dia bilang seperti itu , siapa sih orang yang sudah di bohongi tidak marah , namun marah saja tidak cukup sepertinya aku harus membalas nya ? aku akan mengikuti permainan kalian .
"Baiklah , aku tidak marah asalkan dokter mau membantu ku , aku ingin membongkar sandiwara nya ."
"Dengan cara apa ?"
Shila tersenyum , seperti nya Shila sudah mendapatkan ide agar sandiwara suami nya terbongkar , Shila harus mengikuti permainannya kali ini .Shila membisikan sesuatu kepada Indra , Indra pun mengangguk setuju kali ini sandiwara suami dan anak nya pasti ketahuan . Shila tahu apa kelemahan suami nya itu .
Kalian pikir aku tidak bisa akting , aku juga bisa , aku akan balas perbuatan mu Mas , bisa - bisa nya membohongi ku kamu pikir ini lucu, batin Shila yang berjalan ke arah ranjang pasien , lalu duduk di samping Vero .
__ADS_1
"Aku belum siap bila kamu meninggalkan aku Mas , bagaimana nanti dengan anak kita , dan bayi kita , aku tidak bisa bayangkan kalau anak kita lahir dan mereka mencari ayah nya .. hiks..hiks.. " sandiwara Shila sepertinya berhasil . Shila seolah - olah tidak sanggup kalau harus hidup tanpa seorang suami apalagi Shila akan memiliki tiga bayi lagi .
Di saat Shila menangis pilu Indra mendekat , menyentuh bahu Shila untuk menenangkan nya , namun tidak dengan Vero yang sepertinya sudah tidak tahan melihat Indra yang berani menyentuh istri nya , apalagi Indra mengatakan bahwa Indra siap menggantikan ayah dari anak - anak nya .
"Kamu tenang saja , kamu tidak sendiri aku akan menjaga anak kalian , termasuk bayi yang ada dalam kandungan mu ."
Deg, dig , dug ,der , dor
Suara petir menggelegar namun tidak terdengar , yah.. karena suara itu hanya terdengar oleh Vero sendiri, api cemburu mulai membara , panah panas sedang menusuk hati nya saat ini , bagaimana tidak , sahabat nya sendiri akan menikahi istri nya , tidak , itu tidak akan terjadi .
"Maksudnya ?" tanya Shila pura - pura polos padahal dia tahu saat ini suami nya sedang menahan rasa cemburu .
"Aku , bisa menggantikan ayah untuk anak - anak mu , aku akan menjadi suami mu nyonya Shila ."
Deg, deg , deg , deg , deg ,
Suara lonceng berbunyi , lebih tepat nya suara jantung yang berdetak begitu cepat , emosi nya kini memuncak lahar panas akan segera meledak , namun masih bisa tertahan .
Kenapa jadi begini ? apa yang mereka rencanakan ? apa jangan - jangan Indra menyukai Shila ? sial !! aku harus bagaimana ini , batin Vero .
"A..aku.. ."
"Aku tidak setuju ."
Karena sudah tidak tahan singa betina ada yang menggoda akhir nya singa jantan pun terbangun. Semua mata terbelalak , mereka semua terkejut ketika Vero bangun tiba - tiba , namun tidak dengan Indra , dia tersenyum tipis sepertinya kali ini Indra berhasil membangunkan singa jantan , haha !!.
Mata Shila membulat sempurna , melihat Vero yang baik - baik saja , namun tidak dengan triple J mata mereka membulat , mulut nya menganga membentuk huruf O , papi nya ini tidak bisa di ajak kompromi .
"Papi kenapa bangun ?."
"Aduh, papi .. papi , ketahuan deh ."
"Papi gimana sih !! ketahuan kan jadi nya ."
Ucap triple J bergantian , namun hanya di ungkapkan dalam hati .
__ADS_1
"Jangan sentuh istri saya ." Vero menepis tangan Indra yang memegang bahu Shila .
"Mas ! Jadi kamu tidak sakit ? "
"Sudah , sembuh sayang karena ada kamu di sini ."
"Kamu pikir aku percaya , dan kalian sejak kapan pandai berbohong ." tatapan Shila kini beralih menatap ketiga anak nya membuat tubuh mereka ketakutan .
"Kalian sudah pintar ya , pintar akting , bersandiwara , dan pintar berbohong juga ." Shila menatap tajam ke empat orang yang ada di depan nya bergantian . Namun bukan Triple J namanya kalau tidak bisa mengelak .
"Mmm.. anu mami aku kebelet pipis ." ucap Joy yang langsung berlari keluar
"Mmm..aku juga mami ." Jolie menyusul Joy .
"Eh.. Joy , Jolie kalian ?." ucap Joanna tertahan karena tatapan dari sang mami .
"Mmm.. Mami aku menyusul adik - adik ku, sebentar ya mami ."
Syuttttt...
Hilang tanpa jejak , mereka berlari begitu cepat , seperti di terjang angin , karena anak - anak nya sudah menghilang , kini tatapan Shila beralih kembali pada Vero yang jantung nya sudah mulai berdetak dengan cepat . Vero menelan ludah , ketika mendapat tatapan tajam dari sang istri , Vero sudah pasrah pasti Shila akan memarahi nya .
"Sepertinya akan ada huru - hara ." ucap Alvin yang mulai merasa ada hawa dingin di antara tuan nya .
"Aku , akan keluar , jangan marah nya tadi itu aku hanya bercanda ." ucap Indra yang menatap Vero , dan berlalu pergi .
"Alvin, ayo kita cari udara segar ." ajak Indra yang langsung merangkul Alvin untuk keluar dari kamar .
"Tuan muda , semoga sukses ya !! semangat ." cibir Alvin namun membuat Vero semakin kesal .
Kini hanya ada Shila dan Vero berdua , entah apa yang akan terjadi di antara mereka , apa mungkin mereka hanya akan diam saja tanpa bicara ? seperti perang dingin. Atau akan ada barang - barang yang beterbangan ? seperti pertempuran pada umum nya ? tunggu dulu , tapi itu tidak mungkin , tidak ada barang yang bisa di lempar di sini . Atau Shila akan memaafkan Vero ? Kalau itu sangat di harapkan sekali , semoga saja Shila memaafkan dan mereka kembali baikan , tapi dimana si Joy dia yang memberi ide , dia juga yang kabur !.
Ternyata si Joy sedang enak - enak nya makan , bersama kedua kakak nya , dia tidak tahu papi nya sekarang sedang di pompa jantung .
Joy, Joy ,Joy .
__ADS_1
"Itu urusan dewasa , biar papi yang menyelesaikan nya . " Joy.