
Shila dan Zeni sedang menuju mall untuk menjemput ketiga anak nya. karena sebelumnya Shila mendapat telepon dari Bi Inem kalau si kembar tidak ada di sekolah nya.
Tak berapa lama Shila mendapat telepon lagi dari mall jakarta yang memberitahukan bahwa ketiga anaknya sedang ada di mall sontak Shila kaget mendengar itu .
Shila pun meminta Zeni untuk mengantar nya ke mall yang kebetulan sedang makan siang bersama nya .
Sesampainya di mall Shila langsung berlari masuk ke dalam mall untuk mencari ketiga anak nya yang di ikuti Zeni .
"Pak dimana anak saya ? ." tanya Shila pada si security
" Oh , ibu yang di telepon tadi ya? itu mereka bu ." tunjuk si security pada ketiga bocah kecil yang sedang tertidur di boneka bear ya mungkin mereka lelah .
Shila pun menghela nafas lega karena melihat anak nya baik - baik saja .
" Lain kali anak nya jangan di biarin ke mall sendirian ya bu, itu sangat berbahaya ." si security mengingatkan Shila . Shila pun mengangguk sebagai jawaban lalu melangkah ke arah anak nya yang tertidur .
Shila sedang tersulut emosi , karena tingkah si kembar yang semakin nakal saja , Shila berdiri di depan ketiga anak nya sambil melipat kedua tangan nya di bawah perut .
" Astaga .. si kembar berbuat ulah lagi , Shil kalau seperti ini aku mengurungkan niat ku untuk mempunyai anak ." sindir Zeni yang berdiri di samping nya .
Karena sudah tidak sabar menunggu si kembar bangun akhirnya Shila membangunkan anaknya dengan menjewer telinga Jolie dan Joanna
"Akh mami , sakit ." ringis mereka berdua tapi Shila tak mengindahkannya
" Zeni kamu jewer telinga Joy ." ucap Shila karena tidak mungkin dia menjewer ketiga anaknya itu .
" Ah iya , aduh .. maaf kan aunty ya , aunty hanya menjalankan perintah mami mu ."ucap Zeni sebelum menjewer telinga Joy dan membuat Joy bangun karena sakit di telinganya .
"Aunty , apa yang Aunty lakukan ." ucap Joy yang sudah bangun.
" Jangan banyak tanya ikut mami ."ketus Shila yang membawa Jolie dan Joanna pergi .
" Mami tunggu .. boneka ku ." ucap Jolie yang menghentikan langkah nya .
" Zeni , bawa boneka ya ."ucap Shila dan berlalu pergi .
" Apa , aku juga yang kena ." ucap Zeni malas sambil membawa boneka nya.
Shila menghakimi ketiga anaknya di dalam mobil . Walaupun sudah di jewer telinganya si kembar tidak kapok dan bersikap biasa saja.
" Siapa yang punya ide konyol ini ."ucap Shila dengan sorot mata tajamnya
Joanna dan Jolie pun menunjuk Joy yang ada di duduk di tengah .
"Kalian selalu saja menyalahkan ku ." ucap Joy datar
" Mami kita kan sudah terbiasa ke mall , saat di luar negri kita juga sering jadi kenapa mami marah ." ucap Joy yang tidak merasa bersalah sedikit pun .
"Astaga .. tapi saat itu kalian pergi dengan mami , kalian tidak boleh pergi apalagi ke mall tanpa di dampingi orang dewasa mengerti ." ucap Shila dengan mata tajam nya .
" Iya mami ."ucap triple J kompak .
"Lalu , dari mana kalian punya uang untuk membeli boneka itu ." ucap Shila dengan tatapan tajamnya .
Mereka tidak menjawab hanya Joanna dan Jolie yang menunjuk ke arah Joy , dan Shila mengerti itu pasti Joy meretas rekening milik orang lain karena itu keahliannya tapi tidak tahu rekening siapa yang di retas nya Shila akan tanya itu nanti .
Shila menghela nafasnya dan menatap Joy dengan tatapan tajam nya . " Huh, aku lagi yang di salahkan ."ucap Joy tanpa rasa bersalah.
"Shila sepertinya kita tidak bisa mengantar anak mu ke rumah , bagaimana kalau kita bawa saja ke kantor ." ucap Zeni yang tidak mungkin mengantar si kembar ke rumah Shila karena sudah masuk jam kerja .
"Tapi Zen, kalau mereka membuat masalah bagaimana ? kamu tahukan saat Joy masuk ke ruangan Tuan Muda ." ucap Shila seraya mendelikan mata nya ke arah si kembar lalu membuang nafas kasar ' Huh '
__ADS_1
" Aku gak bisa bayangin kalau mereka melakukan hal itu lagi ." ucap Shila sambil menatap Zeni .
" Kita titip saja mereka di pantry aku jamin mereka gak akan membuat masalah , kalau kita ke rumah mu itu akan menambah waktu dan kita akan terlambat masuk kantor nanti Tuan Muda marah , Tuan Muda orang nya sangat disiplin kamu tahu itu kan ? ." ujar Zeni .
Setelah lama berpikir akhirnya Shila pun setuju , Shila mengajak si kembar ke kantornya sebelum ke kantor Shila mampir ke minimarket untuk membeli beberapa cemilan untuk si kembar biar mereka tidak pergi kemana - mana dan diam di pantry. Setelah itu Shila dan Zeni kembali ke meja kerjanya masing - masing .
...----------------...
Sedangkan Vero di dalam ruangannya duduk termenung memikirkan perkataan Alvin tadi pagi entah kenapa Vero jadi penasaran pada wanita itu karena selalu mengganggu pikirannya.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu mengejutkan lamunan Vero membuat Vero terkesiap.
"Masuk ." ucap Vero saat mendengar seseorang mengetuk pintu ruangan nya .
Setelah di izinkan orang itu masuk ke dalam ruangan siapa lagi kalau bukan Alvin asistennya.
"Siang Tuan Muda ." ucap Alvin yang melangkahkan kaki nya menghampiri Vero yang sedang duduk di kursi kerja nya sambil memijat - mijat pelipis nya.
"Iya Alvin ada apa ? ." tanya Vero yang sudah tidak lagi memijat pelipis nya.
"Saya mau mengingatkan 10 menit lagi ada meeting ." ucap Alvin yang berdiri di depan meja Vero.
" Oh iya , makasih Alvin sudah mengingatkan ." ucap Vero
"Sama - sama Tuan muda , kalau begitu saya permisi ." ucap Alvin yang di sanggah oleh Vero ." Tunggu Alvin ." ucap Vero yang menghentikan Alvin.
" Iya Tuan Muda , apa ada yang Tuan muda butuhkan " tanya Alvin .
"Nanti malam kamu urus Tissa , kamu datang kesana bilang kalau saya tidak bisa datang ." ucap Vero datar .
"Dan sekalian kamu cari tahu wanita itu ." ucap Vero yang membuat Alvin bingung .
" Wanita di masalalu saya ,yang pernah tidur dengan saya 6 tahun lalu .Bukannya kamu bilang bahwa kamu menemukan saya di Maxon Hotel saat itu ."ucap Vero dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"Iya betul Tuan , lalu apa yang harus saya lakukan disana ?." tanya Alvin yang masih tidak mengerti maksud perkataan Vero .
" Ya kamu cari petunjuknya , mungkin ada rekaman CCTV atau apalah itu , yang mengarah pada wanita itu pokoknya saya harus tahu siapa wanita itu , saya tidak ingin terus - terusan di teror dengan anak yang selalu di mirip - miripkan dengan saya ." tegas Vero pada Alvin .
"Baik Tuan Muda saya akan menyelidikinya ." ucap Alvin .
"Ya sudah kamu boleh pergi sekarang , tolong ingatkan Shila untuk menyiapkan materi meeting nya 5 menit lagi saya keluar ." ucap Vero dingin . Setelah mendengar ucapan Vero Alvin pun keluar dari ruangan .
Setelah 5 menit Vero dan Shila pun melangkah ke ruang meeting .
****
Di dalam pantry si kembar terlihat bosan , dengan wajah ditekuk dan manyun . Cemilan yang di berikan Shila pun sudah habis itu sangat terlihat jelas dengan keadaan pantry yang berantakan .
"Aku bosan ." ucap Jolie yang menyimpan kepalanya di atas meja
"Kita ke luar saja bagaimana ?." tanya Joanna .
" Boleh , apa kalian ingin pergi ke ruangannya papi ." ucap Joy antusias.
" Joy , kau terlalu berkhayal ." timpal Jolie karena Joy memanggil Vero dengan nama papi lagi.
"Dimana ? aku juga ingin melihat nya." ucap Joanna antusias .
"Ayo , ikuti aku ." ajak Joy yang melangkah keluar dan di ikuti oleh kedua kakaknya .
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka pun sampai di ruangan Vero , tidak ada yang melihat mereka karena semua fokus bekerja dan kebetulan Alvin juga tidak ada di meja nya entah pergi kemana dan saat ini Vero sedang melangsungkan meeting bersama Shila .
"Wah... luas sekali ini seperti rumah saja ." Ucap Joanna dan Jolie yang baru pertamakali masuk ke ruangan Vero .Melihat betapa luasnya ruangan itu .
Yang di lakukan Joy saat pertama masuk langsung duduk di kursi kerjanya Vero bergaya seolah - olah presdir perusahaan . Sedangkan Joanna dia tertuju pada buku - buku yang ada di sana buku - buku tentang investasi , bisnis , dll.
Sedangkan Jolie dia hanya berbaring di atas sofa yang empuk seolah - olah seorang Ratu .
Tak lama kemudian Vero pun datang ,Vero masuk ke ruangannya dan..
" Aaaa.. " teriak Vero yang terkejut melihat tiga bocah kecil di ruangannya begitu juga dengan Joanna , Jolie , dan Joy sama terkejutnya refleks Joanna menjatuhkan buku - buku yang ia baca membuat berserakan di lantai dan Jolie langsung bangun dari tidur nya seraya menatap Vero bingung .
"Tuan muda ada apa ?." ucap Alvin dan Shila bersamaan masuk ke ruangan Vero karena mendengar teriakan Vero .
Sedangkan Vero hanya menghela nafas nya kasar seraya menatap ketiga bocah di depannya . Alvin dan Shila pun tertuju pada ketiga bocah di depan nya berbeda dengan Alvin yang menatap bingung reaksi Shila lebih mengejutkan .
"Astaga ... mati aku ." batin Shila seraya menatap ketiga anak nya itu dengan sorot mata tajam nya .
"Kenapa ada banyak anak di ruangan ku , memang nya ini panti asuhan apa ? dan itu .. argh.. mereka merusak barang - barang ku ." gerutu Vero yang kesal karena ruang kerja nya berantakan .
"Alvin,bereskan semua nya ." ujar Vero pada Alvin , tanpa menunggu lama Alvin pun membereskan semua barang yang berserakan .
"Hai mami ." ucap Joanna , Jolie dan Joy sambil cengengesan melambaikan tangannya pada Shila . Sedangkan Shila hanya membuang nafas kasar menutup rasa malunya .
"Mami ?" ucap Vero terkejut , lalu melirik ke arah Shila . Shila yang menahan malu pun tidak bisa berkata apa - apa lagi karena tingkah ketiga anak nya itu .
"Maafkan ketiga anak saya Tuan muda ." ucap Shila yang menahan malu .
"Jadi mereka anak mu ? ." tanya Vero yang tersulut emosi .
"Iya Tuan , maafkan saya Tuan tadi saya tidak sempat mengantar anak saya pulang jadi saya bawa kesini ." ucap Shila gugup .
"Ini itu kantor bukan tempat penitipan anak ." ucap Vero sesekali memejamkan matanya untuk mengontrol emosinya .
"Maaf Tuan , saya akan membereskan semuanya sekali lagi maafkan anak saya ." ucap Shila lalu melangkah menghampiri anak nya yang berdiri di depan meja kerja Vero .
"Kalian ini selalu saja membuat masalah ." pekik Shila pad Joanna , Jolie , dan Joy . lalu membawa Joanna dan Jolie keluar tapi tidak dengan Joy , dia masih berdiri di depan meja kerja Vero .
"Hai papi ." ucap Joy yang membuat Vero semakin naik darah .
" Hey kamu lagi kenapa selalu ada disini , saya kan sudah bilang saya bukan papi mu kenapa tidak mengerti ."gerutu Vero yang sudah berada di hadapan Joy .
" Aku tidak punya papi ."ucap Joy sedih membuat Vero terenyuh melihatnya .
"Benar juga ya mereka tidak punya papa ." batin Vero yang terenyuh melihat wajah sedih nya Joy .
"Oke terserah kau saja , kalau ingin memanggil ku papi " ketus Vero .yang membuat Joy tersenyum. Setelah mendengar perkataan Vero Joy pun menengadahkan kepalanya seraya tersenyum .
" Aish.. jangan senyum seperti itu aku tidak suka , sekarang kau bisa keluarkan ,tolong jangan ganggu papi mu ini ya ." ucap Vero merayu Joy agar keluar dari ruangannya .
Bukannya keluar Joy malah naik ke atas meja kerja Vero dan mensejajarkan tingginya dengan tubuh Vero ." Kenapa kau naik ke meja ku ."ujar Vero
Bukan nya menjawab Joy hanya tersenyum menatap Vero dan..
Cup
Bibir mungil Joy mendarat mulus di pipi mulus Vero membuat Vero terkejut yang membulatkan kedua bola matanya , Alvin yang ada di sana pun terkesiap melihat perlakuan Joy yang mencium pipi Vero .
" I love you , papi ." ucap Joy sambil tersenyum lalu turun dari meja dan berlari keluar mengikuti kedua kakaknya .
Vero masih terpaku mendapat serangan mendadak dari Joy , Vero mengelus lembut pipinya itu lalu tersenyum manis entah kenapa ciuman Joy membuat nya senang tingkah lucu nya membuat dia tertawa.
__ADS_1
Alvin yang melihat itu pun merasa aneh Alvin pikir Vero akan marah karena di sentuh orang lain apalagi anak kecil, Vero paling tidak suka dengan anak kecil . Tapi sikap ya itu berbeda setelah mendapat ciuman dari Joy .