Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 132


__ADS_3

#Singa jantan terbangun .


Shila merasa curiga ada yang aneh dengan sikap ketiga anak nya ,bahkan ucapan mereka pun sedikit membingungkan . Shila harus memastikan sendiri semua kecurigaan nya .


Shila keluar sebentar , dengan alasan pergi ke toilet , padahal saat di luar Shila menghubungi Jey , supir pribadi si kembar .


Shila bertanya kepada Jey, apa dia mengantar si kembar ke sekolah atau tidak ? Jawaban Jey sungguh mengejutkan . Jey bilang si kembar berangkat menaiki mobil tuan muda , dan Jey pikir tuan muda yang mengantarkan si kembar ke sekolah , di situlah Shila mulai curiga , mungkin ini semua sandiwara , alasan yang berbeda , kalau mereka satu mobil kenapa hanya satu yang terluka seharusnya ketiga anak nya pun ikut terluka .


Bisa - bisanya mereka membohongi ku bahkan dokter pun ikut membohongi ku juga , Ini tidak bisa di biarkan awas kamu Mas , batin Shila .


Shila kembali ke dalam namun tidak langsung duduk , Shila hanya memanggil dokter Indra saja . " Dokter bisa kita bicara ?" pinta Shila .


Apa yang ingin nyonya muda bicarakan ?, batin Indra .


"Saya ingin tahu perkembangan suami saya dok, bisa kita bicara di luar ." Dokter Indra pun mengangguk , lalu melangkah keluar mengikuti Shila .


"Ada apa ya nyonya ?" tanya Indra


"Jujur saja , ini semua sandiwara kan ? Tidak ada kecelakaan apapun kan ? Jawab dengan jujur dokter , sebenar nya suami saya tidak kenapa - kenapa kan ? dia sehat - sehat saja kan ? kalian semua membohongi saya." Shila menatap tajam dokter Indra , dokter Indra pun bingung harus bagaimana , tatapan ibu hamil sungguh menakutkan .


"Jawab dokter !" ucap Shila penuh penekanan .


Sepertinya Indra menyerah , dia tidak bisa lagi menutupi kebohongan dari sahabat nya itu , terpaksa Indra harus jujur dan mengatakan ' Iya ' .


"Maaf ! Tapi sumpah saya tidak ada niat untuk membohongi anda , saya hanya mengikuti perintah tuan muda , please jangan marah ."


Jangan marah ! Bisa - bisanya dia bilang seperti itu , siapa sih orang yang sudah di bohongi tidak marah , namun marah saja tidak cukup sepertinya aku harus membalas nya ? aku akan mengikuti permainan kalian .


"Baiklah , aku tidak marah asalkan dokter mau membantu ku , aku ingin membongkar sandiwara nya ."


"Dengan cara apa ?"


Shila tersenyum , seperti nya Shila sudah mendapatkan ide agar sandiwara suami nya terbongkar , Shila harus mengikuti permainannya kali ini .Shila membisikan sesuatu kepada Indra , Indra pun mengangguk setuju kali ini sandiwara suami dan anak nya pasti ketahuan . Shila tahu apa kelemahan suami nya itu .


Kalian pikir aku tidak bisa akting , aku juga bisa , aku akan balas perbuatan mu Mas , bisa - bisa nya membohongi ku kamu pikir ini lucu, batin Shila yang berjalan ke arah ranjang pasien , lalu duduk di samping Vero .

__ADS_1


"Aku belum siap bila kamu meninggalkan aku Mas , bagaimana nanti dengan anak kita , dan bayi kita , aku tidak bisa bayangkan kalau anak kita lahir dan mereka mencari ayah nya .. hiks..hiks.. " sandiwara Shila sepertinya berhasil . Shila seolah - olah tidak sanggup kalau harus hidup tanpa seorang suami apalagi Shila akan memiliki tiga bayi lagi .


Di saat Shila menangis pilu Indra mendekat , menyentuh bahu Shila untuk menenangkan nya , namun tidak dengan Vero yang sepertinya sudah tidak tahan melihat Indra yang berani menyentuh istri nya , apalagi Indra mengatakan bahwa Indra siap menggantikan ayah dari anak - anak nya .


"Kamu tenang saja , kamu tidak sendiri aku akan menjaga anak kalian , termasuk bayi yang ada dalam kandungan mu ."


Deg, dig , dug ,der , dor


Suara petir menggelegar namun tidak terdengar , yah.. karena suara itu hanya terdengar oleh Vero sendiri, api cemburu mulai membara , panah panas sedang menusuk hati nya saat ini , bagaimana tidak , sahabat nya sendiri akan menikahi istri nya , tidak , itu tidak akan terjadi .


"Maksudnya ?" tanya Shila pura - pura polos padahal dia tahu saat ini suami nya sedang menahan rasa cemburu .


"Aku , bisa menggantikan ayah untuk anak - anak mu , aku akan menjadi suami mu nyonya Shila ."


Deg, deg , deg , deg , deg ,


Suara lonceng berbunyi , lebih tepat nya suara jantung yang berdetak begitu cepat , emosi nya kini memuncak lahar panas akan segera meledak , namun masih bisa tertahan .


Kenapa jadi begini ? apa yang mereka rencanakan ? apa jangan - jangan Indra menyukai Shila ? sial !! aku harus bagaimana ini , batin Vero .


"A..aku.. ."


"Aku tidak setuju ."


Karena sudah tidak tahan singa betina ada yang menggoda akhir nya singa jantan pun terbangun. Semua mata terbelalak , mereka semua terkejut ketika Vero bangun tiba - tiba , namun tidak dengan Indra , dia tersenyum tipis sepertinya kali ini Indra berhasil membangunkan singa jantan , haha !!.


Mata Shila membulat sempurna , melihat Vero yang baik - baik saja , namun tidak dengan triple J mata mereka membulat , mulut nya menganga membentuk huruf O , papi nya ini tidak bisa di ajak kompromi .


"Papi kenapa bangun ?."


"Aduh, papi .. papi , ketahuan deh ."


"Papi gimana sih !! ketahuan kan jadi nya ."


Ucap triple J bergantian , namun hanya di ungkapkan dalam hati .

__ADS_1


"Jangan sentuh istri saya ." Vero menepis tangan Indra yang memegang bahu Shila .


"Mas ! Jadi kamu tidak sakit ? "


"Sudah , sembuh sayang karena ada kamu di sini ."


"Kamu pikir aku percaya , dan kalian sejak kapan pandai berbohong ." tatapan Shila kini beralih menatap ketiga anak nya membuat tubuh mereka ketakutan .


"Kalian sudah pintar ya , pintar akting , bersandiwara , dan pintar berbohong juga ." Shila menatap tajam ke empat orang yang ada di depan nya bergantian . Namun bukan Triple J namanya kalau tidak bisa mengelak .


"Mmm.. anu mami aku kebelet pipis ." ucap Joy yang langsung berlari keluar


"Mmm..aku juga mami ." Jolie menyusul Joy .


"Eh.. Joy , Jolie kalian ?." ucap Joanna tertahan karena tatapan dari sang mami .


"Mmm.. Mami aku menyusul adik - adik ku, sebentar ya mami ."


Syuttttt...


Hilang tanpa jejak , mereka berlari begitu cepat , seperti di terjang angin , karena anak - anak nya sudah menghilang , kini tatapan Shila beralih kembali pada Vero yang jantung nya sudah mulai berdetak dengan cepat . Vero menelan ludah , ketika mendapat tatapan tajam dari sang istri , Vero sudah pasrah pasti Shila akan memarahi nya .


"Sepertinya akan ada huru - hara ." ucap Alvin yang mulai merasa ada hawa dingin di antara tuan nya .


"Aku , akan keluar , jangan marah nya tadi itu aku hanya bercanda ." ucap Indra yang menatap Vero , dan berlalu pergi .


"Alvin, ayo kita cari udara segar ." ajak Indra yang langsung merangkul Alvin untuk keluar dari kamar .


"Tuan muda , semoga sukses ya !! semangat ." cibir Alvin namun membuat Vero semakin kesal .


Kini hanya ada Shila dan Vero berdua , entah apa yang akan terjadi di antara mereka , apa mungkin mereka hanya akan diam saja tanpa bicara ? seperti perang dingin. Atau akan ada barang - barang yang beterbangan ? seperti pertempuran pada umum nya ? tunggu dulu , tapi itu tidak mungkin , tidak ada barang yang bisa di lempar di sini . Atau Shila akan memaafkan Vero ? Kalau itu sangat di harapkan sekali , semoga saja Shila memaafkan dan mereka kembali baikan , tapi dimana si Joy dia yang memberi ide , dia juga yang kabur !.


Ternyata si Joy sedang enak - enak nya makan , bersama kedua kakak nya , dia tidak tahu papi nya sekarang sedang di pompa jantung .


Joy, Joy ,Joy .

__ADS_1


"Itu urusan dewasa , biar papi yang menyelesaikan nya . " Joy.


__ADS_2