Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 119


__ADS_3

Happy reading


🌹🌹🌹🌹


"Tuan muda , polisi merasa janggal dengan kematian Bagas . Mereka akan menyelidiki nya , bagaimana ini Tuan muda ? "


"Jangan khawatir Alvin , racun yang ku berikan pada Bagas tidak akan terdeteksi , Polisi akan mengira kalau Bagas me- konsumsi obat - obatan terlarang . Aku tahu Bagas dari dulu dia selalu me - konsumsi narkoba , dan obat - obatan lain jadi , racun yang saya berikan hanya akan terdeteksi kalau tubuh Bagas masih murni , tidak pernah termasuki obat - obat terlarang ."


"Semoga saja Tuan muda ."


"Bagaimana dengan Elin ?"


"Saya sudah memberi nya peringatan , Elin juga terlihat takut waktu itu , namun .. Saya tidak bisa jamin kalau Elin akan memegang janji nya , yang tidak akan menggangu lagi keluarga anda Tuan ."


"Kamu suruh orang untuk terus memantau nya , jangan sampai kita lengah , apalagi Elin cukup berbahaya ."


"Baik Tuan muda ."


"Bagaimana perusahaan ? Apa baik - baik saja ?"


"Perusahaan baik - baik saja Tuan ,namun saya yang tidak baik - baik saja , Tuan muda jangan terlalu lama berlibur , aku tidak sanggup kalau menghandle semua nya !"


"Jangan manja Alvin , saya percayakan semua nya pada mu , ingat !! Jangan sampai lengah ."


"Iya Tuan muda ."


Tut. Sambungan telepon pun di tutup .


Alvin dan Vero cukup lama berbicara dalam sambungan telepon , walau pun Vero sedang berlibur tetap saja Vero selalu menanyakan tentang perusahaan nya , dan jika ada yang harus di kerjakan Alvin akan mengirim email nya .


"Papi .. lama sekali ."


"Papi ayo kita jalan ." teriak si kembar .


" Papi .. "


"Iya , iya , tunggu sebentar ." sahut Vero dari dalam rumah .


"Kalian rupa nya sudah tidak sabar ya ? " sambung Vero


"Papi lama sekali , lihat lah Bibi dan Paman sudah menunggu dari tadi ." ujar Joanna yang sudah tidak sabar pergi jalan - jalan mengelilingi kota tokyo .


"Iya , ayo kita masuk ke mobil ." titah Vero si kembar pun berlari memasuki mobil yang sudah ada keluarga masashi di dalam nya .


"Mas , ada apa ? kenapa lama sekali ? Apa ada pekerjaan penting ?" tanya Shila yang berjalan beriringan dengan Vero .


"Tidak , tadi Alvin telepon kami hanya berbicara tentang pekerjaan sebentar ."


"Lupakan dulu Mas pekerjaan , kita sedang berlibur ."


" Iya ."


Vero dan Shila pun memasuki mobil , kini mobil yang mereka tumpangi pun melaju dengan cepat membelah kota tokyo yang padat.


****


Mereka mengunjungi beberapa tempat wisata terkenal di jepang , termasuk tempat - tempat sejarah yang berada di jepang .


"Tempat apa ini ? " tanya Jolie

__ADS_1


"Indah sekali , namun sepertinya tempat ini punya sejarah ." ujar Joanna



"Ini istana kerajaan tokyo , tempat tinggal dari kaisar jepang dulu , tempat ini terkenal dengan nama Tokyo Imperial Palace . " jelas Akemi .


" Ouh..begitu sejarah nya ." ucap Joanna mangut - mangut .


"Anak - anak ayo kita ke tempat selanjut nya ." ajak Nyonya Azumi . Triple J bersama Akemi pun berjalan mengikuti mami dan papi nya .


Tempat selanjutnya yang mereka kunjungi adalah kuil senso-ji, Asakusa . Tempat paling suka di kunjungi para wisatawan.



"Paman apa yang mereka lakukan ?" tanya Joy yang melihat para pengunjung bersimpuh seperti sedang berdo'a .


"Mereka sedang berdoa ke Kannon-Sama ." jelas Tuan Azema .


"Siapa itu Kannon - Sama ?" tanya Jolie .


"Kannon-Sama , adalah Dewa budha yang sangat pengasih yang di percaya orang - orang akan menghilangkan kesusahan ." jelas Tuan Azema lagi .


"Ouh .. begitu , kalau begitu ayo kita juga berdoa agar di jauhkan dari orang jahat yang menyusahkan kita ." Triple J menirukan gaya orang - orang yang berdoa di kuil itu .


Beberapa saat kemudian .


"Sekarang kita pergi ke Nakamise dori , kalian pasti laparkan ? setelah berjalan - jalan nanti di sana akan banyak makanan yang bisa kalian pilih selain itu juga kalian bisa beli oleh - oleh nanti ." jelas Nyonya Azumi .


"Wahh, aku mau ." ucap si kembar semangat


"seperti nya kita harus membelikan Stella oleh - oleh ." ujar Joy


"Sejak kapan kau peduli sama Stella Joy ?" cibir Joanna membuat Joy tertegun .


"Sudah , ayo kita berangkat ." ajak Shila .


Mereka pun berangkat ke pusat perbelanjaan yang di kenal dengan nama Nakamise dori .


****


Jakarta


Kantor polisi


Di dalam sel Elin berjalan mondar - mandir seperti setrikaan , Elin masih memikirkan bagaimana caranya kabur dari penjara , karena Elin tidak mau mati konyol dalam penjara .


"Hei , ngapain sih lo mondar - mandir bikin gue pusing tahu !" Bentak tahanan lain .


"Bisa gak sih lo diem , duduk aja gak usah mondar - mandir ." bentak si tahanan lain .


Elin menatap tajam kedua teman tahanan nya , namun seketika senyum nya mengembang Elin tersenyum penuh arti kepada kedua teman nya itu .


"Ngapain lo senyum - senyum ."


"Stres lo ."


"Kalian mau keluar gak dari sini ? " tanya Elin , namun kedua tahanan itu hanya tergelak menertawakan Elin .


"Haha.. ngarep lo , sampai kapan pun lo gak akan bisa kabur dari sini ."

__ADS_1


"Yakin ? kalian tidak ingin keluar dari sini ? Tadi nya .. Aku mau ajak kalian bekerja sama keluar dari sini . Atau saya akan beri kalian imbalan kalau kalian bisa membantu saya keluar dari sini bagaimana ? "


"Memang nya kamu punya uang untuk bayar kita ? hah !! "


"Berapapun yang kalian pinta saya akan berikan bagaimana ? "


"Nggak percaya gue , punya uang dari mana lo ? lo aja di penjara punya uang dari mana ." cibir teman tahanan nya .


"Kalian tidak percaya ? Ambil ini sebagai imbalan , kalau kalian berhasil membawa ku keluar dari sini , aku akan tambahkan bayaran untuk kalian ." Elin memberikan kalung milik nya , sebagai bukti bahwa Elin punya uang , dan itu bukan kalung biasa namun kalung berlian yang memiliki harga tinggi


Kedua tahanan itu saling memandang satu sama lain , mereka memikirkan matang - matang ucapan Elin .


"Ini asli gak ?" tanya tahanan satu yang mengayunkan kalung itu.


"Kalung itu memiliki harga tinggi , jika kalian menjual nya kalian bisa pakai uang itu untuk pergi jauh dari negri ini dan kalian akan bebas dari kejaran polisi ."


"Oke , kami setuju ."


Elin tersenyum tipis, akhir nya dia bisa keluar juga dari tempat ini , tempat yang di penuhi geruji besi .


****


Tokyo, Japan .


Shila , Vero beserta keluarga Azema sudah pulang dari jalan - jalan nya , mengelilingi kota tokyo . Kini Shila sedang beristirahat di kamar nya memijat - mijat kaki nya yang pegal .


"Kenapa kaki nya sakit ?" tanya Vero yang berjalan menghampiri Shila yang duduk di atas tempat tidur sembari memijat - mijat kaki nya .


"Iya , Mas pegel , mungkin karena jalan - jalan tadi ."


"Sini , biar aku pijit kaki nya ." Vero memijit kaki Shila membuat Shila tersenyum ketika mendapat perhatian suami nya itu ."


"Makasih ya Mas ." ucap Shila dengan senyuman .


Drt..drt..drt..


Tiba - tiba ponsel Vero berdering menandakan ada panggilan masuk .


"Sebentar sayang , aku angkat telepon dulu ."


"Dari siapa Mas ?"


"Alvin ." jawab Vero yang langsung mengangkat telepon nya .


"Hallo Alvin .. Apa ?" Vero terkejut


"Bagaimana bisa ? "


"Saya tidak tahu Tuan , saya akan mencari nya sekarang ."


"Pokok nya kerahkan semua pengawal untuk mencari dia ."


"Baik Tuan muda ."


Tut, telepon pun di tutup .


"Mas, ada apa ? kamu kaget gitu ? Alvin bilang apa Mas ?" tanya Shila yang juga ikutan panik .


"Kamu jangan panik , ingat triple baby kita ." ucap Vero mengelus lembut perut Shila .

__ADS_1


"Aku penasaran , ada apa Mas ? tolong kasih tahu ." mohon Shila .


Vero menghela nafas sejenak menatap Shila sendu ." Elin .. kabur ."


__ADS_2