
Vero sudah berada di dalam kamar nya sambil merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur yang lelah karena pertarungannya dengan Bagas tadi .
Tiba - tiba ponselnya berdering ternyata Shila memanggil nya , saat mendapatkan nama Shila pada layar ponselnya Vero mengutuki dirinya bahwa dia lupa menghubungi Shila saat sudah sampai di bandung . Vero langsung bangun dan mengangkat teleponnya itu .
"Mas , kamu tidak apa - apa kan ? kamu baik - baik saja kan ? aku khawatir mas ." teriak Shila di ujung sana . Yang membuat Vero menjauhkan ponsel di telinganya .
"Aku baik - baik saja kok sayang , kamu jangan khawatir ."
"Nggak pokok nya aku mau vidio call , aku mau lihat luka kamu kata Alvin kamu tadi sempat di pukul sama teman mu ." Shila langsung mematikan telepon nya dan menggantinya dengan vidio call .
Vero mendengus kesal saat tahu Alvin memberitahukan keadaan nya pada Shila dan membuatnya khawatir .
Cklek ..
Pintu kamar terbuka , terlihat Alvin yang masuk ke dalam kamar Vero . Berjalan melangkah ke arah Vero yang sedang duduk di bibir ranjang . " Tuan muda ini obati dulu luka nya ." Alvin memberikan beberapa obat untuk mengobati luka Vero .
"Kamu kenapa bilang pada Shila kalau saya di pukul Bagas ." ucap Vero dengan nada kesal nya .
"Maaf Tuan muda . aku hanya ingin tahu saja apa Shila khawatir atau tidak ." ucap Alvin cengengesan .
"Pertanyaan konyol macam apa itu , ya jelas Shila pasti khawatir, dasar." pekik Vero
Drt..drt..drt..
"Kamu diam , jangan banyak bicara istri saya vidio call ." Ucap Vero pada Alvin saat ponselnya berdering . Vero pun langsung mengangkat vidio call dari Shila .
"Ya ampun , luka kamu ." Shila terkejut melihat luka lebam pada bibir Vero .
"Sayang, aku gak kenapa - kenapa , ini cuma luka ringan ."
"Pasti sakit kan mas ? sudah di obatin ?"
"Sakit sayang ." ucap Vero manja .
"Kenapa bisa gitu mas , lagian ngapain sih main pukul - pukulan .Kamu tuh mas buat aku khawatir , aku telepon kamu tidak di angkat . Kamu bilang mau telepon aku satu jam sekali tapi mana ? gak telepon - telepon . Yang ada Alvin tuh yang telepon bilang kamu di pukul sama teman kerja mu itu . Memang nya apa sih masalahnya sampai di pukul seperti itu ." Shila yang terus mengomel di ujung sana yang mengkhawatirkan suaminya itu .
"Sayang sudah dong , jangan ngomel terus ini sudah biasa dalam bisnis ."
"Bisnis percintaan ." celetuk Alvin yang sengaja membuat situasi semakin panas . Alvin begitu senang melihat Shila yang khawatir dan Vero yang panik . Vero langsung melirik ke arah Alvin dan menatapnya tajam namun Alvin hanya cengengesan .
"Bisnis percintaan ? sejak kapan ada bisnis seperti itu ." timpal Shila yang mulai marah.
"Jangan dengarkan Alvin sayang , Alvin hanya bergurau ."
__ADS_1
"Apa mungkin kamu berkelahi dengan teman mu karena wanita ? kamu selingkuh mas ? ." ucap Shila penuh curiga
"Ya ampun sayang , siapa yang selingkuh gak ada wanita disini yang ada hanya Alvin ."
"Tidak mungkin kalau tidak ada wanita di hotel ." Vero hanya bisa membulatkan matanya saat melihat istrinya sudah di landa cemburu dan Vero menatap Alvin dengan sorot mata tajamnya .
"Mami kenapa ?" ujar si kembar yang tiba- tiba muncul lalu menatap kearah kamera dan melihat Vero di ujung sana ." Papi .. kenapa dengan wajah papi ?" ujar si kembar yang juga terkejut melihat luka lebam di wajah Vero .
"Apa papi habis bertarung ? ." ujar Joanna .
"Kenapa papi tidak mengajak kami , bukankah kami sudah latihan kemarin ? akan aku hajar musuh - musuh ku ." ujar Joy gemas
"Mana mungkin kalian bisa papi kalian saja kalah ." celetuk Alvin .
"Ada paman juga ." ucap Jolie yang membuat Alvin tak suka .
"Kenapa selalu memanggil ku paman itu terlalu tua , uncle saja " elak Alvin yang meminta si kembar memanggilnya uncle .
"Ah , sama saja uncle juga artinya paman ." timpal Jolie yang membuat Alvin mendengus kesal . Tapi itu membuat Vero tersenyum.
"Oh , iya papi kita mau pergi jalan - jalan sama grandma ." ujar Joanna penuh semangat .
"Kemana ? ." tanya Vero
"Sidney." jawab Jolie
"Kenapa mendadak ." tanya Vero .
"Mama dapat telepon, keluarga mama yang di Sidney sakit jadi mama harus menjenguknya . Sudah dulu ya mas aku mau bantu anak - anak siap - siap dulu ."
Tut.. vidio call pun berakhir karena Shila yang masih kesal langsung menutup panggilan vidio call nya . Sedangkan Vero tidak tahu kalau Shila tidak akan ikut ke Sidney.
"Kenapa ? sedih tidak di ajak ke sidney ? ." celoteh Alvin yang meledek Vero .
"Apa kamu tidak bisa diam . Bicara lagi aku robek mulut mu ." pekik Vero . lalu melangkah pergi ke kamar mandi .
" Tuan muda kalau marah mengerikan sekali, ternyata Tuan muda takut sekali ya pada istrinya " ucap Alvin yang menertawakan Vero lalu pergi dari kamar Vero .
****
Sedangkan di kediaman Delia . Shila sedang mengemas barang - barang si kembar untuk di bawa . Sebelumnya Delia baru saja mendapat telepon dari keluarganya yang tinggal di Sidney bahwa kakak nya sedang kritis meminta Delia untuk segera datang . Tadinya Delia mengajak Shila untuk ikut dengannya sekalian akan mengenalkan nya dengan keluarganya yang ada di sidney . Namun Shila tidak bisa ikut jadi hanya si kembar saja yang ikut sekalian berlibur .
"Shila , kamu yakin tidak akan ikut ?" tanya Delia .
__ADS_1
"Iya mami , ikut saja kita pergi bersama ." ujar Joanna yang mengharapkan Shila untuk ikut dengannya.
"Maaf nya sayang mami tidak bisa ikut lain kali saja ya ?" ujar Shila pada Joanna .
"Kamu tidak apa - apa di tinggal sendiri ?." Delia yang cemas akan meninggalkan Shila sendirian di rumah .
"Tidak apa - apa ma , lagian Shila juga gak sendiri ,ada para pelayan, satpam dan pengawal juga . Kalau Shila ikut
gimana nanti sama mas Vero takut nya nanti mas Vero pulang tidak ada siapa - siapa di rumah ." jelas Shila memberikan alasan kenapa tidak ingin ikut .Namun Delia tetap khawatir meninggalkan Shila sendirian apalagi saat ini keluarga nya sedang terancam .
"Atau mama tidak jadi berangkat saja ." ucap Delia ragu .
"Grandma , katanya kita mau jalan - jalan ." ucap si kembar yang kecewa mendengar perkataan Delia .
"Jangan ma , kasian saudara mama di sana mereka pasti nunggu kedatangan mama . Kasihan juga anak - anak mereka sudah tidak sabar akan jalan - jalan ke sidney ."ucap Shila .
" Jangan khawatir ,Shila akan baik - baik saja ." Ucap Shila meyakinkan Delia . Setelah menyakinkan Delia bahwa Shila akan baik - baik saja akhirnya Delia pun setuju dan akan pergi .
"Ya sudah , jaga dirimu baik - baik kalau ada apa - apa hubungi mama atau Erik mengerti ." Shila pun mengangguk sebagai jawaban .
"Mami , pakai ini ." ujar Joy yang memberikan gelang nya pada Shila . " Pakai ini nanti kalau ada apa - apa mami bisa pencet tombol ini gelang ini hasil ciptaan ku dan gelang ini terhubung dengan tab ku , jadi kalau mami dalam bahaya pencet saja tombol itu dan aku akan tahu mami ada di mana ." sambung Joy . Joy anak yang cerdas . Dari keahliannya di bidang teknologi itu membuat Joy menciptakan beberapa teknologi canggih seperti pengepel lantai , sepatu roda milik Jolie dan gelang ini .
"Terimakasih sayang , tapi gelang ini sangat kecil ." ujar Shila yang memegang gelang milik Joy .
"Mami gelang ini aku buat dengan canggih . Nanti gelangnya akan menyesuaikan dengan besarnya tangan mami ." Dan benar saja ucapan Joy , gelang itu masuk ke tangan Shila dan sangat pas di tangannya .
"Owh.. keren sekali terimakasih sayang ." ujar Shila yang terus menatap gelangnya itu .
"Sepertinya kamu harus membuat gelang ini untuk grandma , papi dan kakak - kakak mu ." saran Shila . Joy berpikir sejenak ." Baiklah , 1 juta ." celoteh Joy membuat semua orang tertawa .
"Apa mami harus membayar nya juga ."
"Untuk mami aku kasih gratis ." ucap Joy yang cengengesan .
"Untuk Grandma ? ." tanya Delia yang menatap Joy . Joy pun berpikir sejenak ." Boleh , tapi untuk kalian harus membayar ." ujar Joy pada kedua kakak nya .
"Giliran sama kami saja perhitungan ." ujar Jolie dan Joanna kompak .
"Namanya bisnis itu harus perhitungan ." ucap Joy yang membuat Delia dan Shila tertawa . Ternyata anak nya ini sudah pintar berbisnis.
Di tengah - tengah perbincangan mereka Erik datang memberitahukan Delia bahwa pesawat sudah siap ." Nyonya , pesawatnya sudah siap apa kita akan berangkat sekarang ? sebelum malam hari nyonya ." ujar Erik . Delia pun mengerti dan akan segera berangkat .
"Shila mama berangkat dulu , hati - hati di rumah ya ."
__ADS_1
"Iya ma , hati - hati di jalan ."
"Bye mami .. kami berangkat dulu ." teriak si kembar . Mereka pun pergi dengan pesawat jet pribadi dan si kembar begitu semangat ketika menaiki pesawat nya.Setelah pesawat itu pergi Shila kembali masuk ke dalam rumah karena hari mulai gelap.